Apa salahnya dengan tubuh Aku yang gendut ini?
Apakah Aku pernah mengambil makanan kalian?
TIDAK PERNAH
Lantas Mengapa Kalian membully Aku?
Bahkan Kalian sampai memberikan nama julukan kepada Aku DinDut yang artinya Dinda Gendut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian Semester
"2023 telah usai kemarin, mari berdoa semoga bertemu hal-hal yang membahagiakan di tahun 2024 ini."
Wulan kembali melangkah terburu-buru ke arah UKS, setibanya dia di dalam Uks hanya melihat Fiqrie sedang berdiri sambil memegang ponsel nya.
"Dinda gak ada di toilet."Wulan berbicara dengan nafas ngos-ngosan.
"Terus dia kemana?"Tanya Fiqrie.
"Gak tahu." Wulan mengangkat kedua bahunya.
Fiqrie melangkah melewati Dinda begitu saja.
"Kamu mau kemana?"
"Cari Dinda." Fiqrie terus melangkah melewati pintu UKS.
"Tunggu aku ikut." Wulan menyusul Fiqrie yang sudah berada di luar UKS.
Mendengar pintu rumah di ketuk oleh seorang maka seorang perempuan yang berada di dapur bergegas melangkah menuju ke arah ruangan tamu.Setelah pintu rumah terbuka terlihatlah Dinda berdiri di samping seorang laki-laki.
"Assalamu'alaikum bu."Dinda menyalim punggung tangan ibu.
"Walaikumsalam,lah Dinda kenapa jam segini sudah pulang?" Ibu menyipitkan kedua bola matanya ke arah Dinda.
"Bu, sebaiknya kita bicara di dalam saja."Lirih Dinda.
"Silakan masuk." Ibu mengeserkan tubuhnya dari pintu.
Dinda sempoyongan melangkah masuk ke dalam rumahnya, di ikuti oleh seorang laki-laki yang berada di belakang nya.Setelah itu mereka duduk di sofa yang berada di ruangan tamu.
"Apa kalian bolos?" Ibu melirik ke arah Dinda dan Seorang laki-laki yang mengunakan seragam sekolah sama dengan Dinda mereka duduk di kursi yang bersebelahan.
"Tidak bu."Jawab Dinda.
"Lalu,kenapa jam segini kamu sudah pulang?"
Saat Dinda hendak angkat bicara tiba-tiba si laki-laki yang duduk di sebelah Dinda terlebih dahulu berbicara.
"Maaf sebelumnya, izinkan saya untuk bicara buk." Ucapan si laki-laki itu.
"Kamu mau bicara apa?"Ibu melirik ke arah si laki-laki itu.
"Perkenalan nama saya Arlan Adinatha buk." Arlan mengulurkan tangannya ke arah ibu Dinda.
Ibu menerima uluran tangan Arlan sehingga mereka berjabat tangan, setelah itu ibu Dinda menarik tangannya sehingga jabatan tangan itu terlepas.
"Saya kesini untuk mengantarkan Dinda."
"Kenapa kamu mengantarkan Dinda pulang?ini kan masih jam sekolah."Ibu berbicara sambil sekilas melirik ke arah jam yang terpasang di dinding ruangan tamunya.
"Tadi pas upacara bendera Dinda pingsan sehingga dibawak ke UKS, setelah Dinda sadar ibuk guru wali kelas melihat keadaan Dinda.Keadaan Dinda terlihat pucat serta sehingga ibu guru wali kelasnya menyuruh saya mengantarkan Dinda pulang ke rumahnya nya." Jelas Arlan.
"Apa yang sakit Din?"Ibu beranjak dari sofa lalu dia menghampiri Dinda yang duduk di sofa singel.
"Kepala Dinda pusing bu."Dina memijat pelipisnya karena kepalanya terasa pusing.
"Sebentar ibu ambil minyak angin dulu."Ibu bergegas pergi mengambil minyak angin.
Setelah kepergian ibu, rungan tamu mendadak menjadi hening.Mereka merasa canggung saat berada di dalam ruangan tamu hanya berdua sehingga mereka diam.
Dinda melirik ke arah Arlan yang duduk di sofa yang berada di sebelah nya.Di saat yang bersamaan Arlan juga melirik ke arah Dinda sehingga tatapan mata bertemu.Menyadari tatapan mata mereka bertemu, buru-buru Dinda menoleh ke arah lain.
Ibu pun datang dengan membawa minyak angin di tangan nya.
"Ini minyak anginnya."Ibu menyerahkan sebotol minyak angin kepada Dinda.
" Terimakasih bu."Dinda mengambil minyak angin dari tangan ibu.
