NovelToon NovelToon
Real Dreams

Real Dreams

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Banda Wijaya

Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.

"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.

Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.

Apakah yang ia temukan di dunia itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan ego

Semua terkejut melihatnya. Alvin dan Reza pun sangat murka, kemudian menyerang dengan membabi-buta.

"BANGSAAAAATTTTT!!!!!!" Alvin berlari ke arah prajurit Adilaga.

Saat Reza dan Alvin menyerang, mereka pun berubah menjadi asap hitam. Alvin dan Reza sangat terpukul, sehingga tanpa banyak berpikir, Alvin berkata.

"Akan ku penggal kepala Adilaga!" Alvin berjalan keluar goa sambil menenteng kepala ayahnya.

"Alvin!" panggil Bagas.

"Lo mau kemana?"

"Lo masih nanya Gas?!"

"Gue mau ke istana kerajaan."

"Gue ikut! nyawa di balas nyawa," sahut Reza.

"Vin. Kita atur strategi dulu. Jangan gegabah," kata Bagas.

"Gak!! Gue gak bisa nunggu." Alvin melihat ke arah teman-temannya, "Reza, ayo cabut."

"Vin," panggil Dharma.

Alvin menoleh, kemudian melanjutkan langkahnya bersama Reza. Mereka keluar dari goa, Bagas pun bertanya pada Ki Sanjaya.

"Bagaimana ini Ki?" tanya Bagas.

"Kita tidak bisa menenangkan singa yang sedang lapar. Mereka berdua sudah di kuasai dendam," jelas Ki Sanjaya.

Ki Sanjaya menoleh ke arah Jaka dan Brata.

"Jaka, Brata. Ikuti mereka," perintah Ki Sanjaya.

"Jangan sampai mereka benar-benar ke istana," lanjut Ki Sanjaya.

"Baik Ki," bersamaan.

"Lalu bagaimana denganku Ki? Aku ingin membantunya," kata Bagas.

"Kita susun rencana di sini. Biar Jaka dan Brata saja yang menjalankan tugasnya," jelas Ki Sanjaya.

"Tunggu apa lagi?" Ki Sanjaya melihat ke arah Jaka dan Brata, "Laksanakan," perintahnya.

Mereka pun mengikuti Alvin dan Reza. Sedangkan Bagas dan yang tersisa di goa menyusun rencana.

***

Prajurit Adilaga kembali ke ruangan, tempat Adilaga melakukan ritual.

"Kanjeng Gusti Adilaga, kami telah selesai melaksanakan tugas." Salah satu prajurit melapor.

"Bagus ... Tapi, saya punya satu tugas lagi untuk malam ini," kata Adilaga.

"Apapun tugasnya, akan kami lakukan tuan," jawab mereka.

"Menurut penerawanganku. Akan ada dua orang bodoh yang akan datang ke istana. Bawa mereka padaku," perintah Adilaga.

"Baik tuan," bersamaan.

"Tapi, jangan sampai orang-orang kerajaan tau."

"Baik tuan, laksanakan."

Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh. Adilaga sudah merasakan, ada yang menguping pembicaraan mereka. Seketika prajurit Adilaga berubah menjadi asap hitam.

"Tidak sopan. Menguping pembicaraan orang tua," kata Adilaga.

Mahapatih pun membuka pintu. Mereka di temani oleh pasukan pemanah. Mereka masuk dan mengepung Adilaga.

"Ada apa ini?" tanya Adilaga.

Beberapa prajurit mengecek sudut-sudut ruangan, namun tidak ada siapapun.

"Kalian cari siapa?"

"Seharusnya kami yang bertanya. Apa yang kau rencanakan?" tanya Mahapatih.

"Bukan urusanmu," jawab Adilaga.

"Kalian mau membunuhku?" tanya Adilaga.

Prajurit kerajaan memberi jalan pada Raja, ia pun angkat bicara.

"Adilaga. Sebentar lagi, kau akan menemui ajal mu," kata Raja dengan sombongnya.

