NovelToon NovelToon
Mr. Costra

Mr. Costra

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.4M
Nilai: 5
Nama Author: DIANAZ

Enrico Costra yang tampan dan kaya merasa hidupnya tidak lengkap. Melihat teman sekaligus rekan bisnisnya berbahagia bersama istri dan anak-anak, membuat ia merasa hidupnya kurang. Rasa sepinya bertambah ketika gadis perwaliannya dibawa pergi oleh suami yang menikahinya. Ia menyadari untuk pertama kalinya bahwa kata 'pernikahan' adalah hal yang menarik, lalu memutuskan ia juga menginginkan hal itu.


Vivianne Margue datang ke Mansion Costra mencari sepupunya yang bekerja sebagai asisten kepercayaan pemilik perkebunan Costra Land. Ia datang bersama neneknya, membawa masalah yang akan menentukan hidup Vivianne di masa depan.


Pertemuan pertama dengan Vivianne membuat Enrico terkesima ... gadis itu ... sama sekali tidak tertarik kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIANAZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. News from Erick

Hidangan makan siang yang dipesan Enrico terasa sangat lezat di lidah Vivianne. Gadis itu makan dengan lahap, tidak memikirkan berapa jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuhnya. Beberapa gadis lain yang pernah makan bersama Enrico sangat perhitungan tentang kalori, sampai Enrico berpikir apakah mereka menikmati atau tidak hidangan yang telah dibuat dengan susah payah oleh para Chef di restoran tersebut.

Vivianne berbeda, ia menikmati apa yang dihidangkan, sepenuh hati dengan nikmat dan terlihat senang.

"Kau suka?"

Vivianne mengangguk, kembali menyuap satu suapan besar.

"Anda?"

"Tentu. Karenanya aku pesan ini." Setelahnya mereka meneruskan makan hingga selesai.

Ponsel Enrico berdering beberapa saat sebelum mereka meninggalkan restoran. Enrico agak terkejut ketika melirik di layar yang tertera nama Erick. Ia mengangkat panggilan itu dan menyapa.

"Erick?"

"Ya, Rico. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu."

Enrico melirik Vivianne, jika Erick yang mengatakan itu, maka hal yang mau dibicarakan pastilah tentang Frederic. Namun Enrico tidak akan bicara di depan Vivianne.

"Bisakah ditunda?"

"Ah ... Anda sibuk rupanya, Tuan besar. Baiklah. Kau pasti sudah membaca dokumen yang kukirim via email beberapa waktu yang lalu bukan? Kurasa Asistenmu butuh bantuan, saatnya kau menggunakan dokumen yang kukirim itu. Ini penting. Satu lagi ... tepat satu jam lagi, Asistenmu sudah terkurung selama 24 jam di Mansion keluarga Dominic.

"Apa! Terku ...." Enrico menghentikan ucapannya setelah menyadari mata cokelat Vivi yang menatapnya.

"Baik. Aku akan menghubungimu lagi setelah tiba di Mansion Costra."

"Baiklah," balas Erick, lalu telepon dimatikan.

Enrico mengajak Vivianne segera pulang. Mereka meninggalkan restoran dan melaju untuk kembali ke perkebunan Costra Land, ia sangat penasaran dengan berita yang didapat oleh Erick.

Frederic terkurung!? Apa maksudnya? Seharusnya semuanya mudah. Aku tidak mau menggunakan hasil penyelidikan Erick untuk memperpanjang masalah antara keluarga Vivi dan keluarga ibunya. Tapi sepertinya Paman Vivianne, orang bernama Dominic ini mencari-cari masalah.

Enrico lebih banyak diam sepanjang perjalanan pulang, terlihat serius dan fokus pada jalanan. Vivianne merasa lega tidak perlu melayani pria itu berbicara. Ia ikut diam dan hanya menikmati pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan.

**********

Setelah menyerahkan kunci mobil pada Pedro, Enrico segera pamit pada Vivi yang hanya mengangguk. Gadis itu segera membantu Pedro mengeluarkan semua barang belanjaan mereka.

Enrico masuk ke dalam mansion dan bertemu Lori yang mengetahui kedatangan tuannya dan berniat keluar untuk membantu Pedro dan Vivi membawa belanjaan masuk.

"Lori, tolong bawakan minuman dingin ke ruang kerjaku," ucapnya tanpa menghentikan langkah.

"Minuman dingin? Anda mau kubuatkan jus saja?" tanya Lori sambil memandang punggung tuannya yang berlalu.

"Terserah, Lori. Yang penting dingin. Aku haus," ucapnya sambil terus berlalu dan kemudian menghilang ke balik pintu ruang kerjanya.

Lori menduga ada masalah pekerjaan yang harus segera ditangani oleh tuannya itu. Ketidakhadiran Frederic membuat pekerjaan Tuan Enrico jadi banyak, karena harus menangani pekerjaan yang biasanya diselesaikan oleh Frederic.

Setelah membuka tiga kancing kemejanya di bagian atas dan menggulung lengan kemejanya, Enrico mengeluarkan ponsel, lalu segera menekan nomor Erick.

Panggilannya diangkat setelah dering ke tiga.

"Halo, Tuan Besar," sapa Erick.

"Katakan apa beritanya, Erick! Apa maksudmu dengan Fred yang terkurung?"

"Apakah Anda sudah sampai di rumah?" tanya Erick dengan nada malas.

"Ayolah ... jawab saja pertanyaanku, Erick."

Erick tertawa pelan mendengar nada tidak sabar di suara Enrico. Ia menarik napas panjang dan mengembuskannya sebelum mulai bercerita.

"Hahhhhh ... siang kemarin, aku mengikuti asistenmu yang datang berkunjung ke rumah Dominic, sepertinya undangan acara makan siang. Ia datang sendirian, menggunakan jas dan dasi, tampak sangat rapi. Beberapa saat setelahnya, datang satu mobil dan dua orang pria turun. Satu sudah berumur meski masih terlihat sangat tampan dengan rambutnya yang beruban, seorang lagi versi lebih muda dari pria itu. Sepertinya mereka tamu undangan makan siang selain asistenmu."

"Kau menyelidiki siapa mereka?" Enrico melangkah ke arah jendela dan berdiri membelakangi pintu masuk ruang kerjanya.

"Ya. Mereka adalah ayah dan anak. Verone Marchetti dan putranya Verga Marchetti. Kau tahu siapa mereka bukan?"

Enrico menarik napas panjang. Tentu saja ia tahu siapa kedua orang itu. Frederic telah menceritakan semuanya padanya.

"Tentu aku tahu siapa Marchetti. Lanjutkan ceritamu."

Tanpa Enrico sadari, di depan pintu masuk telah berdiri Vivianne yang membawa nampan berisi segelas jus apel dingin tanpa gula. Lori memintanya membawakan minuman dingin itu pada tuan Enrico di ruang kerja.

Pintu ruang kerja itu tidak tertutup sempurna. Vivianne baru saja akan mengetuk ketika ia mendengar tuan Enrico menyebut nama Marchetti.

"Verone dan Verga Marchetti keluar dari mansion itu sekitar dua jam kemudian, namun asistenmu tidak pernah keluar dari sana. Saat ini sudah 24 jam penuh ia berada di dalam sana."

"Tunggu ... kau yakin Fred tidak keluar lagi dari sana? Apa kau terus mengawasi? Pernahkan kau meninggalkan mansion itu untuk mencari minum atau makanan?"

Vivianne mendengar dengan jelas percakapan yang dilakukan tuan Enrico lewat ponsel itu. Jantungnya berdebar keras. Dengan pelan dan berusaha tidak bersuara, Vivi mendorong pintu ruang kerja yang untungnya tidak menimbulkan bunyi. Ia tidak malu untuk mencuri dengar, karena ini tentang sepupunya.

"Kau harus membayarku lebih, Tuan Besar. Aku hanya minum air putih yang kebetulan tersedia banyak di mobilku dan dua potong roti keju yang tersisa di jok belakang. Aku berani memastikan kalau asistenmu masih di dalam sana."

"Tidak ada kemungkinan dia dibawa paksa keluar, dan naik mobil tanpa sepengetahuanmu?"

"Tidak. Hanya dua mobil yang keluar sejak makan siang kemarin. Satu mobil Marchetti yang keluar dua jam setelah makan siang dan satu lagi mobil tuan rumah. Yang baru tadi pagi keluar, berisi Dominic dan istrinya Helen, kurasa mereka berangkat untuk bekerja."

"Mereka apakan Fred di mansion itu ...," desis Enrico.

"Aku tidak tahu. Aku tidak bisa menerobos masuk. Tadinya aku mau lebih cepat menghubungimu. Tapi kukira Frederic sengaja menginap, Helen dan Dominic masih terhitung keluarganya kan. Tapi sekarang sudah 24 jam ... kurasa sudah saatnya tahu bagaimana keadaan asistenmu itu."

