NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 12

Beberapa bulan kemudian...

Besok adalah hari ulang tahun Zhao Lee, namun ia ingin merayakannya lebih cepat bersama Layla sebelum pesta besar ulang tahun di adakan.

Zhao Lee memperingatkan Layla.

"Nanti malam jangan pulang terlambat. Jam 9 malam harus sudah sampai dirumah, akan ada acara tiup lilin. Jika terlambat, aku akan menghukum mu sampai puas, sampai aku bisa memaafkan kesalahan mu" kata Zhao Lee kepada Layla.

Layla hanya menjawab "ya" sambil berlalu.

Sesampainya di toko, Layla di buat penasaran oleh seorang laki-laki yang sedang ngobrol dengan Riri.

Saat melihat Layla yang baru datang, Riri memanggil Layla untuk berkenalan dengan laki-laki itu.

Riri semangat memperkenalkan pegawai barunya kepada Layla.

"Hai Layla, baru sampai? Kenalkan ini Bennedict. Dia mahasiswa Nanyang Technological University of Singapore. Dia lagi ngelanjutin S3. Umurnya baru 28 tahun terus dia penerima beasiswa berprestasi"

Sikapnya yang centil di depan Bennedict, Layla dibuat agak heran.

Melihat dari tingkah Riri, Layla tau bahwa sahabatnya itu mempunyai ketertarikan kepada Bennedict.

Layla mengulurkan tangan.

Ia memperkenalkan diri.

"Hai, aku Layla. Salam kenal."

Ben pun menerima jabat tangan itu dengan senang hati,

Bennedict tersenyum

"Hai juga, aku Bennedict. Salam kenal juga ya, panggil saja Ben"

Layla membalas senyuman Bennedict.

"Kayaknya Riri udah tau kamu banget ya..."

Layla melirik sahabat nya itu yang lagi centil-centilnya. Setelah berkenalan mereka mulai melakukan aktivitas kerja mereka masing-masing.

Dari kejauhan Riri dan Layla memperhatikan Ben Yaang sedang sibuk memeriksa pesanan yang akan di kirim.

"Ri, aku tau kamu naksir Ben," bisik Riri.

Riri tersipu malu..

"Ihhh... Apaan sih, diem ya," bisiknya.

Layla tersenyum jahil..

Ia meledek Riri.

"Alah enggak usah sok kecakepan deh entar di rebut orang nangis" bisik Layla.

Riri panik..

"Eh jangan gitu dong,, iya iya aku naksir dia. Yaa gimana ya dia itu tipe idealnya aku. Udah ganteng, masculin, pinter terus auranya itu lohh behhh kayak bad boy tapi hati hello Kitty. Siapa juga yang enggak naksir. Tapi kalo di bandingin sama suamimu yaahhh masih menang Zhao Lee sih," bisik Riri.

Seketika Layla merasa jengkel saat nama itu disebut.

"Zhao Lee itu cowok brengsek, kamu enggak tau aja dia orangnya kayak gimana" bisik Layla kepada Riri.

Riri tersenyum jahil..

"Iya tau lahh, kan kamu yang cerita ke aku," bisik Riri.

Riri menarik turunkan alisnya.

Tersenyum jahil.

"Tapi enak kan?" bisik Riri.

Layla menghela nafas..

Ia menahan tangannya agar tidak menjambak bibir Riri yang imut itu.

Tak lama kemudian ada pelanggan datang dan kebetulan barang yang di inginkan sudah habis stok di etalase.

Maka terpaksa salah satu dari mereka mengambilnya di gudang.

"Ya udah biar aku aja yang ambil," ucap Layla.

Layla menawarkan diri, ia ingin memberi ruang untuk Riri dan Bennedict berdua. Namun tak di sangka Ben juga ingin ikut ke gudang, alasannya ingin cek stok di gudang.

Rencana Layla jadi gagal. Tak ingin berdebat di depan customer, Layla hanya bisa setuju.

Layla menggerutu dalam hatinya.

"Dasar Ben tidak peka!"

Gudang toko di lantai 2...

Saat Ben melihat Layla kerepotan membawa barang, Ben menawarkan diri untuk membantu membawakannya.

 "Yakin, enggak perlu di bantu?" tanya Ben.

Layak menolak sopan..

"Enggak papa kok, aman" jawab Layla.

Tiba-tiba Layla di panggil Riri untuk segera ke turun karena ada pemilik gedung datang berkunjung.

"Layla...!!" ucap Riri lantang.

"Udah enggak papa, tinggalin aja nanti aku yang bawa," kata Ben.

Layla tersenyum..

"Makasih ya, kamu baik," ucap Layla.

Kemudian Layla buru-buru keluar dari gudang dan menuruni anak tangga menuju lantai 1 untuk memenuhi panggilan Riri.

 Lantai 1...

 Layla di buat terkejut siapa sosok yang datang berkunjung.

 "Zhao Lee?!"

Ia pura-pura ramah.

Ohh bukan maksudku Tuan, ada perlu apa anda datang kesini?" tanya Layla.

"Apa ada coffee dan crosant di sini?" tanya Zhao Lee.

Layla menghela nafas...

"Anda lihat sendiri Tuan, di sini toko bunga bukan Cafe. Jika anda ingin membuat keributan tolong jangan di sini" ucap Layla.

Ia menahan emosi.