"Kau bermimpi? Kau hanya anak kemarin sore."

"Jangan lancang kau!!!" Mahapatih mengarahkan pedangnya ke Adilaga.

"Mau penggal kepalaku? Lakukan!!!" perintah Adilaga.

Mereka terkejut melihat reaksi Adilaga. Mulai tercium aroma yang sangat wangi.

"Bau apa ini?" tanya Raja.

Adilaga tersenyum, kemudian berkata.

"Habiskan mereka," perintahnya.

Seketika prajurit kerajaan tak bisa bergerak. Matanya berubah menjadi putih. Tak lama kemudian kepalanya pun terlepas. Darahnya mengenai wajah Raja dan Mahapatih. Mereka sangat terkejut melihat kejadian itu.

"Kenapa? takut darah?" tanya Adilaga.

Mereka gemetar, sepuluh bunga biru beterbangan di hadapan mereka. Kemudian berubah menjadi prajurit Adilaga.

"Baru sepuluh."

"Ma-maaf, ampun tuan," raja pun sujud di depannya. Begitu juga dengan Mahapatih yang sangat ketakutan.

"Kau sudah kuberikan kepercayaan untuk memimpin dunia ini. Tapi ... Kau terlalu bodoh, sehingga berpikir untuk membunuhku," kata Adilaga.

"Mungkin dunia ini terlalu besar untukmu." Adilaga tersenyum, "Mungkin, sekarang aku turun tangan," lanjut Adilaga.

Raja dan Mahapatih berdiri. Tiba-tiba tubuhnya tak bisa bergerak sama sekali. Adilaga menutup matanya, kemudian menunjuk ke arah raja. Ia membaca mantra-mantra, lalu ia mengepalkan tangannya.

Raja merasa kesakitan, dari mulut keluar darah. Mahapatih menyaksikan penyiksaan itu secara langsung.

"Kau lihat rajamu yang bodoh itu. Bisa apa dia sekarang?"

Raja pun lempar ke dinding ruangan, tewas seketika.

Adilaga tertawa melihat Mahapatih Kala ketakutan. Ia menghampirinya, kemudian berkata.

"Beruntung kau Kala. Aku masih memberimu kesempatan."

"Beritahu semua pemimpin dari setiap belahan dunia. Bahwa, raja mereka telah mati. Dan aku yang akan menggantikannya," perintah Adilaga.

"Ba-baik Baginda." Berjalan keluar ruangan.

"Kala," panggil Adilaga.

"Satu lagi. Bawakan aku teh hijau," lanjutnya.

***

Alvin dan Reza berjalan menuju istana.

"Lo tau istana dimanakan?"

"Gue tau kok," jawab Reza.

"Bagus. Dengan pusaka ini, kita pasti bisa mengalahkannya." Alvin memegang pedang pusakanya.

Mereka melanjutkan perjalanan, tiba-tiba Jaka dan Brata datang menghadang mereka.

"Alvin. Kau harus berpikir dua untuk melawannya," kata Brata.

"Ayahku dibunuh! Kau kira aku akan diam saja."

"Bukan begitu. Ada baiknya, kita rencanakan penyerang ini dengan matang," sahut Jaka.

"Sudah lah, ini bukan urusan kalian," kata Reza.

"Kalian tidak merasakan, apa yang kami rasakan sekarang," lanjutnya.

"Minggir," perintah Alvin.

"Tidak. Kau harus kembali ke goa," kata Brata, menolak.

Reza menoleh ke arah Alvin, kemudian mengangguk. Mereka mengarahkan pedangnya ke Jaka dan Brata.

"Kalian ingin menyerang kami?" tanya Jaka.

"Jika kalian tidak bisa diajak secara baik-baik. Akan ku lakukan secara paksa," ancam Brata.

"Lakukan saja!"

Hyaaaaaaa!!!!

Mereka bertarung. Alvin melawan Brata, sedangkan Reza melawan Jaka. Alvin kewalahan menghadapi Brata.

"Jangan harap kau bisa mengalahkanku," ejek Brata.

