NovelToon NovelToon
Mafia Itu Suamiku

Mafia Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Nikah Kontrak
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Anti Anti

Bella putri Jonathan usia 20 tahun gadis berpenampilan cupu, dibalik penampilannya itu ia gadis cantik dan cerdas namun semua itu ia sembunyikan

Alexander William Smith umur 26 tahun dijuluki king mafia berdarah dingin tidak memiliki belas kasihan dan tidak ragu ragu untuk melakukan apapun untuk mencapai tujuannya pengusaha nomor 1 didunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anti Anti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri Queen

Pagi yang cerah, Queen terbangun dalam dekapan suaminya. Senyum indah terbit di bibirnya. Kini ia bisa menikmati hari dengan bahagia, menatap suaminya yang tertidur. Tak elak, terus mengagumi ketampanannya.

"Sangat tampan," ucap Queen, mencoba melepaskan tangan suaminya dengan perlahan, kemudian turun dari ranjang dengan langkah pelan, melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

Sedang Alex, yang sejak tadi sudah bangun, hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.

Di dalam kamar mandi, Queen menatap pantulan dirinya di cermin. "Huff, sejak kapan aku tetap seperti ini? Rasanya aku ingin kembali ke duniaku yang sebenarnya. Kalau bukan hukuman dad, aku tak akan seperti ini, menjadi udik aku sendiri. Muak melihat wajahku!" kesalnya menatap pantulan dirinya di cermin.

Ketika Queen keluar dari kamar mandi, ia sudah tak menemukan suaminya di kamar itu.

"Baiklah, hari ini kamu harus menjadi putri yang patut. Nama ku sekarang adalah Queen Alexandria Wellington." Seorang gadis lugu dengan penampilan udik dan sejuta kemisteri. Senyum menghiasi wajahnya.

"Apa ada tamu yang akan datang, Mi?" tanya Queen, melihat para maid sedang sibuk menata ruang tamu.

"Iya, sayang. Sebentar malam, kolega bisnis kita akan makan malam di sini," jawab Mami.

Lalu, minuman itu mau dibawa ke mana, Mi? Queen melihat para maid sedang sibuk.

"Oh, ini, nak, Mami mau antar ke ruang kerja. Soalnya pagi ini ada seseorang yang mengacaukan sistem perusahaan, dan yang lain sementara lagi mengatasi."

Pantas, saat aku keluar, suamiku sudah tidak ada, batin Queen.

"Biar aku bantu bawakan, Mi."

Mami Ara hanya mengangguk.

Di ruang kerja, Lex, coba lihat, aku rasa ia sengaja membobol data perusahaan kita, ucap Ken, menunjukkan hasil temuannya.

"Lacak dia, pasti dia bukan orang biasa, hingga bisa mengacaukan sistem kita," ucap Alex.

Brak! Sial, komputer gue mati, kesal Felix, membuang komputer itu yang tiba-tiba sudah keluar asap.

"Bacot, awas saja, kalau aku tau, akan aku bunuh orang ini!" marah Max.

"Kalian tenanglah, jangan berisik, aku lagi fokus," ucap Keyla.

"Lihat ini, aku menemukan sesuatu," ucap Shasa.

"George A, apa kalian mengenalnya?" Melihat foto itu membuat yang lain mengeleng.

"Siapa lagi dia, beraninya mengacaukan sistem perusahaan kita?" kesal Ken.

"Hanya itu yang aku dapatkan. Aku tidak berhasil mendapatkan yang lain, datanya tiba-tiba terhapus."

"George A, dia pengusaha emas dan berlian terkemuka di London." Pandangan semua orang mengarah pada Papa Leon.

"Apa kamu mengenalnya, Leon?" tanya King.

"Hmm, apa kalian tidak ingat? 10 tahun silam, ia pernah mengajukan kerja sama dengan perusahaan mu, King, dan dia dikenal dengan nama George A. Tapi, kenapa ia melakukan ini?" tanya King.

"Apa Papi pernah bermusuhan dengannya?" tanya Ken.

