18+ SESUAIKAN BACAAN DENGAN USIA!
Disaat tuntutan hidup terus mendesaknya, Alana memutuskan untuk menukar dirinya dengan harta. diatas pernikahan kontrak Alana berhasil merubah hidupnya dalam sekejap.
"Kau boleh melakukan apapun, selama aku menjadi istrimu dan kau terus memanjakanku dengan kekayaan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Sialnya, Nathan bahkan tidak menjelaskan apapun pada Luna. dari sudut pandang Luna sendiri ia merasa dirinya tidak pernah dihargai oleh Nathan. bahkan segala sesuatunya selalu Nathan rahasiakan, kebungkaman pria itu benar-benar membuat Luna jengkel. hingga pada akhirnya Luna memutuskan diri untuk menemui Alana.
"Aku tidak akan menampik semua tuduhanmu," ucap Alana santai.
"Jadi itu artinya benar, aku pikir kau berbeda. ternyata kau sama saja, hanya memanfaatkan adikku demi uang dan popularitas." celetuk Luna tajam.
Alana menghela nafas panjang, merasa perdebatan ini hanya akan membuat dirinya semakin tersudut. wanita yang terlihat tidak memiliki beban tersebut meraih segelas jus dihadapannya, "Jika ini sudah selesai maka biarkan aku pergi sekarang." ucap Alana sambil meletakan gelas.
Luna yang masih berpikir Alana dan Nathan masih bersama pun merih tas dan menyerahkan sebuah cek dengan nominal yang pantastis pada Alana. "Tinggalkan adikku, aku rasa ini sudah lebih dari cukup untuk biaya seumur hidupmu!"
Hal tersebut terdengar seperti hinaan di daun telinga Alana, ia langsung terkekeh kegelian melihat tingkah Luna yang nampak tidak asing seperti adegan dalam serial televisi pada umumnya.
"Dengar," Alana menepuk bahu Luna sambil tertawa. "Aku dan Nathan sudah berpisah, dan kau harus tau ini. Aku sama sekali tidak membawa sedikitpun uang dari adikmu!"
Luna mengerutkan dahinya, menatap Alana sinis. "Oke! bahkan hal itu tidak cukup untuk membayar segala kekacauan, dan kerugian yang sudah kau buat terhadap keluargaku." celetuk Luna kesal, wanita itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Alana.
Alana mengerjap, tidak masalah karna ini memang sudah seharusnya terjadi. dibenci oleh semua orang yang awalnya peduli hingga akhirnya berhasil Alana kecewakan.
Selang beberapa minggu berlalu. Alana dengan sisa uang yang dimiliknya membuka gerai kopi disebuah sudut kota bersama ibu tirinya. semua terlihat normal, tanpa gelimang harta yang berlebihan Alana sangat menikmati kehidupannya yang sekarang.
Sesekali Alana mengingat Nathan disetiap malam, sebelum ia akan terpejam. belum sepenuhnya bisa melupakan, Alana belum terbiasa dengan status barunya yang tidak lain adalah seorang janda. Alana memeluk dirinya sendiri saat bayang-bayang Nathan melintas dalam pikirannya.
Harapan Alana adalah Nathan bisa sesekali menghubunginya. ternyata semua itu tidak pernah Nathan lakukan, Alana kembali berpikir jika Nathan telah benar-benar melupakan Alana.
"Aku merindukanmu!" gumam Alana meneteskan air mata, sejenak Alana menghela nafasnya yang sedikit berat. wanita tersebut mengerjap dan mulai menutup dirinya dengan selimut. sorot mata Alana teralihkan pada bagian kosong disebelahnya, "Biasanya sebelum tidur kau selalu mengecupku, mendekapku dengan penuh kehangatan." Alana menyeka air matanya.
Sangat kesepian. mungkin itulah yang sedang Alana rasakan sekarang, entah sampai kapan semua ini akan berlanjut. setengah gila Alana menahan diri dan kerinduannya untuk tidak memikirkan Nathan.
"Hentikan Alana. dia pasti sedang bercumbu dengan wanita lain sekarang," Batin Alana terpejam.
"Aku sedang bercumbu denganmu sekarang!"
Alana membulatkan matanya saat melihat Nathan tiba-tiba saja ada disebelahnya. Alana beranjak, ia menyentuh wajah Nathan penuh kelembutan. "Kau... kau disini?"
Nathan tidak menggubrisanya, ia nampak langsung meraup bibir Alana. menyusupkan tangan dibalik gaun tidur yang Alana kenakan. Alana menikmatinya, ia memeluk Nathan dengan sangat erat. membalas bagaimana pria itu menciumnya dengan penuh hasrat.
Satu persatu pakaian Alana berhasil Nathan hempaskan. Alana menatap mata indah Nathan kemudian berkata, "Aku mencintaimu! tolong jangan pergi." lirih Alana.
"Alana..."
"Tolong katakan jika kau memiliki perasaan yang sama sepertiku!" ucap Alana memohon.
"Alana..."
"Katakan jika kau mencitaiku, tolong!" lirih Alana terisak.
"Alana..." Pekik Margaret berteriak kencang."
Alana tersentak, spontan ia langsung bangkit dari tidurnya dengan keadaan mata membengkak.
"Apa kau mimpi buruk? kau terus merintih sambil menangis," ucap Margaret cemas.
Alana menepuk pelipisnya, ia melirik kearah jam dinding yang menunjukan sudah pukul delapan pagi.
"Apa kau sakit?" Margaret menempelkan punggung telapak tangannya pada dahi Alana.
"Tidak, aku... aku hanya." sejenak Alana terdiam, "Kenapa ibu disini? bagaimana Ibu bisa masuk?" tanya Alana mengalihkan.
"Kau menggunakan angka kelahiran sebagai kode apartemen-mu. itulah sebabnya kenapa Ibu bisa masuk." ucap Margaret menjelaskan.
Ternyata semua itu hanya mimpi. Alana merasa, baru aja ia terpejam. merasa khayalan tidurnya itu seperti nyata.
"Ahhhh..." Alana berteriak memecah tangisannya hingga sukses membuat Margaret terkejut.
"Sayang apa yang terjadi? kau terluka?" tanya wanita paruh baya itu cemas.
"Kenapa ibu membangunkan tidurku," rengek Alana terisak. "Aku belum melakukan apapun, aku bahkan belum mendengar jawabannya."
Margaret berhasil dibuat heran mendengar perkataan putrinya, "Melakukan apa? jawaban apa?"
Dengan perasaan kesal Alana kembali menutup dirinya dengan selimut diatas ranjang, berharap mimpi itu akan kembali berlangsung. Terdengar konyol memang, tapi itulah Alana.
jangan lupa mampir di loser man ya semuanya. 🔥🔥🔥🔥 panas dan bikin merinding sih tapi ceritanya juga bagus. yuk cuss mampir di karya mak . makasih semua
kenapa eh kenapa berjud itu haram??
eh malah nyanyi lagu pak aji rhoma pulak wkwkkwk
satu pesan untuk kalian berdua...Nathan n Alana...kalau cinta jangan gengsi...perjanjian kontrak hanya antara klen berdua tohh???udindut alias udaaah langgar tabrak libas gelinding ajaaaaa.....ciyus dehh dengerin kaya uwekkkk