NovelToon NovelToon
Mendadak Suami Istri

Mendadak Suami Istri

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:87k
Nilai: 5
Nama Author: Tatu endah rosari

Sraya terpaksa menikah dengan akram. Kakak angkat nastiti maheswari, seorang mahasiswi yang menjadi korban pelecehan dari maxwell, anak pemilik perusahan real estate di jakarta saat ia magang di perusahaan tersebut.

Setelah kejadian itu nastiti hamil dan tidak berani pulang kedesanya karena takut membuat orangtua nya kecewa, ia merahasiakan kehamilan nya dengan beralasan mendapatkan pekerjaan baru dan mendapat penempatan di kantor cabang malaysia

sraya yang memiliki kedekatan dengan nastiti akhirnya mau mengurus nastiti selama mengandung sampai melahirkan. Namun ditengah kehamilan nya nastiti selalu mendapat ancaman dari tunangan maxwell

Saat melahirkan sraya menghubungi akram kakak dari nastiti. Namun saat akram datang, nastiti kabur dengan meninggalkan bayi nya kepada sraya dan akram dengan meninggalkan sebuah surat.

Untuk menutupi masalah nastiti. Akram dan sraya terpaksa menikah dan mengurus bayi tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatu endah rosari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mood Swing

Sraya

Selepas ashar tadi aku merasakan keram perut dan rasa tidak nyaman, ternyata aku sedang datang tamu bulanan. Entah kenapa aku seperti mengalami mood swing, padahal aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Aku berencana untuk membagi risoles yang aku buat untuk mba Sofi sebagai bentuk penyambutan tetangga baru, kebetulan dua bulan aku tinggal disini belum ada tetangga yang aku kenal.

Ternyata mba Sofi dan Mas Aslan dulunya teman kuliah, aku jadi semakin semangat untuk berkenalan. Aku menceritakan keinginanku pada Mas Akram tetapi ia malah melarang dan beralasan tidak logis.

Aku sedikit kesal jadinya, mungkin karena perubahan hormon juga. Setelah mas Akram tadi keluar untuk membantu Amel aku berpikir kalau sikapku sedikit berlebihan, hanya karena hal kecil aku jadi ngambek.

Sudah hampir setengah jam mas Akram bersama Amel, aku jadi penasaran dan berniat membuatkan mereka cemilan, lagian tadi kata mas Akram ingin mencoba risoles buatanku.

Aku mencuci muka dan mematut diriku di depan cermin, lipstik berwarna nude aku sapukan dibibir agar terlihat lebih segar. Meskipun keram diperutku masih saja terasa.

Ketika aku membuka pintu, aku melihat mas Akram sedang menikmati kopi dan donat dengan antusias dari sebuah outlet terkenal di Indonesia. Amel menawarkanku tetapi aku menolak, rencana untuk membuatkan mereka cemilan pupus begitu saja.

Seharusnya mas Akram lebih memilih makanan buatanku, kenapa ia memakan donat lebih dulu. Padahal tadi dia begitu antusias setelah mendengar aku membuat risoles ayam.

Apakah masakanku benar tidak enak? moodku seketika berubah lagi, kuputuskan untuk masuk kembali kedalam kamar. Meninggalkan Amel bersama mas Akram.

Ternyata suami tampanku itu segera menyusul masuk kedalam kamar, aku mendengar bunyi pintu yang ditutup tetapi aku berpura-pura tidak tau. Fokusku kini tertuju pada smartphone boba tiga pemberian mas Akram beberapa hari setelah kami menikah.

"Dik," sapa mas Akram yang melihatku duduk di sofa kamar kami, aku hanya menolehnya sekilas lalu kembali fokus pada hapeku.

"Ya, Mas?" jawabku acuh.

"Masak apa untuk makan malam nanti?" tanya Mas Akram canggung, aku melihat wajah tegang mas Akram yang lekat menatapku.

"Mas pesan aja gih, masakan aku kan gak enak. Lagian mas kan udah makan donat, apa belum kenyang?" sindirku pada mas Akram. Entah kenapa hatiku tiba-tiba melow dan tak terasa menitikan air mata.

Mas Akram yang mendengarkan jawaban dan melihat reaksiku yang berlebihan segera membawa tubuhku kedalam pelukan nya.

"Mas minta maaf ya, Dik. Masakan kamu selalu enak dan lezat karena dibuat dengan cinta, Mas tau itu. Maaf kalo perkatan Mas menyakiti kamu. Mas enggak bermaksud menyinggung kamu, kamu boleh membagi masakan kamu buat siapa pun. Mas terlalu posesif dan mas mengaku salah."

Serrrrr...

Perkataan mas Akram mampu membuatku semakin melow saja, setelah tadi aku merasakan jengkel dan kini aku merasa bersalah pada mas Akram.

Oh Sraya, ada apa dengan dirimu? ini hanya masalah yang sangat kecil.

Mas Akram mengelus punggungku lembut dan memberi sebuah kecupan pada pucuk kepalaku. "Kalau kamu lagi gak mood buat masak gak apa-apa kok, gimana kalo gantian Mas yang masak buat kamu?"

Aku mengendurkan pelukan mas Akram dan mengerutkan keningku, teringat pesan dari ibuku tersayang sebelum aku dan mas Akram memutuskan untuk tinggal di Jakarta.

Ibu berpesan kalau kita sebagai seorang istri harus berprilaku lembut pada suami, penuh perhatian, dan juga memenuhi kebutuhan suami dengan baik. Karena menikah adalah ibadah terpanjang yang kita jalani, dan masih banyak lagi nasihat yang ibu berikan.

Aku menatap mas Akram dan mengapus air mataku. "Maafin Sraya, Mas. Aku bersikap berlebihan dan jujur baru pertama kali aku kaya gini. Mungkin karena aku lagi halangan."

Pada akhirnya aku membuatkan makan malam untuk kami semua. Ayam lada hitam, tahu walik, dan bakwan jagung aku pilih untuk menu malam ini.

Wangi masakanku yang menguar membuat mas Akram menghampiriku dan memperhatikan kegiatanku di dapur, sudah lima bakwan jagung masuk kedalam perutnya.

Sambil mengunyah ia terus saja memuji rasa masakanku. Meski terlambat dari jam makan malam karena aksi ngambekku, akhirnya kami bertiga makan dengan lahap.

Beberapa kali pandanganku tak lepas dari Amel, sambil menyantap makanan yang ada di dalam piringku aku sesekali melirik pada Amel.

Ahhh, gadis ini.

Memakai dress pendek di atas lutut dengan belahan dada agak rendah, tali satu tanpa lengan, dan bermotif macan dengan bahan sifon tipis. Membuatku agak risih dengan penampilannya

Ingin rasa nya aku memberi tahu Amel, tetapi ragu karena takut tersinggung. Bagaimana pun itu adalah hak Amel.

Mas Akram membantu merapikan meja makan dan mencuci piring kotor bekas kami, aku tidak dibiarkan nya untuk mengerjakan semua sendiri. Amel sendiri masih sibuk dengan tugas kuliah nya di ruang tamu.

Aku lebih memilih menemani Amel, daripada aku meninggalkan mas Akram berduaan saja dengan gadis ini. Bukan karena tidak percaya dengan suamiku tetapi aku lebih memilih memperkecil kesempatan Amel yang terlihat ingin menggoda.

Aku hanya waspada saja, tidak salah kan?

Setelah mas Akram selesai dengan pekerjaan nya. Aku mengajaknya untuk mengunjungi unit apartemen mba Sofi dan Mas Aslan, satu tupperware sudah ku isi penuh dengan risoles ayam.

Aku menekan bell mereka dengan antusias, tidak lama pintu terbuka dan tampak mas Aslan menyambut kami dengan senyum ramah. "Sraya, Akram. Mari masuk."

Aku menggandeng lengan Mas Akram dan kami masuk bersama mengikuti langkah tuan rumah. Isi dan tata letak apartemen milik mba Sofi dan Mas Aslan tidak jauh berbeda dengan apartemen yang aku tempati.

"Malam, Mba Sofi," sapaku saat melihat Mba Sofi baru saja keluar dari kamar dengan mengenakan setelan baju tidur tipis.

"Eh Sraya, seneng banget kamu mau mampir kesini. Ayo silahkan duduk." Mba Sofi segera membawaku duduk di sofa miliknya

Aku tersenyum dan menyerahkan makanan yang sudah aku bawa. "Ini, Mba. Aku ada sedikit cemilan untuk Mba Sofi dan Mas Aslan, semoga suka."

"Kamu buat sendiri, Sraya?" tanya Mas Aslan.

"Iya, Mas. Aku buat sendiri dan kebetulan aku buat banyak jadi bisa aku bagi."

Mba Sofi menerima pemberianku dan beranjak dari duduknya menuju dapur. "Kalian mau minum apa? Biar aku buatin, Akram mau aku buatin kopi gula aren gak? Aku masih ingat loh kopi buatan kamu."

Aku melirik pada suamiku yang sedari tadi diam dan memasang wajah datar, tidak terlihat antusias seperti orang-orang yang sudah lama tidak bertemu dengan teman nya.

"Aku udah gak suka kopi gula aren, aku lebih suka kopi buatan Sraya," jawab Mas Akram.

"Kan kamu lagi di apartemenku, Ram. Masa iya istri kamu yang mau buatin minum nya. Kalian kan tamu kami," sahut Mba Sofi.

"Air putih aja," ucap mas Akram singkat.

"Padahal kamu dulu gak bisa sehari aja gak minun kopi yang dibuatin Sofi, Bro." Mas Aslan menanggapi ucapan mas Akram sambil mengelap kaca mata yang ia pakai.

"Itu kan dulu, saat kalian ..."

Mas Akram mengehentikan ucapannya dan melirik ke arahku yang sejak tadi diam. Ia malah mengalihkan pembicaraan tadi dengan menanyai Aska, anak Sofi dan Aslan.

"Mana Aska?" tanya mas Akram.

"Dia udah tidur dari jam tujuh tadi, kayak nya kecapean karena lama di pesawat." Mba Sofi menjawab sambil menyajikan teh hangat dengan aroma chamomile.

"Diminum dulu Sraya, Akram. Ini teh chamomile yang bisa bantu kita lebih tenang," ucap Mas Aslan.

Aku mengambil segelas untuk mas Akram, baru mengambil untuk diriku sendiri. Aku menyecap teh hangat buatan mba Sofi. "Makasih, Mas Aslan."

"Ngomong-ngomong cewek di apatemen kalian siapa?" tanya mba Sofi.

"Sepupunya Mas Akram, Mba. Namanya Amel," aku menjawab pertanyaan mba Sofi.

"Kayaknya seumuran sama adik kamu ya, Ram. Gimana kabar Nastiti?"

Mas Aslan juga tau dengan Nastiti? Sepertinya mereka sangat dekat dulu nya, sejak awal mas Akram bertemu dengan mereka sangat terlihat jelas kalau suamiku itu seperti menyimpan sesuatu.

Sikap diam nya mas Akram saja seperti sudah menunjukan sesuatu diantara mereka.

1
Ririn Karunia Afandy
rasain lo amel gembel..
Ririn Karunia Afandy
aaaa makin seruuu ceritanyaa...
Ririn Karunia Afandy
lanjut othor... gak sabar dpt kabar dari nastiti
Kacan
aku berada di kubu maxwell😆
Kacan
Rei, itu bukan iba. Mungkin aja cinta
Kacan
max ... max ... katanya gak sudi😒 nih kok nambah. aku tampol juga lo pakai centong nasi
Kacan
isss tak patut, kasar kali kamu max😡
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎
dua gift mawar 🌹🌹 meluncur padamu
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎
masuk angin itu gak selamanya yang mual-mual itu berarti hamil kan.
Kacan
Judul novelnya mendadak suami istri. kalau aku mendadak suka novel ini😍
Anonim
Lanjutannnnnnn
zaharaaa__10
Semangat thor selalu di tungu up baru ny,,
yaniDanang
lanjut kak, bikin ngeh kk
Ririn Karunia Afandy
greget akram gak peka kalo si amel keket lagi ngegatel ... aduhh gantung banget iniii😂, lanjut othor , semNgat💪
Royani Arofat
makin banyak pengganggu nih.... ada amel si pelakor dan ada mantan pacar dan mantan teman yg perlu d balas karena sdh menusuk dari belakang. jgn2 aslan dan sofi orgnya rese.ayo... saya dan akram, bersatulah! lawan pelakor dan para mantan .
☕ ⃟R͟i͟f͟a͟୭࿐ྂⓐⓙⓙⓐ
oke aku faham
Semangat thor, cerita nya bagus
Mala Sari
Up kak
Mala Sari
Bibit pelakor mulai tercium
Not Found
lanjut kakk 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!