NovelToon NovelToon
Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga

Status: tamat
Genre:Janda / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Tamat
Popularitas:309.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: mimicoco

Setelah mengarungi bahtera rumah tangganya bersama dengan Ibra selama delapan tahun, akhirnya Mila mendapatkan sebuah fakta, bahwa selama ini dirinya tidak pernah dicintai oleh suaminya. Bahkan dengan tega, sang suami menalak Mila dengan talak tiga. Namun, saat selesai menalak Mila. Secara mengejutkan Ibra terlibat kecelakaan tunggal yang menyebabkan dirinya harus berada di atas kursi rodanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Ibra tersadar ternyata dirinya mencintai Mila. Namun, kenyataannya saat ini adalah kalau dirinya tidak bisa hidup bersama dengan Mila, sehingga membuat hidup Ibra semakin terpuruk.

Lalu, mampukah Ibra bangkit dari rasa terpuruknya dan bisa merebut Mila, saat Mila sudah bahagia dengan pasangannya? atau Ibra sudah ikhlas melepaskan Mila? nantikan semua itu dalam novel yang berjudul "Setelah Talak Tiga."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mimicoco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Egois

"Baiklah kalau kalian memang tidak ingin tinggal di sini dalam waktu yang lama bersama Ayah, kakek dan nenek, tapi Ayah harap kalian sering bermain ke rumah ini," pinta Ibra kepada kedua anaknya.

"Tenang saja Yah, pasti Andrew dan juga Syifa akan sering bermain ke sini, apa lagi saat kami libur sekolah," jawab Andrew.

"Iya Yah, Syifa juga pasti akan sering bermain di sini, karena asyik bisa bermain bersama Ayah, kakek dan nenek," timpal Syifa.

Jawaban dari kedua anaknya membuat Ibra tersentuh sekaligus terharu, sebab kedua anaknya sudah bisa menerima Ibra kembali, apa lagi saat ini kedua anaknya dapat membuat Ibra menjadi merasa punya tujuan hidup kembali, sebab dunia Ibra saat ini sudah dia alihkan untuk kedua anaknya.

Selesai Ibra berbincang-bincang dengan kedua anaknya, sekarang Ibra mengajak Andrew dan Syifa untuk bermain bersama di salah satu wahana permainan yang sering orang kunjungi yaitu water boom, ya di sinilah tempat berkumpulnya para orang tua dan anak-anak.

"Andre sama Syifa mau enggak kalau ayah ajak kalian bermain di water boom, kebetulan hari ini Ayah tidak ada kegiatan, jadi kita bisa bermain sepuasnya," ucap Ibra yang membuat kedua anaknya langsung tertawa girang, sebab Andrew dan Syifa sudah lama tidak bermain di wahana air lagi, sehingga ketika Ibra mengajaknya, maka Andrew dan Syifa langsung menyetujui ajakan ayahnya.

"Mau Ayah, tapi Syifa mau membawa pelampung ya Yah, soalnya Syifa mau berenang seperti duyung yang ada di televisi," jawab Syifa dan setelahnya buru-buru kembali ke kamarnya untuk mencari pelampung yang ingin dia bawa.

Sementara untuk Andrew sendiri, hanya biasa saja tidak membawa apapun, sebab Andrew sudah jago berenang. Apa lagi sewaktu kecil, Mila membawakan pelatih untuk mengajari Andrew berenang.

"Nah, karena kalian berdua sudah siap, maka ayo kita pergi ke water boom," seru Ibra senang yang diikuti oleh kedua anaknya.

Setelah percakapan itu, Ibra langsung berangkat bersama kedua anaknya menuju ke water boom. Walaupun Ibra kelihatan Lelah, namun tetap saja Ibra ingin menghabiskan waktunya kembali dengan kedua anaknya, sehingga rasa lelah yang dia miliki tergantikan dengan rasa senang karena bisa mengajak kedua buah hatinya bermain bersama.

Sekarang, hari sudah larut sore sehingga Ibra dan kedua anaknya sudah kembali ke rumah. Namun, saat Ibra hendak masuk ke dalam, dirinya dikejutkan dengan kedatangan Mila dan Arya, terutama Mila yang tiba-tiba berlari ke arahnya dan langsung menampar Ibra dengan keras.

"Plak," suara tamparan dari Mila ke arah pipi Ibra dengan keras yang membuat Ibra bergeming berdiri di tempat.

