Citra adalah anak tunggal kesepian yang kerap kali tinggal sendirian di rumah. Sebab, orang tuanya bekerja dengan berpindah-pindah kota. Semasa ia beranjak remaja, Citra memutuskan untuk menetap di rumah barunya meski tinggal sendirian.
Dari situlah dia sering mendapatkan gangguan oleh sosok tak kasat mata. Sampai suatu ketika dia bertemu dengan seorang pemuda yang datang menolongnya dan benih-benih cinta pun tumbuh di antara keduanya. Namanya adalah Andra.
Namun, anehnya ketika berada di sekolah, Andra tidak mengenali Citra. Hal itu membuat Citra kecewa terhadap Andra.
Sedangkan Andra merasa mengalami keanehan setelah kepindahannya ke Indonesia. Setiap habis joging di malam hari, ketika paginya dia akan terbangun di teras rumahnya. Dia seolah bermimpi bertemu dengan seorang gadis. Namun, dia tidak mengingat wajah gadis itu ketika bangun dari tidurnya.
Seperti apakah kisah selanjutnya yang akan terjadi antara Citra dan Andra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ney-nNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.34
Citra sontak mengernyitkan dahi dan menatap tajam penuh selidik ke arah Mila dan ayahnya secara bergantian. Dia merasa keheranan dengan tindakan Mila kepada ayahnya yang terkesan sangat tahu dengan apa yang tidak disukai oleh ayahnya.
Sejenak semuanya terdiam. Seolah mengerti dengan apa yang ada dipikiran putrinya yang menatap tajam ke arah ayah dan Mila, bunda pun segera meluruskan.
"Dulu sebelum hamil, Tante Mila ini yang mengurus catering buat makan seluruh karyawan. Makanya Tante Mila ini hapal dengan selera masing-masing team termasuk apa yang disukai si A dan apa yang tidak di sukai si B," tutur bunda menjelaskan tentang kecemasan yang terlihat dari tatapan mata Citra.
"Aku sendiri yang merencanakan menu dan terjun langsung ke dapur untuk menyiapkan makanannya, Citra. Dan itu rutin setiap hari," tutur Mila memaparkan pekerjaannya sebelumnya.
"Jadi Tante jago masak dong?" cecar Citra ingin tahu.
"Tentu. Kamu bisa belajar memasak dari Tante Mila, Sayang!" ujar bunda seraya memegangi bahu putrinya sembari tersenyum.
"Benar, Citra. Besok-besok kita masak bareng ya, Citra?" ujar Mila dengan ramah berusaha mengakrabkan diri dengan Citra.
Citra mulai merasa tenang dan percaya dengan perkataan bundanya. Citra mengangguk dan merasa lega bahwa anggapannya tentang Mila tidak benar.
Usai makan bersama Citra membantu bundanya membereskan meja makan dan mencuci piring. Momen yang paling disukainya yaitu saat menghabiskan waktu bersama dengan bundanya. Meskipun hanya mengerjakan pekerjaan rumah bersama-sama.
Saat semuanya sudah beres bunda memegang kedua bahu Citra dan memandang lekat kepada wajah putrinya. Disampirkan nya anak rambut putrinya yang menjuntai menutupi sebagian wajah putrinya.
"Citra kamu sudah besar, sudah bisa menjaga diri sendiri, Nak. Kamu harus jadi anak yang kuat dan mandiri, Sayang!" tutur bunda dengan tersenyum namun sorot matanya terlihat sendu.
"Citra belum dewasa, Bunda. Citra masih butuh dimanjakan Bunda seperti dahulu saat Citra masih kecil!" Citra menghambur ke dalam pelukan bundanya dengan manja.
"Eh, malu dong bentar lagi mau jadi mahasiswa 'kan? masa masih gelendotan begini kayak anak TK ...," tutur bunda seraya mengusap punggung Citra dengan lembut.
"Biarin, Citra tuh kangen sama Bunda. Bunda memangnya tidak kangen sama Citra berhari-hari nggak ketemu Citra?"
"Tentu saja bunda kangen, tapi Citra tahu 'kan keadaan Bunda yang mengharuskan berhari-hari di luar kota?" ujar bunda seraya melerai pelukannya. "Ingat pesan Bunda, Citra jangan pernah tinggalkan salat, tetap menjadi anak yang baik kepada orang tua, percayalah bahwa apa yang Bunda dan ayah lakukan adalah hal terbaik yang coba kita lakukan untuk kebaikan kita semua."
Citra menganggukkan kepala patuh. Meski terkadang merasa kesal karena ditinggalkan di rumah seorang diri, tapi Citra yakin semua yang dilakukan orang tuanya pasti memiliki alasan yang kuat. Sehingga dengan berat hati bunda dan ayahnya lebih memilih untuk membiarkan Citra tinggal sendirian.
Setiap orang akan dihadapkan pada pilihan-pilihan hidupnya yang cukup sulit, namun semua itu tentu tidak luput dari takdir yang sudah digariskan oleh Allah untuk kita lalui. Yang mungkin sesuatu itu adalah hal yang baik yang akan kita dapatkan suatu saat nanti.
Setelah itu Citra menghampiri ayahnya yang sedang menonton acara sepak bola di televisi. Sedangkan bunda memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, untuk beristirahat.
