[ SEDENG REVISI ]
Jika cantik, molek dan berpenampilan sexy, membuat kalian berpikir yang tidak tidak tentang diriku dan sahabat sahabatku! Dengan bangga aku katakan.
~ 🍁Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari sampulnya saja, karna sesuatu yang di lihat mata belum tentu sesuai dengan isinya! 🍁~
Penampilan kami memang menggoda di tapi kami bukan wanita penggoda.
~~🍁Devina Aldira🍁~~
Penasaran seperti apa isi ceritanya yuk mampir, jangan sungkan ya bagi 👍💖⛥
.
Jangan lupa komentarnya biar aku lebih baik lagi dalam menulis.
Maaf ya jika banyak typo maklum aja baru belajar 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab34
Setelah pergulatan panjang mereka, Aksel pun tertidur dengan tangan yang melingkar di pinggang Devi.
Berbeda dengan Devi yang hanya memejamkan matanya saja, menunggu Aksel sampai tertidur. Setelah memastikan Aksel telah terlelap dengan nafas yang mulai teratur. Devi perlahan membuka kedua matanya, dengan hati hati iya memindahkan tangan Aksel yang melingkar di pinggangnya.
Seluruh tubuhnya terasa sakit, Tulang tulangnya seakan remuk di tambah rasa perih dari bekas gigitan yang ada pada tubuhnya di padukan dengan rasa sakit yang ada di Area selangkangannya. Maka lengkap sudah rasa sakit Yang iya rasakan. Nikmatnya hanya sesaat tapi sakit atas perlakuan dan kata kata Aksel membekas Entah sampai kapan.
Devi menguatkan dirinya dengan perlahan melangkah menuju kamar mandi, sekuat tenaga iya menahan rasa sakit nya. Walaupun tubuh nya bergetar hebat di ikuti peluh yang bercucuran tak iya hiraukan.
Setelah membersihkan tubuhnya. Devi kembali mengunakan dress yang berceceran di lantai itu.
Kepala Nya mulai terasa sakit. Disaat otaknya mulai memproses kepingan demi kepingan ingatan 5 Tahun yang lalu. Sekuat tenaga iya menahan dirinya, tetapi semua percuma seolah perlakuan Aksel beberapa saat yang lalu telah membangkitkan ingatan yang telah susah payah dia kuburan dalam dalam.
Dimana sentuhan lembut dan kasih sayang yang tulus tanpa ada Unsur paksaan di dalamnya." Kenapa masih saja seperti ini, aku juga ingin bahagia walaupun sebentar saja." Ucap Devi pada dirinya.
Dadanya begitu sakit seakan dia kembali terjebak dalam masa kelamnya. Setelah meraih tasnya, iya berjalan meninggalkan apartemen Aksel, walaupun sedikit tertatih
Devi masuk ke dalam lift. Di dalam lift, Devi mencari ponsel yang ada di dalam tasnya. Waktu di ponsel menunjukan pukul 9 malam, setelah Devi menatap jam yang terletak pada layarnya.
Kemudian Jarinya dengan lihai mencari kontak yang harus iya hubungi, setelah menemukan kontak itu Devi langsung menekan tombol hijau.
Tut..Tut..tut....
Dalam panggilan.
" An kepalaku sakit lagi, Dadaku juga sakit" Ucap Devi tanpa mengucapkan salam kepada orang yang iya hubungi.
"Kamu dimana Dev, apa yang terjadi "
" Aku di Apartemen XXX. Tolong aku An."
" Kamu tunggu aku, jangan kemana mana, aku akan segera menjemput kamu."
Setelah mendengar ucapan orang yang iya hubungi. Devi mengakhiri obrolan singkat itu. Bertepatan dengan pintu lift yang terbuka.
Devi memilih duduk di sofa di bagian sudut lobby itu dan menjadikan tanaman hias sebagai tempat Nya bersembunyi.dari setiap mata yang memandangnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah 45 menit Anwar akhirnya tiba di Apartemen Aksel, Di ikut Rara di belakangnya.
Mereka mencari keberadaan Devi di lobby itu. tapi tak dapat menemukannya.
" Sayang coba kamu telpon, mudah mudahan ponselnya masih aktif." Ucap Anwar kepada Rara.
Rara langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Devi. Dan sesuai dengan harapan Anwar.
Anwar melangkahkan kakinya mengikuti dering ponsel yang iya dengar.
Anwar begitu sedikit terkejut melihat keadaan Devi, dimana dia terduduk dengan memeluk lututnya, Tubuhnya masih sedikit gemetar membuat Anwar mengusap wajahnya dengan kasar.
Bukan hanya Anwar saja yang terkejut, Rara juga sama terkejutnya, karena dalam keseharian dia selalu melihat Devi yang baik baik saja. Bingung itulah yang di alami rara saat ini.
