NovelToon NovelToon
Tuan Adipati, Sang Putri Hanya Ingin Punya Bayi

Tuan Adipati, Sang Putri Hanya Ingin Punya Bayi

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Time Travel / Identitas Tersembunyi / Romansa / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Zhuzhu

Setelah bertransformasi menjadi bayi, mantan kepala badan intelijen rahasia, Cheng Yao yang tumbuh besar dan dikenal sebagai Putri Danyang yang malas dan tidak berguna ditipu oleh Kaisar dan dikirim ke perbatasan untuk menikahi Adipati Ning. Adipati Ning adalah adik sepupu Kaisar, dan Cheng Yao menganggap bahwa suaminya adalah pria tua yang jelek.

Namun, setelah melihat wajah asli Adipati Ning, Cheng Yao mengubah pemikirannya dan berkata ingin punya anak dengan Adipati Ning.

Adipati Ning mengabaikannya, namun dia kemudian menyadari bahwa Cheng Yao berkaitan erat dengan Master Qiheng dari Paviliun Zhanbai, organisasi intelijen rahasia nomor satu di dunia persilatan.

Akankah Cheng Yao mendapatkan keinginannya untuk memiliki anak dari Adipati Ning, Ning Ziyu tanpa menyingkirkan bayangan yang ia sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 35: Sebuah Alasan

Rombongan tiba di sebuah pos peristirahatan yang kerap digunakan oleh para pejabat antar dua negara dalam menjalankan misi perdamaian. Di pos tersebut, Ning Ziyu mempersilakan semua orang beristirahat setelah mengatur jadwal patrol para pengawal.

Dia sendiri pergi ke kamar yang digunakan Cheng Yao setelah membantu membereskan barang-barang. Cheng Yao baru selesai membersihkan diri, begitu melihat Ning Ziyu datang, suasana hatinya perlahan mulai membaik. Ning Ziyu menyusulnya duduk di sofa kayu.

“Yaoyao, kenapa kamu akhirnya memutuskan ikut bersamaku? Kamu sebelumnya sudah menolak titah dengan sangat tegas.”

“Kamu tahu aku adalah orang yang labil. Keputusanku bisa berubah pada detik-detik terakhir?”

“Oh? Apakah itu juga berlaku padaku?”

“Apa maksudmu?”

Maksudnya, apakah Cheng Yao juga kemungkinan akan membuangnya setelah mendapatkan hal yang dia inginkan? Apakah setelah Ning Ziyu memberinya anak, Cheng Yao akan meninggalkannya? Meski tetap menjadi suami istri, apakah wanita ini akan mengabaikannya dan memilih jalan hidup dengan saling menghormati tanpa melibatkan hati lagi?

Tapi, Ning Ziyu menelan kata-kata itu kembali ke dalam perutnya. Dia berkata setelah menghela napas kecil, “Bukan apa-apa.”

“Ning Ziyu, apakah kamu berpikir aku juga akan mengubah keputusanku terhadap hal-hal yang berkaitan denganmu?”

Jantung Ning Ziyu berdetak kencang. Cheng Yao seolah tahu apa yang sedang dia pikirkan. Ning Ziyu mengendalikan diri, kembali pada dirinya yang suka bersikap dingin tapi santai itu. “Tidak juga.”

Cheng Yao menatapnya penuh selidik, dahinya mengernyit curiga. Pria ini pasti berpikir kalau Cheng Yao akan meninggalkannya setelah punya anak. Hei, pemikiran macam apa itu? Apakah Cheng Yao adalah orang yang begitu tidak berperasaan?

Dia saja rela menanggalkan topengnya dan hidup jujur setelah bersama Ning Ziyu. Dia bahkan menghabiskan banyak upaya untuk menyembuhkannya, terkadang merendahkan dirinya untuk meminta padanya, tapi pria itu masih meragukannya?

Itu adalah pikiran picik yang hanya bisa dimiliki seorang adipati seperti Ning Ziyu. Orang ini sejak Cheng Yao pertama kali bertemu sudah dipastikan adalah orang yang tidak ingin merugi. Ning Ziyu sangat perhitungan dan teliti, dia berpikir panjang dan tidak seorang pun bisa menebak isi kepalanya. Sayangnya, Ning Ziyu sudah bertemu lawan yang imbang.

“Ziyu, aku tidak pernah main-main dengan perkataanku.”