"Mas, memang tega kamu ya, membawa kedua anakku diam-diam, kamu pikir aku tidak khawatir hah! saat kamu tidak mengabari kalau mau membawa mereka!" ucap Mila dengan penuh emosi dan dengan nada yang tinggi sehingga membuat penghuni di rumah itu langsung datang ke arah Mila.

"Aduh, ini ada apa kok pada ribut-ribut, memangnya kalian ada masalah apa lagi?" tanya Bu Hana yang tadinya langsung berlari dari dalam kamar saat mendengar suara Mila.

"Ini Ma, anak Mama diam-diam membawa kedua anakku tanpa mengabari aku dulu, apakah dia pikir aku tidak khawatir dengan Andrew dan Syifa," jelas Mila singkat.

"Ma, Ayah Ibra hanya mengajak kami bermain saja kok dan Andrew sama Syifa juga tidak kenapa-kenapa," ucap Andrew membela Ibra.

"Mil, maaf aku lupa unyuk mengabari kamu, kalau aku mau mengajak Andrew dan juga Syifa bermain, sama satu lagi Mil, Andrew dan Syifa juga anakku bukan hanya anakmu saja, ya walaupun dulu aku sangat brengsek sebagai Ayah, tapi aku ingin menghabiskan waktuku untuk bermain bersama dengan mereka, kau tahu duniaku sekarang hanyalah mereka, tidak ada yang lain jadi aku harap kamu bisa menanyakan hal ini baik-baik tanpa ada emosi, ingat Mil saat kamu marah atau apapun itu, usahakan jangan di depan anak-anak, aku tidak masalah mau kamu tampar atau pukul sepuas mu aku tidak apa-apa, tapi aku harap kamu jangan menunjukkan nya di depan Andrew dan juga Syifa karena akan membawa pengaruh buruk untuk kedua anak kita," jelas Ibra panjang lebar dan dengan suara yang lembut.

Bahkan tak terasa di kedua sudut mata Ibra mengalir dengan deras air matanya serta orang-orang yang mendengarkan ucapan Ibra pun, ikut menitihkan air mata.

Sekarang, rasa menyesal dan bersalah tengah menyelimuti hati Mila, apa lagi penjelasan Ibra mampu memporak-porandakan hatinya. Ya, Ibra benar seharusnya Mila bisa sedikit meredamkan emosinya di depan anak-anak, apa lagi tanpa sadar dirinya sudah egois dengan menyebutkan kalau Andrew dan Syifa hanyalah anaknya.

Setelah drama tamparan tersebut, Ibra bergegas pergi masuk ke dalam kamarnya dan dengan diikuti oleh kedua anaknya.

"Mama jahat sama Ayah Ibra!" ucap si kecil Syifa yang kemudian ikut menyusul Ibra bersama dengan Andrew.

Mendengar perkataan Syifa anaknya, membuat kedua kaki Mila lemas seketika, sehingga tak sadar kalau saat ini Mila sudah terduduk di lantai dengan air mata yang membanjiri di kedua pelupuk matanya.

Dengan sigap, Arya langsung memeluk Mila seraya mencoba meredamkan tangisan Mila.

"Mas, Syifa benar aku sudah jahat kepada Mas Ibra, gara-gara keegoisan ku, malah membuat Andrew dan juga Syifa membenciku Mas," ucap Mila di pelukan Arya. Sementara Arya, hanya mengusap punggung Mila saja.

"Iya sudah kalau kamu tahu kamu salah, nanti setelah kondisinya sedikit membaik kamu minta maaf ke Ibra, Andrew dan juga Syifa." Ucap Arya dengan pelan dan langsung Mila menganggukkan kepala sebagai tanda setuju dengan ucapan Arya.

Setelah beberapa jam kemudian, terlihat Ibra, Andrew dan juga Syifa keluar dari kamar milik Ibra dan langsung bergegas menuju ke ruang makan.

"Ma, hari ini Mama masak apa?" tanya Ibra.

"Mama masak semur ayam Sayang, soalnya biar bisa di makan sama Andrew dan Syifa, karena kan mereka belum kuat untuk makan pedas."

"Oke Ma, ayo Andrew sama Syifa, duduk dulu, biar Ayah yang mengambilkan makan untuk kalian," ucap Ibra, namun saat Ibra ingin mengambilkan makan untuk Andrew dan juga Syifa, tiba-tiba Mila sudah lebih dulu mengambilkan makan untuk keduanya, bahkan yang lebih kaget lagi, Mila juga mengambilkan makan untuk Ibra.

