Generasi ketujuh keluarga The Blairs
Ada lima cerita disini tentang bagaimana cicit Abimanyu Giandra, Edward Blair dan Stephen Blair mendapatkan cinta dan pasangannya.
Duncan dan Scarlett adalah putra dan putri Bayu O'Grady dan Ajeng Pratiwi ( My 100th Secretary )
Aslan dan Diana adalah putra dan putri Omar Zidane dan Nadya Blair ( Love and Justice )
Indiana adalah putra Nelson Blair dan Marisol Braga ( Love and Justice ).
Seperti biasa, cerita ini sangat Membagongkan macam authornya.
DILARANG PLAGIAT KARENA JIWA GESREK KITA BERBEDA!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DB - RK - Are You Kidding Me, Diana !
Ruang Rawat Inap James O'Connor di Bellevue
James menatap Scarlett dengan tatapan penasaran karena statusnya sebagai pilot Navy Seals tidak semua orang tahu.
"Apa? Kamu penasaran kenapa aku bisa tahu? Apakah kamu lupa, papaku siapa? Kakakku siapa? Hanya sekali klik, aku bisa tahu siapa kamu, gajimu berapa, peliharaan mu apa..."
"Jika memang kamu tahu, buktikan" potong James gemas.
"James Tanguy O'Connor, keturunan Irlandia, Yunani, Perancis, Amerika, lahir 27 tahun lalu, tinggi 183 cm, berat unknown...satu ton kali..." ucap Scarlett cuek yang mendapatkan pelototan James. "Ayah, meninggal dalam pertempuran pesawat saat terjadi perang di daerah konflik saat kamu berusia 17 tahun dan menjadi pemicu kamu untuk menjadi ayahmu. Ibumu, meninggal saat kamu berusia lima tahun dan ayahmu menikah lagi tapi saat ayahku tewas, semua asuransi dari US Air Force, diambil oleh ibu tirimu yang menghilang entah kemana. Salah satu pilot terbaik di skuadron Bangau Putih yang beranggotakan delapan orang, kode mu adalah Blue Jay. Direkrut oleh Navy Seals saat kamu berusia 26 tahun dan pangkat kamu adalah Kapten di US Air Force. Lebih suka dipanggil Tanguy daripada James atau Jack. Benar?"
James melongo mendengar paparan dari Scarlett yang tidak ada salah kecuali berat badannya. Damn it ! "Kamu benar-benar... Whoah !"
Scarlett tersenyum sinis. "Kamu salah mencari lawan, Tanguy... "
"Aku suka jika kamu memanggil nama tengahku..." ucap James dalam.
Scarlett mendekatkan wajahnya ke James. "Jika kamu berulah lagi, aku tidak akan segan-segan membuat kamu koma !"
James semakin dekat ke wajah Scarlett. "Tenang saja, cantik. Aku sudah kapok berbuat ulah."
"Good."
***
JFK Airport New York
Rauf melongo saat Diana memberitahukan hendak kemana. Pagi ini Diana menghubungi Rauf yang mengatakan ingin ditraktir Emir Qatar itu dan Rauf pun dengan sumringah menerimanya. Tapi dia tidak menyangka akan pergi kemana.
Diana tersenyum lebar ke arah Rauf yang hanya memegang pelipisnya. "Diana sayang, aku tahu aku sangat bahagia kamu ajak pergi ... Tapi tidak ke Solo jugaaa !" gerutu Rauf.
"Lho kan suka-suka aku, mas Emir. Aku ingin kamu tahu akar klan Pratomo, jadi aku bawa ke Solo lah !" jawab Diana cuek. "Lagipula, kamu harus ikut caraku jika ingin membuatku jatuh cinta padamu."
Yang usil ke mas Emir
Astaga... Peri cantik satu iniiiii ! Rauf menatap gemas ke Diana yang tampak santai.
***
Kediaman Omar Zidane
"Diana kemana?" Omar Zidane menatap Nadya dan Aslan galak.
"Ke Solo, manusia sphinx..." jawab Nadya kalem.
"Sama Rauf Khalid? Ngapain?" Tiba-tiba Omar merasa tensinya mencapai 150.
"Diana mau ngerjain Bang Rauf" timpal Aslan.
Omar menoleh ke arah Nadya. "Gen kamu itu ya ... Benar-benar deh !"
"Gen apa, Omar sayang?" balas Nadya sambil merangkul lengan suaminya dengan manja.
"Gen tukang bikin jantungan !"
Aslan langsung tersedak makanannya.
***
Bandara Adi Sumarmo Solo
Setelah menempuh perjalanan hampir 36 jam, akhirnya pesawat kerajaan Qatar itu tiba di bandara internasional Adi Sumarmo. Kedatangan Emir Qatar itu pun menjadi kehebohan di bandara karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu sehingga tidak ada sambutan.
Rauf mengatakan bahwa kedatangannya dia ke Solo hanyalah untuk berlibur jadi tidak perlu sambutan formal. Diana sudah menghubungi pihak AJ Corp Solo saat di udara, untuk mengirimkan sopir dan mobil selama mereka di Solo.
Setelah urusan imigrasi selesai, Diana dan Rauf lalu naik mobil yang menjemput mereka. Diana juga sudah mempersiapkan hotel tempat mereka menginap dan Rauf hanya bisa tertawa kecil saat tadi gadis itu meminta nomor kartu kreditnya yang ternyata untuk booking kamar hotel.
Mobil Mercedez itu pun tiba di hotel Alila Solo Diana langsung mengurus semuanya. Setelah mendapatkan kartu kamar, Diana menyerahkan kartu itu. "Kamu di executive suite" ucap Diana sambil memberikan card key nya.
"Lalu kamu?" Rauf menatap gemas ke gadis itu.
"Alila Suite."
"Bedanya?"
"Di Alila Suite, ada private poolnya jadi aku bisa bebas berenang tanpa ada gangguan..." jawab Diana sambil berjalan jalan meninggalkan Rauf yang melongo.
"Are you kidding me, Diana !" teriak Rauf kesal bercampur gemas.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu