NovelToon NovelToon
Tuan Muda Penjaga Hati

Tuan Muda Penjaga Hati

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Teen School/College / Romansa / Tamat
Popularitas:66.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Putri Tanjung

Nadia terpaksa pindah sekolah dan tinggal di Jakarta bersama Bagas --- adik kandung ibunya, setelah gadis itu jadi yatim piatu. Ternyata takdir masih saja belum puas membuatnya bersedih hingga sang paman pun meninggal saat mengalami kecelakaan dinas luar kota.
Gadis itu dititipkan sang paman pada temannya yang merupakan seorang CEO Singgalang Group untuk selalu memjaganya. Namun, ternyata CEO itu sangat arogan dan otoriter. Mampukah Nadia menjalani hidup di bawah kekuasaan orang asing yang bukan pamannya lagi? Ataukah gadis itu menyerah dan kembali ke desa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Haruskah Mengakuinya?

Bel tanda jam istirahat baru saja terdengar membuat para siswa berhamburan keluar menuju kantin, apalagi kalau bukan untuk mengisi perut atau mungkin sekedar bergosip ria di sana sembari minum boba.

Nadia bukannya berjalan ke arah kantin tapi malah melewati koridor menuju pustaka. Tanpa disadarinya, sang ketua OSIS tersenyum simpul melihat gadis yang memang ditunggunya sejak tadi.

“Nadia!” serunya memanggil gadis dengan rambut yang kali ini hanya dikuncir ekor kuda.

“Eh, ada Kak Rangga. Kakak manggil aku, ada apa?” tanya Nadia menghentikan langkah kakinya.

Gadis itu berdiri menghadap ke kanan, menunggu Rangga yang berlari ke arahnya sambil tersenyum dengan tangan yang membawa kotak makanan.

“Gue mau ngajak lo makan siang bareng, kebetulan tadi nyokap entah ngapain malah maksa banget suruh bawa bekal ke sekolah. Gue berasa kayak anak cewek aja gak sih hahaha. Asli malu banget gue bawa beginian, tolong pegangin ya!” terangnya terkekeh tanpa ditanya dan langsung memaksa Nadia untuk memegangi kotak makanan yang dibawanya.

‘Maaf ya, Ma … aku terpaksa nih ngejual nama mama biar Nadia mau ku ajak makan siang bareng,’ lanjutnya di alam hati.

Rangga memang sengaja menyuruh pelayan di rumahnya untuk membuatkannya bekal, tujuannya hanya ingin mencoba mendekati Nadia dengan cara mengajak gadis polos itu untuk makan siang bersama.

“Memangnya Kak Rangga mau makan dimana? Biar aku bantuin bawa bekalnya sampai ke sana tapi habis itu aku langsung ke pustaka ya?” Nadia mengiringi langkah kaki Rangga yang sekali-kali menoleh padanya.

“Gue mau makan dekat lapangan basket aja, di bawah pohon mahoni kayaknya seru tuh!” jawab nya tersenyum, “tapi lo juga harus ikut makan sama gue, kalau gak mau nanti sang ketos bakal memberi lo hukuman,” lanjut Rangga menaik turunkan kedua alisnya.

Rangga yang memang menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah Tunas Bangsa, beberapa hari ini selalu mencari waktu yang tepat agar bisa menghabiskan waktu bersama dengan Nadia tetapi dirinya selalu saja masih gagal untuk mendapatkan ide yang tepat sebagai alasan. Akhirnya setelah bercerita dengan salah seorang anak satpam di rumahnya, Rangga pun memiliki ide untuk bisa menghabiskan makan siang bersama Nadia, bahkan kalau memang dirinya berhasil maka anak satpam yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama itu akan diberinya hadiah berupa satu buah ponsel.

“Emangnya Kak Rangga nggak malu makan di tengah lapangan kayak gitu, eh maksudnya di pinggir lapangan tapi kan bisa aja pada diliatin sama orang-orang?” Nadia ikut duduk di samping Rangga dengan memberikan jarak meletakkan buku yang tadi sempat di bawanya untuk menulis hal-hal penting, jika diperlukan saat membaca di dalam pustaka.

“Ngapain harus malu segala, gue kan nggak nyuri apalagi merampas hak milik orang lain, jadi santai aja,” jawab Rangga sembari mulai membuka kotak makanan dan melihat ada spaghetti menggugah selera, serta steak daging sapi yang menggoda.

“Lo mau yang mana? Spaghetti atau steaknya atau Kita makan berdua aja langsung dari tempatnya?” Rangga menatap wajah Nadia yang malah terlihat seperti orang kebingungan karena dirinya memang tidak ingin ikut menemani Rangga makan siang.

“Kok lo malah diem, ayo kita makan berdua nanti kalau lo nggak mau ikut makan … gue benar-benar bakal menghukum lo untuk lari sepuluh putaran lapangan basket ini, mau?” canda Rangga.

Nadia terlihat mengedarkan pandangan ke arah lain seolah sedang mencari seseorang, senyumnya mengembang saat melihat Rei yang mulai melangkah ke arah mereka. Entah kenapa juga Nadia merasa terselamatkan dengan kedatangan Renaldo yang sedang tersenyum ke arahnya.

“Eh Pak Ketos, mau makan sama Nadia kah? Maaf, saya ada perlu sama Nadia,” ucap Rei sembari meraih tangan gadis itu agar segera berdiri.

“Apa apa Rei?” tanya Nadia yang tidak tau apa-apa.

