NovelToon NovelToon
MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Romansa / Tamat
Popularitas:466.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Roslaniar

Seorang gadis dengan penampilan yang dekil bernama Aruna Melisha bertunangan dengan seorang pria tampan yang bernama Arseno Arion dan berakhir bersamaan dengan meninggalnya kedua orang tua Aruna. Enam tahun kemudian mereka bertemu kembali dengan keadaan sang gadis yang berbeda.

"Apa hubungan kqmu dengan gadis dekil ini ?" Arion menatap sekretarisnya dengan tatapan menuntut.

Apa yang akan terjadi selanjutnya ? Apakah Aruna ataupun Arion akan berdamai ? Jangan lewatkan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 35

Nenek Sarah mengantar mereka hingga ke teras di dampingi oleh bi Ina. ART setia yang mengabdikan diri pada keluarga sang nenek. Aruna melambaikan tangan pada kedua wanita yang selalu ada untuknya. Nenek Sarah dan bi Ina pun membalas lambaiqn tangan Aruna dengan mata berkaca-kaca.

"Non Runa, pasti bahagia bersama den Arion, Nyonya ,,," Ucap bi Ina memahami pikiran majikannya.

"Semoga saja, bi ,,, Aruna hingga terakhir bersama kita belum menerima pernikahannya. Sakit hatinya pada nak Arion di masa lalu telah menutup pintu hatinya apalagi sebenarnya dia memiliki kekasih yang qkqn segera dia kenalkan padaku." Balas nenek Sarah sendu.

"Sabar Nyonya ,,, semoga sakit hati non Runa berubah jadi cinta pada den Arion. Sang Pemilik segala makhluk maha membolak balikan hati manusia, kita doakan saja." Ucap bi Ina bijak.

"Aamiin ,,," Nenek Sarah segera mengaminkan ucapan bi Ina dan menengadahkan kedua tangannya lalu mengusap wajahnya.

Mobil yang membawa Aruna pun perlahan menjauh dan akhirnya menghilang diujung belokan. Kedua wanita itu pun masuk ke dalam rumah untuk beristirahat. Umur mereka sudah tak lagi muda hingga tak akan mungkin kuat untuk begadang.

Sementara didalam mobil yang sedqng melaju, Aruna hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca. Ia merasa berat hati meninggalkan nenek Sarah. Mata Aruna kini menganak sungai, Arion segera mengusap pelan pundak Aruna.

"Nenek gak apa-apa, kok. Besok juga kita bisa ke rumah beliau." Arion tersenyum tulus.

Senyuman tulus Arion seketika menenangkan perasaan Aruna. Sambil menarik napas panjang, Aruna menghapus sisa kristal bening disudut matanya. Lagi-lagi Arion memanfaatkan kesempatan memperlakukan Aruna dengan mesra. Ia tahu jika Aruna tak mungkin menolaknya didepan kakek Ramdhan.

Cup

Arion mencium pucuk kepala Aruna. Bertepatan saat kakek Ramdhan melihatnya pada spion hingga menerbitkan senyuman bahagia pada bibir kakek Ramdhan.

'Nak, semoga kalian bahagia di alam sana ,,, lihatlah anak-anak kalian kini telah bersatu sesuai keinginan kalian. Doakan agar pernikahan mereka bahagia.' Batin kakek Ramdhan teringat anak menantu dan anak menantu sahabatnya yang kini telah dipanggil terlebih dahulu oleh Yang Maha Kuasa.

Mobil yang disupiri oleh supir pribadi kakek Ramdhan terus melaju membelah jalan raya yang masih dipadati oleh para pengguna jalan. Menghabiskan waktu beberapa jam sebelum akhirnya tiba di rumah mewah kakek Ramdhan pada pukul 21.30.

Pintu gerbang terbuka dari dalam setelah pria paruh baya itu membunyikqn kelakuannya sebanyak tiga kali. Security yang bertugas menyambut mereka kemudian kembali menutup pintu gerbang setelah mobil memasuki halaman rumah tersebut.

"Selamat datang kakak ipaaaarrr !!" Teriakan Arista memecah kesunyian malam.

Kakek Ramdhan hingga terjungkit kebelakang hingga beberapa langkah. Arista merasa bersalah telah mengejutkan kakek yang sangat ia sayangi.

"Maaf kek, aku gak sengaja karena terlalu gembira melihat kedatangan kakak ipar."

