Status simpanan itulah yang harus disandang wanita cantik bernama Dista karna sebuah kesalahan fatal yang ia lakukan dengan suami sahabat karibnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
bab 34
..
.
.
Dista dan Rayyan duduk disebuah restoran yang ada didalam mal itu.
"Kau pindah kemari ??"Rayyan membuka suara.
Dista mengangguk dengan kembali menundukkan wajahnya. Ia merasa tidak enak hati pada Rayyan apalagi dengan keluarga Rayyan, yang selalu baik terhadapnya.
"Jangan merasa tidak enak atau apapun. Kau punya privasi dan pilihan, jadi jangan terlalu memikirkan apapun. ibu juga sudah memahami semuanya. semoga kau bahagia dan sehat selalu. hanya itu yang ibu doakan untukmu."Tetang Rayyan
"Ibu pasti kecewa padaku Ray.. aku pergi tidak bicara padanya."Balas Dista.
"Tidak.. oh ya, mana suamimu ??"Rayyan mencairkan suasana agar Dista tidak bersedih.
Dista terdiam sesaat. "dia kerja.."Balas Dista dengan singkat.
Rayyan mengangguk mengerti, Lalu ia segera berdiri dari duduknya. "Kalau begitu aku pamit ya.. "
"bagaimana kau bisa disini ??"Dista menengadah menatap Rayyan.
"Oh.. aku dipindahkan keanak cabang perusahaan bosku diBandung ini. jadi sekarang aku bekerja disini."Terang Rayyan.
"Ibu dan..-"
"Tidak. ibu dan Via masih diJakarta. setiap sabtu dan minggu aku pulang."Ralat Rayyan.
Dista mengangguk ia berfikir jika Rayyan sengaja datang keBandung karna mencari dirinya.
"Sampai jumpa.. aku duluan."Rayyan melenggang meninggalkan Dista yang hanya bisa terdiam menatap punggung lebar Rayyan yang sudah mulai menjauh.
"Non.."Bik wati mengejutkan Dista.
"Bibi.. aku jadi terkejut.."Dista.
"Habisnya Nona mandangin tuan tadi sampai kayak gitu.. ganteng ya Non ??"goda Bik wati
"bibi.. jangan sembarangan.. Dista kan sudah menikah.."Balas Dista yang menyebabkan Gelak tawa bik wati.
"iya..Iya non.."
"Dia itu sudah seperti keluarga bagiku bik, orangtuanya juga sudah menganggapku anak mereka, menyayangiku sepenuh hati.."ucap Dista yang ingat betul kebaikan keluarga Rayyan.
"Kalau mereka tinggal DiBandung kita bisa mengunjungi mereka Non.."Saran Bik wati.
"Mereka diJakarta Bik.. cuma Rayyan yang bekerja diBandung."Balas Dista terlihat sedih.
"Nona sudah sedihnya. ayok pulang.. ini hampir sore.. kita seharian loh jalan-jalannya."ajak bik wati. Dista mengangguk ia juga merasa lelah yang luar biasa. kepalanya juga berdenyut hebat, namun sejak tadi berusaha Ia tahan.
.
.
Arumi menyiapkan makan malam dengan seperti biasa. Aqil yang sudah selesai membersihkan diri pun terlihat melangkah menuju meja makan.
"Kau memang the best sayang.. aku rindu masakanmu.."Bisik Aqil ditelinga Arumi setelah ia berhasil memeluk Arumi dari belakang. Arumi hanya tersenyum tipis lalu membalikkan tubuhnya.
"Jika begitu jangan lama-lama kalau keluar kota.."Ucap Arumi dengan jelas.
"Kau pasti masih marah ya, karna aku pergi tanpa pamit.."balas Aqil seraya melepaskan pelukannya.
"Wanita mana yang tidak akan marah mas kalau suaminya pergi tanpa kabar, Yang paling penting bukan marahnya, tapi rasa kawatirnya.."Balas Arumi seraya menyendokkan nasi untuk Aqil.
"Aku janji lain kali tidak akan seperti itu.."Sanggah Aqil. Arumi mengangguk pelan seraya tersenyum. selesai.menyiapkan makan untuk Aqil, Arumi meletakkan amplop putih disisi Aqil.
"Ini surat dari kantormu. katanya kau tidak masuk selama 10 hari tanpa kabar."Ucap Arumi seraya duduk langsung menikmati makannya. sementara Aqil langsung menghentikan makannya, Ia terpaku sekali dengan apa yang didengar. Arumi berusaha biasa tanpa menatap Aqil.
"Segera kabari bosmu Mas.. jika kau masih mau bekerja. itu pesan darinya."Imbuh Arumi lagi.
Lidah Aqil seketika kelu. ia sudah mati kutu. Semua kebohongan tentang pekerjaannya pasti sudah diketahui Arumi. tapi kenapa Arumi terlihat biasa saja dan tidak memarahinya ??
.
.