NovelToon NovelToon
Time Travel Farzana

Time Travel Farzana

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:593k
Nilai: 5
Nama Author: Secangkir Kopi Hitam

Seorang gadis yang di khianati oleh sahabat juga kekasihnya harus rela meregang nyawa dan berpindah ke tubuh seorang wanita yang sama sekali tidak di hiraukan oleh suaminya

Bagaimana cerita selanjutnya? cus baca yuk zheyeng 🏃‍♀️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secangkir Kopi Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arzan Kenapa?

Sebelumnya...

"Benar, tapi kenapose suaranya jadi lekong bingitz yess" bingung Julio karena yang menyahut panggilannya bukan suara dari Misha tapi suara seorang lelaki.

"Yess helo..."

...🍃🍃🍃...

POV Julio.

Pria gemulai itu menghubungi sahabat tomboy nya itu, tapi dirinya cukup terkejut bahwa yang mengangkat handphonenya seorang lelaki. Karena dia tahu bahwa Misha sendiri paling anti barangnya di sentuh oleh orang lain termasuk handphonenya.

"Yess Helo"

"Ya, bagaimana keadaan mu sekarang Jul?"

Mendengar ucapan dari seseorang di seberang telepon tersebut semakin membuat Julio heran.

"Yess, eyke sudah mendingan. Yeyy..." ucapan Julio terpotong saat mendengar suara seseorang yang dikenalnya berbicara di seberang sana.

"Siapa Liam?"

Julio semakin heran, Liam. Siapa? mengapa Misha begitu santai berbicara.

"Ini Julio menelpon mu"

"Oh kemarikan Aku ingin berbicara dengannya"

"Hah, Aku. Sejak kapan gadis tomboy itu menyebut dirinya dengan Aku" gumam Julio.

"Halo Jul"

"Dih, sama lekong itu yeyy lembut macam selimut bulu nekk. Lah ama eyke kasar macam telapak tangan keseringan nyuci" protes Julio.

"Hah jangan mulai Jul. Bagaimana keadaan mu sekarang?"

"Hem, dah mendingan nekk hanya wajah centong eyke bonyok huwaa" Julio mengadu pada Misha seperti seorang anak kehilangan boneka Barbie

nya uhukk.

"Hah. Maaf kalau anak buahku tidak becus menjaga kalian" sahut Misha sembari menghela nafasnya.

"Ah tak apalah nekk. Oh yess gimandosdos keadaan Zuardi? Dia.."

"Tenang aja dia gak apa-apa. Syukur gue datang sebelum semuanya terlambat"

"Syukurlah nekk. Oh yess yeyy harus jelasin sapose lekong yang tadi"

"Hem, ntar gue ceritain. Istirahatlah gue belom bisa jenguk Lo ya. Gue masih jagain Alya dia belum sadar"

"Yess"

Bip...

Panggilan antar keduanya pun terputus.

Setelah itu Julio lebih memilih untuk kembali berbaring dan memejamkan matanya.

*

*

*

*

*

POV Aezar.

"Dia sudah ingin kembali kesini. Kalau begitu saatnya Aku pulang hem" ucap Aezar sembari mengelus rambut panjang Davina.

"Ya, baiklah. Kamu hati-hati di jalan ya" sahut Davina kemudian mengecup bibir sang kekasih. Aezar tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dirinya meraih tengkuk sang kekasih dan akhirnya sebuah kecupan berubah menjadi lum*tan.

"Ah, kau nakal honey" ucap Davina setelah tautan bibir mereka terlepas.

Aezar tersenyum dan mengusap bibir seksi sang kekasih dengan ibu jarinya karena basah.

"Kau yang sangat menggoda baby" sahut lelaki itu.

Aezar membaringkan tubuh Davina kemudian dirinya beranjak pergi menuju pintu.

*****

Setelah berada di dalam mobilnya. Aezar menyuruh seseorang melalui panggilan telepon.

"Halo Gas"

"..."

"Kita mulai rencananya. Hancurkan Arzan sampai ke akar-akarnya!"

"..."

Bip...

Aezar menyeringai memandang ke arah depan saat mobil Arzan sampai didepan rumah sakit.

Arzan keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam.

"Jalan Sur" perintah Aezar pada sang sopir.

"Baik Pak" sahut Surya.

*

*

*

*

*

POV AlZan

"Maaf membuat mu menunggu lama Nona" ucap Alden datang dengan beberapa pelayan resort tersebut dengan mendorong troli mereka masing-masing.

Farzana tersenyum "Tidak apa, Aku juga menikmati keindahan yang ada di resort ini Pak".

Alden menyuruh para pelayan untuk menghidangkan semua makanan di atas meja.

Setelah semua tersusun rapi semua pelayan pamit undur diri.

Farzana membulatkan matanya tidak percaya.

"Mengapa Bapak memesan makanan begitu banyak? Saya memang pemakan segalanya tapi tidak menghabiskan makanan banyak dalam sekali makan" ucap Farzana sembari menoleh ke arah pria yang duduk di sampingnya itu.

Alden tersenyum dan berkata " Aku tidak memintamu menghabiskan semua, tapi Aku ingin kamu mencoba semua makanan yang ada disini".

"Kenapa?" tanya Farzana.

"Agar Aku tau, makanan mana saja yang kamu sukai" sahut Alden tersenyum kearah perempuan disebelahnya ini.

"Baiklah kalau begitu. Kalau hanya disuruh mencicipi maka akan Aku lakukan Bos" ucap Farzana sembari memberikan hormat kemudian terkekeh.

Tanpa sadar Alden mengacak-acak rambut Farzana. Gadis itu terdiam sedangkan Alden tersadar.

"Maaf Nona Aku..."

"Tak apa, hanya saja Aku teringat waktu dulu, ada seseorang yang sangat suka mengacak rambutku juga, tapi itu dulu banget sekarang udah gak hehe" bibir Farzana memang tersenyum tapi siapa tahu dengan isi hatinya.

Alden merasa tidak enak hati melihat perubahan ekspresi wajah Farzana yang tadi sangat tersenyum bahagia menjadi sendu karena ulahnya.

"Apa Aku mengingatkannya dengan suami brengseknya itu. Ah God, mengapa?" Alden merasa sangat bersalah saat ini.

"Harusnya hari ini Aku pergi bersama Elvan tapi gara-gara suami Nyonya Zana datang jadi batal. Mana inget waktu dulu Elvan sangat suka mengacak-acak rambutku. Uhh sedih banget deh" gumam Farzana di dalam hati sembari menusuk-nusuk daging di depannya ini.

*

*

*

*

*

POV Abian.

Ceklek

Dokter keluar dari dalam ruangan tempat Abian di rawat.

"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Santo anak buah dari William yang membawa Abian ke rumah sakit tadi.

Dokter Arya yang menangani Abian melepaskan maskernya.

"Ulu hatinya cedera parah, tulang di bagian dada juga patah. Sepertinya kita perlu waktu yang lama untuk menyembuhkannya" jawab dokter Arya menghela nafasnya berat.

"Lakukan hal yang terbaik menurut dokter saja" ucap Santo.

Dokter Arya menganggukan kepalanya kemudian pamit setelah itu melenggang pergi.

*

*

*

*

*

POV Arzan.

Ceklek

lelaki itu masuk kedalam ruangan kekasihnya.

Arzan menutup pintu kamar dan mendekati Davina dan duduk di kursi samping brangkarnya.

Lelah, yang dirasakan oleh lelaki itu.

"Mengapa semuanya jadi seperti ini? Mengapa saat Aku ingin seperti dulu tapi keadaan seperti tidak mengijinkannya".

Arzan berdiri dari kursi kemudian masuk kedalam kamar mandi.

Setelah beberapa waktu, pria itu keluar dengan keadaan yang sudah fresh karena sehabis mandi.

Arzan beranjak duduk di sofa kemudian memandang langit-langit kamar.

"Oh Tuhan, ada apa sebenarnya dengan diriku? Mengapa Aku sangat marah saat Zana dengan orang lain?"

