Talita tak menyangka jika suaminya berselingkuh dengan adiknya. Bahkan untuk menutupi perselingkuhan mereka tega membunuhnya.
Sebuah keajaiban membawa Talita hidup kembali ke tahun dimana ia masih belum mengenal Rehan suaminya.
Menyadari dirinya hidup kembali ia bertekad untuk membalas dendam kepada adiknya dengan merebut kekasihnya dan membiarkan ia menikahi suaminya.
Akankah dendam Talita akan berhasil???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Jangan sekarang
Talita menghampiri Rehan dan Kesia. Wanita itu begitu bahagia melihat kedekatan keduanya yang tak canggung lagi memperlihatkan kemesraan mereka dihadapannya.
Talita menggunakan kesempatan itu untuk membujuk keduanya untuk meresmikan hubungan keduanya ke jenjang pernikahan.
Ia menjadikan alasan kehamilan Rosa sebagai alasan kuat untuk keduanya agar segera menikah.
"Kau tidak mau Rosa menanggung malu karena hamil di luar nikah bukan, jadi sebelum perutnya semakin membesar kau harus segera menikahinya," ucap Talita
"Tapi bagaimana kalau...." Rosa seketika menghentikan ucapannya
Ia tahu jika Rehan dan Talita tidak tahu jika Ivana adalah ibu kandungnya.
"Ayah pasti setuju, biar aku yang akan mengurusnya. Kau tidak perlu khawatir. Yang kau perlu lakukan adalah segera pulih, dan ikuti semua ucapan ku," tutur Talita
"Benar yang dikatakan Talita, sekarang kita berdua hanya perlu mempersiapkan diri untuk pernikahan kita," jawab Rehan
Cih, mempersiapkan diri, kau pikir menikah tidak butuh uang apa. Benar...kau pasti berpikir jika istrimu adalah orang kaya sehingga tidak perlu memikirkan pekerjaan. Cinta saja sudah cukup menurut mu, kita lihat saja sejauh mana cinta kalian bertahan kelak,
Talita hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Rehan, gadis itu kemudian memilih pergi meninggalkan keduanya. Setelah berhasil meyakinkan mereka untuk segera menikah.
Gala yang merasa kehilangan Talita, karena gadis itu tak mengabarinya selama beberapa jam membuatnya berkali-kali menelponnya.
"Kemana sih dia, kenapa telpon ku tak pernah diangkat. Jangan bilang dia akan meninggalkan aku setelah usahanya berhasil. Ah dasar gadis jahat, aku harus segera menemuinya. Sebagai seorang mantan Casanova aku tak bisa mendapatkan penghinaan ini, karena tidak boleh seorangpun wanita boleh membuat ku patah hati. Itu sangat memalukan," gerutu Gala
Pria itu segera mengambil kunci mobilnya dan meluncur menyusul Talita ke kantornya.
Namun seorang staffnya memberi tahu dia jika Talita sedang menemani Rosa di rumah sakit.
"Syukurlah, aku kira dia sudah mulai bosan padaku hingga mengabaikan aku," ucap Gala begitu lega
Ia segera menuju rumah sakit tempat Rosa di rawat.
Pemuda itu tak lupa membawakan makanan kesukaan Talita.
Setibanya di rumah sakit ia segera menuju bangsal perawatan Rosa.
"Gala??"
Rosa terkejut saat melihat kedatangan pemuda itu, ia merasa bahagia saat tahu pemuda itu menjenguknya.
Rosa segera merapikan penampilannya karena mengira jika Gala masih mengkhawatirkannya.
Melihat Gala membawakan sesuatu untuknya membuat ia semakin percaya diri jika pemuda itu masih menyimpan rasa untuknya.
"Dimana Talita, kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Gala membuat Rosa langsung tersadar dari lamunannya
"Oh Talita...." gadis itu seketika terlihat kecewa saat tahu Gala datang untuk mencari Talita bukan untuk menjenguknya
"Dia ada di toilet," jawab Rehan
"Ok, thanks," jawab Gala kemudian bergegas pergi
Rosa benar-benar semakin kecewa saat melihat Gala langsung pergi meninggalkannya tanpa menanyakan keadaannya.
Dasar buaya, teganya kau melakukan semua ini padaku, setidaknya tanya keadaan ku dulu sebelum pergi. Apa aku benar-benar tak berarti lagi untuk mu, apa aku tidak meninggalkan kesan indah sedikitpun bagimu,
Tiba-tiba netra Rosa terkesiap saat Gala membalikkan badannya dan meletakkan makanan yang dibawanya diatas meja.
Syukurlah setidaknya dia masih peduli dengan membawa makanan untukku.
"Oh ya, daripada aku berat bawa-bawa makanan ini ke toilet. aku nitip sebentar di sini. Awas jangan ada yang menyentuhnya, karena Talita bisa marah besar jika tahu makanan kesukaannya di sentuh orang lain," ucap Gala seketika membuat Rosa langsung mengepalkan tangannya
Dasar Brengsek, andai saja aku tidak sedang sakit, aku mungkin sudah menghajar mu!!
Tiba-tiba Rosa merasa jahitannya begitu sakit saat ia merasa sedih,
"Awww!!" seru gadis itu memegangi perutnya
"Kamu kenapa?" tanya Rehan
"Perutku sakit, jahitanku terasa ngilu!" seru gadis itu
"Makanya jangan banyak bicara, dan jangan sedih. Kamu akan merasa sakit jika terjadi kontraksi di perut kami, makanya tahan jangan sampai menangis, ketawa, batuk, bersin, agar kami tidak sakit," tutur Rehan
"Tapi bagaimana bisa," jawab Rosa mencoba menahan rasa sedihnya
Sementara itu Gala segera menarik Talita, saat melihat gadis itu keluar dari toilet.
"Kau tahu aku begitu merindukan kamu, rasanya satu jam tak mendapat kabar darimu seperti setahun gak ketemu," ucap Gala memeluk erat Talita
"Ya ampun, lebai banget sih!" cibir Talita langsung melepaskan Gala
"Kamu benar-benar jahat Ta, harusnya kamu kasih tahu aku jika kamu ada masalah seperti ini jadi aku gak khawatir. Kau tahu aku jira kau pergi meninggalkan aku karena bosan, makanya aku datang mencari mu," tandas Gala
"Terus kalau udah ketemu mau apa?" sahut Talita
"Mau peluk kamu, mau cium kamu sepuasnya," jawab pemuda itu kemudian menciumi Talita hingga gadis itu begitu malu Karena dilihat oleh banyak orang
"Udah dong, malu tahu!" seru Talita berusaha melepaskan Diri dari Gala
"Kenapa harus malu, kamu ini kan calon istriku jadi gak masalah kan,"
"Iya sih, tapi kita bisa kan melakukannya di tempat lain yang tidak ramai,"
"Oh jadi kamu suka kita melakukan di tempat yang sepi ya, yaudah ayo!" seru Gala kemudian menarik gadis itu pergi
Namun tiba-tiba ia terkejut saat melihat tangan Talita begitu dingin dan terasa begitu lembek.
Melihat sesuatu terjadi dengannya membuat Talita langsung menarik lengannya.
"Apa yang terjadi padamu, apa kau sakit?" tanya Gala begitu khawatir
Namun Talita yang tahu jika usianya tak lama lagi segera pergi meninggalkan Gala.
"Tidak mungkin, aku belum boleh pergi sekarang, aku harus membuat Rosa dan Rehan menikah lebih dulu agar aku bisa mati dengan tenang," ucap Talita mengusap air matanya