NovelToon NovelToon
Berbagi (Beban) Cinta

Berbagi (Beban) Cinta

Status: tamat
Genre:Poligami / Romantis / Tamat
Popularitas:695.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

"Aku ingin menikah lagi, Diah!"
Ucapan Mas Ruli bagai petir yang menyambar Diah di siang bolong.

Berdalih bosan dan merasa kurang diperhatikan oleh Diah Apriani, Ruliansyah tiba-tiba minta izin untuk menikah lagi dengan seorang gadis yang lebih muda yang bernama Siska Maharani.

Hubungan pernikahan Diah dan Ruli yang sudah berjalan selama lima tahun serta kehadiran sepasang malaikat dalam pernikahan Diah dan Ruli, rupanya tetap tak menyurutkan niat Ruli untuk menikah lagi.

Bahtera rumah tangga Diah dan Ruli seakan terombang-ambing tak tentu arah setelah permintaan konyol Ruli tersebut.

"Aku janji akan berlaku adil," Janji Ruli pada Diah.

Apakah pada akhirnya Ruli benar-benar akan bersikap adil pada Diah dan Siska?

Lalu alasan apa yang menjadi pertimbangan Diah, hingga akhirnya ia rela membagi cinta Mas Ruli dan membiarkan sang suami menikah lagi dengan gadis pujaan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINDAH SEMENTARA

Ruli terbangun di pagi hari saat mendengar tangisan Fany yang sepertinya tak berhenti sejak subuh. Ada apalagi dengan bayi perempuan Ruli dan Siska itu!

"Sis! Fany kenapa?" Tanya Ruli yang sudah masuk ke dalam kamar untuk melihat Fany.

Meskipun sudah seminggu lebih Ruli tidur di rumah Siska sesuai dengan permintaan Diah, namun Ruli masih enggan tidur sekamar dengan Siska dan Fany. Ruli memilih untuk tidur di kursi ruang tamu selama seminggu ini.

"Siska!" Ruli mengguncang tubuh Siska yang sepertinya menggigil.

Kenapa lagi istri muda Ruli ini!

Drama kok ya nggak habis-habis!

"Mas, Siska meriang. Bisa tolong bikinin susu buat Fany dulu?" Pinta Siska sambil tak berhenti menggigil.

"Owalah, Sis, Sis! Sudah tahu rewang bayi kok ya pakai acara sakit segala!" Gerutu Ruli yang akhirnya menggendong Fany yang sudah sesenggukan dengan jarik, lalu membuatkan susu untuk bayinya tersebut.

"Bisa tolong buatin teh hangat buat Siska, nggak, Mas?" Pinta Siska sekali lagi.

"Nggak bisa! Kamu nggak lihat ini aku baru nggendong Fany?" Jawab Ruli emosi.

"Buat sendiri sana! Jangan manja!" Ujar Ruli lagi seraya membawa Fany keluar dari kamar.

Siska hanya bisa menahan perih dalam hatinya dan dengan langkah tertatih, wanita itu memaksakan tubuhnya yang menggigil untuk pergi ke dapur membuat teh hangat sekaligus minum obat. Siska ingin secepatnya sembuh dan tak mau sakit lagi seperti ini.

****

"Ada lagi, Mbak Diah?" Tanya supir pick up yang sedang mengangkut peralatan yang biasa Diah pakai untuk membuat kue ke atas bak pick up.

"Enggak! Itu tadi yang terakhir. Mas langsung bawa ke rumah ibu saja, ya!" Pesan Diah pada supir pick up yang merupakan tetangga Bu Rini tersebut.

"Siap, Mbak Diah! Saya jalan dulu!" Pamit supir pick up pada Diah yang hanya mengangguk.

"Diah! Kamu mau pindah?" Tanya Bu Inah yang rumahnya memang hanya berjarak dua rumah dari rumah Diah.

"Cuma sementara, Bu! Soalnya Ibu sedang sakit dan Diah harus merawat ibu," jawab Diah sedikit bercerita pada Bu Inah.

"Masih bisa pesan kue, nggak? Kok oven dan segala loyang diangkutin semua?" Tanya Bu Inah lagi.

"Masih bisa, Bu Inah! Tapi nanti Diah ngerjainnya dari rumah Ibu. Nanti bu Inah bisa telepon atau kirim pesan ke Diah, trus biar diantar kurir ke rumah Bu Inah." Jelas Diah yang langsung membuat Bu Inah bernafas lega.