Arzan mencoba memejamkan matanya tapi nihil, bukannya terlelap malah bayangan Farzana muncul.

Arzan membuka kembali matanya duduk kemudian mengacak-acak rambutnya merasa frustasi sendiri.

Davina yang terganggu tidurnya karena Arzan menghentakkan kakinya di lantai.

"Sayang" panggil Davina.

Arzan menoleh dan mendapati kekasihnya terbangun.

Arzan menyugar rambutnya kemudian beranjak berdiri mendekati Davina.

"Ya, mengapa kamu bangun hem? Tidurlah kembali" ucap Arzan.

"Aku terbangun juga karena kamu. Ada apa sayang?" tanya Davina.

"Gak ada apa-apa. Tidurlah" sahut Arzan.

Setelah membaringkan Davina, Arzan kembali duduk di sofa.

Dirinya memandang lekat kearah Davina, Arzan ingin memastikan hati dan perasaannya apakah masih untuk Davina ataukah berpindah ke lain hati.

*

*

*

*

*

POV Ardi.

"Bangs*t, mereka ingin bermain-main rupanya. Kalau memang maunya seperti itu maka dengan senang hati gua layani Tuan Aezar yang terhormat" Ardi tersenyum sinis mendapati...

Continue.

...🍂🍂🍂...

Untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan mampir ke cerita receh ini ay ucapkan terima kasih banyak atas segala dukungannya.

...Salam hangat dari Aya ❤️...

1
Memyr 67
𝗂𝗁𝗁𝗁 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗆𝖼 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀𝗀𝖺𝗅
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ: wah😍 terimakasih sudah sampai akhir kak🤭
ya semua pergi dengan membawa kenangan masing2 😄
total 1 replies
Memyr 67
𝖾𝗅𝖾𝗇𝖺 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗇𝗃𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗉𝗂? 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺 𝗒𝖺 𝖾𝗅𝖾𝗇𝖺?
Memyr 67
𝖾𝗅𝖾𝗇𝖺 𝗇𝗀𝖺𝗍𝖺𝗂𝗇 𝗉𝖾𝗅𝖺𝗄𝗈𝗋. 𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖾𝗅𝗏𝖺𝗇 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗃𝖺. 𝗂𝗍𝗒𝗎𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖽𝖾𝗄𝖾𝗍𝗂𝗇 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝖼𝗂𝗇𝗍𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗈𝖻𝗌𝖾𝗌𝗂, 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖳𝖤𝖪𝖠𝖭𝖠𝖭 𝖬𝖤𝖭𝖳𝖠𝖫
Memyr 67
𝗆𝗎𝗇𝗀𝗄𝗂𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗋𝗓𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗎𝗇𝗃𝗎𝗄 𝖺𝗋𝖽𝗂 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗇 𝖺𝗋𝗓𝖺𝗇, 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗍𝖺𝗎, 𝖺𝗋𝗓𝖺𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁.
Memyr 67
𝗌𝖾𝗍𝗎𝗃𝗎 𝖺𝗄𝗎 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗋𝖽𝗂. 𝖻𝗈𝗌𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗒𝗀 𝗍𝗎𝗅𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝗈𝖽𝗎𝗌
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ: cinta memang buta kak eh🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝖺𝗐𝖺𝗅 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂𝗄
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ: nuhun sudah mampir kak
total 1 replies
Vickha Chu
malah di sini yg terlihat keren pemeran kedua malah pemeran utamanya terlihat polos bodoh gk punya skil buat balas dendam
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
segitu bucin Keisha, sudah di racun juga
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
dihhh misha nakal
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
mulai bereaksi tuh obat gatal
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
dihhh tapi kan sering nebeng atau naik mobil umum 🤭🤦‍♀️
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
Farzana kerjaan ketawa terus 🤭
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
tapi sayang farzana tidak sedang menunggu mu
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
anjirrrr
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
aura misha menakutkan
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
dengerin tuh ucapan Alden
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
faham ,,,
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
gak nyadar diri,
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
seringai nya misha ini menakutkan
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
pede habis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!