"Yah, berapa hari di rumah?" tanya Citra.
"Besok sore Ayah dan bunda harus kembali ke Surabaya, Cit. Kamu baik-baik di rumah ya, sama Mila? kalau ada apa-apa kasih tahu ayah!" pesan ayah.
"Iya, Yah. Citra akan berusaha agar Tante Mila merasa nyaman tinggal di sini sama Citra. Ayah, percaya deh sama, Citra!" tutur Citra meyakinkan ayahnya.
"Terima kasih, Citra. Ayah bangga kamu tumbuh besar dengan mandiri dan menjadi anak yang baik," ujar ayah kemudian mengusap lembut pucuk kepala putrinya. "Nanti, ketika libur sekolah Ayah akan berusaha meluangkan waktu untuk berlibur bersama-sama, ya?"
"Benar ya, Yah?" Citra nampak antusias mendengar perkataan ayahnya. Dia sudah lama tidak merasakan yang namanya liburan bersama keluarga.
"Iya, InsyaAllah Ayah akan usahakan agar dapat mengambil cuti diakhir pekan dan kita akan pergi berlibur bersama-sama!" tutur ayah mencoba menghibur hati putrinya.
"Terima kasih, Ayah!" ujar Citra kemudian memeluk ayahnya.
Dalam hati Citra merasa sangat senang, sebab jarang sekali ada waktu berdua sehangat ini dan berbicara dari hati-ke hati dengan kedua orang tuanya. Sebelumnya Citra tidak setenang ini dan selalu bermuka masam. Ujung-ujungnya malah saling mendiamkan usai berdebat dengan kedua orang tuanya.
Ceklek!
Pintu kamar Mila terbuka. Nampak Mila ke luar kamar kemudian menutup pintu kamarnya kembali.
"Lhoh, masih pada lihat TV, ya?" ujarnya menyapa.
"Iya, Tante. Aku pikir Tante udah tidur," tutur Citra.
"Iya, Citra. Tadi sempet tidur karena capek, tapi kebangun karena pengen ke kamar mandi. Permisi, udah nggak nahan soalnya!" Mila segera beranjak ke kamar mandi di samping dapur, sebab di kamarnya tidak terdapat kamar mandi.
"Yah, Citra ke kamar dulu ya? mau ngerjain tugas."
"Iya, Cit. Ayah juga sebentar lagi mau istirahat. Rasanya badan ayah pegal-pegal semua setelah menyetir berjam-jam dari Surabaya," tutur ayah.
Citra kemudian beranjak masuk ke dalam kamarnya. Sesampainya di kamar Citra duduk di meja belajarnya untuk mengerjakan tugas sekolahnya.
Hingga malam semakin larut pada pukul 22.00 Citra baru menyelesaikan belajarnya. Citra menguap beberapa kali tatkala mulai mengantuk. Dia segera membereskan alat tulis dan bukunya ke dalam tas ranselnya.
Tak!
Karena terkantuk-kantuk Citra sampai menjatuhkan pulpen yang dipegangnya hingga tergeletak di lantai. Tanpa melihat ke bawah Citra meraih-raih pulpen yang jatuh dengan mengulurkan tangan kanannya. Belum juga tangannya menjangkau lantai, tapi dia merasa ada yang telah mengulurkan pulpen itu kepadanya.
Citra yang terkejut seketika menoleh ke arah bawah untuk memastikan siapa yang telah mengulurkan pulpen tersebut.
Namun, dia tidak mendapati siapa pun di sana. Citra bahkan sudah mencarinya ke setiap sudut kamarnya juga di bawah kolong tempat tidur, namun nihil. Tidak ada sosok yang terlihat di kamarnya selain dirinya sendiri.
Citra seketika merinding tatkala teringat kembali pada perkataan Dinara. Tentang sosok wanita berjubah putih yang mengikutinya. Tanpa babibu Citra segera melesat ke luar dari kamarnya.
Terlihat ruang tengah sudah sepi dan gelap gulita. Ayahnya sudah tidak ada di sana. Bahkan lampunya sudah dimatikan dan hanya menyisakan secercah cahaya temaram yang masuk dari pantulan kaca jendela yang diterangi sinar bulan.
Tok tok tok!
"Bunda ..., Bun ...!" panggil Citra di depan pintu kamar orang tuanya.
Namun, tidak ada sahutan dari dalam. Citra yang merasa tidak tenang berada di kegelapan tanpa sadar menekan gagang pintu kamar bunda.
Cklek!
Pintu kamar terbuka dan nampak bunda yang tengah terbaring di tempat tidur seorang diri di kamarnya.
..._________Ney-nna_________...
slmat ya citra, andra smga smawa slalu, dri mimpi membawamu kdalm kbhgian,
ini novel pertma yng ku bca beragensi horor, sblmnya plng gk ska sma berbau horor🤭
trima ksih aku ska sma jln critanya ttp smngat kak💪
ehhh mila udah minggal trut berduka cita ya mila, kna azab ini tp bkn d sinetron ikan terbang🤭 apa mila mngakui perbuatannya ??
mmm hadiah apa Bim kmu ska sma Citra kah ??
gimna Mila enak gak sama yng gtuan😏😏😏