"Ck! Kau harus awasi mansion itu, Erick!"

"Itulah yang kulakukan, Tuan Besar ... meski sepertinya aku harus pergi sebentar. Aku perlu makan ...."

"Ya ... lakukan itu. Aku akan menyelesaikan beberapa hal sebelum menyusulmu ke sana." Enrico memutuskan dengan cepat.

"Apa? Aku tidak salah dengar? Kau mau kemari?"

"Ya. Saatnya menggunakan dokumen yang kau temukan beberapa waktu lalu. Dominic sendiri yang mencari masalah. Aku akan mengecek sendiri bagaimana keadaan Frederic di sana. Jika aku menemukan sesuatu terjadi padanya, mereka harus berhadapan denganku!"

"Ah, baiklah, Tuan Besar. Aku tunggu kabarmu kalau begitu."

"Ya. Jaga dirimu, Erick!"

"Tentu saja, Tuan Besar."

Sambungan itu lalu terputus. Enrico baru saja berbalik dan akan mencari Lori ketika ia melihat sosok Vivianne yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya dengan tangan memegang nampan berisi minuman dingin. Tangan itu gemetar, gadis itu menatap Enrico dengan wajah cemas dan mata penuh ketakutan.

**********

From Author,

Maafkan update yang lambat ya para pembaca, tetap author usahakan menulis lanjutan kisahnya di sela waktu kehidupan real yang juga sangat butuh perhatian.

Kalo boleh author cerita sedikit, untuk menyelesaikan satu part dengan seribu kata lebih ini, author butuh waktu sampai 2 jam... kadang lebih ... belum lagi jika kata-katanya gak ngalir alias mentok... bisa lebih lama, hehehe.

Cuma author merasa puas ketika editing akhir membacanya rapi dan nyaman. Semoga pembaca semua merasakan jerih payah author ini. Maklum, author belum terlalu pro😀😀😀😬😬😬

Terima kasih untuk yang masih selalu mendukung kisah ini. Komentar penyemangat dari pembaca semua sungguh jadi vitamin penyemangat. like, fav, rate bintang lima, juga vote yang diberikan akan sangat berarti untuk novel ini.

Terima kasih ya.

Salam hangat, DIANAZ

1
MoonChild7
entah kebarapa kali baca Mr.Costra dan selalu jatuh cinta sm playboy yg satu ini 😍😍😍
Tikus Tikus
engga bosen bacanya...sudah berulang kali bacanya ...
MPit Mpit MPit
aku mau seneng novel kaya ginih sat set sat set gak belibed..tp maniiiiis ih dr awal
MPit Mpit MPit
manissss ih
MPit Mpit MPit
kok maniiiis amat yah bab inih 😄
destiana
Luar biasa
Puspa Ayundari
hhhhhhh gue suka gaya loe ,tuan rico...
Ran Aulia
Luar biasa, te o pe banged kak , berasa nonton film romance ❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih ya kak Diana 😍😍😍😍
Kios Flio
omo omo...😅🤣🤣🤣🤣 ngakak thorr....
Qiao Jingjing
Dari banyaknya novel, menurutku novel ini sangat pantas diberi rating bintang ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Tata bahasa baku,rapi,lain dari pada yang lain.
YuWie
agak2 bingung dengan nama2nya
Besse Sulfiani
Kapan ada karya barunya kk. aku udh bolak balik bacanya. udh gk terhitung. jatuh cinta dengan semua ceritanya yang berlatar LN. semoga sehat, semangat dan dimudahkan rejekinya 🤲
posutara ramli ramli
Luar biasa
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
kk dianaz,kenapa karya ngak ada lagi,ada dilapak lainnya,ini udah kesekian kalinya aku baca yg ini kk,kayak nya udah lama aku ninggalin lapak ini,pertama buka maka nama dianaz di klik, berharap ada karya yang baru,tapi Taka ada😚😚😚
Yuli Yuliana
Kecewa
Ummu Shezan
Luar biasa
guest1053764442
udah baca yg k 2 kali 🤗🤗
🥑⃟вуυηgαяι
ah rsany blm pen brhenti baca 😩😩 ada kh sekuelny😅🙈
🥑⃟вуυηgαяι
ah manizzzz kek gula2
🥑⃟вуυηgαяι
asli bkin ngekek 😅😅🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!