Saat seseorang melihat impian dengan mata terbuka, aku justru sebaliknya.
Saat seseorang bahagia bisa menikah dengan orang yang dicintai, aku justru sebaliknya.
Saat seseorang bisa bahagia karena cinta, aku justru sebaliknya.
Saat seseorang menjadikan pasangan mereka sebagai rumah untuk kembali.
Aku justru ingin pergi dan mengakhiri semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WK Rowling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlambat (part 2)
Gadis itu mendekati Kaisar dan ingin mengatakan sesuatu lagi namun dengan cepat Kaisar mendahuluinya, "Eh pendek, elo nggak usah sok kenal ya sama gue. Udah pergi sana jangan deket-deket!" Ucap Kaisar.
"Eh Bambang! Gue juga ogah ya deket-deket sama elo, karena setiap gue ketemu sama elo, nasib buruk pasti menimpa gue!"
Kaisar bertingkah pura-pura tidak mendengar, dia justru mengambil ponsel dari saku baju seragamnya dan mulai memainkan game.
"Dasar pembawa sial!" Gadis itu mengumpat semakin keras dan berhasil menarik perhatian Kaisar.
"Ngomong apa lo tadi?" Kaisar menoleh dan melotot ke arahnya.
"Pembawa sial!" Gadis tersebut sengaja mengeraskan suaranya.
Kaisar mulai jengah dan hendak pergi meninggalkan gadis itu.
"Mau kemana lo?" Tanya gadis tersebut.
"Bukan urusan lo." Jawab Kaisar singkat sambil tetap melangkah.
"Mobil lo gimana?" Tanyanya lagi.
Kaisar menoleh ke arah gadis tersebut lalu berkata, "Lo tertarik sama mobil gue?" Selepas berkata demikian Kaisar pergi dan membiarkan mobilnya terparkir di depan sekolah.
Gadis itu mendengus kesal dan dia memilih mengikuti Kaisar dari belakang, dia berfikir anak seperti Kaisar pasti memiliki jalan rahasia untuk memasuki sekolah, dugaannya memang tidak salah.
"Ternyata selain kayak monyet elo juga kayak bebek ya? Udah cerewet suka ngekor di belakang lagi." Kaisar berbicara tanpa melihat ke arah belakang, dia seperti mempunyai mata di belakang kepalanya sehingga tau sedang diikuti.
"Elo pasti mau masuk ke sekolah lewat jalan lain kan?" Tanya gadis itu namun Kaisar hanya diam.
Kaisar berhenti di sebuah tempat sepi di luar sekolahnya, yang terdapat dinding yang menjulang tinggi. Kaisar memasang ancang-ancang untuk melompati tembok tersebut namun gadis yang mengikutinya menghentikannya.
"Tunggu! Lo mau ngapain?"
Kaisar berdecak kesal dengan sangat terpaksa dia menjelaskan kepada gadis tersebut bahwa itu adalah tempat yang biasa dijadikan anak-anak bandel bolos sekolah atau tempat menyelinap masuk saat terlambat.
"Paham?" Ucap Kaisar setelah selesai menjelaskan lalu bersiap melompati tembok tersebut, namun lagi-lagi dihentikan gadis itu.
"Tunggu!" Gadis itu mencegah Kaisar untuk melompat.
Kali ini Kaisar sudah kehilangan kesabarannya, "Apa lagi?!" Dia berbicara dengan penuh penekanan.
"Gue nggak bisa lompat, tembok itu terlalu tinggi." Katanya dengan nada memelas sambil menundukkan kepalanya.
Kaisar ingin sekali tak peduli dan membiarkan gadis tersebut tidak memasuki sekolah, namun dia masih punya sedikit rasa simpatik kepada seorang wanita.
Kaisar lalu membuka kancing baju seragamnya namun ya, gadis itu lagi-lagi bertanya, "Elo mau ngapain hah?! Elo mau mesum kan!" Gadis itu berbicara dengan sedikit rasa takut, terbukti dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Kaisar berdecak kesal, "Elo mau masuk nggak?"
"Mau." Jawab gadis itu singkat.
"Nah kalo elo mau masuk, dengan tinggi badan elo yang super minus itu, elo nggak bisa lompat melewati tembok ini. Untuk itu elo perlu naik di pundak gue supaya apa? Nah betul supaya bisa naik. Dan kalo elo naik di pundak gue, gue perlu lepas nih baju seragamnya biar nggak kotor kena sepatu elo yang buluk itu!" Kaisar menjelaskan panjang lebar.
Gadis itu merasa malu karena telah salah mengira dan menuduh Kaisar yan tidak-tidak.
Selepas melepas baju seragamnya, Kaisar berjongkok dan berpegangan pada tembok lalu berkata, "Cepet naik!"
Menyadari tidak ada pergerakan dari gadis tersebut, Kaisar menoleh dan membentaknya, "Woy siluman monyet bebek, cepet naik! Malah melamun, elo terpesona sama perut buncit gue ya." Sepertinya yang cerewet disini bukanlah gadis itu tapi justru Kaisar.
Dengan ragu, gadis itu menaiki pundak Kaisar dan Kaisar berdiri setelah gadis itu sudah naik di pundaknya.
"Awas jangan ngintip." Ucap gadis tersebut sambil menekan rasa takutnya yang bisa jatuh kapan saja.
"Gue lebih demen ngintip banci Thailand daripada ngintip elo." Jawab Kaisar dengan suara berat menahan beban.
"Berat badan lo berapa sih, pendek gitu tapi berat banget." Lanjut Kaisar.
"Diem lo, awas jangan gerak-gerak, gue takut jatuh." Jawab gadis tersebut.
"Cepetan lompat gue udah nggak kuat monyet!" Kaisar dengan susah payah berusaha agar tetap seimbang.
Setelah perjuangan yang cukup keras dan drama nggak penting, si gadis akhirnya berhasil melewati tembok tersebut dan berhasil memasuki sekolah.
Kaisar memakai seragamnya lagi lalu menarik nafas dalam-dalam dan dengan sekali gerakan, dia berhasil melompati tembok tersebut.
Siapakah gadis itu? 😁😁
sbnrnya apa yg terjadi?
buat penasaran ajah