Patah hati dan jatuh cinta kembali. Itu biasa bukan? Tapi bagaimana jika jatuh cinta kembali pada seorang pria yang ternyata dia adalah kakak dari sang mantan.
Setelah menikah dan hidup bersama dengan sang kekasih, bukannya hidup dengan bahagia tapi justru malah mendapatkan banyak masalah.
Bukan hanya yang akhirnya hidup satu atap dengan sang mantan, tapi mantan kekasih suami juga datang kembali.
Tidak!
Bukan mantan kekasih, tapi tunangan suami. Dan ternyata dia adalah seorang psikopat yang tidak mau lepas dari suami.
Penasaran kan? Yuk kepoin kisah Nadisya yang harus hidup di kelilingi para mantan dan menjalani hidup yang keras.
Only on: Married With You
suka membaca dan menulis
penyanyi solo dalam hening
follow my ig @reezheety_
add my fb Ree Zheety
dont forget like, komen, vote and follow :))
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nhur Syaibani Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Pertengkaran
Alfa melangkahkan kakinya kasar, masuk kedalam mobilnya, melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata
"Brengsek" ucap alfa kasar
Tap tap tap
Alfa menekan kode sandi apartemennya
Ceklek
"Kamu?? Ngapain disini ??" tanya alfa
"Kenapa ?? Kamu keberatan?? Aku nunggu kamu dari tadi, aku tanya Andra kamu ga ada meeting hari ini, Makanya aku langsung kesini !! Kamu dari mana ??" tanya nadya, ia memeluk pria di hadapannya
"Nad aku cape" kata alfa melepaskan pelukan nadya dan berjalan kearah sofa, ia menghempaskan tubuhnya kasar dan memejamkan mata
Nadya menghampiri alfa, duduk disebelahnya dan memeluk pria disampingnya, alfa kembali membuka matanya dan melepaskan tangan nadya dari tubuhnya "nad aku cape" ucap alfa keras "aku mau mandi dulu" kata alfa lalu pergi meninggalkan nadya
"Sampai kapan al ?? Sampai kapan aku harus menunggu hati kamu" ucap nadya pelan
Nadya melangkahkan kakinya hendak mengambil air minum, ia melewati kamar alfa yg sedikit terbuka, langkahnya terhenti, dengan ragu-ragu ia masuk kedalam kamar alfa
Nadya menutup mulutnya rapat rapat, air mata mulai menetes membasahi pipinya, ia melihat foto nadisya dan alfa tengah berpelukan yg cukup besar terpampang di dinding kamar pria yg ia cintai, bahkan di atas nakas pun ada beberapa foto nadisya tengah tersenyum manis
Nadya menghampiri nakas dan mengambil foto nadisya dan alfa , mereka nampak sangat bahagia, nadisya tersenyum bahagia begitupun alfa, mereka nampak sangat serasi, cantik dan tampan, terlihat sangat saling mencintai
"Aku tau kamu masih mencintai dia" kata nadya pelan, ia menghapus air mata di pipinya
"Kamu ngapain ??" tanya alfa tiba-tiba, dengan kasar alfa mengambil paksa foto di tangan nadya "jangan sentuh barang yg bukan milik kamu" kata alfa kasar
"Kenapa al ?? Kenapa??" tanya nadya
"Keluar" kata alfa
"Kamu anggap aku ini apa al ? Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini" tanya nadya
"...."
