Trisha Vioreen seorang wanita yang ekspresif, multi talenta, dan cantik yang membuat pria jatuh hati kepadanya.
Miles Omkara, seorang pria kaya, tampan, seksi, yang kemudian berhasil memenangkan hati Trisha. Mereka akhirnya menjalin hubungan selama bertahun-tahun, sampai pada suatu hari Miles harus menikah karena dijodohkan.
Sampai suatu hari Trisha bertemu dengan Miles dan mereka melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Miles berjanji akan kembali kepada Trisha walaupun sudah menikah, dengan satu syarat, Trisha harus menikah dengan pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
You in My Mind
"AAAARRRRGGGHHH!!! Aku kesal sekali Miles." ucap Trisha.
Miles tertawa, "Aku senang melihatmu kesal daripada sedih. Kalau begini ini ada warnanya niy." sahut Miles.
"Aku mau bertanya, kalau kita menikah apa aku bisa lepas dari perasaanku ini?" tanya Trisha, "Cella pernah bilang aku seorang pelakor, tapi aku tidak merebutmu, kan?" tanyanya lagi.
"Hahahaha... dia iri padamu, Sha. Aku lebih mencintaimu dibanding dia. Aku yang selalu menghampirimu dalam kondisi apa pun, tapi aku tidak pernah menghampiri dia bahkan saat dia kehilangan anaknya." jawab Miles.
"Kamu tidak pernah merebutku, kita memang saling mencintai." kata Miles lagi. Mereka duduk di pinggir pantai sambil menikmati matahari terbenam.
Trisha tidak tau apa yang terjadi dengan Cella dan Gege. Dia merasa, tidak mungkin Cella tau dimana mereka berada kalau Gege tidak memberitahunya. Tapi, tunggu dulu. Kenapa dia menjadi seperti ini? Trisha memegang dadanya, dan berpikir "Mengapa aku jadi marah seperti ini? Apa karena aku cemburu Cella dekat sekali dengan Gege? Sudah sejauh apa hubungan mereka?" Pikiran-pikiran itu terus bergaung di kepala Trisha.
"Miles, sepertinya aku harus menemui Gege sebentar." sahut Trisha tiba-tiba.
"Untuk apa?" tanya Miles penasaran.
Trisha bangkit berdiri, dan membersihkan roknya dari pasir-pasir yang menempel, "Tunggu aku disini. Kalau aku tidak kembali, berarti aku terus sama dia." katanya.
Miles mengikuti Trisha, "Apa maksudmu dengan terus? Trisha...hei jawab aku dulu!" tuntut Miles.
Trisha menengok memandangnya, "Aku ingin memastikan sesuatu dengannya, Miles. Saat ini aku sedang bingung. Aku yakin aku mencintaimu, tapi akhir-akhir ini secara perlahan tapi pasti Gege masuk ke dalam relung hatiku, dan ada kalian disana." jawab Trisha, "jadi aku akan memastikan apa benar dia yang berada disana atau hanya sekedar rasa sentimenku terhadap Cella. Tunggu aku!" pinta Trisha.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan? Bercinta dengannya?" tanya Miles putus asa.
Langkah Trisha terhenti, kemudian dia berjalan dengan sangat lambat, membiarkan Miles menyusulnya dan berjalan di sampingnya, "Entahlah, Miles. Tadi pagi sebelum Cella datang, kami sedang melakukannya, namun Cella terus mengetuk pintu kami. Aku kehilangan fokusku dan...dan...aku tidak bisa melanjutkannya lagi." jawab Trisha tertunduk.
Miles memeluknya, "Jangan, Sha! Jangan lakukan itu lagi dengannya!! Kumohon." pinta Miles. Dia takut jika Trisha benar-benar mencintai Gege, walau pun mungkin rasa sayang Trisha ke Gege belum sebesar rasa sayang Trisha kepadanya.
Trisha membalas pelukannya, dan berbicara, "Rasa ini menyiksaku, Miles." katanya, airmatanya menetes membasahi pundak Miles yang lebar, "aku harus segera menyelesaikannya." ucap Trisha lagi.
Miles mengangkat wajah Trisha, dan mencium bibir Trisha dengan lembut, "Kamu tidak boleh kesana! Cintai aku saja, Sha! Penuhi hatimu hanya denganku." sahutnya.
Trisha melepaskan pelukan Miles, "Berikan aku waktu. Ijinkan aku untuk menyelesaikan ini." kata Trisha.
Dan dengan langkah mantap, Trisha bergegas kembali ke kamarnya, setelah sampai dia membunyikan bel pintu kamar itu,
Ting....*Tong
Ting...Tong*
"Siapa?" tanya suara dari dalam.
Trisha mengambil nafas, dan membuangnya lewat mulutnya, "Ini aku, Trisha." jawabnya.
Klek
Terdengar pintu terbuka, dan Gege sudah berada di depan pintu, "Kamu kembali, Sha?" tanya Gege.
Trisha masuk ke dalam kamar mereka, "Aku hanya ingin memastikan sesuatu." jawab Trisha.
"Apa itu?" tanya Gege lagi, heran.
