NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Key-1

Dua minggu yang lalu

Meudon, Paris

Perlahan kelopak mata Arsela terbuka. Untuk sesaat wanita itu masih terdiam. Mencoba mencerna apa yang terjadi padanya. Seingatnya dia sedang berada di Paris, menghadiri peragaan busana salah satu temannya.

Sepulang dari acara, mobil yang ditumpanginya diikuti. Mereka dicegat di tengah jalan. Dan setelah itu, dia tidak ingat apa-apa lagi.

Pelan-pelan Arsela bangun dari posisinya. Dia memindai seluruh ruangan. Saat ini dia tengah berada di sebuah kamar. Dilihat dari interior kamar, ini adalah kamar seorang wanita.

Matanya kemudian melihat ke lengannya. Tepat di bagian tengah terdapat plester yang tertempel. Sepertinya seseorang sudah mengambil darahnya.

Di tengah kebingungannya, dia mendengar suara langkah kaki mendekat. Arsela kembali membaringkan tubuhnya kemudian memejamkan matanya lagi.

Dapat dia dengar suara pintu terbuka. Dugaannya, ada lebih dari satu orang yang memasuki kamar.

“Dia belum bangun,” terdengar suara seorang pria menggunakan bahasa Inggris.

“Apa rencanamu kalau dia bangun?”

“Kita kembalikan dia ke hotel tempatnya menginap. Bilang kalau kita yang menolongnya saat dia hendak diculik.”

Hening … tidak ada suara lagi. namun kemudian Arsela merasakan seseorang mencabut plester di lengannya.

“Kenapa ini belum dicabut? Bisa bahaya kalau dia sadar kita sudah mengambil DNA-nya.”

Pembicaraan keduanya terhenti ketika terdengar deringan ponsel. Salah satu pria menjawab panggilan. Sayang sekali Arsela tidak bisa mengerti pembicaraan, karena sang pria menggunakan bahasa Spanyol.

“Ada apa?” tanya temannya.

“Kita belum bisa melepaskan dia.”

“Kenapa?”

“Sampel kedua sudah didapat. Professor ingin menguji coba DNA-nya dengan DNA sampel dua. Jadi dia harus tetap di sini.”

Setelahnya kedua orang itu keluar dari dalam kamar.

Ketika yakin tidak mendengar suara-suara lagi di dekatnya, Arsela membuka matanya perlahan. Dia segera menegakkan tubuh.

DNA apa yang dimaksud?

Sampel apa yang mereka bicarakan? Lalu kenapa mereka butuh DNA?

Sejuta pertanyaan memenuhi benak Arsela, namun tak ada satu pun yang bisa dijawabnya. Satu hal yang terlintas dalam pikirannya sekarang adalah, bagaimana caranya keluar dari tempat ini.

Arsela segera bangun kemudian menuju jendela yang ada di samping kanan. Suasana gelap langsung tertangkap matanya. Pelan-pelan dia membuka jendela, kepalanya melongok keluar untuk melihat situasi.

Rupanya dia sedang berada di sebuah rumah yang ada di daerah perbukitan. Sekeliling rumah hanya ada pepohonan saja. Walau kondisi gelap, namun Arsela tahu kalau saat ini dia berada di daerah Meudon. Jaraknya sendiri tidak jauh dari Paris.

Aku harus pergi dari sini. Aku bisa ke rumah Camille.

Saat akan membuka jendela lebih lebar, tanpa sengaja mata Arsela melihat sesuatu tergeletak di atas meja rias. Selembar foto polaroid dirinya yang terbaring di kasur. Di pergelangan tangannya terdapat gelang pasien dengan tulisan KEY-1 Q-3394C di atasnya.

Tak punya banyak waktu untuk berpikir, Arsela segera keluar melalui jendela. Beruntung dia ditempatkan di kamar yang ada di bawah. Setelah berhasil keluar, wanita itu menutup kaca jendela. Secepat kilat Arsela berlari menjauh.

Nafas Arsela nampak terengah, namun dia terus saja berlari. Kakinya yang tak beralas terus melewati tanah yang tertutup rumput, sampai akhirnya dia tiba di jalanan beraspal. Kembali kepalanya menoleh ke kanan dan kiri.

Entah ini suatu keberuntungan atau apa, tapi yang jelas, rumah tempatnya disekap ternyata tidak jauh dari kediaman Camille. Arsela kembali melanjutkan langkahnya ke sana.

Kembali Arsela harus menaiki bukit karena posisi rumah Camille cukup berada di ketinggian.

Sesampainya di sana, keadaan rumah nampak sepi dan gelap. Arsela mencari cara agar bisa masuk ke dalam rumah. Dia terpaksa memecahkan kaca di dekat pintu. Tangannya masuk untuk membuka pintu dari dalam.

Sementara itu, salah satu pria yang menculik Arsela menuju kamar untuk melihat keadaan wanita itu. Dia terkejut ketika melhat wanita itu sudah tidak ada di tempatnya.

“Sh*t!! Enrique!!”

“Ada apa?”

“Perempuan itu kabur.”

“Sial!”

Pria bernama Enrique itu segera memeriksa CCTV rumah ini. Dia terus memperhatikan kemana Arsela kabur.

“Cari tahu semua tentang perempuan itu. siapa saja temannya di sini. Aku yakin kalau dia pergi ke rumah temannya,” seru Enrique pada rekannya yang bernama Caleb.

