NovelToon NovelToon
LILY

LILY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Series ke dua dari novel 14 Februari, yang menceritakan kehidupan karir dan asmara seorang Charity Lilybelle Tjaidjadi, atau yang lebih akrab di sapa Lily.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Baca terus novel Lily ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 35

Dua Tahun Kemudian

Inilah kehidupan impian Lily, dimana kedua bisnis yang ia jalani berjalan dengan lancar, hubungan yang ia jalani bersama Gavin semakin matang dan terarah, mereka bahkan sedang merancang rumah impian yang akan mereka tempati setelah lulus dan menikah nanti, dan dua keluarga yang sangat mencintai dan selalu mendukung dirinya. Lily merasa hidupnya sangat sempurna, dan ia sangan mensyukuri hal tersebut.

Pagi itu dengan penuh semangat Lily mengendarai mobil bak terbukanya menuju kantor Brandon. Ya meski Lily sudah mampu membeli mobil sport namun nyatanya Lily masih sering menggunakan mobil bak terbuka atau sepeda motor untuk rute pendek. Hal ini ia anggap lebih efisien karena dengan mobil tersebut Lily bisa membawa banyak pesanan yang harus ia antar.

Lily tak segan membantu pegawainya ketika pegawainnya sedang kewalahan melayani banyaknya pelanggan, terlebih saat ini lokasi pelanggannya satu arah dengan kantor Brandon.

Sudah hampir satu tahun Brandon mengundurkan diri dari pekerjaannya, lalu kemudian mendirikan perusahaan konstruksi di bantu oleh istri dan anaknya. Hari itu Brandon mengundang Lily ke kantornya lantaran Brandon ingin menawarkan kerja sama dengan toko Lily Bloom's. "Morning, dad," sapanya ketika memasuki ruang kerja Brandon, Lily sedikit heran karena tak seperti biasanya ruang kerja Brandon sepi, tak ada tanda-tanda kehadiran Gavin maupun Luna.

Lily mengulurkan tangannya, kemudian mencium tangan Brandon. "Duduklah, nak." Brandon meminta Lily untuk duduk di hadapnnya. "Jadi begini, sebentar lagi kantor ini akan mengadakan 1st anniversary, karena harinya berdekatan dengan wedding anniversary daddy dan mommy, rencananya daddy ingin bikin syukuran kecil-kecilan di kantor ini," terang Brandon. "Kamu mau kan menghias kantor ini menjadi indah dengan bunga-bunga segar kesukaan mommy?"

Lily mengangguk penuh antusis, baginya suatu kebanggaan bisa mendapat kesempatan mengambil bagian dalam dua perayaan penting di keluarga Gavin. "Tentu saja daddy, aku akan memenuhi kantor daddy dengan bunga-bunga kesukaan mommy."

Brandon mengangkat tangannya. "Bukan-bukan," ucap Brandon. "Maksud daddy bukan semuanya, hanya ruang aula dan halaman belakang saja. Daddy panggil Vivi untuk mengantarmu meninjau lokasinya ya," Brandon meraih gagang telepon di atas meja kerjanya, kemudian ia menghubungi salah seorang karyawannya untuk mengantar Lily meninjau ruangan yang akan di jadikan tempat memberikan kejutan untuk Luna. "Maaf ya daddy tidak bisa mengantar, daddy sedang banyak kerjaan."

"Tidak apa-apa dad, aku mengerti."

"Daddy serahkan semuanya padamu, daddy yakin kamu memberikan yang terbaik untuk mommy."

Dua menit kemudian Vivi datang ke ruang kerja Brandon, dan langsung mengajak Lily menuju aula, lalu kemudian taman belakang kantor. Saat tengah berkeliling lapangan yang nampak terlihat terik karena sinar mentari yang sangat menyengat, tiba-tiba saja Lily merasa ada yang memayunginya dari belakang, sontak saja Lily langsung menoleh. "Sayang..., aku kaget."

