NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak

Nikah Kontrak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: shy. ineng

Perjodohan adalah hal keramat yang paling tidak aku sukai. Menurutku di jaman serba modern seperti sekarang ini tidak perlu yang namanya jodoh menjodoh.

Hal yang tidak aku suka malah menghampiriku, orangtuaku menjodohkanku dengan anak sahabat mereka.


Bagaimana kisah mereka?
Novel ini merupakan kelanjutan MBA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shy. ineng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah

Varel menunggu kedatangan Nasya dengan perasaan tak menentu, tamu dan undangan mulai gelisah. Kondisi dalam Aula hotel benar-benar kacau. Bahkan pak penghulu beserta rombonganpun hendak pergi.

Varel terlihat duduk mematung, diam seribu bahasa. Dia tidak menjawab pertanyaan siapapun yang bertanya padanya mengenai kekacauan ini.

Clek.... pintu aula di buka, munculah Nasya beserta keluarga. Sunyi, seluruh penghuni Aula serempak membisu, membungkam mulut masing-masing.

Nasya terlihat lebih baik dari sebelumnya. Walaupun wajahnya tetap terlihat sembab. Dia berjalan dan duduk di samping Varel. Senyum bahagia Varel terlihat jelas di wajahnya. Entah apa yang dikatakan orang tua Nasya sehingga ia menyetujui menikah dengan Varel.

"Baiklah, apakah kita bisa lanjutkan prosesi ijab qobulnya?" Tanya pak penghulu.

"Iya." Jawab Varel cepat.

Kenzo menjabat erat tangan Varel.

"Saya nikahkan anda dengan anak perempuanku Nasya Askila binti Kenzo dengan mas kawin seperangkat alat sholat sudah dibayar tunai." Suara Kenzo mantap, mengema di seluruh ruangan tersebut.

"Saya terima nikah dan kawinnya Nasya Askila binti Kenzo dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai." Ucap Varel mantap, tidak seperti sebelumnya.

"Bagaimana saksi, Sah?" Pengulu bertanya kepada para saksi. Dibalas dengan anggukan kepala serta Sah keluar dari mulut mereka.

Kemudian penghulu meminta Nasya mencium pungung tangan Varel sebagai suami sahnya saat ini.

Demikian proses ijab qobul Varel dan Nasya yang berjalan dipenuhi drama. Sesekali Varel melirik Nasya yang duduk disampingnya. Nasya hanya diam dengan ekspresi susah di tebak antara senang, bahagia, sedih dan kecewa.

Hanya tersisa 4 Jam sebelum resepsi nanti malam. Varel dan Nasya di antar kekamar untuk beristiraha.

"Maafkan aku memaksamu menikah dengan ku!" Ucap Varel, ketika mereka hanya berdua di kamar. Canggung, tidak seperti hari-hari sebelumnya mereka begitu akrab. Nasya yang duduk di atas kasur, diam seribu bahasa, membuat Varel merasa bersalah.

Nasya hanya diam, enggan menjawab kata-kata yang keluar dari mulut Varel.

"Maafkan aku, tolong berikan aku kesempatan setahun saja, sesuai perjanjian nikah kontrak kita. Kamu boleh pergi apabila aku gagal meraih hatimu." Varel menghampiri Nasya dan memgenggam erat tangannya.

Nasya tetap diam, Hanya air matanya yang berlahan keluar. Mewakili perasaannya saat ini. Perasaannya sungguh tak dapat di jelaskan saat ini. Bahagia rasanya dapat menikah dengan sang pujaan hati yang begitu di kaguminya sejak dulu. Merasa sedih karena kebahagian yang dia peroleh membuat adiknya menanggis terluka.

"Nasya, maukan kamu memaafkan aku." Varel memohon maaf untuk kesekian kalinya.

"Kamu tak salah, kenapa terus meminta maaf." Jawab Nasya dengan nada ketus. "Menjauhlah dari ku,aku hendak istirahat sejenak." Menepis tangan Varel yang menggengam tangannya.

"Oke, istirahatlah. aku akan keluar, gantilah pakaianmu. Tidak nyaman tidur mengenakan baju seperti itu." Varel tersenyum manis menampakan gigi putihnya, walaupun kecewa terhadap perlakuan Nasya padanya.Varel berdiri, meraih ponsel yang tergeletak di meja nakas dan berjalan keluar kamar.

Nasya menatap punggung Varel yang berlahan keluar dan menghilang di balik pintu.

"Maafkan aku,Varel. Kamu pasti kecewa dengan sikapku. Aku melakukan ini semua, supaya kamu membenciku dan menjauh dariku."

Ehemm, Varel menarik nafas dalam, ketika sudah keluar kamar. Dia berjalan menuju restaurant hotel. Dia mengubungi Edho untuk menemaninya meminum segelas kopi panas berharap segelas kopi mampu menenangkan dirinya.

"Lo baik-baik aja?" Tanya Edho setelah mendaratkan bokongnya di kursi kosong yang berhadapan dengan Varel.

Varel hanya menganggukkan kepala, kemudian menyeruput kopi pesanannya.

"Pernikahan lo harus dapat rekor muri tuh, drama banget tahu." Edho berusaha melucu.

"Hehe, Varel tertawa kecil mendengar ucapan Edho. "Nasib cinta gue begini amat ya, rumit kayak benang kusut."

"Yup, kusut banget. Tetapkan pilihan lo pada satu orang,Jangan serakah. Nasehat Edho.