Penegasan itu menembus ke dalam lubuk hati Ning Ziyu. Setetes embun yang dingin tapi menenangkan jatuh ke kedalaman hati yang tidak terukur. Ning Ziyu diam-diam merasa tenang, puas akan jawaban yang diberikan oleh Cheng Yao. Mungkin, inilah satu-satunya hal yang ia khawatirkan saat ini.

“Aku tahu, kamu bukan orang yang hanya menginginkan keuntungan saja.”

“Aiya, apakah sekarang suamiku ini mulai memikirkan istrinya lagi?”

“Yaoyao….”

Cheng Yao tertawa. Ning Ziyu yang sekarang sudah tidak tahan lagi terhadap godaan. Cheng Yao selalu mengganggunya sepanjang waktu, dan tidak mungkin hati pria itu tidak tergerak. Menggodanya sedikit tidak apa-apa, kan?

“Jadi, apakah kamu bisa memberitahuku mengapa kamu ikut bersamaku?” Ning Ziyu kembali melontarkan pertanyaan pertama.

Baiklah, Cheng Yao juga tidak berniat menyembunyikannya lagi. Mereka sudah berangkat, dan beberapa hari lagi akan tiba di Kekaisaran Jin. Memberitahu Ning Ziyu tidak akan meninggalkan masalah besar.

“Aku datang untuk Putra Mahkota Jin, Yemu Jin.”

“Mengapa kamu ingin bertemu dengannya?”

Pemikiran Ning Ziyu datang mendahului jawaban dari Cheng Yao. “Apakah karena para penculik itu?”

Cheng Yao mengangguk. “Mereka berani mengambil risiko besar. Bahkan sampai saat ini, mereka masih enggan bicara soal rencana orang itu padamu. Aku penasaran seperti apa sosok Yemu Jin itu yang sebenarnya.”

“Yemu Jin bukan orang yang sederhana. Ada kekuatan gelap dan rumit di belakangnya.”

“Aku tahu.” Cheng Yao mengeluarkan berkas informasi Yemu Jin yang diberikan Jun Heng lalu memberikannya pada Ning Ziyu. “Kita mungkin memerlukan ini jika ingin segala urusan pernikahan politik ini berlangsung lancar.”

Mata Ning Ziyu langsung tertuju pada gaya penulisan berkas. Lagi-lagi Paviliun Zhanbai. Gerakan Cheng Yao begitu cepat hingga Ning Ziyu tidak bisa mengetahui kapan wanita ini bertindak. Dia membacanya, menemukan beberapa detail informasi baru mengenai Yemu Jin yang belum diketahuinya.

“Kapan kamu pergi ke Paviliun Zhanbai?” tanya Ning Ziyu.

“Saat kamu sibuk menginterogasi para penculik itu.”

“Yaoyao, kamu….”

Kata-kata Ning Ziyu tertahan di tenggorokan. Sosok Cheng Yao yang misterius dan aneh kembali melemparkan Ning Ziyu pada pemikirannya yang dahulu.

Melihat Ning Ziyu mulai curiga lagi, Cheng Yao buru-buru berkata, “Aku juga sama sepertimu, menggunakan uang untuk membeli informasi dari Paviliun Zhanbai. Kalau kamu penasaran bagaimana aku melakukannya, maka jawabannya sama seperti saat kamu memerintahkan Ling Ren untuk mencari tahu tentangku ke Paviliun Zhanbai.”

Merasa tersindir, Ning Ziyu tersedak ludahnya sendiri. “Lalu bagaimana dengan Yuchi Kui?”

“Ah, itu. Racun bunga Hongluo begitu mematikan, Paviliun Zhanbai pasti punya solusi. Aku menyuruh Xiuli untuk memohon pada Master Qiheng agar mencarikanku seorang master racun yang bisa mengobati racun bunga Hongluo. Paviliun Zhanbai memang sesuai reputasinya, mereka mampu menemukan orang yang tepat untuk menyelamatkan nyawamu.”

“Bukankah bayarannya sangat besar?”

Sangat besar hingga nilainya setara dengan setengah tahun penghasilan bersih Paviliun Zhanbai!

“Yah, memang mahal. Tapi demi kamu, berapa pun harga yang harus aku bayar, itu bukan masalah. Aku juga tidak ingin menjadi janda yang masih perawan di usia yang masih sangat muda ini.”

Di kalimat terakhirnya, Cheng Yao mengatakannya dengan nada menggoda dan dia melirik Ning Ziyu dengan jahil. Ning Ziyu agak merinding, tapi dia buru-buru mengendalikan diri.