"Candu banget denger kamu manggil sayang,"ucap Gavin, suara Lily memang secandu itu bagi Gavin, bahkan ketika Lily tengah mengomel padanya, bagi Gavin suara Lily terlalu lembut untuk sebuah omelan.

Wajah Lily bersemu memerah bak buat tomat tiap kali Gavin menggombali dirinya. "Gavin, berhentilah menggombaliku."

Gavin tertawa, melihat wajah kekasihnya yang terlihat semakin menggemaskan. "Ya sudah kita ke kampus yuk, kamu tidak ingin terlambat kan di kuliah pertama semester ini?" ia mengulurkan tanggannya menggandeng Lily.

Waktu terasa berjalan sangat cepat, sampai-sampai tidak terasa kini mereka sudah memasuki semester lima. "Yuk," ucap Lily, kemudian ia pamit kepada staff yang mengantarnya berkeliling tadi.

"Daddy baru saja meeting keluar, jadi kita tidak perlu pamit." Gavin menggandeng tangan Lily hingga ke parkiran kantor. "Mana kunci mobilmu?" pinta Gavin. "Biar orang kantor saja yang mengantar mobilmu ke toko."

"Kau malu ya naik mobilku ke kampus?"

Gavin menggeleng, ia sama sekali tidak malu menggunakan mobil kekasihnya, hanya saja. "Itu kan mobil untuk menganggkut bunga, kalau ada pegawaimu mau pakai untuk mengirimkan bunga bagaimana? Kita kan di kampus sampai sore."

"Iya juga ya," Lily jadi merasa bersalah karena menduga Gavin malu dengan mobil miliknya. "Ini kuncinya," Lily pun menyerahkannya kepada Gavin, dan Gavin langsung meminta perugas keamanan kantornya untuk mengantarkan mobil Lily ke toko.

Dalam perjalanan menuju kampus, tiba-tiba saja Lily teringat tentang Tara yang sudah dua tahun ini tidak pulang ke Indonesia. Kesibukan Tara yang sebagai seorang mahasiswa sekaligus pegawai di salah satu resto di Australia membuatnya tak memiliki waktu untuk pulang, begitu pula dengan Lily, ia sangat di sibukan dengan pengelolaan kedua tokonya sehingga dirinya tidak sempat ikut setiap kali orangtuanya berkunjung ke Australia.

Lily merogoh tasnya untuk mengambil handphone kemudian ia mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Tara.

^^^Lily:^^^

^^^Hei, dek. Apa kau masih sibuk? Bisakah nanti malam kita ngobrol? Aku rindu sekali padamu.^^^

Beberapa menit Lily menunggu, Tara tak juga mengirimkan balasan atas pesan singkat yang ia kirim. "Ada apa sayang" tanya Gavin, sepanjang jalan tadi ia melihat Lily lebih banyak diam dan terus menatap layar handphonenya.

"Aku hanya sedikit menyesal, karena liburan semester kemarin tak ikut mommy dan daddy mengunjungi Tara."

Gavin meraih tangan Lily, kemudian menggenggamnya. "Jarak dari sini ke Australi tidak bergitu jauh. Akhir pekan besok bagaimana jika kita ke sana mengunjungi Tara?"

"Benarkah?"

Gavin mengangguk, ia justru merasa lebih senang jika bisa menemani Lily menemui Tara, agar Tara tak terus memandangi Lily dengan tatapan yang membuat Gavin cemburu.

Hampir satu jam berkendara, akhirnya mereka tiba di kampus tempat mereka menimba ilmu. "Hari ini rame ya, Vin?" Lily melihat hari ini kampusnya di penuhi oleh mahasisawa baru yang tengah menjalani masa orientasi.

"Kita akan punya adik angkatan baru," Gavin menepikan kendaraannya di parkiran kamus kemudian ia dan Lily turun dari mobil.

Di antara hiruk-pikuk ramainya mahasiwa baru yang kuliah di kampusnya, Lily melihat sosok yang tak asing baginya. "Raline..." gumam Lily. Ya ternyata Raline kuliah di universitas yang sama dengan dirinya dan Gavin.

