Alex Rudiart di usir keluarganya karena dituduh melakukan penggelapan dana dan juga di tuduh telah mencelakai ibunya sendiri.
dengan perasaan yang amat sangat marah dia pun langsung keluar dari keluarga Rudiart ketika dia pergi meninggalkan keluarga tersebut dia berjanji akan membalaskan dendam pada orang yang telah memfitnah dirinya.
Nasib baik berpihak padanya ketika dia menyelamatkan seorang Kakek Tua yang ternyata adalah Tuan Jeffry Hun yaitu Seorang Mafia Paling terkenal di Kota di dunia.
demi membalas Budinya Tuan Jeffry Pun mengangkat Alex sebagai Cucunya.
lima tahun kemudian Alex mengubah namanya menjadi Andy Hun dan dia adalah pendiri Perusahaan W'Z Corporation. tujuan dari Perusahaan yang dia dirikan adalah untuk mencari tahu siapa orang yang telah menjebaknya dan menyebabkan dirinya di usir dari rumah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Fr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
"tenang saja aku berasal dari kelompok pembunuh bayaran Hitam dan aku tidak pernah gagal dalam menjalankan misi, cukup siapkan saja bonusnya dan besok kamu akan mendapatkan berita kematiannya."
Andy yang mendengarkan omongan mereka berdua langsung tersenyum lebar, "Sepertinya akan ada mangsa baru." gumamnya
Andy kini sudah berada di dalam mobil. dan Carlo pun kini sudah masuk ke dalam mobil.
"sudah selesai Tuan."
"hmm"
"Sekarang kita akan pergi ke mana?"
"Kita kembali ke Perusahaan sekarang."
"Baik Tuan." ucapnya.
Andy melajukan mobilnya ke Perusahaan Carlo, Sesampainya disana Bian keluar dari mobil lalu membuka pintu untuk Carlo.
"Kamu tunggu aku di ruang tunggu, aku akan menyelesaikan semua pekerjaanku."
"Baik, Tuan."
Andy pun menunggu Carlo di ruang tunggu, Karena merasa sangat bosan Andy berpura-pura mendengarkan musik Padahal dia sebenarnya sedang mengawasi Carlo.
Andy sudah menempatkan Alat Penyadap di ruangan Carlo sehingga dia mengetahui apa yang direncanakan oleh orang tersebut.
Sementara itu pembunuh bayaran yang ditugaskan oleh Carlo, sedang mencari tahu keberadaan Andy.
Sekarang Andy mendengar bahwa Carlo Sedang menghubungi Seseorang wanita dan ternyata wanita Ter adalah Sintia, mereka berencana untuk menculik Nina agar Dokter Vito mau menjadi bawahan Carlo.
Andy kemudian mengirim pesan kepada Nina untuk berhati-hati dengan seseorang yang bernama Sintia, jika dirinya bertemu dengan Sintia, maka dia harus berpura-pura untuk menjadi temannya.
Nina yang mendapat pesan tersebut langsung mengerti apa yang direncanakan oleh Andy.
Sementara itu Sintia, Sedang mencari tahu seseorang yang bernama Nina tersebut. Saat dia sedang mencari tahu keberadaannya tiba-tiba dirinya menabrak seseorang.
"maaf?" ucap Nina.
"tidak apa-apa." Nina kemudian langsung pergi.
"ternyata dia adalah seseorang yang bernama Sintia orang yang dibicarakan Razer."
"Tunggu!" ucap Sintia.
"iya, ada apa Nona."
"Sepertinya aku mengenal kamu."
"Maaf Nona apa kita pernah bertemu?" ucap Nina berpura-pura tidak tahu.
"Bukankah kamu adalah Nina, apa kamu tak mengenali aku." ucap Sintia.
Nina berpura-pura menatap dengan bingung. "Sepertinya dia berpura-pura mengenaliku, baiklah Akan aku ikuti permainan kamu." gumamnya.
"maaf siapa kamu? dan kenapa kamu bisa mengetahui namaku."
"Aku Sintia, apa kamu tidak mengenaliku bukankah dulu kita pernah sekelas."
"Sintia? Oh ya aku kenal, bukankah kamu perempuan yang selalu duduk di sebelahku dan kamu juga dulu pernah di hukum oleh wali kelas gara-gara tak mengerjakan PR."
"Hah sejak kapan aku duduk bersebelahan dengannya, aku juga tidak kenal dengannya tapi sepertinya dia memang Sudah masuk ke dalam jebakan dariku."
"iya benar itu aku, kamu masih saja mengingatnya padahal aku selalu melupakannya."
"Mana mungkin aku akan melupakannya", ucap Nina sambil tertawa.
"oh ya, sekarang kamu tinggal dimana?"
"oh sekarang aku tinggal di apartemen."
"Apartemen?"
"iya aku sekarang tinggal di apartemen memangnya kenapa?"
"tidak apa-apa"
"Kamu tinggal di apartemen mana, nanti aku bisa bermain ke tempat kamu."
"Seperti yang dikatakan Razer wanita ini berencana untuk menculik ku." gumam Nina yang sudah mengetahui semua rencana dari wanita tersebut.
"aku tinggal apartemen ini, dan ini adalah alamatnya kamu bisa datang kapan saja."
"Terimakasih Nina, kapan-kapan aku pasti akan bermain ke tempat kamu."
"Sekarang kamu mau kemana, bagaimana kalau kita makan dulu sebagai pelepas rindu karena kita tidak pernah bertemu setelah bertahun-tahun." ucap Nina.
"maaf Nina, aku tidak bisa aku masih ada pekerjaan."
"oh kalau begitu baiklah, kapan-kapan saja kita makan bersama."
Sintia kemudian pergi meninggalkan Nina dan dia merasa sangat senang akhirnya dia bisa mengetahui di mana alamat Nina, Sekarang dia tinggal menghubungi Bos Carlo.
[Halo Bos Carlo]
[iya ada apa?]
[aku sudah menemukan dimana alamat dari seorang wanita yang bernama Nina]
[bisa kamu kirimkan alamatnya]
[Baik bos Carlo]
Sintia kemudian mengirimkan alamat rumah Nina, lalu kemudian dia menutup telfonnya.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
ibu atau mama?
saya atau aku? tolong dikoreksi kata² y dong