"Sama-sama Din, apa nak Arlan teman sekelas Dinda?"Ibu menoleh ke arah Arlan.
"Bukan buk." Arlan menggelengkan kepalanya.
"Jangan jangan nak Arlan ini pacarnya Dinda."Tiba-tiba terlintas dalam pikirkan ibu bahwa Arlan pacar Dinda.
"Saya bukan pacarnya Dinda buk." Tegas Arlan.
Mana mungkin saya mau pacaran sama anak ibuk
Yang bentuknya seperti gajah bengkak
Arlan berbicara di dalam hati sambil melirik ke arah Dinda dengan tatapan yang sinis.
"Kak Arlan itu kak kelas di sekolahanku, bu."Ucap Dinda.
"Kenapa nak Arlan mau mengantarkan Dinda pulang kerumah?" Ibu menatap Arlan dengan tatapan menyelidiki.
"Saya di suruh oleh ibuk guru yang merupakan wali kelas Dinda." Jawab Arlan.
"Bu, kak Arlan itu ketua OSIS maka nya dia di suruh ngantar aku pulang kerumah." Ucap Dinda.
"Nak Arlan mau minum apa?"
"Air putih buk."
"Aku mau teh hangat bu."Dinda meminta di buatin teh oleh ibu.
Sebulan Kemudian.....
Hari ini bertepatan dengan hari pertama ujian semester.Bel sekolah berbunyi menandakan bahwa seluruh harus masuk kedalam kelas masing-masing. Seluruh siswa mulai memasuki kelas mereka masing-masing.
Seluruh siswa sudah berada di dalam kelas mereka duduk di bangku masing-masing yang biasanya mereka duduki.Terdengar langkah kaki seorang sedang memakai high heels mendekati kelas.
Buk guru melangkah masuk ke dalam kelas sambil membawa sebuah amplop berwarna coklat berukuran besar.Buk guru berdiri di depan papan tulis.
"Semua tas kumpulankan di depan."Buk guru menyuruh siswa siswi mengumpulkan tas kedepan.
"Iya buk guru."Jawab serentak siswa siswi.
"Di meja hanya boleh papa ujian dan peralatan tulis." Ucap buk guru.
Satu persatu siswa siswi beranjak dari tempat duduk nya lalu mereka melangkah membawa tas masing-masing.Mereka meletakan tas di atas lantai yang berada di samping meja buk guru.Setelah itu mereka kembali bangku masing-masing.
"Ketua kelas maju kedepan."Buk guru membuka amplop berwarna coklat yang berisi soal ujian berserta lembar jawaban.
"Iya buk."Ketua kelas beranjak dari bangku lalu menghampiri buk guru.
"Bagikan ini kepada teman-teman sekelasmu."Buk guru memberikan amplop coklat kepada ketua kelas.
Setelah seluruh siswa siswi mendapatkan lembaran soal berserta jawaban.Buk guru menyuruh mereka berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, setelah itu ibu guru menyuruh mereka mengerjakan soal ujian.
Saat membuka soal ujian siswa siswi terlihat lemas,soal ujiannya terdiri dari soal objektif dan soal essay.Soal objektif terdiri dari 25 soal sedangkan essay hanya 5 soal.Walaupun banyak soal objektif dari soal essay, tetap saja kedua nya sama sulit.
Tapi hal itu tidak perlaku untuk Dinda, dia terlihat santai saat mengerjakan soal ujian matematika.Berbeda dengan teman-teman sekelasnya yang terus saja melihat ke arah kertas ujian matematika.
Jarum jam yang berada di dinding kelas terus saja berputar satu jam telah berlalu belum ada seorang pun yang menyelesaikan soal ujian.
Puk
Sebuah kertas berbentuk bulat terjatuh tepat di atas meja Dinda.Dinda mengambil kertas tersebut lalu dia membuka kertas tersebut.
Dinda
Kasih tahu jawaban soal nomor 1 sampai 25
Zia
Setelah membaca isi kertas Dinda menoleh ke arah Zia.
"Mana jawabannya?" Zia mengerakan bibir nya tanpa suara.
Setelah itu Dinda menoleh wajahnya pada soal ujian, Dinda kembali membulatkan kertas seperti bola lalu dia menjatuhkan kertas di bawah kolong meja.Dinda kembali mengerjakan soal ujiannya.
Puk
Sebuah kertas yang berbentuk bola harus mendarat ke arah meja Dinda malah mengenai lengan buk guru.
"Apa apaan ini?"Buk guru mengambil kertas berbentuk bola yang terjatuh disamping high heels nya.
~ Bersambung ~
Coba tebak kira-kira apa isi kertas yang berbentuk bola itu.