NovelToon NovelToon
Istri Tengil Sang Presdir

Istri Tengil Sang Presdir

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:540.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rya Kurniawan

Demi melunasi hutang keluarganya, membuat Lea terpaksa menerima ajakan Vano yang merupakan presdir di perusahaan tempatnya magang untuk menikah kontrak dengannya, karena desakan sang Kakek dan kedua orang tuanya untuk segera menikah.

Bagaimanakah hari-hari yang dilalui oleh wanita keras kepala dan tengil dengan pria yang terkenal sangat cuek dan bersikap dingin kepada semua orang, dalam menjalani rumah tangga? Apakah mereka akan tetap bersatu karena timbul rasa cinta di antara keduanya atau justru perpisahan yang akan terjadi setelah masa kontrak berakhir?

Yuk ikuti kisah Lea dan Vano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin Merasa Dekat.

Wanita paruh baya yang baru saja masuk ke dalam ruang rapat itu juga ikut terkejut melihat keberadaan Lea di dalam ruangan tersebut, karena sudah pasti keduanya sudah pernah bertemu sebelumnya dan tidak menyangka akan bertemu lagi.

"Tante," ucap Lea yang langsung saja berdiri menyambut kedatangan klien dari Perusahaan B.

"Kau, kau itu yang kemarin tidak sengaja bertabrakan dengan Tante di toilet restoran, 'kan?" Tanya wanita tersebut yang di saat itu pun mendekati Lea.

"Iya, Tante benar. Namaku Lea," ucap Lea yang langsung saja berjabat tangan dengan wanita tersebut.

"Oh iya Lea, saya Karin," ucap Karin yang juga memperkenalkan diri.

"Saya Nando, anaknya Tante Karin dan juga membantu Mama di perusahaannya," ucap Nando yang langsung saja meraih tangan Lea ikut memperkenalkan dirinya.

"Dan saya Vano, saya adalah pemilik perusahaan X sekaligus suaminya Lea. Lea ini juga sekretaris saya dan ini Asisten saya, Zayn," ucap Vano pula seraya menepis tangan Nando dari tangan istrinya.

Membuat Nando yang tadinya begitu semangat berkenalan dengan Lea, menjadi ciut. Sedangkan Lea dan Zayn pun terkekeh karena sudah sangat jelas semua itu karena Vano merasa cemburu.

"Silahkan duduk Nyonya Karin, Tuan Nando, perkenalkan saya Bisma, saya pemilik perusahaan ini. Terima kasih karena kalian sudah datang dan sekarang kita bisa langsung memulai meeting-nya," ucap Bisma.

------

Rapat pun berjalan dengan lancar, hingga pada akhirnya 3 perusahaan itu sudah resmi untuk bekerjasama dalam proyek yang saat ini akan langsung mereka jalani.

"Terima kasih banyak Tuan Vano, Tuan Bisma karena sudah memberikan kesempatan untuk perusahaan kecil seperti perusahaan saya yang masih terbilang baru untuk bekerjasama dengan Perusahaan Tuan. Jujur ini merupakan suatu kehormatan bagi saya karena tidak menyangka proposal saya diterima oleh perusahaan X, terlebih lagi juga bisa bekerja sama dengan perusahaan B," ucap Karin yang merasa sangat bersyukur. Jika kerjasama ini berhasil, sudah pasti perusahaannya akan bisa lebih maju lagi.

"Sama-sama Nyonya Karin. Terima kasih juga Nyonya Karin dan Tuan Vano karena sudah mau bekerja sama dengan Perusahaan B. Semoga kerjasama kita bisa berjalan dengan lancar," ucap Bisma pula.

"Ya sama-sama, semoga saja kerjasama kita bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga nantinya kerja sama ini akan berjalan dalam jangka panjang," ucap Vano lalu mereka semua pun saling berjabat tangan dan setelah itu keluar dari ruang rapat.

------

"Nak Lea, apa boleh Tante memeluk kau sebentar saja," ucap Karin tiba-tiba saat mereka sudah tiba di depan perusahaan B dan akan menuju ke parkiran mobil, membuat Vano dan Nando pun merasa terkejut.

Akan tetapi karena keduanya sama-sama wanita, jadi menurut Vano itu sama sekali tidak ada masalah. Begitupun dengan Lea, ia juga tak mempermasalahkannya sehingga ia pun menganggukkan kepala, lalu keduanya saling berpelukan.

