¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.35 Pesta
Jam menunjukkan pukul 19.00, dari tadi Kiran tampak sibuk berdandan. Dia harus tampil cantik dipesta sahabatnya. Sebenarnya dandanpun terpaksa, karena harus pergi dengan Andrian.
Andrian sudah siap memakai jas mewah. Wajahnya terlihat tampan dan sempurna. Sudah lama Andrian menanggalkan baju seperti itu.
"Cantik sempurna, MasyaAllah." Andrian memuji istrinya ketika keluar dari kamar.
Kiran memakai gaun yang beda dari biasanya, sekarang lebih sopan dan tertutup. Gaun warna hitam yang mewah sangat cocok dikulit putihnya.
"Sopir!" Panggil Kiran yang tak melihat Andrian duduk dikursi.
"Iya!" Jawab Andrian lalu berdiri.
"Hmmm ganteng juga tidak kalah dengan pengusaha." Kiran diam terkejut dengan penampilan suaminya.
Lagi-lagi terbesit diotaknya hanya seorang sopir tidak pantas bersanding dengan dia.
Andrian berjalan menuju mobil lalu membukakan pintu untuk Kiran.
Didalam mobil mereka hanya diam tanpa kata. Tapi Andrian merasa hatinya sudah mulai merasakan ada getaran. Cinta atau hanya sebatas kagum dengan kecantikan istrinya.
Sampailah disebuah hotel tempat resepsi pernikahan Friska. Kiran berjalan mendahului Andrian.
"Dek yakin kita jalannya pisah gini, entar orang ngira kita lagi ribut." Andrian tersenyum menatap wajah cemberut Kiran.
"Hmmm" Kiran lalu berjalan disamping Andrian.
Andrian memberi kode agar Kiran melingkarkan tangannya dilengannya.
Kiran menatap tajam kearah Andrian, emosi dan ingin meluapkan kemarahannya.
Andrian tersenyum, lalu memberi kode agar Kiran menuruti.
Kiran memasuki ruangan, suasana tampak rame oleh tamu undangan. Pestanya sangat mewah. Andrian dan Kiran berjalan beriringan, tangan Kiran melingkar dilengan Andrian. Seperti pasangan yang bahagia.
Sesekali Kiran tersenyum kepada tamu undangan, walau sebenarnya senyum terpaksa.
"Eh anak mama!" Rina tampak bahagia melihat anaknya semakin lengket.
"Mama sudah duluan." Ujar Kiran ketus.
"Iya sayang, ayo kesana itu papa kamu. Sapa teman bisnis papa kamu" Ujar Rina menggandeng anaknya.
"Pak bu, ini kenalin anak saya sama suaminya." Ucap Rina bangga.
"Wah pasangan serasi, cantik dan gagah. Maaf waktu nikah ga sempat datang." Ujar teman bisnis papanya.
Kiran hanya tersenyum, lalu pamit untuk menemui Friska.
"Eh sopir, jangan gr kamu." Bisik Kiran ditelinga Andrian.
Andrian hanya tersenyum mendengarnya, bagi dia hal seperti itu sudah makanan sehari-hari, dan malah jadi lucu.
"Hey bebq, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang sama pangerannya." Friska memeluk sahabatnya itu.
Hati Kiran tambah panas dengan kata-kata Friska.
"Coba lihat beb, diantara semua tamu undangan. Kalianlah pasangan yang serasi, bener aku gak bohong." Ucap Friska menggoda Kiran.
"Hmmm" Mulut Kiran manyun mendengar kata-kata Friska.
Suami Friska hanya tersenyum melihat tingkah istri dan sahabatnya itu.
Sebenarnya ditempat pesta Andrian banyak yang mengenal, hanya Andrian selalu menghindar ketika yang mengenalnya akan mendekatinya.
Kiran meninggalkan Friska dan menuju kemenu makanan, tak sengaja Kiran bertemu mantan pacar pertamanya yang berjalan dengan pasangannya.
"Kiran kamu Kiran kan?" Ucap Aldo tak percaya.
"Iya!" Jawab Kiran jutek.
"Eh bagaimana kabar kamu?" Tanya Aldo merasa tak enak.
"Baik" Jawab Kiran tenang.
"Kamu masih sendiri, ini tunanganku." Aldo memperkenalkan tunangannya.
"Eh sayang, sini!" Kiran menarik manja Andrian yang datang menghampirinya membawa piring makanan.
Andrian tampak heran, kenapa gak salah dengar dia manggil sayang.
"Sayangkenalin ini teman aku, Aldo" Kiran tampak gelendotan dibahu Andrian.
Andrian mengulurkan tangannya dan Aldo menyambutnya.
"Hmmm ternyata kamu lebih cepat move on dari pada aku Kiran." Aldo terdiam menatap Kiran.
"Oya sayang makan disana yuk, kamu ambil apa. Satu piring aja ya suapi aku." Kiran tersenyum sengaja memanas-manasi hati Aldo.
Tunangan Aldo sudah meninggalkan mereka menuju hidangan.
"Ya semoga kalian bahagia." Ucap Aldo lirih.
"Ya terimakasih, kami sangat bahagia." Ucap Kiran senyum mengembang dibibirnya.
Aldo lalu meninggalkan mereka. Kiran dan Andrian berjalan lalu duduk dikursi yang kosong.
Wajah Kiran yang tadi tampak bahagia sekarang, tampak sangat emosi.
"Kenapa dia, baru saja beberapa menit mesra. Sekarang wajahnya berubah begitu cepat. Seperti bunglon." Andrian menggeleng-gelengkan kepala.
"Makan sayang." Ucap Andrian sambil menyodorkan piring.
"Makan aja sendiri." Ucap Kiran ketus.
"Ayo kita pulang!" Kiran berlalu dan diikuti oleh Andrian.
"Kamu tau kenapa aku kayak gitu tadi" Kiran menatap tajam kearah suaminya.
"Gak" Jawab Andrian sambil serius nyetir mobil.
"Dia tadi mantan pertamaku." Ucap Kiran sedih.
"Dia hanya mantan khan, ada tunangannya juga. Kamu lupainlah buka lembaran baru." Ujar Andrian lembut.
"Dahlah percuma ngomong sama kamu." Kiran tampak cemberut.
"Aku..sudah mulai gr, ternyata hanya untuk manas-manasi mantan kamu." Andrian terdiam ada perasaan sakit dalam hatinya.
~ Jangan lupa lupa like, dan komennya. Jika berkenan kasih vote ya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...