Kisah ini menceritakan tentang pernikahan dini antara dua remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas
Keyra Ramadhani anak kedua dari pasangan suami isteri Rama dan Shinta yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, gadis periang dan mudah bergaul ini memiliki seorang kakak laki-laki bernama Ramdhoni yang akrab dipanggil Doni, dia bekerja di sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari tempat ayahnya bekerja.
Rama bekerja di perusahaan milik keluarga Arman Prayoga sahabatnya. dan demi membalas budi kepada keluarga Prayoga dengan terpaksa ia pun menerima permintaan sahabatnya itu yang menginginkan putrinya Keyra sebagai menantunya.
Arman memiliki putra yang bernama Elvan Rafindra Prayoga, sosoknya yang pendiam dan dingin terhadap orang lain membuat Arman sedikit khawatir dengan putranya itu.
Arman berharap dengan menikahkan Elvan dengan Keyra bisa membuat Elvan berubah. dapatkan Keyra menerima perjodohan itu? dan mampukah Keyra mencairkan hati Elvan yang sedingin es?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
El nampak gusar bahkan baru kali ini dia terlihat tidak fokus dengan pelajarannya, biasanya dia selalu bersemangat dalam belajar tapi tidak dengan hari ini dia ingin cepat-cepat waktu berlalu dan bel pulang segera berbunyi.
" El loe kenapa si tumben banget dari tadi gue perhatiin loe ngeliatin jam melulu, beda emang kalau udah ada yang punya ehem ehem mah bawaannya mau pulang terus ya?" Remon menaik turunkan alisnya menggoda El yang sepertinya sedang pusing memikirkan cara menjelaskan kesalahpahamannya kepada Keyra
Setelah bel berbunyi dan guru pengajar sudah keluar kelas tanpa menunggu lama lagi El langsung pergi menuju parkiran menunggu Keyra untuk pulang bersama
Sudah hampir setengah jam El menunggu Keyra tapi yang ditunggu-tunggu tidak juga muncul batang hidungnya, El mendengus kesal apalagi saat dihubungi nomor Keyra sudah tidak aktif.
" Kamu kemana si Key, kenapa tidak ngabarin aku?" El kesal lalu memutuskan untuk pulang saja
Sesampainya di rumah mertuanya El segera mencari sosok isterinya
"Assalamualaikum!" ucap El saat memasuki rumah
"Wa' alaikum salam,nak El sudah pulang? Key enggak pulang bareng kamu El?" tanya bunda Shinta setelah El menyalami punggung tangannya
" Loh memangnya Key belum pulang bun?" tanya El yang sedikit terkejut karena ia pikir Keyra sudah pulang duluan
" Belum, memangnya kamu enggak nungguin dia?" bunda Shinta kembali bertanya dan sedikit khawatir
" Sudah bun, El tadi udah nungguin Key diparkiran tapi sampai sekolah hampir sepi Key enggak muncul-muncul El pikir Key udah pulang duluan bun soalnya dihubunginya juga ponselnya enggak aktif" Sahut El yang juga ikut khawatir
El berdecak kesal pikirannya jadi gelisah bercampur panik takut kejadian itu terulang lagi walaupun Dika sudah tidak ada disekolah itu lagi tapi tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang bisa saja bersikap nekat.
"Bun El pergi dulu ya!" Pamit El yang dipikirkannya saat ini hanyalah Keyra
"Kamu memang mau pergi kemana lagi El?" tanya bunda Shinta
" Mau mencari Key bun, khawatir takut Key kenapa-kenapa soalnya ponselnya juga enggak bisa di hubungi" ucap El
"Dasar anak itu bikin cemas orang saja" bunda mendengus kesal karena putrinya selalu membuat orang khawatir
El meletakkan tas punggungnya di kursi meja makan sebelum melesat pergi mencari Keyra
El mengendarai mobilnya menuju sekolah, suasana sekolah sudah sangat sepi tidak ada siapapun hanya tinggal beberapa guru yang belum pulang dan juga satpam penjaga sekolah
" Loh nak Elvan kok balik lagi, apa ada yang ketinggalan?" tanya Pak Imran yang bertugas sebagai penjaga sekolah
" Iya pak ada perlu, oiya pak Imran lihat Keyra enggak?" tanya El
Pak Imran sejenak mengingat-ingat " Keyra Ramadhani yang anak kelas 11 itu?" tanya Pak Imran memperjelas
" Iya betul pak" sahutnya
"Tadi sudah pulang kayaknya bareng temannya pakai motor" terang pak Imran
" Sudah pulang?" El terlihat kesal karena Keyra memilih pergi bersama temannya tanpa sepengetahuannya dan El yakin kalau Keyra sengaja menghindar darinya
_____
Sedangkan di rumah, bunda Shinta sedang menegur Keyra yang dengan santainya pulang sekolah diantar temannya tanpa memberitahu El terlebih dahulu, membuat El begitu khawatir dan panik sampai pergi lagi untuk mencarinya.
