Sekuel pertama dari novel WANITA CANTIK TUAN MUDA DINGIN~
_____
Terlihat jembatan gantung yang cukup besar, di sana seseorang yang tak lain Mira berjalan perlahan menyusuri jembatan tersebut.
Langit malam menampakkan hujan akan turun dan guntur mulai terdengar, angin malam menusuk kulit tubuh Mira. Dengan rasa bersalah Mira kini berada di pinggir jembatan, arus sungai cukup besar. Namun, ia tak pernah takut dengan tekadnya.
Mira kini berlinang air mata, wajah sendunya yang mulai pucat. Akan tetapi kecantikannya tetap masih sama seperti dulu. Hanya dirinya seorang diri di sana.
"Aku juga mencintaimu, Raka. Tapi, aku tak pantas untukmu. Semoga di kehidupan selanjutnya aku dan kamu bisa bertemu lagi. Aku sangat mencintaimu, Raka. Tapi, aku tak bisa lagi, aku tak bisa lagi melukai hatimu. Hiks," isak Mira histeris.
Tak di sangka, dugaan Raka benar, dia melihat Mira sedang berdiri di pinggir jembatan. Raka segera melangkah cepat untuk menghentikan Mira.
Namun, Mira melihatnya. Bukan menghentikan aksinya, Mira malah tersenyum manis kepada Raka tanpa ketakutan di matanya disertai linangan air mata.
"Raka. Maafkan aku dan selamat tinggal," lirih Mira terdengar kecil dan menjatuhkan dirinya.
Byurrrss!
"Tidaaakk!" teriak Raka terkejut melihat Mira terjatuh terbawa arus. Sesak di dadanya mulai kembali, kenyataan yang dia lihat mengingatkannya pada Gabby, ini kedua kalinya melihat seseorang mati di hadapannya.
"Tidak! Mira! Jangan tinggalkan aku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. TRUTH OR DARE
Bis akhirnya berhenti di pantai kota Byusan. Benar-benar terlihat indah dengan nuansa yang sangat terasa nyaman di pandang.
Siswa yang lain berhamburan keluar dari Bis tersebut. Panitia yang mengurus liburan ini menyuruh siswa-siswa untuk saling menjaga dan sekaligus tidak ke tempat jauh.
"Sini aku bantu, Mir," tawar Roy membantu Mira mengangkat tas besarnya.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri." balas Mira dingin.
"Kalau seseorang memberikan bantuan maka kamu harus menerimanya, tidak boleh ditolak." ucap Roy berkata lembut mengangkat tas milik Mira.
"Tumben hari ini dia tak sekasar dulu, apa dia salah minum obat," gumam Mira dalam hati.
"Baiklah, tapi hati-hati soalnya agak berat." ucap Mira.
"Ya haha ... kamu ini meremehkan ku ya?!" tawa Roy lalu tersenyum smirk memperlihatkan kepada Mira bahwa ia kuat mengakat tas itu.
"Roy memang baik, hanya aku yang selalu saja menghindar darinya, tetapi kenapa hati ku selalu bimbang untuk memilih diantara keduanya." gumam Mira meras sedih. Ia memikirkan di mana Raka sekarang.
"Jangan bengong seperti itu, kamu ingin tinggal mematung disana." ucap Roy yang mulai berjalan mengantarkan tas Mira ke tempat penginapan.
"Oh ya, jangan jauh-jauh kata Panitia, hehe ...." sambung Roy merasa senang. Kini ia bisa bersama Mira tanpa gangguan cowok yang bernama Raka.
Namun masih ad pertanyaan yang disembunyikan di lubuk hati Roy. Entah itu apa, author juga tidak tau wkwk.
Mira hanya membalas dengan senyuman, sungguh ia begitu cantik di malam itu dengan diiringi hembusan angin pantai.
Disisi lain Raka yang melihat mereka dari kejauhan nampak cemburu dengan kedekatan Mira dan Roy. Malam ini ia harus berbicara dengan Mira soal perasaannya.
"Akhh ... apasih keistimewaan Mira sehingga dua cowok ganteng di sekolah ini mendekatinya. Aku lebih cantik dibanding dengannya!" kesal Angel melihat Raka dari belakang.
