NovelToon NovelToon
Dinikahi Milyader

Dinikahi Milyader

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:21.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Azzam Bernabas Dirgantara, seorang Milyader berhati dingin. Bagi Dirga, hatinya sudah lama mati. CEO dari Dirgantara Group tersebut sudah mengubur dalam cintanya bersama sang tunangan yang pergi untuk selama-lamanya.
Lalu tiba-tiba muncul wanita seperti alien yang mulai mengusik kedamaian Dirga. Apa Dirga akan bertahan menjadi perjaka tua sampai akhir hayat karena cintanya yang sudah mati? Atau jangan-jangan pria seperti kanebo kering itu malah berpindah haluan, ketika hidupnya diusik sosok gadis yang sama sekali tidak akan membuatnya jatuh cinta lagi.
Dirga berani bersumpah, ia akan membujang selama-lamanya. Percaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAU LAGI

Dinikahi Milyader Bagian 35

Oleh Sept

Rate 18 +

Seperti terlepas dari beban kehidupan yang membelengu selama ini. Dirga langsung terkulai lemas setelah meluncurkan benda keras namun menggandung cairan pada ujungnya tersebut.

Sedangkan Levia, gadis itu kini tinggal meringis menahan sakit. Dan Dirga yang selesai mengantur napas yang sempat tidak beraturan karena gejolak yang mengebu. Ia melirik wanita yang kini sudah menjadi istrinya tersebut.

Ya, istri yang baru saja ia beri nafkah batin. Baru saja ia menabur benih kehidupan dalam rahim wanita yang kini nampak sangat cantik di matanya itu.

Bahkan, bayangan wajah Arunika pun sama sekali tidak muncul sedetikpun. Sepertinya ia memang sudah terhipnotis oleh pesona Levia. Gadis yang dulu nampak sangat biasa. Namun, nyatanya kini membuatnya tergila-gila.

Sesaat kemudian

"Mau aku gendong ke kamar mandi?" tanya Dirga ingin menawarkan diri.

Levia spontan menggeleng, gadis itu lebih baik jalan sendiri. Dengan memasang wajah pura-pura baik-baik saja, Levia akhirnya berjalan menuju ke kamar mandi.

[Aduh ... kok perih begini?]

Levia mengeryitkan dahi, tapi terus melangkah menuju kamar mandi. Begitu masuk, dia langsung menyalakan kran air. Membasuh wajahnya, sembari menatap cermin.

"Apa yang terjadi barusan? Kenapa aku malu sekali?"

Levia lantas menepuk ke dua pipinya, agar dia sadar atas apa yang terjadi. Kini, dia wanita yang sudah bersuami. Bahkan suaminya itu bukan kaleng-keleng. Meski agak mesumm, tapi keluarganya sangat baik. Levia jadi ingin tersenyum miris. Ia menikahi pria itu apa menikahi keluarganya?

[Anggap saja aku menikahinya karena aku ingin kasih sayang keluarganya!]

Levia menatap cermin sejenak, kemudian menyalakan shower. Ia mau membersihkan diri, membersihkan jejak-jejak yang ditinggalkan suaminya di tubuhnya.

Sesaat kemudian

Sambil memakai bathrobe, ia kembali berkaca. Sudah wangi, bau shampoo dan sabun. Namun, tiba-tiba matanya tertuju pada ruam-ruam merah di sekitar leher jenjangnya.

[Pria ituuu!]

Levia mendesis dan sedikit panik, ketika mengosok kulit yang nampak ruam malah tidak hilang. Maklum, ia tidak pernah mendapat cap kepemilikan sebelumnya.

Tok tok tok,

Makin paniklah Levia apalagi saat pintu diketuk. Ia yakin itu pasti Dirga. Dengan buru-buru ia merapikan apa yang dikenakan, padahal cuma pakai handuk mandi kimono.

KLEK

"Lama sekali?" tanya Dirga yang cemas karena khawatir Levia lama di kamar mandi.

Levia yang masih malu karena kejadian sesaat lalu di ranjang panass mereka, ia tidak berani menatap wajah suaminya. Levia lebih sering menundukkan pandangan.

"Kamu nggak apa-apa kan, Lev?"

Levia menggeleng pelan kemudian berjalan mendahului Dirga.

[Ada apa dengannya? Kenapa tidak mau menatapku?]

Dirga bertanya-tanya dalam hati, kemudian ganti masuk kamar mandi. Giliran dirinya yang sekarang harus membersihkan diri. Masalah Levia, biar nanti ia tanya kembali.

Saat Dirga ke kamar mandi, Levia baru bisa bernapas lega. Namun, ia sempat tertegun sejenak saat melihat ke atas ranjang. Sebuah pemandangan yang cukup membuatnya malu campur canggung.

