NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:521.6k
Nilai: 5
Nama Author: Myhani

Ashallina cerry, gadis yatim piatu yang sejak kecil tinggal di panti asuhan.

Karena kebaikan hatinya yang pernah menolong seorang kakek. Lalu suatu hari kakek itu memintanya menikah dengan cucu nya. Pewaris kelurga Prasetya. Darrel Arka Prasetya.

Akankah Ashallina gadis yang baru berumur 17 tahun dan kini masih duduk di bangku SMA itu menerima permintaan kakek tersebut?

Dan

Akankah Darrel, sang tuan muda yang kini sudah berumur 27 tahun mau menuruti keinginan kakeknya dengan menikahi gadis kecil yang sama sekali tidak ia kenal?

Bagaimana kisah mereka selanjutnya??

Ikuti kisahnya!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

"Kamu yakin gak mau ke sekolah lagi? "

Cerry menggeleng pelan. Ia kembali menyuapkan buah di dalam piring yang sudah di potongkan oleh Nara.

"Kan ujiannya udah selesai, Mom. Buat apa Asha sekolah lagi. " Itu Darrel yang tiba-tiba menyahut dari belakang mereka.

Laki-laki itu duduk di sebelah Cerry setelah mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala sang istri.

"Loh mas, kok udah pulang? Katanya mau sampe sore? " Tanya Cerry pada suaminya itu.

"Nggak, client nya gak jadi datang. "

"Ya sudah, karena kamu udah di sini, Mommy pulang deh kalau gitu." Ucap Nara seraya beranjak dari tempat duduknya.

"Kenapa gak nginep aja sih, Mom? " Darrel menatap sang Mommy yang sudah siap melangkah.

"Kama mau ke rumah katanya. Soalnya Ansel lagi ada kerjaan di luar kota. "

Darrel dan Cerry mengangguk.

"Kak Kama nya suruh ke sini aja, Mom. Cerry kangen sama dede Selma " Ujar Cerry dengan mimik memohon.

"Nah tuh iya, biar aku yang jemput deh. "

Darrel beranjak dari tempat duduknya. Namun langsung di tahan oleh Nara.

"Mommy ikut, sekalian pulang. Kamu kayak gak tau aja kalau Mommy juga punya bayi gede di rumah. " Kekehnya.

Darrel dan Cerry terkekeh pelan. Mereka yang faham bahwa sang daddy tak pernah mau berpisah dari istrinya barang hanya semalam. Alasannya memang cukup unik, cukup dulu ia di tinggalkan, sekarang tidak akan pernah ia melepaskan sang istri.

~

Waktu sudah sore ketika tiga orang muda-mudi datang ke kediaman Darrel. Cerry yang tengah berada di dapur, ikut nimbrung dengan para pelayan yang sedang menyiapkan hidangan makan malam pun, di beri tau jika ada yang mencarinya.

"Cerry, "

Cerry meletakan gelas di atas bar mini yang berada di dapur. Ia menoleh pada sumber suara cempreng, yang sangat ia kenali.

"Hei.. " Nina melambaikan tangannya dengan girang.

Kemudian ia berlari menghampiri Cerry, yang juga ikut mendatanginya. Nina memeluk tubuh sahabatnya itu yang kini berubah lebih berisi.

"Apa kabar? "

"Baik, Ninaku yang bawell." Cerry mencubit kedua pipi bulat sahabatnya.

"Ih hamil bikin kamu jadi nyeremin ya, suka nyubit-nyubit orang? "

"Haha.. Dasar kamu ini. Eh tumben nih pada ke sini? Kita duduk di belakang aja yuk, lebih enak! " Cerry mengajak ketiganya menuju ke halaman belakang.

Sebelumnya ia meminta pelayan untuk membawakan minuman dan camilan untuk tamunya itu.

"Kalian baru pulang dari sekolah? " Tanya Cerry lagi setelah mereka duduk nyaman di gazebo.

"Huum. Nih kita bawa surat kelulusan kamu. " Nina meletakan amplop putih di depan Cerry.