"Tidak, karena kerja sama saat itu, asistenku yang mewakili kami, bahkan tidak pernah bertemu, dan kerja sama kami tidak ada masalah hingga selesai," terang King.

"Atau ini hanya alibi sang peretas, mengkambing hitamkan Tuan George?" ucap Max. "Bisa jadi, sebaiknya kalian lanjutkan, amankan semua data perusahaan. Dia akan terus membobol, jangan sampai data penting perusahaan bisa diambil lagi," ucap Wiliam.

Semua orang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Ketika Queen, setelah membantu Mami Ara membagikan minuman untuk yang lain, berjalan ke arah suaminya, mendudukan dirinya di pangkuan Alex, membuat Alex langsung terkejut.

"Apa yang...?" ucapnya terpotong ketika melihat istrinya lah yang duduk di pangkuannya.

"Apa kamu sangat sibuk, suamiku, hingga tak memperhatikan aku saat masuk?" Cup Alex mencium bibir istrinya sekilas.

"Maaf, sayang. Kami memang sangat sibuk. Seseorang telah membobol data perusahaan, jadi kami berusaha mengamankan data yang ada."

Queen memperhatikan jari-jari suaminya yang begitu lincah di atas keyboard dengan wajah serius.

"Apa kamu butuh bantuan?" tanya Bella, tiba-tiba ia jadi kasian melihat suaminya dan yang lain sudah melewatkan sarapan pagi.

"Hmm, apa kamu bisa?" tanya balik Alex.

"Stop!" ucap Queen dengan suara tinggi, membuat setika jari-jari yang berselancar di papan keyboard langsung berhenti. Semuanya menatap Queen.

"Matikan komputer kalian semua!" ucap Queen, setelahnya.

"Apa maksudmu, Dek? Ini sedang urgen, jangan bermain-main," ucap Ken.

"Lakukan saja, Kak," ucap Queen, berdiri mengambil komputer suaminya, lalu... Brak! Komputer itu dibanting oleh Queen hingga hancur berkeping-keping.

Bukan hanya itu, namun ia mengambil satu persatu komputer di depan para saudaranya dan menghancurkannya.

"Apa yang kamu lakukan?" ucap King dengan marah melihat tingkah putrinya yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.

"Ini yang seharusnya, Papi," ucap Queen, tanpa rasa bersalah, membuat yang lain ingin marah, namun Wiliam mengangkat tangannya, membuat yang lain hanya menahan amarah.

"Karena komputer itu, kalian melewatkan sarapan pagi ini, bahkan sudah siang, kalian hanya fokus pada benda itu," ucap Queen.

"Sayang, terus, kenapa kamu melakukan itu? Ini sangat penting, perusahaan bisa jatuh jika orang itu berhasil membobol data penting kita," ucap Wiliam.

"Itu tidak akan terjadi," ucap Queen, kemudian merogo ponselnya. "Berhenti bermain, jika perusahaan masih ingin utuh, dalam waktu 5 menit ke depan," ucap Queen dengan nada dingin, membuat siapa pun terkejut.

Setelah panggilan terputus, Queen menatap semua keluargannya, kemudian beranjak keluar tanpa sekata apapun. Brak! Pintu ruang kerja itu dibanting dengan keras, membuat orang di dalam ya mengelus dada mereka.

"Tuan, semuanya, sudah kembali," ucap Ben.

"Aku yakin putrimu itu bukan orang biasa, King," ucap Arya.

Semua orang keluar dari ruang kerja menuju ruang makan. Queen benar, sejak tadi mereka harus menahan lapar, padahal hari sudah siang. Mereka bekerja sampai mengabaikan kesehatan mereka. Melihat keluarganya sudah datang, Queen tak hirau, fokus memakan makanan di depannya. Piringnya sudah penuh, ia isi beberapa lauk.

Merasa diabaikan oleh istrinya, Alex hanya diam dan menarik kursi di samping istrinya. Mereka makan dalam diam, hanya suara sendok yang berbunyi.