Sedangkan di tempat lain. Mansion mewah milik Zio Rael Dirgantara.

Terlihat Zio duduk sambil memegang gelas minuman. Sepertinya semalaman ia tidak tidur. Matanya menatap kosong pada botol-botol yang ada di depannya.

Tok tok tok

KLEK

Naomi yang semalam menginap di sana, langsung masuk setelah mengetuk pintu.

"Belum tidur juga?" tanya Naomi dan langsung duduk di depan kakaknya.

"Kamu sendiri?" Zio malah balik bertanya, membuat adiknya langsung mendesis.

"Ish ... sudahlah. Kalau tidak bisa tidur jangan minum!" ujar Naomi sambil mengambil botol-botol di atas meja. Ia kemudian membawanya keluar.

"Heii! Kembalikan!"

Naomi hanya menoleh, kemudian berjalan kembali. Sedangkan Zio, ia hanya tersenyum tipis melihat sikap protective sang adik.

***

Pagi harinya

Pukul sembilan Zio baru bangun, sepertinya ia baru bisa tidur ketika matahari mulai muncul. Patah hati, membuatnya terjaga semalaman.

Kini, saat ia bangun, Naomi yang menginap di mansion miliknya, langsung memberi tatapan ketus.

"Ini yang terakhir Mas Zio minum!"

"Hemmm!"

"Nanti aku kenalin sama temenku."

"Sudahlah, Naomi!"

"Ketemu aja."

"Mas bilang nggak usah."

"Gak pacaran gak apa-apa. Ketemu aja."

"NAOMI!"

Gadis itu langsung diam, sepertinya sang kakak belum mau move on. Mereka pun makan dengan suasana hening. Karena sepertinya Zio sedang bad mood. Alhasil, Naomi tidak lagi mengungkit masalah perempuan lagi.

***

Luxury Hotel

Levia dan Dirga sedang sarapan di kamar mereka. Dirga sengaja memesan makanan untuk di antar ke kamar. Karena ia merasa tidak enak melihat Levia yang meringis saat berjalan. Meskipun istrinya itu tidak mengeluh atau mengatakan apapun, Dirga sepertinya sudah paham. Ini pasti karena ulahnya.

Dan saat makanan sudah datang, mereka pun sama-sama makan. Ditemani aura kecanggungan yang memenuhi kamar.

"Habis ini mau ngapain?" tanya Dirga tiba-tiba.

Levia hampir tersedak, ia yang sejak tadi tidak fokus pada makan paginya, tambah gagal fokus saat Dirga bertanya mau ngapain lagi setelah makan.

"Ke luar cari angin segar apa tetap di dalam kamar?'

[Nanti kalau aku jawab keluar saja, tapi kalau jalan masih sakit. Dan jika aku bilang di kamar saja, ... hemmm... tatapan itu. Dia membuatku takut!]

Levia menundukkan wajahnya, tidak ingin menatap Dirga yang terus saja memperhatikan dirinya.

"Di kamar saja," jawab Levia lirih. Bukan karena ia ingin hal aneh-aneh. Ini karena ia memang kurang nyaman saat berjalan. Bagian inti masih sakit jika dibuat melangkah. Jadi, ia ingin di kamar saja.

Sementara itu, Dirga tersenyum penuh kemenangan di dalam hatinya.

[Oh ... kamu mau lagi rupanya. Pura-pura malu ... ternyata kamu berani juga]

Dasar biji terong, dia yang mau malah nuduh lawan mainan. BERSAMBUNG

1
juwita
mampir
Felycia R. Fernandez
amplas?? besi kaleee 😆😆😆😆
Sri Utami
Luar biasa
dita faza
jd igt yg lentur ngatain dokter bopeng
Arida Susida
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
Nurmiati Aruan
ya gak salah zio donk.... yang salah tu emak nya...
Gung Dy
🤣🤣🤣🤣🤣
Tri Lestari Endah
zia kembarannya zio ,sudah menikah blm ya
Anonymous
suka btul dgr suara pimoy💚
Ida Has
ga usah sama Reza mamanya sadis ntar susah lg hidup
Ida Has
sesuai dan cantik2
Ida Has
jgn sombong Dirga ntar bucin
Esih Mulyasih
Luar biasa
Deliza Yuseva
sombongvkamu Dirga ...
Deliza Yuseva
masih awang 2 thor
Dedek Aja
Luar biasa
Gung Dy
bagus...sy suka cerita yg happy ending 👍🤩
Meyke Joyce Rantung
bukannya tadi Diska sudah pesan 2 kamar di hotel? kenapa nggak nginap hotel aja?
Land19
cinta 🔺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!