"Bacod lo." Alvin menyerang Brata dengan membabi-buta.

Disaat pertarungan sengit, Ki Sanjaya pun datang melerainya.

"Cukup!!!"

Mereka pun berhenti berkelahi, Ki Sanjaya datang mendekati mereka.

"Kalian ini kenapa?!"

"Dia dulu Ki yang menodongkan senjatanya," potong Brata.

"Diam!!"

"Siapa yang menyuruhmu bicara?" lanjut Ki Sanjaya. Brata langsung menundukkan kepalanya.

Ki Sanjaya menghampiri Alvin, ia pun berkata.

"Jika kau nekat untuk melawan untuk melawannya berdua. Silahkan!"

Alvin dan Reza menundukkan kepalanya.

"Tapi jika kalian kalah. Ayah kalian mati sia-sia."

"Aku paham apa yang sekarang yang kalian rasakan. Tapi kalian harus menurunkan ego, sabar ... Kita susun rencana, kemudian serang bersama-sama." Ki Sanjaya diam sejenak, "Karena menyerang tanpa strategi, sama dengan bunuh diri. Paham kalian?" lanjut Ki Sanjaya.

Alvin dan Reza pun meminta maaf pada Ki Sanjaya.

"Maafkan kami Ki. Tadi kami lancang," kata Alvin.

"Saya juga minta maaf Ki."

"Jangan hanya minta maaf padaku. Tapi juga pada kedua temanmu." Ki Sanjaya menoleh ke arah Jaka dan Brata.

Mereka pun saling meminta maaf.

"Boleh juga kemampuanmu tadi," puji Brata.

"Itu belum seberapa," jawab Alvin sombong. Kemudian ia pun tertawa.

Mereka kembali ke goa, Bagas dan teman-teman pun sangat senang mereka kembali.

"Kok pada babak belur?" tanya Tiara.

"Iya, ada apa Ki?" tanya Dharma.

"Tadi di jalan, sambil latihan beladiri," jawab Ki Sanjaya tertawa.

"Kakak tidak apa-apa?" Anna menghampiri Jaka dan Brata.

"Tidak apa-apa kok," jawab Jaka.

"Anna, tolong ambilkan air," pinta Brata.

"Iya kak."

Mereka kembali berkumpul, Bagas membuka pembicaraan.

"Ki Sanjaya, mohon izin menyampaikan rencana selanjutnya," pinta Bagas.

"Silahkan."

"Baik teman-teman. Jadi gini ...."

***

1
Reaz
semangat .../Ok//Good/

jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Loli bunting
lh kok nggantung....
El Olivia
semangatt up thorr
El Olivia
salam semangatt Kakak
World_Simulator🍁
Aku sarankan, untuk memakai tanda spasi untuk dialog percakapan.

Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.

...dan next up date 👍👍👍
Darah Biru (Bangsawan)
Hidangan beralas daun pisang memang mantap 👍🏻
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
sarie
Hadir lagi kak,like buat kakak♥️♥️👍👍,salam hangat dari kusentuh cinta dalam diam dan Alzheimer
Je si bod👀
Fighting
Jeon Ji-Yeong
yuhu sesuai permintaa aku mampir ni udah aku like juga
Ace Blue Charlotte
Hadir.....

Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Ucy (ig. ucynovel)
Mana kelanjutannya thor...

Semangat 💪💪up lagi thor

Aku mendukungmu 👍👍
Marya Juliani Jawak
Lanjut Thor... Soalnya nanggung ni...

Lagi seru"nya.
Marya Juliani Jawak
Kejam....
Marya Juliani Jawak
Ayo Bagas... Smangat....
Marya Juliani Jawak
Jangan" ula siapa yg Ratu jahat tu. Lupa aq namanya....

Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
Dhina ♑
hah, Doni siluman buaya??
Marya Juliani Jawak
Aku yg degdegan Thor...
Siti sa'adah😊
33 bomlike mendarat untuk mu thor

terus ikuti karya aku ya thor

makasih😊
Siti sa'adah😊
like😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!