Raline yang juga melihat Lily dan Gavin, langsung berlari menghampiri mereka berdua. "Hai, kak Gavin" sapanya, ia tersenyum kepada Gavin kemudian pandangannya beralih ke Lily yang berada di sebelah Gavin. "Oooh mba Lily, kuliah di sini juga? masuk lewat apa? Nyogok atau piagam penghargaan toko bunga dari pemerintah?" tanyanya dengan nada mengejek. "Yang pasti bukan dari hasil tes kan?!" serunya.

Lily mempererat genggaman tangannya, seolah pertanda agar Gavin tak terpancing emosi dengan kalimat yang di lontarkan adik sepupunya. "Hai, Ra," sapa Lily, sembari berusaha tersenyum ke Raline. "Itu kakak seniormu memanggilmu," Lily memberi kode jika Raline sudah di panggil untuk kembali ke barisannya.

Raline menoleh ke belakang sebentar kemudian kembali menghadap Gavin. "Nanti kita lanjutin lagi ya kak, bye," ia melambaikan tangannya kearah Gavin, lalu berlari kembali masuk ke barisannya bersama mahasiswa baru lainnya.

Gavin menghela napas beratnya, setelah dua tahun ia merasakan hidup damai, mengapa Raline kembali lagi ke kehupannya dengan versi yang lebih berani dan lebih menyebalkan, dia bahkan berani meledek Lily di depannya.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
Alhamdulillah happy ending
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
elahhhhhh buset dari sempe ternyata dah suka ma Lily
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
eehheemmmm
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
baik bener Mak nya Tara ngasih pelajaran sampai kesitu " 🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wkwkwk kakak q calon istriku 🤭🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
Tara pemaksaan astaga lamaran model opo kwi 🤦
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
gubrakkkk gimane ye rasanya dpt ungkapan cinta yang di yakini seorang adik dari dia bayi
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
lha kan kamu adeknya tar emang harus manggil gimana yank gitu?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wehhhh ada penghianat ternyata 🙄🙄🙄
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya atas pernikahan kalian bahagia selalu ya kalian berdua..... kamu ngak salah milih Lily nya Tara buat jadi istri
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cieee ahkir nya jadian juga selamat ya Tara cinta nya udh terbalas kan
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
benar apa yg di katakan Icha Fay lebih baik nikah kan aja Tara nya sama Lily ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya Tara atas kelulusan nya...... coba kamu pertama yg ngungkapin perasaan kamu sama Lily nya Tara
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
sungguh mulia hati mu Lily
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terima kasih banyak ka Irma untuk setiap karyanya yang luar biasa keren, gak pernah bosan bacanya, mau genre apapun selalu dibuat menarik alurnya.
Pokoknya sukses untuk semua karya²nya dan semangat berkarya ❤❤
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Awww awwww pengantin baru lagi hangat²nyaa... go lanjutkan 🤭🙈🙈
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Baguslah akhirnya terungkap semua kebenaran. Berbahagialah akhirnya Allah mempersatukan dalam ikatan pernikahan. Tanpa mengabaikan pengorbanan Gavin untuk Lily, takdir yang Allah berikan pasti yang terbaik.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Betul sekali, bukan Tara yng harus menyampaikan fakta itu kepada Lily.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Oohh jadi Tara tahu status Lily dari obrolan eyang dan aunty Icha
ㅤㅤʳᵛ✦
Finally.... selesai juga, sebenarnya hati masih gak rela kisah TaLy harus selesai, masih penasaran dan kepo dengan keuwwuan mereka, tapi kembali lagi yang namanya kisah ada awal pasti akan ada akhir...
Terimakasih banyak buat Irma yang sudah menghadirkan kisah Lily yang memberikan begitu banyak pelajaran hidup tentang cinta, kesetiaan dan kesabaran.
Semangat terus untuk berkarya dan semoga kesehatan, kesuksesan dan keberkahan selalu membersamai, Aamiin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!