Amyra Elisha dijual oleh Om Bagja pada Gavin Elvano Reynard . Pria tampan kaya yang sangat angkuh hingga Amyra hamil . Amyra pun kabur dari rumah Om nya itu . Sosok Bima Mahendra seorang pelukis menolong Amyra dan merawat nya .
Namun siapa sangka , ternyata Amyra kembali bertemu dengan Elvano .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercinta yang ke dua
Malam hari Amyra terlihat sedang duduk di sofa seraya menikmati segelas coklat hangat .
Elvano baru saja keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian nya .
" Kenapa belum tidur ?" tanya Elvano .
" Hmm , gak bisa tidur . " ucap Amyra .
Elvano pun berjalan menghampiri Amyra dan duduk di samping nya .
" Ayo cepat tidur . " Ajak Elvano . Amyra menatap lekat Elvano .
" Besok tes nya ya ?" tanya Amyra ragu .
Elvano menganggukkan kepala nya .
" Aku takut . " ucap Amyra .
" Apa yang kamu takut kan ?" tanya Elvano .
" Aku takut tes nya , aku takut rumah sakit . " jawab Amyra . Elvano mengusap rambut Amyra lembut.
" Jangan takut , ada aku . Tes nya hanya sebentar , dan gak akan sakit . Ok . " ucap Elvano mencoba menenangkan Amyra .
Amyra terdiam memegangi gelas hangat itu . Elvano tau kalau Amyra memang terlihat ragu dan takut .
" Sekarang kamu istirahat . Tenanglah . " ucap Elvano berusaha menenangkan Amyra . Elvano mengambil gelas yang berada di tangan Amyra kemudian menyimpan nya di meja .
Elvano membawa Amura menuju tempat tidur dan membaringkan nya .
" Tidurlah . " ucap Elvano menaikan selimut untuk menutupi tubuh Amyra .
Tangan Amyra memegang tangan Elvano yang hendak berdiri .
" El . "
" Ya ?" Langkah Elvano terhenti ketika tangan Amyra memegang tangan nya.
" Bisakah kamu tidur disini ?" tanya Amyra ragu .
" Berdua ?" tanya Elvano . Amyra mengangguk .
" Baiklah . " ucap Elvano kemudian ikut membaringkan tubuh nya di samping Amyra .
" Sekarang tidurlah . " ucap Elvano lembut .
Amyra menyesuaikan posisi tidur nya kemudian menutup mata nya , namun perasaan nya masih terjaga . Amyra pun membuka kembali mata nya.
" Kenapa ?" tanya Elvano yang melihat Amyra masih saja belum tidur . Amyra hanya menggelengkan kepala nya .
" Sinj . " ucap Elvano membka lebar kedua tangan nya mengisyaratkan agar Amyra masuk kedalam pelukan nya . Amyra pun menggeser tubuh nya masuk kedalam pelukan Elvano .
Elvano mengecup lembut puncak kepala Amyra .
" Makasih El . " ucap Amyra .
Rasa nyaman dalam pelukan Elvano membuat Amyra tenang , namun mata nya masih saja belum bisa terpejam .
Kini justru jantung nya terus berdetak kencang . Amyra pun dapat merasakan kalau dada Elvano pun berdetak kencang .
Amyra mengangkat kepala nya melihat wajah Elvano .
" Kenapa masih belum tidur ?" tanya Elvano . Amyra tersenyum .
" Jangan senyum , cepat tidur . Aku gak tau sejauh mana aku bisa tahan buat gak cium kamu Ra . " ucap Elvano .
Tak di duga Amyra justru mengecup bibir Elvano sebentar .
" Jangan salahin aku kalo aku gak bisa nahan diri Ra . " ucap Elvano serius .
" Aku tidur duluan . " ucap Amyra membenamkan wajah nya ke dalam dada bidang Elvano .
" Curang kamu ya . " ucap Elvano kemudian mengangkat wajah Amyra .
" Kamu yang mulai duluan . Jangan harap kamu bisa kabur . " ucap Elvano kemudian mencium bibir Amyra .