Bukan tanpa alasan bunda memarahi Keyra pasalnya Keyra pulang tidak sendiri tapi diantar oleh seorang teman laki-laki, walaupun bunda Shinta sudah mengenalnya tapi situasi sekarang sudah berbeda Keyra bukan lagi gadis single lagi yang bisa bebas pergi bareng teman laki-laki, status Keyra saat ini adalah sudah menjadi isteri orang jadi harus bisa menjaga hati dan perasaan suaminya serta keluarganya.
" Kamu benar-benar keterlaluan Key, bunda enggak pernah mengajarkan kamu bersikap kurang ajar dengan suami kamu, pulang bersama teman laki-laki lain sedangkan suami kamu menunggu kamu tanpa kabar disekolah, kamu sudah membuat suami kamu khawatir Key begitu juga dengan bunda, baru pulang dia sudah pergi lagi untuk mencari kamu Key suami kamu takut kamu kenapa-napa . Ingat Key status kamu sekarang adalah isteri dan kewajiban seorang isteri adalah menjaga nama baik dan kehormatan seorang suami. meskipun kalian menikah di dasari karena perjodohan tapi bukankah kalian sudah sepakat akan menerima pernikahan kalian dan menjalani dengan semestinya?" Ucap bunda Shinta panjang lebar mengingatkan putrinya yang sudah membuat khawatir
" Iya bun, tapi salah El sendiri disekolah malah pacaran dan parahnya lagi dia pacaran sama guru baru lagi bun, udah enggak tau tempat ih pokoknya nyebelin banget deh bun keganjenan banget gurunya, El juga diam aja lagi dideketin mentang-mentang tuh guru cewek masa lalunya atau jangan-jangan ya masih sampai sekarang bun " ungkap Keyra dengan wajah yang terlihat kesal membayangkan kejadian sewaktu dikantin
" Kamu cemburu?" tanya bunda Shinta membuat Keyra terbatuk
" Uhuk... Uhuk..!"
" Cemburu? sama tuh guru ? enggak banget deh bun ngapain juga Key cemburu Key cuma enggak suka aja bun masa Key enggak boleh dekat-dekat dengan cowok lain terus dia sendiri mesra-mesraan sama guru keganjenan itu" Sungut Keyra berapi-api merasa tidak adil jika hanya dia yang disalahkan
" Jadi intinya kamu cemburu gitu terus membalasnya dengan pulang diantar sama teman cowok kamu itu?"
" Enggak ya enak aja Key dibilang cembu_"
Deg
Keyra tidak lagi melanjutkan kata-katanya setelah menyadari suara yang baru saja bicara bukanlah suara milik bundanya
" Sebaiknya selesaikan masalah kalian dengan baik-baik jangan saling curiga dan memiliki persepsi masing-masing" ucap bunda Shinta menepuk bahu Keyra lalu melesat masuk ke dalam kamarnya.
El mengambil tasnya yang ia tinggal di kursi meja makan lalu pergi ke kamarnya
Keyra mengerucutkan bibirnya sambil menatap punggung El yang melangkah menaiki anak tangga
" Tuh orang kenapa jadi kembali ke asal ya mukanya dingin kayak kulkas berjalan" Gumam Keyra
Ceklek
Keyra masuk ke dalam kamar, nampak sepi tidak melihat keberadaan El. Keyra meletakkan tasnya di meja belajarnya lalu berjalan ke arah tempat tidur dan duduk di tepi kasur menatap ke arah pintu kamar mandi yang terdengar suara gemericik air dari dalam.
El keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe, Keyra hanya meliriknya sekilas dan El melewatinya begitu saja
" Itu orang kenapa sih enggak enak banget dilihatnya" batin Keyra
El memilih untuk duduk di balkon kamar tanpa menghiraukan keberadaan Keyra, rasanya kesal dan juga kecewa terhadap Keyra yang lebih memilih pulang bersama teman laki-lakinya dibandingkan harus pulang bersamanya.
Sampai menjelang makan malam El masih dengan mode diam bahkan dia melewati makan malamnya begitu saja .
El izin keluar kepada ayah dan bunda yang kebetulan sedang duduk di ruang TV.