"Buang kebiasaanmu yang suka teriak-teriak, kamu tuh sudah dewasa ,,, dan sudah pantas untuk menikah hanya saja gak ada pria yang suka dengan gadis pecicilan seperti kamu, dek." Ucap Arion dengan wajah tak berdosa.

"Jangan berdebat ! Sudah tengah malam. Lebih baik kalian masuk ke kamar masing-masing dan tidur." Ucapan kakek Ramdhan menghentikan Arista yang akan memulai serangan baliknya untuk sang kakak yang gak ada akhlak.

Arion tersenyum miring kearah Arista yang tampak kesal. Kemudian Arion menyeret koper Aruna masuk kedalam kamarnya. Arista pun masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan dongkol.

"Jangan berpikir untuk tidur di lantai, Yang karena disini gak ada sofa." Ucap Arion saat mereka sudah berada di dalam kamar.

Aruna hanya menatap Arion sesaat kemudian membuka koper yang diletakkan Arion di dekat lemari. Ia mengambil baju tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi. Aruna berdecak kagum melihat kamar mandi Arion yang mewah. Semua kebutuhannya telah tersedia di dalam kamar mandi tersebut.

Kamar mandi yang di dominasi warna putih dengan ubin yang juga tampak berkilau diterpa cahaya bohlam. Luasnya mungkin sama dengan luas kamar tidur Aruna. Ditambah dengan bathup dengan berbagai aroma terapi yang berjejer rapi. Kamar mandi Arion lebih mirip kamar mandi cewek daripada kamar mandi cowok.

'Mungkin Arion setengah melambai.' Batin Aruna terkikik geli dengan pikirannya.

Setelah mencuci wajah dan sikat gigi kemudian berganti baju tidur, Aruna lalu keluar dan menuju tempat tidur dimana Arion sudah berbaring. Rupanya Aruna terlalu lama mengamati kamar mandi Arion sehingga yang empunya kamar berinisiatif menggantinya bajunya.

"Yang, mulai malam ini kita jangan saling sinis-sinisan lagi. Kita harus memikirkan masa depan pernikahan kita." Ucap Arion serius.

"Bagaimana bisa kamu berkata semudah itu jika pada kenyataannya aku berada diantara kamu dan Aletta. Aku bukan gadis yang bisa bahagia dengan menyakiti hati wanita lain." Balas Aruna menatap wajah tampan Arion.

"Bukannya kamu yang masih menjalin kisah dengan kekasihmu ? Aku dan Aletta berakhir sebelum menikah denganmu. Kalau pun dia datang ke kantor dengan dramanya, itu karena dia tidak rela kehilangan segala fasilitas yang aku berikan." Ucap Arion tersenyum kecut.

Sekian lama Aletta menipunya dengan topeng cintanya padahal dibelakang Arion wanita itu bermain gila dengan beberapa pria yang tak jelas. Beruntung Arion secara tak sengaja melihat Aletta berpelukan dengan mesra memasuki apartemen yang ia berikan pada Aletta.

🌺🌺🌺🌺

SELAMAT PAGI READERS

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA, YAK

1
Niken Zerra
terlalu memaksakan kehendak kyk gx ada lelaki lain ajah yg lebih tulus..
💟노르 아스마💟
Luar biasa
💟노르 아스마💟
seru
Santimehasari Nst
Luar biasa
falea sezi
arista g usa sok bantuin lu g tau andai restu lagi enak2 ma cwek. lain pasti lu gk bakal. mau balikan
falea sezi
bkin Aruna punya pcr donk
falea sezi
selingkuh itu penyakit kagak bs sembuh kecuali dia mati
falea sezi
kapok kau laki g bs di percaya
falea sezi
bneran enak enak kah mereka
falea sezi
kapok kau Arion makanya burungnya di sangakarin jangan main jalang jijik q
emak diwi
mau tau juga dong mahhaba cinta nya 😁😁😁 biar misua gak ketikung pelakor🤭🤭
journey
Luar biasa
Sakinah Amalia
Lumayan
Nenie Chusniyah
luar biasa
Nike Koesnadhi
Luar biasa
Nike Koesnadhi
Lumayan
Mimi rachmah
Luar biasa
asmara wati
ooalah Arion, kamu tuh pengusaha, kok sukanya kasak kusuk sana sini,mbokyo yang jentel bicara langsung, minta maaf trus tembak, soal di trima pa kagak ya nanti, bukannya grusa grusu di belakang bikin malu
@lan
thanks thor
YuWie
mampus kau arion..sok2an tdk bercinta dg letta2 tapi nyebar benih dimn2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!