Amyra kini sangat menyukai ciuman hangat Elvano , Amyra mengimbangi ciuman Elvano dengan hangat .
Elvano semakin bersemangat mencium Amyra ketika kini tangan Amyra mengusap lembut tengkuk nya .
Tangan Elvano mulai bergerilya menyusuri punggung Amyra dan menyusup masuk ke balik baju Amyra .
" El . " ucap Amyra pelan . Namun El justru semakin bersemangat .
Dengan lembut Elvano membelai punggung Amyra . Amyra meresapi setiap sentuhan tangan Elvano .
Kini bibir Elvano mulai turun melewati dagu dan mengecupi leher jengjang Amyra .
" El . " suara Amyra terdengar parau .
Amyra benar benar larut dalam sentuhan lembut Elvano .
Tangan Elvano kini berhasil membuat kancing baju Amyra terbuka . Menunjukkan lekuk tubuh indah Amyra yang putih bersih . Elvano menelan saliva nya .
" Aku akan berhenti kalo kamu gak mau Ra . " ucap Elvano dengan hasrat yang benar benar menggebu .
Amyra tak menjawab nya , Amyra justru kembali mencium bibir Elvano . Membuat Elvano semakin ingin meneruskan kegiatan nya .
Elvano melepas kaos polos yang di kenakan nya . Terlihat tubuh atletis Elvano dengan dada bidang kini tak tertutup lagi .
Elvano kembali berciuman dengan Amyra , kini lebih panas karena tubuh kedua nya sudah tanpa sehelai benang pun . Mereka bisa merasakan sentuhan kedua tubuh mereka dengan pelukan dan ciuman itu .
" Amyra . " ucap lembut Elvano di telinga Amyra membuat tubuh Amyra menggeliat karena hembusan nafas Elvano .
" Boleh aku terusin ?" tanya Elvano ragu namun juga penuh harap .
Amyra mengangguk pelan menadakkan kalau dirinya pun berharap Elvano melanjutkan nya .
Akhir nya tubuh kedua nya pun kini menjadi satu . Elvano sudah tidak bisa lagi menahan hasrat nya . Dengan penuh kelembutan Elvano mulai bercinta dengan Amyra .
Amyra pun menutup mata nya , meresapi setiap perlakuan Elvano saat itu . Amyra menikmati nya .
Walaupun kedua nya belum pernah sekali pun mengatakan kata cinta , namun mereka berdua sungguh menikmati nya .
Elvano dan Amyra benar benar terlarut dalam kenikmatan .
" El . " sesekali Amyra memanggil nama Elvano lembut di telinga Elvano . Membuat Elvano semakin tergila gila karena nya .
Hingga akhir nya Elvano mencapai tujuan nya . Dengan nafas kedua nya yang masih memburu , Elvano memeluk Amyra dan mencium nya .
Tubuh mereka kini berpelukan dengan keringat yang membasahi kedua nya . Namun Elvano masih tak melepaskan pelukan nya di tubuh Amyra .
Cukup lama mereka berdua berada dalam posisi itu hingga mereka berdua kini bisa mengatur nafas mereka .
" El . "
" hmm . "
" Aku mau ke kamar mandi . " ucap Amyra .
" Tunggu , aku masih mau gini . " ucap Elvano justru semakin mengeratkan pelukan nya .
" Elvano . " ucap lembut Amyra .
Elvano mengecup bibir Amyra .
" Udah lama aku nahan ini Ra . Bisa gila aku Ra karena kamu !" ucap Elvano . Amyra terdiam .
Amyra tersadar atas apa yang baru saja dia lakukan dengan Elvano . Amyra memang menyukai nya namun hati Amyra terasa bingung .
Amyra yakin kalau dirinya menyukai Elvano , namun kini dirinya berfikir bagaimana tentang perasaan Elvano pada nya .
" El . "
" Hmm . " jawab Elvano .
" Yang baru saja kita lakukan , apa yang kamu rasakan ?" tanya Amyra ragu . Elvano langsung menatap Amyra .
" Maksud kamu ?" tanya Elvano yang masih bingung .