Caleb langsung mencari tahu semua tentang Arsela. Data wanita itu memang sudah dikumpulkan.

“Ada rumah temannya tidak jauh dari sini. Aku tahu di mana itu!”

Enrique dan Caleb segera mencari keberadaan Arsela. Tak lupa dia membawa senjata untuk melumpuhkan wanita itu. Bukan senjata api, tapi hanya senjata kejut. Karena Arsela adalah aset yang harus dijaga nyawanya.

Di rumah Camille, Arsela langung mencari telepon yang bisa digunakannya. Dia mengambil telepon wireless yang ada di meja tengah. Wanita itu sengaja tidak menyalakan lampu, agar bisa bersembunyi dengan baik.

Sambil mendudukkan diri di lantai dekat sofa, wanita itu menyingkapkan dress yang dikenakannya. Di pahanya tertera deretan nomor yang sengaja dibuat tato temporer olehnya. Itu adalah nomor yang bisa digunakan olehnya jika berada dalam keadaan darurat.

“Halo, siapa ini?” tanya seseorang dari seberang.”

“Aku Arsela.”

“Arsela?”

“Ya. Aku diculik dan berhasil kabur. Apa kamu bisa mejemputku?”

“Sebentar, aku akan hubungankan kamu pada agen yang bertugas.”

Untuk beberapa saat Arsela menunggu. Tak berapa lama kemudian, dia tersambung pada seseorang.

“Halo, apa kamu berada di tempat yang aman sekarang?”

“Ya, aku berada di rumah temanku. Tapi tidak ada siapa-siapa di sini.”

“Tunggu di sana. Aku akan menjemptmu.”

“Kamu tahu di mana aku berada sekarang?”

“Tentu saja. Kami sudah melacak lokasimu dari sambungan telepon yang kamu gunakan.”

Perasaan Arsela langsung lega. Untung saja dia mendengarkan nasehat ayahnya untuk menyimpan nomor darurat yang bisa digunakan. Alih-alih menyimpannya di ponsel, wanita itu memilih mentatonya di paha.

“Jangan putuskan sambungan ini, supaya aku tahu kamu baik-baik saja.”

“Baik.”

“Apa kamu tahu, berapa orang yang menculikmu?”

“Setahuku dua orang.”

“Mereka pasti akan mencarimu. Kamu harus hati-hati. Apa lokasimu sekarang cukup jauh dari tempat kamu disekap?”

“Cukup jauh tapi tidak terlalu jauh juga,” jawab Arsela sambil berdiri.

Habis berlari cukup jauh, membuatnya haus juga. Saat hendak menuju dapur, dia melihat dua pria berjalan mendekati rumah Camille. Wanita itu langsung menunduk lagi.

“Mereka berhasil menemukanku,” lirih Arsela seperti suara berbisik. Pria yang memandunya masih terlihat tenang.

“Mereka menjadikanmu target, pasti mereka mencari tahu tentangmu. Tenanglah. Apa ada basement di rumah itu?”

“Tidak ada.”

“Lantai dua?”

“Ada.”

“Kalau begitu naik ke atas.”

Arsela menuruti perintah pria di ujung telepon. Sambil menunduk, wanita itu naik ke lantai dua. Sama seperti di bawah, keadaan di atas pun sepi dan gelap.

“Apa ada kamar mandi?”

“Ya.”

“Apa pintunya bisa dikunci dari luar?”

“Sepertinya bisa.”

“Bagus. Kamu ke sana, tutup pintunya lalu kunci dari luar.”

Bergegas Arsela menuju kamar mandi. Dia mengambil kunci yang tergantung di bagian dalam. Pelan-pelan dia menutup pintu kemudian menguncinya.

“Cari kamar yang ada lemari bajunya. Buka pintunya setengah, agar kamu bisa mendengar suara. Kalau bisa taruh cermin yang bisa kamu lihat dari dalam lemari.”

Arsela segera memasuki kamar yang ada di lantai atas. Dia sengaja membuka pintu setengah seperti titah pria yang memandunya. Lebih dulu dia memindahkan cermin ke dekat pintu. Dengan begitu, dia bisa melihat pantulan orang yang melintasi kamar.

Jantungnya hampir copot ketika mendengar suara dari arah bawah. Buru-buru Arsela masuk ke dalam lemari. Dia bersembunyi dibalik pakaian yang bergantungan. Matanya terus melihat ke cermin.

“Kamu sudah di dalam lemari?”

“Ya,” lirih Arsela.

“Cari ke atas!”

Terdengar suara seorang pria, yang kemudian disusul dengan suara langkah kaki.

Jantung Arsela berdetak cepat ketika dia melihat kaki seseorang melangkah mendekati kamar dari pantulan cermin.

***

Siap berpetualang dengan Zyan dan Arkan?

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like, komen, ulasan dan bintang 5 ya🤗

1
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Safitri Agus
siap laksanakan 🫡🫡🫡
choowie
duuh kayanya bakalan bucin ini
Munas Tuti
waduuuh makin tegang mbak Author...
Lila
semakin tegang nih cerita...
Warni Khairiyah
dibikin tegang dulu,setelh selesai baru romantisan🤭
Mio Amore
ndak duk bca nya bun
RosMa🌹🌹🌹
ada cinta di mata Arsela buat Kael 😍😍
vania larasati
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cocok nih 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!