Seorang ustadz tampan kondang dan terkenal, hatuh cinta dengan salah satu murid kecilnya,
Berawal dari bakat dan kecerdasan yang santi kecilnya miliki membuat dia terpesona padanya
Kemudian sang ustadz ber doa dan istikharoh untuk meminta petujuk pada sang maha pencipta, karena ada keraguan didalam hatinya, dan benar Allah memberi petunjuk JODOH DALAM ISTIKHAROH , untuknya,
Karena umur sang murid yang masih remaja, sang ustadz menunggunya sampai dewasa, dan ditinggal pergi sembari menunggu waktu sang murid dewasa, sang ustdaz pergi ke luar negri untuk melanjutka pekerjaannya
Sesampainya sang ustadz pulang ternyata sang murid sudah pindah dari sekolah dan pesatren, tanpa ada yang tau posisi dan alamat nya sekarang, sehingga membuat sang ustadz berjuang dari awal dan berkorban lebih berat untuk mendapatkan wanita pujaannya
mari simak kelanjutan ceritanya yang nano nano ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-36 Curiga
Next..
Sesampainya Ilma dan Ismi di kantor merekan menemui Bu Emma
"Assalamualaikum.. Ibuk cari kami? tanya ILma sopan
"Iya,bukan Ibuk tapi pak Zain" jawab Bu Emma datar
Ya bu Emma masih merasa bersalah dengan pak Zain saat ini,
Bu Emma merasa kecolongan dengan perginya Jihan yang tanpa kabar sama sekali
"Pak Zain? bukannya masih diluar negri ya?" sambung Ismi yang memang belum mendengar kabar tentang Zain
"Lebih baik kalian temui aja pak Zain diruangannya," ucap Bu Emma
"Baik Buk, kami permisi" jawab Ilma pamit dan langsung menuju ruangan Zain
Merekapun bergegas keruangan zain dengan perasaan ragu
Tok tok tok
"Assalamualaikum..."
"Waalaikum salam.. silahkan masuk" jawab Zain ramah
Ismi dan Ilma di persilahkan duduk menghadap pak Zain
Ismi yang termasuk penggemar ustadz tampan itu, dia sampai melongo melihat Zain yang tanpa sragam seperti biasanya
"Cubit aku mbak cubit, aku ini gak mimpi kan?" jawil Ismi pada Ilma
"Enggak udah ah alaynya, sambung nanti kita kesini itu suruh ngapain" bisik Ilma
"Ini Ismi dan Ilma kan? tanya Zain dan di angguki mereka
"Kalian sahabat dekat Jihan kan? tanya Zain lagi
"Iya Ustadz, tapi Jihan.." jawab Ismi terpotong
"Iya saya tau, Jihan udah pindah dan gak lanjut sekolah lagi disini kan?" potong Zain pada omongan Ismi dan diangguki keduanya
"Ya sekarang saya panggil kalian kesini, mau nanyain keberadaan Jihan sekarang di mana?" tanya Zain lagi berharap dapat jawaban yang seperti dia harapkan
"Kami tidak tau ustadz, di mana Jihan sekarang,sekolah dimana dan mondok dimana kami juga tidak tau ustadz," jawab Ismi
"Masak iya kalian gak tau kan kalian sahabatnya, nomer telfon atau WA mungkin" tanya Zain lagi
"Tidak punya juga Ustadz," sekarang Ilma yang mulai berbicara
"Yang bener aja, kalian jangan rahasiain dari saya ya!"
"Bener kami sama sekali gak tau Ustadz, soalnya perpisahan kami mendadak banget ustadz, waktu itu masih ada acara haflah dipondok, Jihan juga gak cerita sama kami sebelumnya kalau mau pindah boyong malem itu,saat ibu dan tantenya kekamar Jihan mulai membereskan barang barangnya, kami kira dia hanya akan pulang ikut orang tuanya, tapi ternyata dia boyong malam itu juga" cerita Ismi menjelaskan semua
"Dan kami juga saking kagetnya sampai lupa nanya nomer telfonnya" sambung Ismi lagi
seketika Zain lemes mendengar jawaban dari Ismi dan Ilma, diapun menunduk dan rasanya pengen berteriak dan menangis sekencang kencangnya, tapi gengsi akan keberadaan dia saat ini, Zain melipat kedua tangannya diatas meja sebagain tumpun kepalanya
"Ya Alloh, setahun aku menanti dalam diam, tapi malah aku kehilangan jajaknya saat ini" batin Zain yang hancur perasaannya
"Mbak pak Zain kenapa sih.." bisik Ismi yang masih terdengar oleh Zain dan cuman di jawab Ilma dangan mengangkat kedua pundaknya
" Ya udah kalian boleh kembali lagi kekelas, makasih atas informasinya ya" ucap Zain yang hilang semangat
Sekeluar nya mereka dari kantor, mereka heran akan sikap Zain tadi
" Ada apa sih sebenernya Is? tanya Ilma
"Aku juga kurang tau mbak, tapi kecurigaanku selama ini mungkin benar"
"Curiga apa?"
"Aku mencurigai kalau ustadz Zain selama ini memang benar suka sama Jihan,"
"Kok gitu"
" Iya mulai MOS setahun yang lalu saat kami masih kls 9 MTS, ustadz Zain mulai perhatian sama Jihan, apa lagi saat jam pelajarannya , matanya tertuju sama Jihan terus, buktinya sekarang dia bingung nyari Jihan sampai tanya ke kita, " crocos Ismi
"Iya juga ya, apa lagi saat kita bilang tidak tau kabar tentang Jihan, langsung lesu" jawab Ilma
"Lha iya itu mbak, kenapa pak Zain gak cari di daftar alumni sih, kan ada tuh alamat lengkap beserta nomer telfonnya"
Ismi dan Ilma bukannya masuk kelas masing masing malah duduk di teras sekolah melanjutkan ngobrolnya
"Heh kalian bukannya masuk malah ngobrol didepan, tau gak kalau ini jam pelajaran" tegurpak Barto guru paling galak di sekolah.
bersambung...