"Kalau segini, cukup tidak Mas nasinya?" tanya Mila.

"Sudah Mil, biar Mas saja yang mengambil makan untuk Mas, lebih baik itu untuk Arya saja," jawab Ibra dan setelahnya mengambil makannya sendiri.

Mila yang mendapatkan penolakan itu, langsung menatap Ibra dengan perasaan sakit, sebab Mila pikir pasti Ibra masih marah dengannya.

Setelah semua orang mendapatkan makanannya, barulah makan malam itu di mulai, dimana tidak ada keributan sama sekali, hanya suara dentingan dari sendok yang mereka pakai.

Setelah selesai makan malam, semua orang kembali beraktivitas masing-masing, seperti Ibra saat ini yang masih bermain dengan kedua anaknya.

Saat Ibra bermain dengan Andrew dan juga Syifa, tiba-tiba Mila datang menghampiri mereka.

"Mas, aku minta maaf atas kejadian tadi, maaf aku sudah egois," ucap Mila dengan menundukkan kepalanya.

Ibra yang mendengar permintaan maaf dari Mila, langsung tersenyum.

"Iya, Mas sudah memaafkan kamu Mil, oh iya sepertinya hari sudah larut malam, lebih baik kamu sama Arya menginap di sini saja, lumayan masih ada beberapa kamar yang kosong, karena Mas takut terjadi apa-apa dengan kalian di jalan," balas Arya dan Mila langsung mengiyakan perkataan Ibra.

"Oh iya anak-anak, Ayah sudah lelah, besok lagi ya kita mainnya, ini juga sudah larut malam dan kalian harus tidur cepat karena besok sudah harus berangkat ke sekolah."

"Iya Yah, ayo Syifa kita tidur," ucap Andrew menarik tangan Syifa adiknya menuju ke dalam kamar.

1
Katherina Ajawaila
bagus ceritanya thour 🌹
Katherina Ajawaila
nanti pasti nya lahir nya kembar ya thour, biar bahagia pasangan yg baru kehilangan anaknya 🥸
Katherina Ajawaila
bisa heran2 kaget tuh Ibra perutnya
Katherina Ajawaila
Mita polos dan bego, teman mu itu udh lihai mau aja di manfaatin, untung suami nya Ibra yg udh banyak pengalaman 😎
Katherina Ajawaila
jgn coba2 jadi ulat keket lea, niat jahat aja kebaca sm Ibra 😲
Katherina Ajawaila
itu akibat nya mau jadi jalang mmg dr luar negri juga udh biasa samenleven, ya pakai perasang kepentok meja bijor yg langsung lewat jalan tol. kelewatan gatel sih 😡
Katherina Ajawaila
ada lagi jalang receh, mulai modus 😡
Katherina Ajawaila
Arya ada lg ngk tau apa tante mu punya otak licik. dasar laki2
Katherina Ajawaila
sakit kan Ibra, mulut mu sih terlalu percaya jalang mu SMP talak 3 kan susah utk berdamai 😔
Katherina Ajawaila
pinter bocil, biar mikir ppnya mmg enak kalau mengalah gunain rumah tangga hanya karna kedagingan. ditipu kan sm jalang Terima tuh berkat mu😎
Katherina Ajawaila
Ibra bilang benci ngk cinta tapi SMP ada dua anak, aneh tapi nyata, dasar mantan suami ngk mutu model cuci botol 😡
Katherina Ajawaila
keren thour, mertua yg bertanggung jawab karna Mila menghasilkan keturunan pak Arman. kapok loh ibra. makan tuh jalang lo
Katherina Ajawaila
makan jalang mu Ibra, itu kan yg kamu idolakan orang cuman buka kaki yg gampang duit taro 😔
Katherina Ajawaila
malu ibra itu rmh istri sm anak. lo miskin kere skrng
Katherina Ajawaila
keren thour, aku gemes liat ibra, suami pecundang yg doyan cuci botol dgn finahnya tuduh istri
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
pencundang Ibra, makanya jgn doyan cuci botol. jadi gitu, urus anak ngk pernah hsmilin aja Siska biar bisa nikah, repot amat cemen
Katherina Ajawaila
licik ibra udh ngk pernah nafkahin anak. malahau buat susah mantan istri jahat nya aku bila😡
Katherina Ajawaila
biar membusuk aja Mila mantan ngk tau diri jgn mau anaj2 di buat jadi tameng 😡
Katherina Ajawaila
dasar bocil mulutnya asal nyamber aja 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!