Riri mencubit tangan Layla..

"Layla jangan gitu, bisa-bisa kita di usir, dia itu yang punya gedung ini" bisik Riri.

"Loh bukannya ini punya Nyoya Linda" bisik Layla kepada Riri.

"Bukan..., Nyonya Linda udah jual gedung ini ke Tuan Zhao Lee," bisik Riri.

"Hmmph, dia melakukannya lagi" gumam Layla.

Zhao Lee hanya tersenyum menanggapi mereka berdua.

Kemudian Bennedict datang, seketika mata Zhao Lee dan Ben terbelalak, mereka kaget karena tidak menyangka bisa bertemu lagi dalam hubungan yang sudah tidak bersahabat lagi.

Kemudian Zhao mendekati Ben dan membisikan sesuatu.

 "Jauhi Layla, dia miliku" bisik Zhao Lee.

Ben terdiam sambil mengepalkan tangan menahan amarahnya.

Amarahnya merekah saat mengingat alasan mengapa hubungan mereka pecah seperti kaca pasir yang berhamburan dan tak beraturan.

Terbesit di pikiran Ben untuk membalas dendam kepada Zhao Lee melalui Layla.

Kemudian ia mengambil nafas panjang untuk mengatur emosinya.

Setelah memberi peringatan kepada Bennedict, Zhao Lee melangkah keluar dari toko. Ekspresi Zhao Lee yang semula berseri-seri karena akan bertemu sang kekasih berubah menjadi merah padam.

Ada rasa cemburu dan kesal yang menyelimuti hatinya. Ia tidak terima jika musuh bebuyutannya itu dekat-dekat dengan Layla sekalipun itu alasannya mereka hanya partner kerja.

Saat berada di dalam mobil, Zhao Lee terus memikirkan kejadian di toko bunga. Melihat Bennedict berdiri di dekat Layla membuat rasa posesifnya semakin tak terkendali. Apa pun alasannya, ia tidak suka ada pria lain yang mendekati wanita itu.

"Layla..." gumamnya pelan.

Sudut bibirnya terangkat tipis.

Di dalam benaknya sudah tersusun cara untuk memberi pelajaran kepada Layla malam ini. Baginya, hukuman adalah cara agar Layla mengingat siapa yang memegang kendali.

Sesampainya di kantor, Zhao Lee kembali tenggelam dalam pekerjaannya. Namun pikirannya beberapa kali melayang pada Layla. Senyum tipis kembali muncul di wajahnya, seolah ia sudah menantikan malam yang akan datang.

Saat berada di dalam mobil, Zhao Lee terus memikirkan kejadian di toko bunga.

Melihat Bennedict berdiri di dekat Layla membuat rasa posesifnya semakin tak terkendali.

Apa pun alasannya, ia tidak suka ada pria lain yang mendekati wanita itu.

"Layla..." gumamnya pelan.

Sudut bibirnya terangkat tipis.

Di dalam benaknya sudah tersusun cara untuk memberi pelajaran kepada Layla malam ini.

Baginya, hukuman adalah cara agar Layla mengingat siapa yang memegang kendali.

Sesampainya di kantor, Zhao Lee kembali tenggelam dalam pekerjaannya. Namun pikirannya beberapa kali melayang pada Layla. Senyum tipis kembali muncul di wajahnya, seolah ia sudah menantikan malam yang akan datang.

Tiba-tiba..

''Tok tok''

Pintu ruangan kantor Zhao Lee di ketuk yang membuat ia tersadar dari fantasi liarnya.

Seorang sekertaris masuk dan memberitahu jadwal sang CEO selanjutnya.

Hari itu Zhao Lee tampak sibuk dengan pekerjaannya, ada banyak proyek yang harus di urusnya. Belum lagi jika ada proyek baru yang harus di urus.

Zhao Lee menghela nafas panjang..

"Melelahkan," dengus Zhao Lee.

...****************...

‎Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
Mutia Kim🍑
Gimana nggak syok berat, Layla tiba-tiba di lamar begitu aja😭
RahmaYesi
Baru liat gitu aja udah bisa hilang marahnya ... gimana kalau.... 🤭
RahmaYesi
Nah kan Layla di omelin pak suami 🤣🤣
RahmaYesi
Loh, Layla kamu mau donor jantung kah???
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kok aku merasa itu kerjaan laki-laki yang di tolong Layla ya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jangan bilang ini ulah laki-laki itu ya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku kalau jadi adek nya si layla mending putar balik sih. laki-laki tidak cuma itu saja.
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kasihan nya kamu Layla
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
ya biasanya gosip seperti ini memang cepat menyebar.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
layla langsung kicep😄🤭
ginevra
semoga dibalik semua obsesi itu, Layla bisa bahagia walaupun kecil.
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
pasti lah ketar ketir
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memudar begitu melihat Layla yang sexy😄😄😄🙀
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
otakku hilang sejak bersama kamu zhao
ginevra
nggak bisa deh kalau cuma nama aja, mending Bu atau apa lah
mama Al
kayaknya ben suka sama Layla.
mama Al
ngantar nyawa dia
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
sariawan dah udahnya. tar pake albothyl ya zhao😄
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
laah malah kunci2an berdua di kamar mandi. tau gitu kan di kamar aja tadi. ga pengap🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
pasti gemeter sih iniii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!