Itu terdengar seperti alasan yang benar, tapi Ning Ziyu juga tahu kalau Cheng Yao menyembuhkannya karena wanita itu tidak ingin perbatasan menjadi kacau kalau dirinya mati. Cheng Yao sebenarnya punya hati yang lembut dan tulus. Hanya saja temperamennya aneh dan sering meledak-ledak dengan emosinya.

“Jadi, suami, kamu harus membuka segelnya karena tubuhmu sudah sehat.”

Cheng Yao tiba-tiba menarik kerah pakaian dinas Ning Ziyu, memaksa pria itu mendekat padanya. Wajah mereka berdekatan, suara napas dan embusannya begitu jelas. Mata bertemu mata, kejernihannya menyembunyikan misteri yang tidak terpecahkan terhadap sosok diri masing-masing.

“Apakah harus sekarang?”

Ning Ziyu tahu arah pikiran Cheng Yao. Wanita itu ingin menagih kembali janjinya yang tertunda malam itu. Bukan Ning Ziyu tidak bersedia, tapi bisakah mereka melakukannya di sini, pada saat seperti ini?

“Kalau Tuan Adipati ingin mencicilnya, juga bukannya tidak boleh.”

Ada senyum jahil terbit di bibir Cheng Yao. Ning Ziyu menyeringai, kucing liar ini berubah menjadi sangat nakal dan berani. Ning Ziyu mengangkat tangannya, menggunakannya untuk menarik pundak Cheng Yao hingga terdorong ke depan, semakin mendekatkan wajah dan mengikis jarak di antara mereka.

“Karena Tuan Putri sudah berbaik hati, maka Adipati ini terpaksa memenuhi keinginannya.”

Cup. Ning Ziyu mengecup bibir Cheng Yao di sudut kanan. “Bagaimana, Tuan Putri?”

Cup. Ning Ziyu mengecup lagi bibir Cheng Yao di sudut kiri. Cheng Yao tersenyum. Lalu pada kecupan ketiga, Ning Ziyu tidak lagi melepasnya. Dia menggenggamnya dengan erat, menggigit pelan dan sedikit demi sedikit mendorong wanita itu untuk membukanya lebih lebar, memberinya ruang untuk bergerak bebas.

Pada suatu waktu, keduanya berhenti sebentar. Napas memburu, tatapan tak lagi tenang dan jernih seperti waktu lalu. Dengan tatapan yang turun ke wajah Cheng Yao, Ning Ziyu mencoba mengendalikan dirinya, berkata pada diri sendiri bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan itu.

“Kita tak bisa melakukannya sekarang,” ucapnya.

“Aku tahu, tapi aku tidak ingin melihatmu pergi melayani orang lain, sekalipun itu adalah saudariku sendiri.”

Ning Ziyu tersenyum, dia mencium Cheng Yao lagi. Serangan kali ini lebih intens dan agak ganas, Cheng Yao beberapa kali hampir tersedak dan tidak bisa bernapas. Kalau begini terus, mereka mana bisa menahan diri!

Pada saat mereka sedang asyik memagut, suara yang menjengkelkan tiba-tiba terdengar,

“Tuan Adipati, Putri, gawat! Ada pembunuh datang menyerang!”

1
Bulan_Eonnie🌝🦋💎
Karya Kak Zhuzhu gak perlu diragukan lagi sih🔥🙌
Nanik S
awal yang bagus
💜 OT7 💜
👍🏻
Wid Chan
/Heart/
Rania
bagus
Ai
aku suka cewek yg spt putri danyang 🤣😍
Ai
kak author kpn buat nivel yg karakternya spt putri danyang ini lagi
Ai
kak author kpn buat nivel yg karakternya spt putri danyang ini lafi
Ai
aku baca ulang lagi iki kak author sambil nunggu lanjutan novel pei ziyan atau ada novel baru lagi.. aduh udah kgn ini kak 😄
Ferfa Ferdian
bagus
shi zu
cool
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
echa purin
👍🏻
mijj Yenny
rekomendit utkmdi baca, alurnya jelas, karakter tokoh jelas tidak menya menye, penyelesaian konflik jelas..bagus👍🫰semangat ya autor💪💪💪
Erna Masliana
ceritanya seru keren..
Erna Masliana
sudah sadar toh..melek dia setelah kalah perang
Erna Masliana
mamvus lebih lama 3x lipat dari sakitnya Adipati
Erna Masliana
repotkan saja pamannya.. kalian berlibur lah😁
Erna Masliana
betul 👍😁
Erna Masliana
oh tentu tidak bisa ibunya aja bar bar masa anaknya kalem 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!