Trisha tidak menjawabnya, dia mencium bibir Gege, dan menyelesaikan hasrat yang tertunda pagi tadi. Trisha memakai hati di setiap gerakan yang ia lakukan, dia tidak ingin melakukan kesalahan kali ini.
Hanya ada Gege di pikirannya malam itu, bibirnya terus berucap nama Gege, sampai ketika dia mencapai *******, tetap nama Gege yang di ucapkannya.
Selesai melakukan hal itu, Gege bertanya lagi, "Apa yang mau kamu pastikan?" tanyanya.
"Rasa cintaku kepadamu." jawab Trisha.
"Dan ternyata?" tanya Gege.
"Aku tidak bisa menjawabnya." jawab Trisha.
...----------------...
Sementara itu, di pinggir pantai, Miles terus menunggu Trisha dengan gelisah. Apa maksud Trisha tentang kepastian itu.
Dia takut kehilangan Trisha lagi, kemudian Miles berandai-andai, bagaimana kalau Trisha tidak kembali? Bagaimana juga kalau Trisha benar-benar mencintai Gege? Haruskah dia pergi dari hidup Trisha? Dan berhenti untuk terus membayanginya? Apakah dia harus melupakan Trisha?
Beribu pertanyaan meloncat keluar begitu saja dari kepalanya, dan bahkan dirinya pun bertanya, mungkinkah dia bisa hidup bahagia bersama Cella? Tidak mungkin!
Miles terus mondar-mandir di pinggir pantai sambil sesekali menatap ke arah lautan luas.
"Hai, Miles." sapa sebuah suara.
Miles menoleh ke arah sumber suara itu, hatinya melonjak kegirangan, namun dia kecewa yang datang bukanlah wanita yang di nanti-nantikannya.
"Sayang sekali ya, aku bukan Trisha." sahut Cella.
"Mau apa kamu kesini? Belum puas main bersama Mahardika?" tanya Miles sinis.
"Tidak usah galak. Pengacaraku sudah memberitahuku, bahwa kamu mencabut gugatan ceraimu. Boleh aku tau kenapa? Tidak mungkin alasannya hatimu berubah kan? Hahahaha." tanya Cella. Dia sudah mengetahui jawaban, namun yang dia cari adalah kepuasaan egonya, jika mendengar alasannya dari mulut Miles langsung.
"Aku yakin kamu sudah mengetahuinya." ucap Miles datar.
Cella menatap Miles, "Ayahmu? Ada hubungannya dengan merger dan akuisisi?" tanya Cella tersenyum.
"Dari awal aku sudah tau, kamu bukan seorang wanita yang baik, Cell. Kamu di penuhi dengan dendam." sahut Miles tanpa menjawabnya, "aku juga tau, seluruh urusan merger, akuisisi, hipotek perusahaan, ada di tanganmu. Kamu yang melobi semua orang untuk itu, bukan orang tuamu!" katanya lagi.
"Wow, kamu sudah menyelidiku?" tanya Cella. Ada rasa kagum dalam suaranya, dia berpikir Miles hanyalah seorang anak manja, yang hanya tau tentang kekuasaan tanpa bisa memanagenya.
"Anastasia Marcella Sutardi dari Grup of Tardi. Namamu sudah cukup terkenal di dunia bisnis, Cell. Kamu wanita yang pandai memainkan nasib perusahaan, kamu pawangnya saham. Ayahku masuk ke dalam perangkapmu, janjimu adalah merger antara Omkara dengan Tardi, benar kan? Aku yang dijadikan jaminan oleh ayahku." jawab Miles menjelaskan.
"Beruntungnya Mahardika tidak tau menau soal ini, cukup kita saja yang tau yah Miles. Keep secret." serunya sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Miles.
"Kamu boleh bermain dengan Mahardika, tapi jika kamu menyentuh Trisha, kamu berhadapan denganku." ancam Miles dan bergegas pergi meninggalkan Cella.
"Atau, apa yang akan kamu lakukan terhadapku?" tanya Cella.
"Akan aku bongkar kebohonganmu, Cell." seru Miles, "Sampai akar-akarnya!" tambahnya.
Miles berjalan menuju tempat penginapannya, dan dalam perjalanan dia bertemu dengan Trisha, "Hai, Miles." sapanya ramah.
Jantung Miles kembali melompat-lompat seperti disediakan trampoline disana, "Ha...hai." Miles tidak berani bertanya bagaimana jawaban Trisha.
"Miles, maafkan aku, sepertinya aku mencintai Gege. Kamu tau, ketika dia menggugatku, entah kenapa aku merasa sedih sekali. Dan aku jadi tidak memikirkanmu. Gege lah yang menguasai pikiranku akhir-akhir ini. Terimakasih untuk segalanya. Dan, bisakah kita berteman?" ucap Trisha.
Hati Miles seakan runtuh, hancur, berkeping-keping. Namun, Miles sudah menduganya dari perubahan sikap Trisha kepadanya belakangan ini. Miles mengangguk, dan memeluknya, "Semoga kamu selalu bahagia yah, Sha." katanya.
Suara gemuruh terdengar dari hati Miles. Segala yang dia impikan, yang dia cita-citakan dengan Trish berantakan.
...----------------...
udah jatuh cinta ya sama gege
penjahit cantik mampir