“Gue disuruh sama Bang Ferdi buat —” Cowok itu dengan sengaja menggantung kalimat yang akan disampaikannya hanya dengan maksud agar Rangga merasa penasaran akan lanjutan kalimat yang ingin dikatakannya sama Nadia, padahal jelas-jelas Renaldo hanya ingin membuat si ketua OSIS kesal.

“Sebaiknya kita jangan ngomong di sini deh, gak baik! Ayo ikut ama gue sekarang ketimbang nanti pacar lo marahin gue trus gue malah gak dapat jatah uang jajan lagi!” ucapnya menarik agak keras genggaman tangan pada Nadia agar gadis itu terpaksa mengikuti langkah kakinya.

Rangga begitu marah melihat Renaldo dengan sengaja memaksa Nadia untuk pergi darinya, padahal jelas-jelas Rangga yang terlebih dahulu bersama gadis itu untuk makan siang bersama selagi masih ada sisa waktu jam istirahat, tetapi sepertinya Rangga harus bekerja ekstra hanya untuk sekedar makan berdua dengan Nadia.

“Eh lo, adik kelas jangan sok berkuasa sama diri Nadia. Jelas-jelas gadis ini udah duluan sama gue dari tadi, kenapa lo malah maksa dia untuk pergi dari sini, emangnya lo itu siapanya dia?” Rangga ikut berdiri lalu menarik sebelah tangan Nadia yang lain hingga membuat gadis itu ditarik ke kiri dan ke kanan oleh cowok yang berbeda.

“Oalah Pak ketos, ternyata telinganya mesti sering dibersihin tuh biar bisa ngedengar dengan baik. Tadi gue kan udah bilang kalau pacar dia nyuruh gue nyampein pesan dan lo harus tau diri, jangan pernah deketan sama cewek orang!” sinis Renaldo kembali menarik tangan Nadia.

“Pacar?” beo Rangga tak percaya.

“Kuping lo belum tuli kan, kalau Nadia ini emang udah punya pacar dan gue ini adik pacarnya Nadia, ngerti lo!” tegas Renaldo memperlihatkan kekuasaannya atas Nadia yang memang diperintahkan oleh sang kakak untuk menjaganya dari laki-laki yang ingin mendekati gadis itu.

Mana mau seorang Renaldo kehilangan motor sport kesayangannya jika sampai Nadia kenapa-napa, apalagi uang jajannya akan hilang entah ke mana apa bila gadis polos itu sampai beneran jadian sama cowok lain.

Mendengar Nadia yang sedang berdecak lidah dengan mata melotot ke arahnya, membuat Renaldo merasa menang karena dia yakin gadis itu tidak akan berani membantah ucapannya barusan sebab Renaldo begitu percaya, kalau sebenarnya Nadia juga menyukai kakaknya.

Rangga langsung menoleh pada Nadia seolah menuntut kejelasan akan apa yang dikatakan Rei barusan.

“Nadia, apa kamu memang calon kakak iparnya Bocah ini?” tanya Rangga menunjuk Rei dengan wajah tak suka.

“Tolong jawab dengan jujur, Nadia! Apa benar kamu sudah memiliki seorang kekasih dan pacarmu itu adalah kakaknya Renaldo? Jawab, Nadia!” pinta Rangga dengan wajah penuh harap.

Nadia menghembuskan napas kasar ke udara, untung dirinya masih ingat pada perjanjiannya bersama Ferdi tentang pacar pura-pura yang pernah mereka lakukan. Dia harus melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan Ferdi agar dirinya bisa mendapatkan tambahan biaya rumah sakit pamannya.

Namun, apa dia harus mengakui hubungan palsu itu di sekolahnya juga?

1
Arin
yah bagas kecelakaan...ksian dong nadia
Arin
mampir..semoga menarik😍
LENY
WAH MASA SELURUH COWOK NAKSIR NADIA YA AGAK BERLEBIHAN JUGA.
LENY
DUH JAHAT NYA MULUT PAK REGAN KASIHAN NADIA
LENY
RENALDO ADIK YG BAIK UNTUNG NGALAH SAMA KAKAKNYA😊😊
LENY
WADUH ADIK KAKAK REBUTAN NADIA NIH SERU 😂😂
LENY
RENALDO TERNYATA ADIK FERDI WAH BAKALAN SERU
LENY
SMG NADIA KUAT YA TEMAN2 NYA BNYK YG GAK BAIK SOMBONG SUKA MENGHINA ORANG LAIN. SMG ADA YG BAIK HATINYA
Nurul Fujiyah
bagus 👍👍👍
candra rahma
lah kok tamat sih uni blm jg nadia ferdi bahagia dan harmonis rumah tangga nya
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Loh udah tamat aja Uni.
bye bye Nadia n Ferdi
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
selamat menempuh hidup baru ya buat Nadia n Ferdi
tapi buka segelnya ditunda donk
Yakin, kuat nahan bang Ferdi??
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Rejeki anak sholehah..
Nadia yg yatim piatu n sebatang kara sekarang dpt keluarga baru
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
wah akhirnya mereka sah ,dan semoga mereka selalu bahagia
candra rahma
alhamdulillah sah samawa ya ferdi nadia
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
akhir nya sah juga Ferdy dan Nadia
candra rahma
alhamdulillah ada yg sdh insyaf
Ais Eka Prasyawati
kok nadia jd seruni, wahh uni typo ya 🤣🤣🤣
Ais Eka Prasyawati
nggak adek nggak kakak nya sama aja suka nya ngehalu
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
syukur lah keluarga Ferdy menerima Nadia dengan hangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!