NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Fantasi / Action
Popularitas:436
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Master Q adalah sosok Yang Mulia, pribadi yang melampaui batas kehormatan biasa dan menapaki jalan kemuliaan sejati.

Master Q memiliki tiga tugas utama: menjinakkan Q; memelihara Q; menggunakan Q.

Di tengah kebingungan dan misteri yang menyelimuti kesadarannya, Bagas Pratama terbangun dan mendapati dirinya bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu, di sebuah dunia yang dikuasai oleh lautan luas, mesin uap, bajak laut, deru meriam, ramuan-ramuan misterius, serta keberadaan Q dan Anomali.

Ikuti perjalanan Rostav Zertu menghadapi bahaya dan konspirasi yang memburunya, saat dia terjerat dalam intrik organisasi-organisasi rahasia yang mengendalikan dunia dari balik kabut.

Inilah kisah tentang "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Suara Auman

Dalam waktu yang begitu singkat, seluruh kapal dipenuhi oleh suara teriakan para tahanan yang ketakutan melihat tubuh teman mereka meledak dan menyemburkan segala isinya ke seluruh arah.

Beberapa dari mereka yang tak tahan melihatnya merasakan mual. Perut mereka seolah-olah dihantam olah tinju raksasa, membuat seluruh isinya keluar dan mengotori haluan.

Beberapa lainnya masih berteriak.

Beberapa lainnya hanya bersikap tenang sambil membersihkan cairan-cairan yang mengotori tubuh mereka. Termasuk Cia. Dia tetap berusaha tenang, walaupun dalam hati dia sangat terkejut, dan juga ingin memuntahkan seluruh isi perutnya. Walaupun dia pernah melihat kejadian serupa, tapi, jelas, siapa orang yang dapat beradaptasi dengan cepat jika melihat tragedi itu? Dia masih merasakan mual di perutnya.

Para penjaga dan awak kapal yang melihat para tahanan memuntahkan isi perut dan berteriak, bukannya marah malah tertawa, seolah-olah itu adalah sebuah hiburan komedi.

Mereka tertawa terbahak-bahak, sambil meminum rum dengan nikmat.

Sudut bibir Sang Kapten terangkat tinggi. Pipinya terkena semburan darah dari Ras Athu yang meledak tersebut. Dia menggunkan jempolnya untuk membersihkan darah di pipinya, dan menjilatinya dengan bersih seolah-olah itu adalah permen manis yang nikmat.

Sang Kapten awalnya terkekeh, sebelum akhirnya tertawa keras, kencang. Suaranya bergema di Laut Nug'got dan kemudian berkata sambil menatap para tahanan yang ketakutan. "Kalian lihat! Kalian lihat, tadi? Itulah akibat jika kalian melawan, hahaha!" dia mengangkat kepalanya, menutup kedua matanya, dan melebarkan kedua tangannya, seolah-olah sedang menikmati angin musim gugur yang sejuk. "Ah, sungguh, perasaan ini sungguh nikmat. Sungguh pertunjukan yang megah dan memuaskan. Hahaha..."

Suara tawanya terus bergema di lautan, sebelum akhirnya berhenti dengan tatapan tajam seperti elang, menatap tahanan satu per satu.

Pada momen itu, para awak kapal melemparkan sebuah kantung kulit dengan tali panjang kepada para tahanan.

"Satu," dia mengangkat jari telunjuk tangan kanannya dengan gerakan pelan.

Para tahanan yang mengetahui tanda tersebut segera memasang kantung kulit ke tubuh mereka dan berdesakan untuk bergerak. Menyeret tubuh mereka hingga menabrak satu sama lain, dan segera melompat ke lautan.

"Dua," suaranya menjadi lebih dalam dan berat.

"Tiga," pada momen itu, para awak kapal mengangkat revolver mereka ke udara dan menarik pelatuknya. Peluru keluar dari moncong senapan, disertai uap putih tipis nan panas, dengan suara yang mampu membuat telinga berdenging.

Cia sendiri sudah terjun ke lautan ketika hitungan mencapai dua. Di dalam Laut Nug'got yang airnya berwarna perak kemerahan, jarak pendangnya menyempit sekitar tiga puluh persen. Air di sini begitu pekat dan berat seperti lelehan timah. Dia mencoba mengambil napas, dapat dirasakan kalau napasnya menjadi sesak, seolah-olah ada beban tak kasat mata yang menahan dadanya.

Tapi, dia tetap menahan dirinya sendiri. Tak memiliki niatan untuk kabur. Jika dia melakukan hal itu, sama saja seperti bunuh diri. Jika dia masih hidup, ada kemungkinan untuk dapat kabur dari tangkapan bajak laut ini.

Dia menggerakkan ekor ikannya dan berenang ke bawah. Tapi, setelah berenang hingga kedalaman dua puluh meter, dia merasakan tekanan di dadanya semakin berat, dan pandangannya juga lebih sempit. Tapi dia dapat melihat beberapa Ras Athu di dekatnya, hal itu membuatnya menjadi sedikit tenang.

Dia tetap melanjutkan berenang hingga kedalaman lima puluh meter, air menjadi lebih keruh di sini, seolah-olah tercemar oleh limbah industri.

Di kedalaman ini dia dapat melihat terumbu karang raksasa yang tumbuh di bebatuan tinggi seperti menara. Di celah-celah terumbu karang, bersembunyi beberapa ikan dengan bentuk aneh.

Ada yang berkepala lebar dengan tubuh kecil, tapi kepalanya dapat mengembang dan mengempis. Ada yang memiliki kaki-kaki kecil yang memenuhi sekuruh tubuhnya. Ada yang memiliki dua hingga empat mata tambahan di badannya.