Perempuan itu mengambil dan membukanya, ia membacanya sebentar lalu kembali meletakannya lagi. Karena surat itu sudah tidak terlalu penting lagi baginya. Toh ia lulus atau tidak hasilnya tetap sama, kini ia sudah menikah dan akan segera menjadi seorang ibu.

"Cer, kita ke sini mau minta maaf. Karena udah jahat banget sama kamu dan nuduh kamu yang__"

"Udah santai aja, Dit. Aku udah maafin kok. Wajar kalau dulu kamu marah, salah aku juga yang gak pernah ngejelasin status aku yang sebenarnya." Pungkas Cerry seraya tersenyum hangat pada Dito dan Atta.

"Tapi kita ngerasa gak enak banget sama kamu, terutama sama suami kamu? " Sahut Atta yang tak kalah merasa bersalah dengan Dito.

"Udah gak pa-pa, mas Darrel udah ngelupain juga masalah itu. "

"Ih debay, aunty kangen banget sama kamu, " Nina mengusap perut buncit Cerry "udah USG kan, cewek apa cowok, Cer? "

Cerry balas tersenyum hangat pada Nina "jagoan. " Jawab Cerry membuat bola mata Nina membulat.

"Wih, jagoan. Keren! "

Dito dan Atta ikut tersenyum lebar, melihat Cerry yang sekarang terlihat berbeda dari Cerry yang dulu. Ia sekarang terlihat lebih bahagia.

"Sha, " Cerry menoleh dan mendapati suaminya tengah menimang seorang bayi mungil.

"Beby... " Cerry berdiri dengan cepat, ia hendak berlari namun dengan cepat Darrel menahan dengan mendatanginya.

"Dasar ceroboh, inget si jagoan di dalam perut kamu. " Darrel menyentil kening Cerry.

Cerry meringis namun tak memudarkan senyum di bibirnya. Ia mengambil alih bayi dalam gendongan Darrel dan memindahkan ke pangkuannya.

"Gemes banget sih, " Ia menciumi kedua pipi bulat bayi itu.

"Kalian udah lama? " Tanya Darrel pada ketiga orang yang sedari tadi hanya diam menyaksikan interaksi antara dirinya dan Cerry.

"Lumayan mas, " jawab Nina. Ia memutar bola matanya seperti mencari sesuatu.

"Nyari Sandi? Ada tuh di depan, mau aku panggilin? " Ucap Darrel yang seakan bisa menebak jalan pikiran gadis itu.

"Ih mas Darrel, engga kok. Ngapain aku nyariin Om jutek kayak dia. " Nina mengerucutkan bibirnya, namun tak di pungkiri dalam hatinya ia memang mencari sosok itu.

Darrel menggeleng pelan dengan senyum tertahan. Ia beralih pada kedua pemuda di samping Nina.

"Pak__"

"Mas, " ralat Darrel pada panggilan Dito padanya.

Dito mengangguk "mas, kita berdua minta maaf atas kes__"

"Gak perlu bahas yang udah lewat, aku udah maafin kalian. Aku juga pernah ada di usia kalian, yang juga pernah ngalamin hal yang hampir sama dengan kalian. " Cerry menengadahkan wajahnya menatap suaminya.

"Mas pernah di tolak cewek? Atau di putusin? "

"Sotoy, " ia kembali menyentil pelan kening istrinya "gak perlu tau, itu masa lalu aku dan Ansel. Kalau hal itu gak terjadi persahabatan kita gak seerat sekarang. Makanya buat kalian tetap jaga persahabatan dengan sebaik-baiknya, karena eratnya tali perahabatan itu bisa melebihi saudara."

"Makasih, mas. Udah maafin kita. Kita janji bakal jadi sahabat yang baik buat Cerry. " Imbuh Atta.

Darrel mengangguk menanggapi jawaban sahabat istrinya itu. Tiba-tiba bayi dalam gendongan Cerry menangis, membuat Cerry gelagapan. Namun tak lama bayi itu kembali tenang, karena dengan telaten ia bisa menenangkan si bayi.

Senyum Darrel semakin merekah, setelah melihat Cerry yang sudah bisa menenangkan bayi. Itu tandanya ia sudah siap menjadi seorang ibu, menurutnya.

"Sini, biar aku kembaliin sama mamanya. " Darrel mengambil Selma dari gendongan Cerry.

