Bagaimana jadinya jika permusuhan antara dua keluarga telah menjadi penghalang untuk kedua insan yang di mabuk cinta? Raja yang terlahir dari keluarga Kaya mencintai Rani yang juga seorang anak dari keluarga kaya, sama-sama saling mencintai saat pandangan pertama.
Kisah ini menceritakan tentang dua insan yang berusaha agar cinta mereka di restui dan berusaha agar permusuhan di antara keluarga mereka berakhir. Dengan banyak cobaan dan rintangan akhirnya mereka bisa menikah.
Tapi apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan pernikahan antara Raja dan Rani tokoh utama di cerita ini?
Yuk ikuti ceritanya di jamin menarik dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Bimbang
Rani duduk di dalam mobil menuju tempat pernikahan, tetapi dia tidak bisa menghentikan air matanya. Meskipun dia berusaha untuk bersikap bahagia dan optimis, pikirannya terus-menerus terbayang pada kenangan bersama Raja.
Dia mengingat momen-momen bahagia mereka bersama-sama, saat mereka berjalan-jalan di taman atau hanya duduk bersama dan bercerita. Dia merindukan senyum dan pelukan Raja yang selalu membuatnya merasa aman.
Saat mobil melewati tempat-tempat yang pernah dia kunjungi bersama Raja, perasaannya semakin terasa menyakitkan. Dia terus menangis, mencoba untuk menyembunyikan kesedihan dan perasaannya yang rumit dari keluarganya yang ada di mobil.
Meskipun Rani tahu bahwa dia akan menikah dengan Rohit, hatinya masih terusik oleh kenangan bersama Raja. Dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa Raja dan merasa sedih bahwa mereka tidak bisa bersama.
Akhirnya, mobil tiba di tempat pernikahan, dan Rani mengusap air matanya dan berusaha untuk tersenyum. Meskipun dia tahu bahwa hatinya masih merasa sedih, dia berusaha untuk menjalani hari pernikahannya dengan semangat dan harapan yang baru.
Rani turun dari mobil dan memasuki tempat acara pernikahan dengan sedikit gemetar. Dia merasakan perasaan yang bercampur antara gugup, sedih, dan bahagia sekaligus.
Ketika dia melihat Rohit di samping Raja sebagai Pagar Ayu, hatinya merasa seperti diperas. Rani berusaha untuk mengatasi perasaannya dan menahan tangisannya, tetapi dia tahu bahwa pandangan mereka berdua tidak bisa menghindari satu sama lain.
"Laki-laki itu! Kenapa dia ada di acara ini!."
Radi geram karena melihat Raja yang berada di sana bersama calon pengantin pria. Dia tidak bisa berbuat lebih jauh karena takut merusak acara putrinya itu.
Rani yang mendengar perkataan ayahnya itu merasa lebih tidak karuan. Kemarahan ayahnya terhadap Raja membuat Rani merasa iba kepada mantan suaminya itu dan semakin tidak tega karena sekarang dia akan meninggalkannya juga.
Raja memandang Rani dengan perasaan yang rumit di matanya, merasa sedih dan patah hati karena tidak bisa bersamanya. Dia tahu bahwa dia harus menahan diri dan tidak membuat keadaan semakin sulit bagi Rani.
Rohit melihat Rani dengan tatapan yang penuh cinta dan kebahagiaan, berusaha untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Dia merangkul Rani dengan lembut dan memberikan senyum hangat, mencoba untuk membuatnya merasa aman dan nyaman.
Rani mencoba untuk mengendalikan perasaannya dan berusaha untuk fokus pada acara pernikahannya. Dia berjalan ke panggung dan duduk di dekat Rohit, mencoba untuk menghindari pandangan Raja yang terusik.
Saat akan dilakukan akad nikah, suasana di dalam ruangan menjadi hening. Rani bersiap-siap dengan gaun pengantinnya, tetapi air matanya tidak bisa dihentikan. Rohit melihat Rani yang terus menangis, dia merasa khawatir dan bertanya-tanya dalam hatinya.
"Apakah kau baik-baik saja, Rani?," tanya Rohit, mencoba untuk menyentuh tangannya.
Rani menggelengkan kepalanya, air matanya masih mengalir deras. Dia merasakan kegelisahan di dalam hatinya dan tidak bisa mengatasi perasaannya.
Rohit mencoba untuk menenangkan Rani, tetapi dia tidak bisa mengerti apa yang terjadi. Dia merasa sedih dan bingung, karena tidak tahu apa yang membuat Rani menangis.
Rani mencoba untuk mengatakan sesuatu, tetapi suaranya tercekat oleh tangisnya. Dia merasa bersalah karena tidak bisa mengendalikan emosinya, terutama pada hari pernikahannya yang seharusnya menjadi hari yang bahagia.
Setelah beberapa saat, Rani akhirnya bisa mengambil napas yang dalam dan mengatakan padanya, "Maafkan aku, Rohit. Aku hanya merasa sedih."
Rohit tidak tahu bagaimana cara menanggapi situasi ini, tetapi dia mencoba untuk tetap sabar dan memahami Rani. Dia meraih tangan Rani dengan lembut dan mengatakan, " Tidak perlu meminta maaf, Rani. Aku di sini untukmu.
Setelah beberapa saat, suasana di dalam ruangan kembali hening. Namun, Rani merasa tidak enak badan dan meminta izin ke toilet dahulu. Rohit mengangguk dan memberikan kebebasan padanya untuk pergi.
Rani segera berjalan ke kamar kecil, dan setelah beberapa menit, dia keluar dengan wajah yang terlihat agak lelah. Rohit langsung mendekatinya dan bertanya,
"Apakah kamu merasa lebih baik?."
Rani mengangguk dan tersenyum kecil, tetapi sebenarnya hatinya masih terasa tidak tenang. Dia merasa semakin khawatir tentang perasaannya terhadap Raja, dan tidak ingin membuat Rohit merasa terluka.
Namun, Rohit melihat melalui senyum palsu Rani dan merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dia mengambil tangannya dan berkata, "Rani, apa yang terjadi? Jangan khawatir, kamu bisa memberitahuku segala sesuatu."
Rani merasa terharu dengan sikap Rohit yang selalu begitu peduli padanya. Dia akhirnya memutuskan untuk memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi.
Rohit, aku harus jujur padamu, sebenarnya ~, " kata Rani dengan suara lirih.
"Kalian ada disini ternyata," kata Radi, ayahnya Rani.
"Acara akan segera di mulai, ayo tunggu apa lagi?." lanjut Radi.
Rohit segera menuntun Rani menuju pelaminan dengan hati yang bertanya-tanya, sebenarnya apa yang ingin Rani katakan. Tapi dia tidak terlalu menghiraukannya dan mantap membawa Rani ke pelaminan dengan senyum bahagianya.
Bersambung...
tapi Rohit pergi kemana tuh? semoga Rohit dapat pasangan yang tepat dan mencintainya juga 🥰