Semua ikan di tempat ini aneh dan belum pernah dilihat oleh Cia sebelumnya. Berbeda dengan laut-laut lain, seperti Laut Amhor tempat mereka biasanya mencari mutiara, ikan-ikan di sana bisa dibilang masih dalam bentuk yang normal, hampir sama seperti ikan-ikan di Benua Utara.

Tapi di laut ini, ikan-ikan memiliki bentuk yang aneh dan, bisa dibilang mengerikan. Tidak hanya itu, terumbu karang di sini tumbuh lebih besar dari apa pun yang pernah dia lihat sebelumnya. Warnanya juga lebih keruh, gelap, dan mencekam, seolah-olah batu karang di sini sudah terkontaminasi oleh sesuatu.

"Ekosistem di laut ini... hmm, lebih mengerikan. Batu karang di sini memiliki warna yang lebih keruh, ikan-ikan di sini memiliki bentuk yang lebih aneh," Cia bergumam sambil mengelilingi batu tinggi yang seperti menara, mencoba mencari kerang yang menghasilkan mutiara.

Tapi sepuluh menit mencari, dia tak menemukan kerang apa pun, dia hanya menemukan terumbu karang, dan terumbu karang lagi.

"Apa kerang mutiara tidak hidup di kedalaman ini?" Cia menggaruk rambutnya yang melayang di dalam air, merasa bingung. "Di Laut Amhor, aku dapat menemukan kerang mutiara di kedalaman dua puluh hingga tiga puluh meter. Tapi di laut ini, di kedalaman itu aku tidak menemukan apa pun kecuali air, air, dan air. Baru di kedalaman lima puluh meter, aku menemukan ekosistem. Apa aku harus berenang lebih dalam lagi?"

Cia akhirnya menghela napas dan memilih untuk berenang lebih dalam. Dia sebenarnya malas melakukannya, tapi apa dayanya? Jika dia tidak mendapatkan mutiara, maka dia akan mendapatkan hukuman.

Di kedalaman tujuh puluh lima hingga seratus meter, tekanan di dadanya menjadi semakin berat, dan jarak pandangnya menjadi lebih sempit. Cahaya matahari hampir-hampir tak dapat menembus kedalaman ini. Pandangan menjadi gelap, seolah-olah sedang berada di tengah hutan tanpa penerangan apa pun.

Ekosistem di sini lebih melimpah dibandingkan di kedalaman lima puluh meter. Cia mengelilingi kedalaman ini, dan lima menit kemudian, dia melihat sebuah kerang berwarna merah gelap dan memiliki bintik-bintik berwarna perak.

Cia menyipitkan matanya dan mendekati kerang itu, memindainya. Kerang itu memang berukuran lebih besar dari pada kerang yang pernah dia temukan, tapi warna cangkangnya sedikit aneh.

Cia pun, mengambilnya, dan membuka cangkangnya dengan cukup kesusahan. Cangkang kerang ini seolah-olah terkunci, memerlukan usaha lebih untuk membukanya. Ketika dibuka, dia melihat sebuah mutiara besar berwarna merah.

Cia mengambilnya dan memindainya, "pantas saja dia ingin kita mencari mutiara di tempat ini, ternyata dia ingin mengambil mutiara merah."

Cia akhirnya memahami kenapa Kapten itu begitu keras kepala dan tetap ingin mereka mencari di Laut Nug'got. Satu mutiara merah, memiliki harga setara tiga hingga lima mutiara biasa. Tergantung ukuran dan kualitasnya.

Cia meletakkannya di kantung kulit dan menutupnya.

Dia mencarinya lagi hingga menghabiskan waktu satu jam penuh, tapi dia hanya bisa mendapatkan empat mutiara dari puluhan kerang yang ditemukan. Tidak semua kerang memiliki mutiara di dalamnya.

Hari sudah berubah menjadi sore hari, mungkin sekitar jam empat atau jam lima sore.

Groarsh!

Pada momen itu, saat dia ingin mencari kerang lagi, sebuah suara auman besar bergema di dalam air. Suaranya begitu dalam dan berat, seolah-olah berasal dari kedalaman bumi.

Cia tentu saja tersentak kaget. Dadanya naik turun dengan ritme yang cepat, detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia meletakkan kedua tangannya di dada, berusaha menenangkannya. Dia menyapu pandangan sekeliling, berusaha mencari dari arah mana suara itu.

Tapi, suara auman itu bergema di dalam lautan, seolah-olah suaranya berasal dari segala arah.

Cia terdiam di tempat selama lima detik penuh sebelum akhirnya kesadarannya kembali, mundur beberapa langkah. Dia menggerakkan ekor ikannya, tubuhnya berenang mundur dengan pelan, sementara pandangannya tetap menyapu sekeliling.

Air laut menjadi lebih gelap dan lebih keruh. Dadanya terasa sesak dan semakin sesak. Pandangannya menjadi menyempit, dan pendengarannya entah kenapa mulai sedikit terganggu.

Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Tubuhnya bergetar tanpa dia mau, dia... ketakutan. Suara auman itu, membuatnya ketakutan!

Saat dia berenang mundur beberapa meter lagi, tiba-tiba, dia merasa ada sesuatu di belakangnya. Dia dapat mendengar suara aneh di belakangnya, seperti suara napas harimau, tapi lebih dalam, lebih berat, dan lebih mengerikan.

Tubuhnya meremang, menelan salivanya seperti menelan sebuah kerikil. Lalu, dengan gerakan pelan dan kaku, dia menoleh ke belakang.

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!