Aneh tapi nyata, Lea dan Karin sama-sama merasakan sesuatu hal yang berbeda. Lagi-lagi perasaan dejavu muncul, bahkan kali ini keduanya lebih merasa lebih dekat layaknya mempunyai ikatan batin antara ibu dan anak.

"Terima kasih ya Lea, semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi," ucap Karin setelah melerai pelukan mereka.

"Sama-sama Tante. Iya, mudah-mudahan nantinya kita bisa bertemu lagi. Apalagi perusahaan Tante 'kan juga bekerjasama dengan perusahaan suami aku, aku yakin tidak menutup kemungkinan kita akan sering bertemu," ucap Lea.

"Iya, kau benar juga. Ya sudah kalau begitu Tante permisi dulu ya, Tuan Vano saya permisi," pamit Karin.

"Nyonya Lea, Tuan Vano, kami permisi dulu," ucap Nando, lalu segera saja mereka pergi meninggalkan perusahaan A.

Begitu pula dengan Lea dan Vano yang langsung saja masuk ke dalam mobil setelah Zayn memberhentikan mobil di depan perusahaan, lalu pergi dari perusahaan tersebut.

*****

Sepanjang perjalanan menuju ke perusahaan X, Lea terlihat hanya diam saja yang membuat Vano pun merasa kebingungan terhadap sikap istrinya dan tak tau apa yang sedang dipikirkannya saat ini.

"Sayang, ada apa? Apa ada yang mengganjal di pikiranmu?" Tanya Vano seraya menggenggam tangan istrinya itu.

"Kau sudah tahu 'kan Sayang, Tante Karin itu adalah orang yang aku ceritakan kalau kami pernah bertabrakan di toilet restoran steak waktu itu," ucap Lea.

"Iya, kau pernah mengatakan kalau pernah bertemu dengan seorang ibu-ibu di restoran terus kau merasa dekat dengannya seperti dejavu, 'kan?" Tukas Vano.

"Iya Sayang, kau benar," sahut Lea.

"Jadi, apa itu yang mengganggu pikiranmu saat ini?" Tanya Vano.

"Iya, di saat kami berpelukan tadi aku semakin merasa dekat dengan Tante Karin, seperti mempunyai ikatan batin. Aku tidak tahu sebenarnya ada apa," ucap Lea.

"Aku juga tidak tahu harus menjawab apa, tapi mungkin saja jika sebenarnya kalian berdua itu memang pernah kenal sebelumnya, hanya ya kita tidak tahu entah itu kapan. Atau mungkin juga itu hanya perasaanmu saja Sayang," ucap Vano.

"Ya mungkin saja seperti itu. Oh iya nanti malam mau nggak kalau kita ke rumah Papa, aku sangat merindukan Papa dan Mama," ucap Lea.

"Ya Tentu saja aku mau, masa iya ke rumah mertuaku sendiri aku tidak mau," jawab Vano.

"Ya sudah kalau begitu nanti malam kita sekalian makan di sana saja ya, biar aku mengabari Mama dulu," tukas Lea.

"Oke, ya sudah Sayang kau kabari saja," jawab Vano.

"Vano, Lea, sekarang kita mau langsung kembali ke perusahaan atau kalian mau makan siang dulu. Ini juga sudah waktunya istirahat makan siang, kan?" Tanya Zayn karena di saat itu sudah tidak ada lagi percakapan di antara bos dan sekretaris di belakangnya itu.

"Bilang saja kalau kau yang lapar Kak," celetuk Lea.

"Iya, alasanmu saja 'kan pura-pura bertanya," sambung Vano.

"Ish, aku itu hanya bertanya saja. Kalau kalian tidak mau ya sudah, sekarang kita langsung kembali ke perusahaan," hardik Zayn yang merasa bete.

"Ya sudah kalau begitu," sahut Vano.

"Tapi aku lapar Sayang," ucap Lea yang memegang perutnya.

"Kau dengar itu 'kan, istriku lapar. Jadi sekarang kita langsung ke restoran terdekat untuk mencari makan siang," titah Vano.

"Hm … tadi saja aku yang dituding lapar, sekarang minta cari restoran juga 'kan," gerutu Zayn yang didengar oleh Vano dan Lea, sehingga membuat keduanya pun terkekeh.