"Aku tau, kamu hanya menjadikan aku alat untuk balas dendam kan ? Aku tau kamu masih mencintai dia, bahkan kamu masih pake tanggal lahir dia untuk kode sandi apartemen kamu" kata nadya lagi
Flashback
Nadya melihat punggung alfa hingga tak terlihat memasuki mobilnya, nadya menghembuskan nafasnya kasar, ia melangkahkan kakinya keluar restauran dan menunggu taksi
_ _ _
"Andra ??" tanya nadya, saat memasuki ruangan alfa
"Eh nad ? Alfa ga ada disini" ucap Andra
"Iya aku tau, dia meeting dimana ??" tanya nadya
"Meeting ??" kata Andra bingung "setau aku dia ga ada meeting hari ini nad"
"Ga ada ??" tanya nadya bingung
"Iyaa, hari ini dia kosong kok, ga ada meeting ketemu klien atau apapun" kata Andra
Nadya berfikir sejenak
"Hmm thanks ndra, aku duluan" kata nadya lalu pergi
Nadya keluar kantor dan menunggu taksi, ia pergi kearah apartemen alfa
_ _ _
Nadya tepat berada di depan pintu apartemen alfa, beberapa kali ia menekan bel, namun tak ada jawaban sama sekali "dia kemana ??" ucap nadya pelan
Ia menekan kode sandi apartemen alfa dengan tanggal lahir pria itu, "salah" ucap nadya pelan, ia mencoba dengan tanggal lahirnya namun tetap salah, terakhir "haruskah ??" ucap nadya, ia kembali menekan kode sandi apartemen alfa dengan tanggal lahir nadisya dan ....
Terbuka
Ia memegang dadanya, terasa sesak, ia menelan ludah, tenggorokannya tercekat
Ceklek
Nadya masuk dan menghempaskan tubuhnya kasar ke sofa
Flashback End
"Kenapa ?? Kenapa kamu kaget al ?? Kamu fikir gimana caranya aku bisa masuk kesini huh? "
"Terus kenapa ? Kenapa kalo aku memang masih mencintai dia ? Kamu mau marah ? Mau meninggalkan aku? Aku ga peduli!!" kata alfa
"Apa artinya aku dimata kamu al ? Aku bahkan rela dicaci Diandra hanya demi kamu, dia bahkan memutuskan tali persahabatan dengan aku karna aku memilih kamu" kata nadya terisak
"Jika sahabat sebaik mereka saja kamu khianati apalagi aku, aku bahkan menyesal nad aku menyesal meninggalkan dia "
"Aku mengkhianati mereka karna aku memilih kamu al, aku cinta sama kamu al, aku yg lebih dulu mencintai kamu bukan dia" kata nadya terisak
"Pergi !!" kata alfa sarkastis
Nadya melangkahkan kakinya pergi
***
"Yaanng cepet" teriak Darren
"Iya bentar" jawab nadisya berteriak
"Aku tunggu di mobil" ucap Darren lagi
10 menit kemudian
Nadisya masuk kedalam mobil Darren, dengan cepat darren memakaikan sabuk pengaman wanitanya
"Lama banget sih" ucap darren, nadisya tersenyum kearah Darren
"Jangan senyum, jelek" ucap Darren
"Tapi kamu suka kan ? Iyaa kan iya kan ??" tanya nadisya
Darren menghiraukannya, ia fokus melajukan mobilnya dengan kecepatan normal
"Kamu tuh kali-kali senyum gitu jangan so so an cool di hadapan orang-orang" kata nadisya
"Aku gini aja kamu setergila-gila gini apalagi kalo...."
"Siapa yg tergila-gila??"
"Kamu lahh"
"Bukannya kebalik ya?? Aku yakin kalo aku pergi meninggalkan kamu, kamu pasti..."
"Kamu tuh apa sih!! Kamu ga akan kemana-mana" ucap Darren
_ _ _
Darren dan nadisya keluar dari mobil, mereka berjalan kearah boutique, Darren tersenyum kearah karyawan boutique, nadisya memperhatikan prianya
"Anaknya mba Vitta ya?" ucap wanita paruh baya tiba-tiba
Darren dan nadisya menganggukkan kepalanya
"Saya udah siapin gaunnya, ayoo" ucap wanita paruh baya, ia menggenggam tangan nadisya dan menariknya pelan, "ahh buat mas nya nanti karyawan saya siapin jasnya
Seorang karyawan memberikan satu setel jas berwarna silver "mas ini bisa dicoba sekarang"
Darren menganggukkan kepalanya dan masuk ke ruang ganti , memakainya lalu keluar
"Pas" ucap karyawan tadi
Darren duduk di sofa sembari mengotak atik handphonenya
5 menit kemudian
"Gimana ??" tanya nadisya yg baru saja keluar dari ruang ganti
Darren melihat kearah nadisya, menatap wanitanya, melihat daru ujung kaki hingga kepala merasa takjub
"Bagus" ucapnya datar lalu kembali fokus ke handphonenya
"Huuhh " nadisya menghembuskan nafasnya pelan
***
Darren dan nadisya melangkahkan kakinya keluar dari boutique
"Kamu kenapa??" tanya Darren
"Ngga !!"
