⚠️ ROMANCE ADULT COMEDY.
Tertangkap basah tidur bersama di ranjangnya, memang Kelandru yang sengaja membuat itu.
Bagaimana dia tidak tertampar dan kecewa Sania yang sudah ia pacari 2 tahun ternyata berselingkuh satu tahun ini saat Kelan berada di Australia menjalani tugas dari orang tuanya. .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Payung Hujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Takut
Manik Rea sudah diselimuti kabut, ia tampak pasrah mendapati perlakuan lembut Kelandru yang sesekali membuatnya melenguh singkat, beberapa menit bermain di leher keduanya pun saling menatap dan melemparkan senyuman.
"My wife?" Rea seakan sudah mengendalikan akal sehat lelaki itu, Kelandru kembali memagut Rea dengan satu tangannya membuka menyalip pada pakaian Rea yang sudah ia buka.
Tubuh Rea menegang hanya sedikit sentuhan tangan pria itu saja membuatnya sangat meremang.
Keland menyukai ekspresi takut Rea dan tubuhnya yang dia buat menegang itu.
Tanpa permisi Keland menarik tubuh Rea semakin ke tengah ranjang ia melucuti satu persatu yang menutupi tubuh Rea.
"Kelandru--" Rea merasa malu ia berusaha meraih sebuah selimut menutupi tubuhnya.
Kelan hanya tersenyum mulai menaiki istrinya, ia usapi lembut wajahnya. Sialnya Rea merasa terhipnotis dan diam saja.
Rea dia akan memperkosamu...
"Keland, a-aku..."
"Aku akan hati-hati."
Lelaki itu tersenyum tulus mengambil tangan Rea lalu mengecupnya, sesaat ia kembali mengecupi wajah Rea, lalu turun ke lehernya.
Di sana Rea kembali menggelinjàng resah, Kelan berusaha mengambil tangan Rea agar bisa memberikan rasa nyaman.
Lalu bibir itu semakin turun menepis selimut yang Rea buat menutupi dadanya, dua buah benda kembar yang terlihar berisi mulai Keland singgahi. Ia tidak berhenti hanya melewatinya saja dan bibir terus turun sampai ke perut rata Rea.
Disana Rea nyaris berteriak merasakan jutaan kupu-kupu menghinggapi perutnya, hingga sampai disebuah titik diri. Rea rasanya ingin berlari.
"Keland aku takut..."
Kelan mengusap lembut paha dalam Rea, menatapnya, "Percayalah aku tidak akan lari..." Penyatuan pun terjadi.
Rea menahan nafasnya dengan gigi yang ia rapati, rasanya seperti sesuatu yang menyetrum tapi menyakiti. Tubuh Rea menolak, Keland mulai memagut Rea lagi agar ia bisa tenang dan menikmati. Percobaan selanjutnya pun terjadi namun lagi dan lagi Rea menolak, bibirnya pun ia rapatkan, Rea tiba-tiba menangis.
Sudah separuh jalan Kelan tidak ingin berhenti diapun memaksanya lebih lagi. Sampai di titik yang ia sedikit paksakan, membuat Rea meremas punggung Kelan sangat kuat.
"Kau jahaat.... Kelandru... " Suara tangis dan teriakan Rea menjadi satu saat penyatuan akhir terjadi.
"Maaf..." Kecup Kelan dahi Rea, dan ia pun melanjutkan aksinya berusaha lembut, betapa ia merasa shock baru saja mendapatkan kegadisan Rea. Balas dendam apa ini ia malah terjebak oleh jeratnya sendiri.
Setiap gerakkan mengaliri setruman di titik diri Hingga keseluruh tubuh, entah berapa banyak Rea sudah berteriak merasa tersakiti, namun tubuhnya menikmati dan seakan menyukai rasa baru ini, apa lagi pelakuamn Kelandru sangat lembut ia terus memuji Rea, mengecup lembut wajahnya dan dahinya.
Sampailah sebuah denyutan terjadi, "Kelandru apaaa itu!!!!" Rea memekik menahan dengan tangannya tubuh Kelan yang menegang dan penug peluh.
"Bukan apa-apa..."
"Kau bisa menghamiliku! Kelandru!" Pekik Rea lagi namun tubuh panas Kelan belum juga beranjak turun malah tampak masih sangat berkesan dan ingin mengulang.
"Kita ke kamar mandi." Kelandru melepaskan Rea.
Rea segera menarik selimut lagi, "Aku nggak mau lagi!" Rea meremasi selimut menutupi tubuhnya. Ia tampak ketakutan, kini ia mulai sadar apa yang baru terjadi, sisa-sisa itu masih ia rasakan, dibawa sana perih dan sesuatu yang terasa merembesi kakinya.
Kelandru tersenyum, "Sudah selesai, ayo mandi dan turun." Kelan menarik sebuah selimut menutup bawah tubuhnya
"Enggak! jangan sentuh aku!"
"Iya iya tidak akan sentuh dengan tangan tapi yang lain."
"Kau vulgar!" Pekik Rea.
"Aku Kelandru bukan vulgar."
Rea mengalihkan wajahnya, "Aku mau minuman bersoda aku ingin minum itu!"
"Ayo mandi kita akan meminumnya." Sesaat Kelan memicingkan matanya, "Tunggu minuman soda untuk apa?"
"Bu-buat, ah bukan urusanmu."
Keland mengendikkan bahunya, "Ayo mandi aku akan bawakan minuman soda setelahnya."
"Aku bisa sendiri! Kau pergi saja."
Kelan melangkah pergi dari sana lelaki itu memeriksa ponselnya, "Hem ada apa Ga?" Tempelkan Kelan ponselnya ke telinga, "Iya aku akan turun, bukan urusamu aku sedang apa? Kau sangat ingin tahu?"
Rea membelalak, "Sagara, dia ingin menceritakanny?" Rea pun segera turun dari ranjang langsung menarik ponsel Kelan, "Jangan pernah membahas yang tadi, Jangan pernah bahas kepada siapapun aku mohon. Ayo mandi ayo, aku akan menurut asal kau tidak menceritakannya.
Kelan pun berlalu menahan senyumannya, orang gila seperti apa yang menceritakan aktivitas ranjangnya, bathin Keland.
Rea masuk ke kamar mandi pelan-pelan, seketika ia berdiri mematung di daun pintunya mendapati lelaki itu berdiri disana tanpa busana, tubuh atletisnya yang begitu sempura sedang berbusa mengotori akal sehat Rea yang mana ia sadar tubuh itu baru saja beraksi diatas tubuhnya.
Tuhan aku ingin amnesia saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sorry ya aku agak busy
adakah karya author yg lain
padahal bagus lho ceritanya
semangat lagi ya kak payung
love kak