*****

Di kediaman Milton, terlihat Anita yang di saat itu sedang sibuk memasak di dapur seraya membanting alat-alat di sana seakan melampiaskan kekesalannya, sehingga terdengar sangat berisik hingga keluar ruangan. Cakra yang di saat itu baru saja selesai mandi, langsung saja menghampiri istrinya tersebut untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Setibanya di dapur, ia melihat istrinya yang sedang memotong sayuran dengan mulutnya yang menggerutu dan juga menghentakkan pisau dengan sangat kuat seperti sedang memotong ayam yang ada tulangnya, nyatanya hanyalah sayuran yang batangnya sangat lembut.

"Heh, kenapa juga sih harus menyusahkan seperti ini. Kenapa tidak mengajak makan di restoran atau mungkin membawa makanan dari luar, jadi tidak menyusahkanku seperti ini," gerutu Anita yang didengar oleh Chakra.

"Ma, Mama kenapa ngomel-ngomel seperti itu?" Tanya Cakra.

"Ini semua karena ulah Anakmu itu Pa. Mau datang ke sini meminta aku untuk memasak, katanya dia merindukan masakanku. Padahal aku ini sedang tidak mood mau memasak. Memangnya mereka itu tidak bisa ya datang ke sini membawa makanan dari restoran atau nanti 'kan bisa delivery di sini. Kalau tidak mau repot bisa juga mengajak kita makan di restoran mahal, 'kan suaminya orang kaya. Kenapa juga sih harus menyusahkan aku untuk memasak seperti ini," oceh Anita yang membuat Cakra pun begitu terkejut.

"Ma kenapa Mama berbicara seperti itu? Ini Anak dan menantu kita yang mau datang, seharusnya Mama senang karena masakan Mama dirindukan oleh Anak Mama. Lagipula hanya sekali-sekali 'kan Ma Lea dan Vano itu datang ke sini, masa hanya seperti itu saja Mama sudah ngomel-ngomel tidak jelas," hardik Cakra.

"Jika untuk anak kandungku aku akan senang memasak untuknya, sedangkan Lea itu bukan Anak kandungku," tukas Anita.

Ternyata ucapan Anita di saat itu pun terdengar oleh seseorang yang baru saja datang dan langsung menuju ke dapur, sehingga ia menjatuhkan barang belanjaan yang sedang dipegangnya karena merasa sangat syok.

Mendengar ada yang terjatuh, tentunya membuat Anita dan Cakra pun merasa terkejut dan langsung saja menatap seseorang yang saat ini berada di hadapan mereka.

"Lea?"

Bersambung …

1
falea sezi
Lea ne egois bgt sumpah benci karakter gini belom waktunya emank nunggu emak bapak lo mati baru boleh bersatu dasar bodoh
falea sezi
goblok ibunya terpaksa meninggalkan mu bodoh
Lilyrubyy
kok leo
Anita Jenius
Lanjut
Anita Jenius
salam kenal kak
Inaya Athalia Inaya Athalia
cerita nya menarik, dan romantis.
limah
👍🥰🥰
Yani Riyani
Biasa
Rya Kurniawan: Yang kayak gini nih nggak bisa Menghargai karya orang lain, kalau memang nggak suka di skip aja nggak usah dibaca Kak daripada ngasih bintang 3 kayak gitu bikin down authornya.
total 1 replies
Evelin Adonia Najwa Orlin
akurasa itu ibu kandung lea
Rya Kurniawan: bisa jadi kak.. 😁
terimakasih udah mampir kak.🥰
total 1 replies
Pacarnya Lin Yi. 🥰
bahagia selalu lea dan vano. 😍
Rya Kurniawan: makasih Kak.. 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
extra part nya
sella surya amanda: ya, sama sama
total 2 replies
Melia Gusnetty
goblok...dh tau mau menghadapi si penyandra..knp tak membawa ank buah.....ngaku pintar dn bnyk ank buah....heran ...😏🙄
Rya Kurniawan: tenang kak. aman kok.. 🥰
total 2 replies
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
lady daisy
diego ke vano thor, npa typo lgi ni..
Rya Kurniawan: maaf kk ska slah tulis tokoh novel lain. mksh ya kk... 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
don't call me honey
berarti vano dan lea ada ikatan sedarah dung....
Rya Kurniawan: enggak kak... 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!