"Gue cuma punya satu tahun untuk meraih hati Nasya. Akan sangat sulit rasanya, karena Nasya sepertinya membenciku. Aku menolak permintaannya untuk menikah dengan Naura."

"Apa?" Edho tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

"Nasya memintaku menikahi Naura." memperjelaskan ucapannya sebelumnya.

"Kok bisa? dari mana dia tahu mengenai hubunganmu dengan Naura?" tanya Edho bertubi-tubi.

"Dia mendengar semua pembicaraan gue dengan Naura. Naura menemui gue ketika gue pamit ke toilet disana juga ada Nasya. di sanalah dia mengetahauinya, dia meminta gue menikah dengan Naura.

"Memangnya apa hubungan antara Nasya dan Naura? Mengapa Naura yang mendampinggi Nasya. Gue cukup syok melihatnya tadi.

"Naura itu adiknya Nasya."

"Apa! Adik. Bukannya anak paman kenzo cuma Nasya dan Zoan.

"Aku juga tahunya anak paman Kenzo cuma Zoan dan Nasya, tetapi Nasya terus saja menyebut Naura adiknya. Mungkin Naura anak paman kenzo karena hubungan gelap kali." Varel asal tebak.

"Apa jangan-jangan alasan Naura menghilang dulu karena perjodohan antara kamu dan Nasya?" Edho menduga kemungkinan ini.

"Iya, Naura menghilang karena itu." jawab Varel lemas.

"Kenapa lo menolak untuk menikah dengan Naura?" tanya Edho. "bukankah kamu sangat mencintainya.

"gue mencintai Naura, tetapi itu dulu. Apapun alasan Naura pergi meninggalkan ku dahulu itu adalah kesalahanya, dia mensia-siakan cintaku yang begitu besar untuknya,tanpa berpikir untuk memperjuangkannya. Sekarang cintaku padanya telah menghilang,Saat ini gue mencintai Nasya. gue berpikir untuk memperjuangkan itu. Hatiku bukan mainan yang harus dioper sana sini, itulah alasan ku memilih menikahi Nasya. Oke, gue akui pertama kali melihat kemunculan Naura di sisi Nasya membuatku ragu dan hampir saja mengagalkan pernikahan kami karena gue tidak mampu mengucapkan ijab qobul.

"Pasti ini dilema besar buat Nasya."

"iya, gue masih penasaran mengenai hubungan Nasya dan Naura. Mengapa kita tidak mengetahaui bahwa Naura dan Nasya bersaudara. Bukankah keluarga kita sangat dekat."

"Sebaiknya lo tanya Bokap dan nyokap lo aja mengenai hal itu. Sepertinya perjuangan lo untuk meraih hati Nasya akan sangat sulit. gue yakin berat buat Nasya untuk menerima cinta lo karena Naura."

"Pasti," Varel menatap keatas membayangkan kehidupannya setelah hari ini. "Gue balik ya," Berajak dari duduknya. "Bayarin kopi gue dan gue juga pesan makan untuk Nasya." Berlalu tanpa memperdulikan protes dari edho.

Varel kembali kekamar, terlihat Nasya yang sudah berbaring di atas kasur, selimut menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala.

Varel hanya tersenyum mengeleng-gelengkan melihat jam yang masih menunjukan pukul 15.20. " Masih siang, ngak kepanasan apa berselimut begitu." berguman pelan. Dia menghampiri Nasya menatap wajahnya lekat. mata Nasya terpejam, entah sedang tidur atau hanya memejamkan mata.

"Aku akan mendapatkan hatimu, sesulit apapun itu. Aku akan memperjuangkan cinta kita, walaupun dewa menentangnya." Varel berucap pelan,terus menatap Nasya.

.

.

.

.

.

.

🕊🕊🕊

Thanks buat kalian yang sudah mampir dan menyukai ceritaku. selalu dukung Author melalui vote,like dan komentar kalian. Agar Author semangat nulis chapter selanjutnya 😘😘🙏🙏

1
Marhaban ya Nur17
drama ikan terbang 😃
Marhaban ya Nur17
pantes aja darah varel cocok ama vera 🤔 eh anaknya wkwkwwkk
Marhaban ya Nur17
laahhh kirain varel ama naura biasa aja g kumful gtu
Marhaban ya Nur17
apa itu
Marhaban ya Nur17
penasaran neh
Marhaban ya Nur17
kenayakan suara hati
Marhaban ya Nur17
eh jangan di tanyain kli bang edho pst g jujur tuh
Marhaban ya Nur17
waduh ada udang di balik bakwan neh se naura 🤔
Marhaban ya Nur17
sukurin
Marhaban ya Nur17
sinetron" g kelar"
Marhaban ya Nur17
yo ws naura ama edho aja
Marhaban ya Nur17
sabodo teuing lah nasya
Marhaban ya Nur17
naura ama nasya bulshit semua om do 😠,sok"an males gw wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
bodo amit ama otak lu nasya 😡 sok"an se lu
Marhaban ya Nur17
gw paling males deh klo ada yg karakternya kaya naura 😞 munafik wkwkwk
Marhaban ya Nur17
oon tuh se nasya 😃
Marhaban ya Nur17
sabar bang 😬 emang ujian pernikahan besar y wkwk
Marhaban ya Nur17
kebanyakan gaya neh nasya,,, udh jelas" varelnya jg suka eh malah sok"an nolak lagi
Marhaban ya Nur17
semangat varel
Marhaban ya Nur17
good neh sikap varel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!