" Ayah, bunda El pamit keluar dulu ya!" pamit El menyalami tangan krduanya dengan takzim
" Mau kemana El malam-malam begini?" tanya ayah Rama melirik jam yang menempel di dinding
" Ada urusan sedikit yah sama Remon!" jawab El sedikit berbohong
" Kenapa malam-malam begini El, apa enggak bisa besok aja perginya?" tanya bunda Shinta khawatir
" Cuma sebentar kok bun, enggak enak juga sudah janji" sahut El sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena bingung harus menjawab apa
" Tapi kamu belum makan malam kan El?" tanya bunda lagi
El tersenyum merasa begitu senang mendapat perhatian dari bunda Shinta, perhatian yang sudah lama tidak dia dapatkan.
" El masih kenyang bun, nanti kalau udah lapar El bisa beli makan bersama Remon" sahut El
" Yaudah kalau gitu kamu perginya hati-hati, jangan ngebut-ngebut El bawa mobilnya" ucap bunda Shinta
Hati El menghangat rasa rindunya terhadap mamanya begitu besar.
" Iya mah"
" Assalamualaikum" ucapnya sebelum pergi
" Wa'alaikum salam" sahut bunda Shinta dan
ayah Rama
Tap
Tap
Tap
Keyra berjalan menuruni anak tangga lalu menghampiri kedua orang tuanya yang sedang asik menonton TV
" Bun, yah melihat El enggak?" tanya Keyra yang sudah mengedarkan pandangannya tapi tidak melihat keberadaan laki-laki berstatus suaminya itu
" Loh Key memangnya suami kamu enggak bilang sama kamu kalau dia itu pergi keluar menemui temannya si Remon?" tanya Ayah Rama penuh selidik
Deg
Keyra bingung harus menjawab apa memang kenyataannya El tidak bilang apa-apa kepadanya, bahkan dia sendiri tidak tahu kalau El pergi keluar rumah
" Key, apa kalian sedang bertengkar?" tanya ayah Rama lagi karena Keyra malah terdiam tidak menjawab pertanyaannya
" Emm... tidak ada yah" Sahut Keyra lalu cepat-cepat ia beranjak dari duduknya dan pamit kembali ke kamarnya sebelum ayahnya semakin banyak bertanya
Didalam kamar Keyra marah-marah sendiri, kesal dengan sikap El yang menurutnya ke kanak-kanakkan pergi tanpa mengatakan apa-apa kepadanya.
" Ngeselin banget sih tuh orang pergi gitu aja enggak bilang-bilang, bunda dan ayah pasti jadi mikir yang macam-macam kan" gumam Keyra
" Seharusnya tuh gue yang marah, dia aja bisa dengan bebasnya dekat-dekat dengan tuh guru baru si son..sontoloyo itu, masa giliran gue yang cuma dianterin pulang sama Malik sahabat gue sendiri dia yang marah"
"Terima kasih El kamu ternyata tidak berubah masih sama seperti dulu, selalu perhatian terhadap ku!" Keyra meniru kata-kata Sonia saat dikantin
" Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu lagi El, perasaan aku ke kamu masih sama seperti dulu dan aku juga yakin kamu juga masih cinta kan sama aku, iya kan El?" lanjut Keyra menirukan gaya bicara Sonia yang masih jelas terngiang diingatannya
" Cinta.... cinta... jadi guru baru itu mantan pacarnya El pantas aja mereka pelukan gak tau malu gitu di sekolah"
Keyra jalan mondar mandir di dalam kamar pikirannya tidak tenang dan prasangka jelek pun muncul mengotori isi pikirannya
" Cihh, jangan-jangan dia pergi menemui mantan pacarnya itu?" Kesal Keyra dengan bertolak pinggang
" Awas aja kalau sampai berani main-main dengan Keyra Ramadhani gue usir dia dari sini bahkan bukan cuma itu gue juga bakal usir dia dari dalam kehidupan gue selamanya biar aja sana dia balik lagi ke mantannya itu, gue enggak suka cowok yang_ "
" Yang apa?" suara bariton terdengar di balik punggung Keyra hal itu tentu saja membuat Keyra terlonjat kaget
" Loe?" Wajah Keyra sudah merah padam tidak tahu sejak kapan El berada di belakangnya dan apa El mendengar semua ucapannya tadi
" Yang apa kok diam?" tanya El dengan langkah pelan berjalan menghampiri Keyra
" Bukan apa-apa" Keyra mengelak dan berusaha menghindari El
Grepp
Keyra yang hendak pergi tangannya sudah di cekal oleh El
" Lepas!" sentak Keyra
El menatap Keyra dengan tajam membuat Keyra sulit menelan salivanya sendiri karena ditatap begitu lekat oleh El
" Dia hanya masa lalu aku dan kamu adalah masa depan ku, jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan ku walaupun hanya sesaat, jangan biarkan siapa pun mengusik hubungan rumah tangga kita mengerti!" ucap El menekankan setiap kata-katanya
