Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
" permisi tuan,anda memanggil saya ..?"
" ya...aku ingin mendengar laporanmu "
" maaf tuan,tapi sama halnya dengan keluarga Abraham,data tentang keluarga Bagaskara sangat susah untuk di akses,bahkan sistem pertahanan milik keluarga Bagaskara jauh lebih rumit dan susah di pecahkan daripada milik keluarga Abraham,satu-satunya informasi yang bisa saya dapatkan adalah Aditya Bagaskara sudah lama menikah dan mempunyai satu orang anak perempuan bernama Queen Xarena bagaskara "
"bukankah gadis itu adalah gadis yang tempo hari menghajar anggota kita bersama dengan bang Aditya..? "
" iya tuan "
" berapa usianya sekarang..?"
" menurut data yang saya temukan usianya baru 18 tahun tuan"
" itu berarti dia baru lulus SMA bukan..? "
" iya tuan "
" buntuti dia dan cari tahu dia melanjutkan pendidikannya di universitas mana,lalu daftarkan aku juga di universitas dan fakultas yang sama dengan dia..! "
" baik tuan,kalau begitu saya permisi... "
Kaifan hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali fokus pada cerutu yang tengah di pegangnya,pikirannya menelisik mencoba membayangkan bagaimana wajah dari gadis yang bernama Xarena itu,gadis yang bisa dengan mudah mengalahkan anggotanya yang tidak hanya bertubuh kekar tapi juga mempunyai skill bela diri yang mumpuni.
Rasa penasarannya akan sosok Xarena membuat Kaifan mengingat lagi kenangan-kenangan indah miliknya saat ia masih bersama dengan dua kakak angkat yang sangat di sayanginya yaitu Darius dan Aditya,teringat saat mereka bertarung bersama dengan musuh-musuh mereka,hingga saat dimana Aditya dan Darius memutuskan untuk pergi meninggalkan DEVIL MARIPOSA yang telah susah payah mereka jaga bersama.
" kalau saja keputusan gila itu tidak pernah kau buat,mungkin saat ini kita masih bisa berjalan bersama bang,tidak seperti sekarang,aku harus memilih salah satu antara kau atau mimpiku yaitu menghidupkan kembali raja dunia bawah DEVIL MARIPOSA ,jadi mau tak mau aku harus menyingkirkan semua hambatanku termasuk kau dan BLACKDIAMONDmu itu "
Ucap Kaifan yang saat ini tengah melihat sebuah foto usang yang selalu ia simpan di dalam dompetnya,segera setelah itu,ia bergegas menyudahi waktu santainya dan bersiap untuk perjalanannya menuju kota J,tempat dimana ia meninggalkan semua kenangan tentang kebersamaannya dengan 2 kakak angkatnya itu.
Waktu menunjukkan pukul 15.00 saat lelaki itu dalam perjalanan menuju bandara,wajahnya mungkin tak menunjukan expresi apa-apa,tapi jauh di lubuk hatinya Kaifan merasakan rasa sedih yang entah darimana asalnya,mungkin saja itu karna pertarungan antara hati nurani dan rasa ego Kaifan yang saat ini harus menerima kenyataan kalau sekarang ia harus bermusuhan dengan Darius dan Aditya.
Bahkan mirisnya lagi adalah kenyataan bahwa dia sudah pernah melakukan percobaan pembunuhan pada Daniel ,meskipun hasilnya gagal,tapi itu sudah cukup untuk membuktikan betapa kuat ego dan ambisinya untuk DEVIL MARIPOSA,ia rela melukai orang-orang yang berharga untuknya,hanya untuk memuluskan jalannya,bahkan sekarang ia mengincar Aditya dan Xarena tanpa ia tahu kalau Aditya sudah lama memutuskan untuk mundur dari dunia mafia.
***
Sementara itu,di mansion Bagaskara, Xarena tengah asyik melihat hasil jepretannya saat ia memergoki kedekatan Leon dan Daniella bersama Daniel tadi,gadis itu tak henti-hentinya tersenyum geli karna tak menyangka kalau Daniella yang terkenal sebagai sang ratu jutek di BLACKDIAMOND ternyata bisa tertipu oleh pesona sang anomali mokondo bernama Leon.
" seandainya gue masih jadi Xarena yang dulu,pasti udah gue post di grup whatsap anggota ni foto " gumam Xarena yang masih saja asyik scrol handphone miliknya.
" nonton apaan sih non asyik bener" celetuk Siti yang tiba-tiba saja ada di dalam kamar Xarena.
" ya Allah Siti,Rina...." teriak Xarena yang terkejut karna kemunculan duo pembantu recehnya yang tiba-tiba.