Darren mengerutkan alisnya bingung
"Senyum aja sama semua perempuan, terus aja tebar pesona" kata nadisya sinis lalu berjalan cepat kearah mobil
"Huh? " Darren menggelengkan kepalanya pelan lalu masuk kedalam mobilnya
"Kamu marah ?" tanya Darren
"Nggak!!"
"Kamu cemburu??" tanya Darren lagi
"Ngga lah !! Ngapain"
"Kan tadi kamu yg suruh, katanya aku kali-kali harus senyum"
"Iya tapi ga sama perempuan cantik juga, kamu tuh... Ahh tau ahh" ucap nadisya "kamu ga akan ngerti" kata nadisya lagi memalingkan wajahnya kearah lain
"Yaang ?? Liat aku" ucap darren, nadisya beralih menatap pria disampingnya "perempuan yg paling cantik di mata aku itu kamu, kamu ga usah khawatir, aku udah bilang kan kalo kamu satu-satunya"
"Bener ??"
Cupp
Darren mengecup pipi nadisya
"Kamu ??"
"Kamu ngomong lagi aku cium lagi" ancam Darren
"Galak !!"
Cupp
"Aku udah bilang kan jangan ..."
Cupp
Kini giliran nadisya yg mencium pria disampingnya
"Ayoo jalan" kata nadisya
_ _ _
"Reennn"
"Hmmmm"
"Haus, ke minimarket dulu ya sebentar" pinta nadisya
"Hmmm" Darren menepikan mobilnya didepan minimarket "kamu tunggu disini aja, jangan kemana-mana" kata Darren
"Iya " ucap nadisya
Darren turun dan masuk ke mini market, nadisya melihat jalanan yg ramai
"Nadya ?" ucap nadisya pelan melihat kearah sebrang jalan, ia turun dari mobil dan menghampiri nadya
"Nadya?? " panggil nadisya "kamu ngapain jalan sendirian,
Nadya menatap sinis nadisya
"kamu habis nangis ? Mata kamu sembap kaya gitu" tanya nadisya
"Semuanya itu gara-gara kamu sya, gara-gara kamu" ucap nadya keras
"Maksud kamu apa ? Aku ga ngerti" kata nadisya
"Kalo aja dulu kamu ga ketemu dia semuanya ga akan kaya gini, aku yg lebih dulu jatuh cinta sama dia tapi dalam sekejap kamu ambil dia sya"
"Nad..."
"Aku belum selesai sya" teriak nadya "aku benci sama kamu sya, kenapa kamu harus ada diantara kita sya, orang-orang lebih berpihak sama kamu bahkan Diandra memusuhi aku karna kamu, kamu puas sekarang sya? Aku tau aku egois, aku mengakuinya, aku tau aku salah"
"Nad.." ucap nadisya sembari memegang bahu nadya namun dengan cepat nadya melepaskannya kasar
"Jangan pernah sentuh aku" kata nadya mendorong nadisya hingga jatuh tersungkur
Nadisya bangkit berusaha berdiri
Tiiiiiittttttt
Sebuah mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata
Braaakkkk
Nadya menutup mulutnya dengan tangan
"Nadisyaaa" kata Darren menjatuhkan air minum yg baru saja ia beli dan berlari menyebrang jalan menghampiri wanitanya
TBC :))
Jangan lupa like dan komennya ya
jadi ikut melo
bagus
sukses
semangat
kemaren author Hiatus jd ikutan Hiatus jg bacanya.
kenapa baru baca lg Uda meweeek trus dari episode sebelumnya GK berenti2😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 thor, kenapa dimasukkan bawang disini😭😭😭