Malam yang indah di mana siswa mulai menyalakan api unggun, mereka melingkari, bernyanyi dan menari serta minum(Soda biasa)dipenuhi kegembiraan. Termasuk Roy, Mira, Raka dan Angel berkumpul di sana.
Siswa merencanakan permainan TRUTH OR DARE(Permainan kebenaran atau tantangan ) agar malam ini semakin menyenangkan tetapi tidak untuk Mira.
Botol akhirnya berputar menunggu siapakah yang akan memulai permainan tersebut. Ternyata botol berhenti tepat di hadapan Angel.
"Lihat, botol itu berhenti di hadapan Angel." ucap Siswa A(kehabisan nama wkwk) .
"Angel sekarang apa yang kamu pilih, Truth Or Dare?" tanya Siswa B.(btw ator nya gak paham main juga😅).
"Thurt." jawab Angle.
"Jujur saja, kalian pasti ingin tahu siapa yang aku sukai diantara kalian kan?" tanya Angel menyinggung Mira.
"Ya sudah, siapa orang itu?" tanya siswa lainnya tak sabaran, memang Angel yang memiliki paras yang cantik pasti membuat siswa cowok tergila-gila padanya.
"Siapa yah. Aissh ... di sini ada Roy dan Raka, siapa yg harus ku pilih." pikir Angel. Raka yang dapat mendengarnya melangkah menjauh tetapi lengannya ditarik.
"Tentu saja Raka, aku telah menyukainya dari pandangan pertama dan aku yakin Raka pasti menyukaiku juga." tutur Angel pedas menyinggung Mira yg di dekatnya.
"Lepaskan." ucap Raka dingin menepis tangan Angel. Kekesalan Angel telah memuncak, ini pertama kalinya ia dipermalukan oleh seseorang. Siswa yang lain malah tertawa melihat keduanya.
Roy melihat Mira hanya terdiam, ia pun mencoba menghibur Mira, dan ternyata keduanya nampak semakin akrab dan membuat Raka mulai cemburu dengan semua ini.
"Apaan sih tuh cewe, bukan cuma Mira, tetapi ia juga ingin merebut Raka dariku." kesal Lisaya dengan tingkah Angel dari kejauhan, di dekatnya Rina hanya fokus dengan gerak-gerik Mira.
"Sudahlah, jangan di bawa emosi. Kita masih butuh cewek itu untuk menarik Mira ke jebakan kita." ucap Rina dengan tatapan penuh amarah.
"Akhhh ... terserah! Aku ingin pergi saja dari sini." kesal Lisaya meninggalkan Rina.
"Ckc, dasar saudara kembar! Sifat mereka benar-benar sama menyebalkan, tetapi aku juga butuh batuannya. Kita tunggu saja waktu mainnya, Mira." ucap Rina tersenyum picik lalu pergi dari tempatnya.
"Raka! Ayolah bergabung dengan kita." ajak Siswa A.
"Maaf, aku ga minum." tolak Raka yang hendak meninggalkan mereka tetapi mereka tetap saja membujuk Raka untuk minum(soda biasa ya).
Karena dipaksa terus menerus. Raka pun menerima soda pemberian temannya dan ternyata soda tersebut telah diisi obat(gak tau obat apa).
Raka mulai merasa pusing, terasa sesak dadanya. Ia pun pergi meninggalkan temannya.
"Rasakan Raka, Angel seharusnya tak boleh kamu miliki." sirik siswa yang ternyata dialah yang memasukkan obat ke dalam soda tersebut.
"Hmmm ... akhh ... bodoh! Dadaku benar-benar sesak. Apa yang telah mereka masukkan ...." lirih Raka berjalan pelan. Badannya terasa panas hingga ia terjatuh. Seseorang pun datang dan melihat Raka pingsan.
Wah apa yg terjadi dengan Raka?
Lanjut?
Beri like dan komen ya kawan.
Pena: Asti Amanda
terima kasih.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
moga aja dia melepas mira utk raka
kelakuan mereka kejam masih kecil lagi yg kayak gitu harus dimusnahkan wkwkwk
kenapa gk bilang ke ortu nya karena gk mau bikin khawatir orang2 tercinta
dia bukan sikopat ,lebih tepat nya sosiopat
yg g suka tentang kehidupan sosial lebih parah dari antisosial,namun ke orang² terdekat dia hangat,dan ke orang yg mengganggunya/keluarganya dia gk bakal diam