" Maksud aku ,, " Amyra bingung dengan apa yang harus dia ucapkan . Amyra berpikir bagaimana cara nya agar dia tau perasaan Elvano terhadap nya .
" Apa perasaan mu terhadap aku El . Apa yang kamu rasakan ketika kita melakukan nya . " tanya Amyra memberanikan diri .
Elvano terdiam dan berfikir .
Elvano tau kalau dirinya menyukai Amyra , bahkan tergila gila pada Amyra . Namun Elvano masih belum bisa mengatakan cinta pada Amyra .
Elvano hanya terdiam menatap Amyra .
Hati Amyra seketika goyah ketika melihat Elvano yang tak menjawab pertanyaan nya .
Amyra bangun dari tempat tidur dan membalutkan selimut kemudian berjalan menuju kamar mandi tanpa sepatah kata pun .
" Ra . " panggil Elvano pelan melihat raut wajah Amyra yang berubah . Elvano tau kalau dirinya bersalah karena dirinya tak menjawab pertanyaan Amyra .
" Amyra ." sekali lagi Elvano mencoba memanggil Amyra yang mengacuh kan nya .
Amyra tak menggubris panggilan Elvano . Kini Elvano terdiam dengan pemikiran nya sendiri .
" Maaf Ra . " gumam Elvano dalam hati benar benar merasa bersalah .
Amyra masuk ke dalam kamar mandi dan terduduk di balik pintu .
" Harus nya aku gak melakukan nya . Harus nya aku tau kalau Elvano berniat menikahi ku hanya karena bayi ini , bukan karena aku . " gumam nya dalam hati .
Hati Amyra terasa sakit mengingat nya . Dirinya sudah mulai mencintai Elvano dan berharap lebih hingga dirinya rela kembali bercinta dengan Elvano .
Namun sikap Elvano yang tak menjawab pertanyaan tentang perasaan nya sendiri membuat hati Amyra kini goyah . Amyra merasa kalau Elvano tak memiliki perasaan apapun pada nya .
" Aku yakin malam ini tak jauh berbeda dengan kejadian malam itu . Tak ada perasaan apapun dari Elvano . " gumam nya merasa sesak di dada .
" Harus nya aku jangan sampai memiliki perasaan pada Elvano . " ucap nya menyesal .
Air mata pun menetes . Rasa sesak di dada dengan perasaan yang hancur . Amyra menyesali perasaaan nya sendiri .
Tangisan Amyra terdengar pilu namun berusaha dia redam karena tidak mau sampai Elvano mendengar nya .
Dirinya yang kini jatuh cinta pada Elvano .
*****
Amyra cukup lama berada di kamar mandi , membuat Elvano mulai khawatir . Elvano segera memakai celana nya dan mencoba mengetuk pintu kamar mandi .
" Ra ? kamu gak apa apa kan ?" tanya Elvano pelan .
Beberapa saat tak ada jawab dari dalam . Elvano kembali mencoba mengetuk pintu dan memanggil Amyra .
Tak lama kemudian Amura keluar dengan raut wajah datar . Terlihat mata nya sedikit membengkak karena menangis .
" Ra kami baik baik aja ?" tanya Elvano khawatir . Amyra tak menjawab nya . Amyra kembali ke tempat tidur kemudian membaringkan tubuh nya di sisi ranjang .
Elvano segera mengikuti nya . Elvano menyentuh pundak Amyra .
" Ra . " ucap Elvano lembut .
" Aku lelah , aku mau tidur. " ucap Amyra .
Elvano pun terdiam . Elvano hanya bisa membiarkan Amyra dalam posisi membelakangi nya .
" Baiklah , istirahat lah . Biar aku tidur di sofa . " ucap Elvano lesu .
Amyra membalutkan selimut itu sampai ke wajah nya . menutupi sebagian wajah nya . Air mata menetes dari sudut mata nya .
" Kenapa hati ku sampai se sakit ini . Padahal aku tau sejak awal Elvano memang tak memiliki perasaan apapun . " ucap Amyra dalam hati .
...*******************...
jgn ngilang lagi yah ,semangat nulisnya ,up tiap hari ,kami pembaca mu setia nunggu novel ini up 😉😉😉