"Mas ini, memang Selma barang, pake di kembaliin segala. " Gerutu Cerry namun tak urung ia memberikan bayi itu.

"Lagian ngerepotin ngurus anak orang, kan nanti kita punya anak sendiri, " ujar Darrel dengan gaya santainya "Kama, anak lo nih? " Pekiknya, membuat Cerry menutup telinga dengan kedua tangannya.

"Aku keruang kerja dulu, kalian lanjut ngobrol aja. " Ia beranjak setelah mendaratkan sebuah kecupan di kening istrinya.

Wajah Cerry merona, ia masih saja malu di perlakukan manis di depan orang lain oleh suaminya sendiri.

"Elo apain anak gue, ampe nangis gitu? Om gak becus emang lo, gimana mau jadi bapak, kalo di titipin bayi bentar aja udah nangis gitu. " Kama yang datang dengan cepat, ketika tadi mendengar tangisan bayinya langsung nyerocos pada kakaknya itu.

"Beuh.. Istri si Ansel mulutnya, untung sayang. " Darrel mencebikan bibirnya, kemudian ia memberikan bayi dalam gendongannya pada si ibu.

Kama menerima anaknya, ia tersenyum pada Cerry dan ketiga temannya. Kemudian ia masuk mengikuti Darrel ke dalam.

"Selalu begitu ya, Cer? " Tanya Nina. Ia heran melihat sikap Darrel yang berbeda dari biasanya.

"Lupakan, mereka kalau ketemu jarangan akurnya

Apalagi kalau udah ketemu ketiga sahabatnya. Gesreknya gak ketulungan. " Jawab Cerry di sertai tawa ringan.

.

.

Happy reading..

1
Nnek Titin
aku penasaran niih lanjutan nya si Fariz
Nnek Titin
aku cari cari d NT ko gada thooor
Nnek Titin
sayap pelindung tuuh awalnya aja udah bikin hati teremas remas
bikin penasaran bgt
Nnek Titin
terkadang lupa buat ngelike nya karena fokus baca ceritanyaa
jgn d bikin sad dong thoor kasian Cheryl
Nnek Titin
duuh aku udah deh degan lhontjor takut darel kejebak cewek seksi kan kasian Cherryl
Nnek Titin
pasti si Dito lemes mulutnya
Nnek Titin
waah sepertinya ceryl hamidun
gawaatt dia kan msh sekolah
Nnek Titin
visual Daren kurang macho
Nnek Titin
Dito baru berbunga alamat langsung layuuu PES kempes Iki yooow
Nnek Titin
Hah ko ceryy gitu apa dia amnesia yaa
dia kan udah punya suami...???
Nnek Titin
sukaaaa jadi berasa remaja lagi hahahah
Qaisaa Nazarudin
Cantik banget visual Nina,cocok sama Sandi..👍👍🥰
Qaisaa Nazarudin
Kayaknya Sandi bener2 serius dgn Nina,Mau di jadiin isterinya..Wah untung Sandi dan Darrel dapat daun muda, Apalagi isteri mereka sahabatan lg .👏👏👍👍
Qaisaa Nazarudin
Waaahh gentle banget Sandi,to the point aku suka..🥰🥰😍😍💃💃
Qaisaa Nazarudin
Cari yg gambang namanya thor,Terbelit lidah ku menyebut namanya 😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Trauma Daffin ditinggal Nara selama 4 tahun..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Darrel udah pulang,Semoga Darrel bisa memberikan pelajaran ke Dito,kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Cinta dan Dendam lebih menguasai diri Dito,Harusnya kalo dia tulus sama Cerry dia pasti merelakan Cerry,Aku tau disini emang Cerry yg salah,Tapi begini kah sikap seorang SAHABAT???!! Ck miris banget,Atta juga ikut ikutan sok tersakiti, seharusnya sebagai seorg sahabat Atta cari tau apa yg sebenarnya berlaku,Atta yg harusnya jadi penengah,Tapi ini apa?? 🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Senjata makan tuan..
Qaisaa Nazarudin
Udh ku duga saat Sandy berbisik ke Darrel,pasti Sandi punya rencana licik,mampos tuh jalang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!