"Menutup auratnya, tapi kelakuannya kayak wanita murahan!! Sampai-sampai hamil diluar nikah!!! Dasar kau wanita banyak drama!!" ejek salah satu tamu undangan.
"Mana ada pria yang mau menikahinya!!"
"Iya, wanita menjijikkan!"
Sara hanya sabar dengan perkataan yang dilontarkan oleh para tamu undangan. Sungguh batinnya saat ini menangis pilu mendengar cemohan dari orang-orang disekitarnya. Bagaimana yang akan terjadi selanjutnya?¿?¿?
yuk simak kelanjutan kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Meilina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
•35
~Karena eps nya masih panjang, jadi langsung skip ke pernikahan ~
**HAPPY READING**
Hari pernikahan telah tiba, Zidan sudah ada di bawah. Sedangkan Sara, dia masih didalam kamar bersama Bu Oca, Bu Salma, dan Keyla. Bu Oca sempat pangling dengan wajah ayu Sara yang di make up.
"Wah, kalau kak Zidan melihat kak Sara seperti ini pasti dia tidak kedip. Hahaha...." Ucap Key.
"Key, jangan suka menggoda ah..." Ucap Bu Oca.
"Hahaha, iya Mah. Maaf...."
"Sayang, kamu cantik banget..." Ucap Bu Salma tersenyum.
"Umi, doakan ya semoga pernikahan ini berjalan lancar..." Ucap Sara memegang tangan Bu Salma.
"Tentu saja, sayang. Umi selalu mendoakan kamu dan Zidan yang terbaik."
"Sukhraan, Umi."
"Iya, sayang..."
Bu Oca, Bu Salma, dan Keyla menuntun Sara menuruni anak tangga menuju pelaminan. Mata para tamu undangan menatap Sara kagum dan memuji kecantikan Sara. Namun ada juga yang menatap Sara sinis dan menghina dirinya. Disaat Sara tiba di pelaminan, Zidan menatap nya dengan tatapan kagum. Namun ada suara hinaan yang terdengar di telinga Sara. Tak sedikit para tamu undangan berbisik-bisik menghina dirinya. Sara hanya bisa diam dan menahan nangis, karena tak ada gunanya juga jika dia marah-marah.
"Pengantin wanitanya sedang hamil tau, liat deh." Ucap salah satu tamu sambil berbisik-bisik.
"Iya, apa dia hamil diluar nikah?"
"Mungkin, terus apa gunanya berhijab kalau kelakuannya kayak wanita murahan."
"Iya Jeng, auratnya bisa dijaga tapi harga dirinya diumbar. Heh dasar wanita murahan." Jawab teman sebelah nya.
"Beruntung ada Pak Zidan mau menikahi nya, mana ada pria diluar sana yang mau menikah dengan wanita seperti dia."
"Betul itu, Jeng."
Sara yang mendengar itu berusaha untuk menahan tangisnya. Namun apalah daya, air mata yang sudah ia tahan dari tadi mengalir membasahi pipinya yang berbalut bedak itu. Sara tidak memperdulikan hinaan orang lain, namun ia tidak mau menambah dosa hanya karena membalas hinaan orang lain. Sara memaklumi nya, karena mereka tidak tahu jalan hidupnya.
Akad pernikahan segera dimulai, semua tamu undangan dan keluarga diam untuk mendengarkan ijab kabul Zidan. Pak penghulu mengucapkan kalimat-kalimat yang akan diikuti oleh Zidan.
"Saya terima nikahnya Sara Mikaya binti Hasan dengan seperangkat alat sholat dan emas dua puluh empat karat dibayar tunai." Ucap Zidan.
"Bagaimana para saksi?" Tanya Pak penghulu kepada para saksi.
"Sah..." Jawab semua saksi.
"Alhamdulilah..."
Hari ini Sara dan Zidan resmi menjadi pasangan suami istri. Seluruh keluarga besar dari Zidan maupun Sara turut berbahagia. Terutama Rangga, ia sangat senang karena kini Sara menjadi Mamah barunya. Dan janjinya kepada almarhumah ibunya sudah ia tepati.
"Selamat ya kak, semoga kalian menjadi pasangan yang samawa...." Ucap Keyla pada Sara dan Zidan.
"Terimakasih, Keyla." Jawab Sara tersenyum.
"Key, kamu fokus dulu sama kuliah kamu ya. Jangan mikir pacaran dulu...." Ucap Zidan pada adiknya itu.
"Emmm..." Jawab Key.
Keyla hanya menjawab dengan kata "emmm" saja. Karena mungkin ada sesuatu yang dia sembunyikan.
Para tamu undangan naik keatas pelaminan dan mengucapkan selamat pada Zidan dan Sara. Namun Zidan sengaja tidak mengundang sekertaris nya yang baru. Banyak para karyawan Zidan yang turut berbahagia atas pernikahan boss nya.
******
Sebelumnya mohon maaf kpd para pembaca, maaf klw authornya suka salah ada salah kata. Namanya manusia tempat salah dan dosa, insyaallah akan author usahain supaya ceritanya lebih dikondisikan🙂
#mohon vote nya
jadi penasaran