" Kedepannya mungkin akan banyak aral rintangan yang akan kita hadapi dan aku harap kita bisa melewatinya bersama-sama, saling percaya dan memberi kepercayaan satu sama lain aku rasa itu adalah kunci kebahagiaan kita. biarkan mereka di luaran sana berkata apapun tentang kita yang terpenting cukup kita saja yang tahu kebenarannya." ucap El seraya tersenyum
Keyra mengangguk pelan seakan terhipnotis begitu saja oleh ucapan El, tatapan El yang awalnya tajam kini berubah lembut membuat hati Keyra berdesir dan jantungnya berdetak begitu cepat
" Jantung gue?" batin Keyra
El menarik tangan Keyra dan mengajaknya duduk di sofa
" Dengarkan aku!" El menggenggam tangan Keyra dan mereka duduk saling berhadapan
Keyra bergeming tatapan matanya mengunci bola mata hitam El
" Wanita itu adalah kakak kelasku, memang aku dan dia sempat berpacaran. dulu dia gadis yang baik dan paling cantik di sekolah banyak siswa yang menginginkan dia jadi pacarnya tapi entah kenapa dia malah memilihku untuk menjadi kekasihnya dan bodohnya aku menerimanya begitu saja" El tertawa getir
" Karena kau menyukainya secara dia cantik" ucap Key ketus membuat El tersenyum
" Kamu yang tercantik " Puji El
" Alahhhh gombal" Keyra mencibikkan bibirnya
" Aku enggak bohong" El mengelus pipi Keyra lembut seraya tersenyum membuat jantung Keyra kembali tersengat listrik
" Dulu dia memang cantik itu sebelum aku mengenalmu, aku pacaran sama dia cuma 8 bulan saja setelah itu kami putus"
" Kenapa?" Keyra terlihat penasaran
" Karena selain mama tidak mengizinkan aku berpacaran setelah lulus kak Sonia menghilang begitu saja tanpa kabar"
" Apa kamu sedih setelah ditinggal pergi Bu Sonia?" pertanyaan yang sebenarnya membuat hatinya sedikit nyeri
" Bohong kalau aku bilang tidak sedih" Jawab El Jujur dan raut wajah Keyra seketika berubah
" Aku tidak mau dibilang munafik, karena waktu 8 bulan itu bukanlah waktu yang sebentar menurut ku"
Keyra mengangguk mengerti seperti halnya dengan dirinya meskipun hubungannya dengan Dika tidak berlangsung lama tapi perasaan itu pernah ada
" Setelah hampir 3bulan tidak ada kabar akhirnya tanpa sengaja kami dipertemukan di acara peresmian perusahaan sahabat papa dan waktu itu kebetulan papa mengajak ku, disana barulah aku tau kalau ternyata selama ini kak Sonia hanya menjadikan aku pacar cadangannya saja karena sebenarnya dia sudah memiliki kekasih yang merupakan seorang pengusaha, bahkan mereka sudah lama menjalin hubungan dan akan segera menikah" El kembali tertawa mengingat kebodohannya.
" Lalu sekarang bagaimana perasaan mu terhadapnya? bisa saja dia datang karena ingin kembali bersama mu lagi?" tanya Keyra dengan perasaan gamang
" Aku sudah tidak peduli lagi dengannya, memangnya kau mau aku kembali lagi dengan dia hem?" El balik bertanya dan Keyra mengangkat kedua bahunya
" Oh jadi kamu enggak keberatan kalau aku kembali lagi dengannya, oke kalau itu yang kamu mau, besok kalau dia mendekati ku lagi aku tidak capek-capek harus menghindarinya lagi toh isteriku tidak keberatan kalau suaminya dekat-dekat dengannya" goda El yang langsung beranjak dari duduknya dengan wajah berseri membuat Keyra membulatkan matanya setelah mendengar ucapan El yang ingin kembali dengan Sonia
Keyra yang sudah tersulut api cemburu menarik tangan El dengan kasar membuat pria itu kembali terduduk.
" Awas saja kalau kamu berani dekat-dekat dengan guru baru itu, aku akan adukan kamu sama papah biar nama kamu langsung di coret dari hak waris papa" ancam Keyra
" Aku enggak takut " El malah tersenyum dan Keyra memasang wajah cemberut
" Aku enggak takut kalau kamu mengancam ku mengadukannya ke papa dan kalau pun harus di coret dari hak waris papa aku enggak peduli karena yang aku takutkan hanya satu" Ucap El
" Apa!" tanya Keyra
" Aku hanya takut kamu mencoret nama ku dari dalam hatimu!"
Blusshhh
Wajah Keyra berubah merah kata-kata El sungguh membuatnya merasa meleleh, entah sejak kapan manusia kulkas itu jadi pandai menggombal