"Aku selesai," ucap Queen, beranjak meninggalkan meja makan tanpa pikir. Tatapan semua orang mengarah kepadanya.

"Jujur, aku takut, bangat. Ekspresi Queen lagi marah, ini baru kali pertama aku lihat dia semarah itu," ucap Keyla.

"Hmm, aku tak bisa berkata-kata," ucap Max.

"Bahkan dia mengendalikan semuanya dalam lima menit, bahkan orang itu langsung berhenti membobol data perusahaan dan mengembalikan semuannya," ucap Felix.

"Kali ini aku akan bilang, dia diam bukan tak tau, tapi diamnya penuh misteri," ucap Max.

"Hmm, aku berdoa semoga Alex bisa membujuk ya, aku rasanya sesak melihat dia mengabaikan kita," ucap Ken.

Tak, tak, tak, langkah kaki menuruni tangga. Semua orang menoleh ke sumber suara. Sedang Queen yang merasa ditatap melihat semua keluarganya.

"Sayang, kemarilah," ucap Mami Ara.

Setelah mendudukan dirinya di dekat Mami Ara, semua orang diam, masih menatapnya.

"Ehem, dehem, Dad Wiliam. Semuanya, terutama nak Queen, kami mengucapkan minta maaf atas kejadian tadi hingga membuat kamu kesal," ucap Dad Wiliam.

"Santai saja, Dad. Queen hanya tidak ingin kalian semua mengabaikan kesehatan, dan tenang saja, orang yang membobol perusahaan itu sudah Queen urus," ucapnya.

"Maaf, nak. Dad ingin bertanya, apa boleh? Apa itu soal aku yang tadi?" Semua orang menggangguk.

"Maaf, semuanya. Bukan aku ingin menyembunyikan dari kalian semua, namun belum saatnya aku mengungkapkan kepada kalian siapa diriku sebenarnya," ucap Queen, tersenyum.

"Kami tak akan memaksa," ucap Wiliam.

"Sayang, Papi minta maaf, tadi sempat meninggikan suara, Papi." Queen menatap Papi, kemudian tersenyum.

"Semua orang punya reaksi masing-masing. Pi, Queen mengerti," ucap Queen.

Berikan dukunganmu jika kamu masih ingin melihat kelanjutan cerita ini!😁😁

Jangan lupa:

- Like

- Vote

- Subscribe

- Dan komentar yang banyak jika mau lanjut di bawah ini!

Terima kasih atas perhatian dan dukungannya!🤗🤗

1
Naruto Uzumaki family
𝘅 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁
Naruto Uzumaki family
𝗮𝗺𝗶𝗶𝗻
yumi chan
good jod thor
Lissa Erlina
lanjuttttt 💪💪
yumi chan
good jod thor
nurzakiah2107 herni
thorr kayaknya namanya Bella aja deh gak udah diganti queen
Lissa Erlina
lanjuttttt 💪💪
yumi chan
good jod thorr....biar kluarga alex tau siapa quenn
Lissa Erlina
lanjuttttt 💪💪
yumi chan
thor cpt tujukn siapa queenn...biar jntgn smua..hhhh
yumi chan
good jod bellla hemps kn orng tuo.kyk itu....bt dia mnysll dlm hdpnya...lwn dia slgi km bnrr..
Herlina Susanty
lanjut thor smgt
Lissa Erlina
apa Alex udah tau semua kejadian yg menimpa Bella,bahwa semua hanya rekayasa Mega yg ingin menyingkirkan Bella.... lanjuttttt 💪💪
yumi chan
br aja bella bnci sm orn tuanya thor karna dia tlh mnfint bella...pdhl dia ank yg lg di crinya thorr...
nurzakiah2107 herni
up lagi thorr
nurzakiah2107 herni
up lagi thor
Juan Juan
lanjut
NURULASYIQIN BURHAN
Luar biasa
Nyonya Nasution
mampir moga crita nya bagus
nurzakiah2107 herni
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!