" maaf non,tadi saya udah ngetok-ngetok pintu,tapi gak ada jawaban yaudah saya masuk aja" ucap Siti.
"ngomong-ngomong saya jadi heran sama non Rena,non kan non muslim,tapi kagetnya lebih muslimah dari kita yang muslimah beneran loh,non gak ada niatan buat log in non...?" celetuk Rina.
" sembarangan,lu kira game log an,log in " gerutu Xarena yang sudah mulai hafal dengan tingkah laku para printilannya ini.
" jangan marah dulu non,kedatangan kita kesini sore hari ini adalah untuk memberi tahu non Rena sebuah berita yang bombastis,fastastis,miris dan dramatis " heboh Siti yang di barengi dengan anggukan oleh Rina.
" oh ya...apa..apa...apa..? " tanya Xarena antusias.
" jadi non,ternyata ada salah satu pelayan di divisi kebersihan yang merangkap jadi inem-ineman nya tuan Leon non "ucap Siti dengan expresi ala penggibah profesional.
" iya non,kita udah tanya ke seluruh pelayan senior disini,katanya emang tuan Leon sering berduaan di paviliun belakang mansion sama pelayan itu non " ujar Rina tak mau kalah.
" inem-ineman...?" ucap Xarena bertanya-tanya.
" iya non inem-ineman ituloh yang jadi simpanan orang-orang berduit ituloh non " ucap Siti.
" itumah ani- ani Siti..."
" ani-ani itu sebutan buat wanita simpanan yang tinggalnya di apartemen non,kerjanya jadi artis atau model,lah ini tinggalnya aja di mess karyawan,kerjanya jadi pembantu,jadinya ya inem-inem bukan ani-ani "
Mendengar itu Xarena hanya bengong seolah masih butuh proses untuk mencerna logika yang di pakai oleh dua pelayan kesayangannya itu.
" jadi namanya inem-inem ya bukan ani-ani...kalian berdua memang jenius " ucap Xarena seraya tertawa kecil karna ke asbunan Siti dan Rina.
" ini non " ucap Siti sambil menyodorkan handphone miliknya pada Xarena,terlihat foto Leon dan pelayan tersebut saat mereka bertemu diam-diam di belakang mansion.
" siapa namanya "
" namanya Mita non "
" okey,terimakasih infonya nanti bonus kalian aku transfer " ucap Xarena,dalam hati ia bersyukur karna sepertinya ia tidak salah dalam memilih sekutu di mansion ini.
Tanpa buang waktu lagi,Xarena yang sudah berpengalaman dalam hal retas meretas kini sedang asyik dengan laptop miliknya,tidak butuh waktu lama,Xarena sudah bisa masuk ke dalam akun milik pelayan yang bernama Mita itu,dan mulailah Xarena mencari-cari apa yang bisa ia jadikan bukti bahwa ada hubungan spesial antara Leon dan gadis tersebut.
Senyum mengembang sempurna di bibir Xarena,kala melihat begitu banyak bukti bertebaran begitu ia berhasil meretas isi galeri milik Mita,banyak sekali video dan foto mesra antara wanita itu dan Leon.
Tak sampai di situ saja,saat Xarena meretas isi percakapan dua orang tersebut,betapa terkejutnya Xarena saat mengetahui bahwa Mita sempat mengandung anak hasil hubungannya dengan Leon,tapi ia terpaksa menggugurkan kandungannya karna Leon tak mau repot-repot bertanggung jawab dan malah mengancam akan menjual Mita ke mucikari kenalannya jika tidak menurut.
" wah...kalau ada ini sih,aku bisa langsung ngebatalin pertunangan tanpa susah payah harus debat dulu sama Leon dan keluarganya" ucap Xarena dengan senyum sumringah.
"tapi kayaknya gue mesti ngelobi ni cewek dulu deh supaya dia mau kerjasama sama gue,takutnya kalau tiba-tiba gue bongkar,yang ada malah dia nantinya yang di jadiin kambing hitam sama Leon,entar alasannya ni cewek yang jebak dialah,apalah,udah hafal gue sama tu cowok pick me "ucap Xarena lagi.
Akhirnya setelah hampir 30 menit Xarena meretas akun milik Mita,kini Xarena sudah dapat segudang bukti tentang seberapa brengseknya tunangannya itu.
Tepat setelah makan malam,Aditya dan Rani mengajak Xarena untuk mengobrol di ruang keluarga,tentu bagi Xarena itu suatu kebetulan yang menguntungkan,karna ia bisa sekalian menunjukkan berita heboh yang baru saja ia dapat dari Siti dan Rina.