"Syukur, deh! Bulan depan mau banyak acara soalnya. Dan kue kamu yang paling miring harganya. Kalau beli di toko, haduh bangkrut aku, Diah!" Cerita Bu Inah yang hanya membuat Diah tertawa kecil.

"Tapi ngomong-ngomong katanya kamu mau pisah ya dari Ruli?" Bu Inah bertanya sambil bisik-bisik kali ini.

"Aku dukung penuh kalau kamu mau pisah dari Ruli, Diah!" Sambung Bu Inah lagi mengompori Diah.

"Lagipula, bayinya Siska itu kan sufor dan full pampers. Pasti uang belanja kamu dipotong banyak sama Ruli buat beliin sufor dan pampersnya Fani." Tebak Bu Inah lagi sok tahu.

"Kabar darimana itu, Bu?" Diah kembali tertawa kecil menanggapi ghibahan dari Bu Inah.

"Mas Ruli masih adil, kok. Sama Diah dan Siska," lanjut Diah lagi menutupi kebobrokan Ruli.

"Adil tapi kok Ruli tidurnya banyakan di rumah Siska?" Tanya Bu Inah menyelidik.

"Iya, kan Siska masih masih rewang bayi, Bu! Butuh ditemani biar nggak kesepian dan ada teman buat cerita," terang Diah sebijak mungkin.

"Halah! Itu paling akal-akalan Siska saja untuk menguasai Ruli, Diah!" Pendapat Bu Inah lagi yang merasa sok tahu.

Diah hanya mengulas senyuman tipis dan enggan menanggapi. Kalaupun Siska mau menguasai Mas Ruli, Diah juga sudah ikhlas lahir batin berpisah dari Ruli. Biar Ruli lanjut diurus oleh Siska saja dan Diah akan hidup bersama kedua anaknya serta melanjutkan usaha kuenya.

****

"Assalamualaikum!"

"Walaikum salam!" Jawab Siska yang langsung membuka pintu depan rumahnya dan menyambut Diah serta si kembar yang tumben-tumbenan main ke rumah kontrakan Siska.

"Adik bayi! Adik bayi!"

Naura dan Naufal sudah heboh mau melihat Fany yang masih berada di gendongan Siska. Jadi Diah segera menggelar kasur bayi di atas karpet, agar Siska bisa membaringkan Fany di bawah.

"Mas Ruli kemana, Sis?" Tanya Diah setelah duduk di bawah sambil mengawasi si kembar yang sedang menghibur Fany.

"Tadi katanya mau mancing, Mbak! Ini kan hari Minggu," jawab Siska sambil sesekali menundukkan wajahnya yang terlihat sembab.

Miris sebenarnya melihat kondisi Siska yang sepertinya tertekan sekali sejak Fany lahir.

"Oh, ya. Mbak Diah mau minum apa?" Siska sidah hendak bangkit berdiri namun Diah mencegah dengan cepat.

"Nggak usah, Sis! Aku udah minum tadi di rumah. Ini juga nggak lama kok dan cuma mau pamitan," ujar Diah yang tentu saja langsung membuatmu Siska terkejut.

"Mbak Diah dan anak-anak mau kemana?"

"Ke rumah Ibu aku untuk sementara waktu. Karena kan ibu aku sedang sakit sekarang dan adikku juga lagi ngerjain skripsi. Jadi, ya begitu! Aku maunya tinggal sementara di sana biar bisa merawat ibu yang sedang sakit," terang Diah yang langsung membuat wajah Siska berubah kecewa. Seperti ada sesak yang tengah ditahan oleh Siska.

"Lama, Mbak?" Tanya Siska lagi.

"Belum tahu. Tapi nanti kalau Ibu sudah sehat aku juga pasti akan langsung pulang," jawab Diah yang hanya membuat Siska mengangguk.

"Mas Ruli yang pergi mancing udah lama?"Gantian Diah yang bertanya pada Siska karena Diah ingin secepatnya berangkat ke rumah Bu Rini.

"Udah dari pagi, Mbak!" Jawab Siska.

Diah akhirnya memutuskan untuk menunggu dulu tiga puluh menit. Namun hingga batas waktu tiga puluh menit, Mas Ruli tetap belum terlihat batang hidungnya. Jadi Diah memutuskan untuk pamit pada Siska saja sekalian titip pesan ke Mas Ruli.

Namun baru saja Diah menyalakan mesin motornya, Ruli sudah pulang seraya membawa tas berisi joran dan sebuah ember kecil.