Anwar berjongkok di hadapan Devi " Dev berapa kali harus aku ingatkan, Jangan mengingatkan kehangatan yang di berikan di saat kamu mendapatkan paksaan atau perlakuan buruk dari orang lain, karena itu hanya memperburuk keadaan kamu!" Ucap mengangkat wajah Devi.
Rara dan Anwar saling menatap melihat banyaknya tanda kepemilikan di Lehernya devi.Ingin Rasanya Anwar bertanya apa yang sebenarnya terjadi dia urungkan.
" Dev. Aku gendong ya?" Tanya Anwar tetapi Devi hanya diam. Anwar ya mulai risih dengan setiap mata yang melihat mereka, tanpa menunggu persetujuan Devi. Anwar langsung mengangkat tubuh Devi.
Mereka Berjalan meninggalkan lobby itu, sampainya di parkiran Rara membukakan pintu mobil untuk Anwar meletakan tubuh Devi. Mereka berdua ikut masuk. Rara duduk bersama Devi. Sedangkan Anwar di balik kemudi dan melajukan mobilnya dengan perlahan meninggalkan halaman apartemen itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
" Dev kepalamu masih sakit?" Tanya Rara Duduk di samping Devi. Devi menggoyang kepalanya.
Devi terlihat lebih baik setelah Anwar memberinya obat Beberapa saat yang lalu.
" Dev , siapa yang melakukan ini sama kamu, dan kamu ngapain di Apartemen itu?" Tanya Anwar.
" Suamiku," Ucap Devi.
" Suami....?" Tanya Anwar
"Aku sudah menikah An, Aku ingin berbakti kepada suamiku,! tetapi kenapa kepala sakit lagi ketika bayangannya muncul." Ucap Devi.
" Tolong An, tolang aku sebagai pasien mu bukan sahabat atau Adik kamu! Aku ingin bahagia An" Ucapnya lagi.
" Jika kamu mau bahagia, maka keluarlah dari belenggu masa lalu mu, dan cobalah untuk menerima semuanya." Ucap Anwar
" Aku sudah menerima semuanya An,! Itu sebabnya Aku bisa berdiri sampai sekarang ini." Ucap Devi , membuat An menggeleng kepalanya.
" Tidak Dev. Tidak, Kamu masih terjebak di persimpangan itu, Kamu masih terjebak dengan rasa bersalahmu.Jika kamu sudah menerima semuanya, kamu akan berdamai dengan masa lalu mu itu, kamu Akan mengunjunginya walaupun hanya sekali, Kamu akan membuka surat yang dia tinggalkan. Dan Berani melihat setiap Kenangan yang dia Tinggalkan,! Aku kenal kamu Dev, Bahkan Aku tau senyummu palsu. Dengar Aku berbicara Bukan sebagai Dokter mu, tetapi aku berbicara sebagai sahabat dan kakak kamu. Jika Aku berbicara sebagai dokter kamu, aku yakin kamu tidak akan kuat menahannya.
" Tapi An__." Ucap Devi terpotong ucapan.
" Aku tidak Mau mendengar apapun dari bibir kamu, Jika kamu meminta aku untuk membantumu Sebagai seorang Dokter. Maka aku akan membantumu, Karena kamu juga berhak bahagia." Ucap Anwar
" Tidurlah Dev, nanti kita bicara lagi" Ucap Rara Menarik tangan Anwar keluar dari ruang di mana Devi beristirahat.
🍁🍁🍁🍁
" Sayang, sebenarnya Devi kenapa, kenapa dia menyebut kamu dokternya? Bukankah kemarin dia baik baik saja,! Ada apa,? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Rara, rasa penasarannya membuat mau tak mau harus bertanya.
" Devi Adalah sahabat yang sudah aku anggap seperti Adik aku sendiri.! Tetapi suatu kejadian menyebabkan dia menjadi pasien pertamaku." Ucapnya menyapu air mata yang menetes di pipinya.
" Kejadian Apa?" Tanya Rara lagi.
" 5 tahun yang lalu, sebuah kecelakaan membuatnya merasakan Trauma Kehilangan, Aku fokus mengobati traumanya, Tapi semuanya sia sia, dia tetap tidak menunjukkan, perubahan apa apa, sampai seminggu setelah kita menikah, tanpa di sengaja aku melihat dia menguatkan Lee, memberi saran dan kekuatan untuk Lee saat dia terluka karena aku menikahi mu, dan bodohnya Aku percaya bahwa dia baik baik saja, sampai tadi Aku melihat gejala itu lagi setelah beberapa tahun ini.
"Dia itu Ibarat sebuah luka yang kering di luarnya, tapi membusuk di dalamnya. Ucap An memeluk erat tubuh Rara.
.
.
.
.
Bersambung.
🍁Tinggalkan ya jejak kalau kalian masih suka👍
terimakasih ya kak , mewek aku bacanya 😫😫😫😫
ktimbang devina