SILAHKAN UNTUK MENCARI LAPAK LAIN TERLEBIH DAHULU!!!!!!
SEBAB KARYA INI SEDANG DALAM TAHAP PERBAIKAN!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia*yve, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
saat ini di keluarga jasmine Anandra sedang heboh melihat kelakuan jasmine yang sungguh memalukan
bahkan beberapa pemegang saham secara teratur menarik saham mereka dari perusahaan Anandra karena ulah dari jasmine
"arrgghhh anak sialan itu! apa yang telah dia perbuat? bisa bisanya dia melakukan hal seperti ini?!" Suroyo Anandra ayah dari jasmine berteriak marah melihat kelakuan jasmine
"lihat saja jika anak itu pulang! akan kuhajar dia!" Santy Anandra ibu dari jasmine juga ikut marah
bukan hanya ayah dan ibunya jasmine yang marah bahkan seluruh keluarga jasmine merasa sangat malu.
putri yang selalu mereka puji bak ratu melakukan hal yang begitu tercela seperti ini.
tak
tak
tak
jasmine telah kembali dari rumahnya dengan langkah tertatih rasanya tubuh begitu lelah dan juga bawahnya terasa begitu nyeri.
jasmine mengingat bagaimana lion bermain begitu kasar dengannya dan itu membuat jasmine tidak berhenti untuk mengumpat dalam hati.
"baru pulang kamu?darimana?" Santy berbicara ketus dengan jasmine.
"emmmm dari rumah temen mah" jasmine berusaha mengelak dan tidak sadar bahwa hubungan panasnya dengan lion telah dilihat seluruh dunia.
Plak
Plak
Plak
"oh berusaha mengelak kamu?kau pikir kami tidak tahu perbuatanmu diluar sana?!" suroyo berteriak keras di depan jasmine membuat jasmine begitu takut.
wajah jasmine menjadi pucat mendengar perkataan ayah nya.
"sshhhttt ma maaf ayah..." suara jasmine begitu bergetar dan tidak berani menatap wajah marah dari sang ayah.
"errgghh KAU pergi kekamar mu dan jangan pernah keluar selama 2 minggu?! mengerti!" suroyo mengacak rambutnya frustasi.
jika jasmine bukan putrinya maka sudah suroyo habisi anak tidak tahu diri yang berada dihadapannya sekarang ini.
"i iya.." jasmine segera pergi dengan langkah tertatih kedalam kamar seluruh tubuhnya ditutupi jaket.
>>>>>>>>>>>>>>>
disisi hanza saat ini sedang bersiul riang menuju sebuah markas berkas para tentara yang telah di buang negara karena alasan telah membuat sebuah kesalahan saat dalam melaksanakan misi.
nama markas tersebut adalah Geng Red Army yang artinya Tentara Merah yang dimana setiap tentara dalam geng nya selalu berpakaian merah.
hanza menginginkan geng ini karena dia merasa ini adalah sebuah geng yang bagus apalagi isinya adalah orang yang sudah berpengalaman semua.
Ckiiiiitttttt
hanza dengan gaya cool memutar mobilnya didepan markas Red Army.
Red Army bukanlah geng besar namun juga tidak terlalu kecil yah bisa dibilang geng mereka hanya geng biasa saja.
bahkan markas mereka sangat kecil untuk seukuran sebuah geng.
"siapa kau?!" seorang pria berpakaian merah serta berwajah tampan namun gagah layaknya prajurit sejati keluar dari dalam gerbang saat melihat sebuah mobil bugatti yang terus berputar di depan markas nya.
"aku ingin menjadi pemimpin baru geng ini!" hanza berkata datar dan dingin setiap perkataannya mengandung hawa dingin dan ketakutan bagi yang mendengar.
"apa kualifikasi mu ingin menjadi seorang ketua?" pria gagah yang memiliki nama Arga Sugata itu berkata dingin.
"tanding!" hanza menjawab singkat tanpa menatap pria didepannya.
hanza sedari tadi sudah memberhentikan mobilnya saat mendengar suara Arga.
"baiklah jika itu keinginan mu,ikuti aku!" Arga berjalan masuk kedalam markas diikuti hanza yang mengekor dari belakang.
hawa kedua kutub tersebut membuat suasana mencekam semakin terasa tak segan segan hanza semakin menguatkan aura miliknya untuk menekan aura dari Arga.
Arga tidak terima dan mengeluarkan aura yang lebih kuat pada hanza.
bukan hanza namanya jika tak bisa melawan,hanza yang sudah menguatkan pondasi kekuatan miliknya menjadi bertambah kuat.
ditambah hanza bukan hanya sudah kuat dalam fisik tapi juga dalam hal aura sebab sudah ratusan nyawa melayang ditangan halus miliknya yang terlihat polos tersebut.
'anak ini memiliki aura yang kuat dan menakutkan,entah berapa banyak nyawa yang melayang ditangannya?' Arga berkeringat dingin saat merasakan aura mengancam dari hanza.
bahkan aura miliknya sudah hilang entah kemana karena ulah hanza yang terus menekan kekuatannya.
"salam ketua!" Arga membungkuk didepan seorang pria paruh baya yang duduk diatas sebuah meja.
soalnya banyak novel mata uang logo dolar malah rupiah🗿