"Diah! Kamu mau kemana? Kok bawa-bawa helm?" Tanya Ruli yang langsung turun dari motor. Diah ikut turun dari motor sebelum menjawab pertanyaan Mas Ruli.

"Mau ke tempatnya Embah, Ayah! Mau nginep!" Celetuk Naufal yang sudah terlebih dahulu menjawab pertanyaan Ruli.

"Apa?" Ruli tentu saja langsung kaget.

"Ibu sedang sakit, Mas! Dan Dika juga lagi ngerjain skripsi. Jadi Diah mau nginep sementara di rumah ibu biar bisa merawat ibu."

"Mas Ruli disini kan sudah ada Siska," tutur Diah panjang lebar yang langsung membuat Ruli cemberut.

"Trus nanti kalau aku mau nengokin kamu jauh," Rengek Mas Ruli seperti bayi.

"Kan bisa minta sama Siska! Sebentar lagi juga nifasnya Siska selesai," bisik Diah pada Ruli yang tetap cemberut.

"Yaudah aku antar. Aku mandi dulu," inisiatif Ruli yang langsung ditolak oleh Diah.

"Udah sore, Mas! Nanti kalau Mas nganterin malah bablas nginep disana, kasihan Siska dan Fany nanti malam nggak ada yang nemenin," ujar Diah mencari alasan.

"Ya biarin sesekali aku nginep di rumah ibu kamu! Aku kan juga suami kamu! Pokoknya aku antar, titik!" Ucap Mas Ruli memaksa.

Diah hanya menghela nafas dan akhirnya tak kuasa lagi untuk menolak. Tapi biar saja suaminya itu mengantar kali ini saja.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Rinda
Diah bego
Fay
terima kasih... akhirnya tamat 👏👍
Fay
Luar biasa
Pisces97
wes Rully akhire Karo Siska 😭😭😭
kasian Diah berakhir
tapi gk gitu mereka berdua gak akan sadar dengan kesalahan masing²
Pisces97
gpp Diah meninggal dengan begini dia gak sedih lagi
sudah cukup dia selama ini menderita dari sejak kecil sampai rumah tangganya kandas
mungkin dengan dia meninggal dia bisa tersenyum 🥺
Pisces97
emang gak sadar diri yang mja nikah siapa yang disalahin siapa
kenapa Diah gk minta² uang dia punya penghasilan sampingan hanya andalkan kamu mana cukup
sedangkan Siska gk kerja mikir jadi laki emang gk ada akhlaknya
Pisces97
Alhamdulillah gitu Diah tegas hidup mu jangan kamu biarkan orang Laen menyakiti fisik dan bathin mu kamu berhak bahagia
Pisces97
hanya gitu kamu ingin bunuh diri
Diah saja beban saja lebih berat masih waras 🤭
Pisces97
mana kesombongan mu dulu Siska katanya bangga kok sekarang kayak ayam mau netes² 🤣🤣🤣
Pisces97
hahaha enak rull katanya bangga punya istri muda 🤣🤣🤣
Pisces97
wes due bojo koyo sual ndue mertua koyo singkek 🤣🤣🤣
kok betah e ta 😂
Pisces97
apa kabar sakit hatinya Diah rull kamu gak apa²dengan penderitaan Diah
Pisces97
baru segitu sudah ngeluh apalagi ditinggal Diah jadi apa kamu 🤣🤣
Pisces97
Siska apa dirumah mu apa gak ada kaca ya 😂😂
Pisces97
hahaha kalian cocok Rully sama Siska sama² gak ada otak 😂🤣🤣🤣🤣
Pisces97
pie wes karasa Tah punya istri 2 wes mumet 😂🤣
Pisces97
sudah menyesal kan enak gak punya istri muda GK bencus apa² hanya hobinya leyeh² dan ngabisin uang masak-masak kagakkk...
mama mu Gimana kabarnya katanya punya istri baru hidupnya terurus yang ada tamah mumett.... 😂😂😂
Pisces97
berkaca kenapa bawa² Dean me
setia dengan satu wanita istri pertama .setelah istri meninggal pun disuruh menikahi felli jangan dibandingkan² gak cocok 🤣🤣🤣
Pisces97
rasakno dikira punya istri dua enak 😂😂
Pisces97
Dean mending lebih perhatian ke istri pertama lah ini istri pertama punya anak pula lebih condong ke istri ke 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!