Berawal dari kesalahfahaman, ketika Iel tertangkap basah menyembunyikan seorang pria dalam kontrakannya. Padahal, Iel hanya menolong Jack yang sedang terluka tembak yang cukup parah. Jack yang bersikeras tak mau dibawa ke Rumah sakit, akhirnya dibawa oleh Iel kekontrakan kecilnya, dan dirawat sendiri dengan alat seadanya.
"Menikah, atau kami bawa ke kantor polisi dengan tuduhan perzinahan?"
Akhirnya, dengan sangat terpaksa, Iel dan Jack menuruti permintaan mereka, dengan menikah secara rahasia dan tersembunyi dari publik. Itu semua dilakukan demi keamanan dan kenyamanan masing-masing.
Tapi siapa sangka, Pria yang Ia nikahi itu adalah seorang konglomerat yang memiliki sebuah hotel mewah dan kekayaan berlimpah. Sehingga, meski hanya istri rahasia tapi Iel masih diperlakukan bak ratu diistana milik. Jack itu.
Tak hanya memiliki banyak harta. Jack juga memilika begitu banyak musuh yang sangat jahat. Diantaranya Dawn, yang tak lain adalah mantan sahabat Jack, yang juga Kakak dari kekasih Jack yang telah meninggal dunia.
Dawn begitu marah dan dendam pada Jack, karena telah memakai jantung Sang adik untuk dirinya tetap hidup. Begitu egois, baginya kala itu.
Karena hubungan yang harus tetap dijaga kerahasiaannya, pada suatu ketika Iel bertemu Dawn. Mereka cocok, dan menjadi sahabat, bahkan Dawn menganggap Iel sebagai pengganti Deandra, dan mengangkatnya sebagai adik.
Perjalanan hubungan mereka begitu mulus dan tak diketahui satu sama lain. Hingga Naya, sahabat mereka. Ia diam-diam memberi tahu Dawn, tentang hubungan Iel dan Jack.
Bagaimana respon Dawn mengetahui itu semua?
Bagaimana hubungan mereka, ketika tahu bahwa mereka saat ini harus melindungi wanita yang sama. Iel sebagai istri Jack, dan juga sebagai adik angkat Dawn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Baiklah, lalu bagaimana dengan motor ini? Untuk menjualnya akan butuh waktu lama."
Dengan banyak perundingan yang dilakukan, akhirnya Iel menghibahkan motor tersebut pada seorang pemulung yang tinggal dikompleks itu. Beliau memiliki seorang anak perempuan yang menginjak SMA. Dan Iel berharap, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik kedepan-nya.
"Kau memiliki jiwa sosial yang tinggi rupanya." puji Amy. Ketika Iel menyerahkan beberapa lembar uang untuk anak tersebut.
"Sesulit-sulitnya kehidupanku, masih beruntung jika aku masih bisa sekolah dan kuliah dengan baik. Aku hanya bisa bersyukur sekarang."
"Apakah, Kau bersyukur juga, ketika bertemu dengan Tuan?" tanya Amy, membuat Iel sejenak memicingkan matanya.
"Kenapa?"
"Jujur, Aku bahagia ketika Tuan bertemu denganmu. Beliau yang hampir setahun ini hanya bisa diam dan bahkan tak pernah memarahi kami, akhirnya bisa mengeluarkan taringnya kembali. Kau... Telah membawa perubahan."
Iel tertegun, bagaimana seorang wanita sepertinya bisa mengubah hidup seorang Jack. Pria terabgkuh dan keras kepala yang Ia kenal.
"Jika seperti itu saja, Kakak bilang ada perubahan. Lantas bagaimana sikapnya ketika belum bertemu dengan ku?"
"Ya, lebih dari itu. Bisa Kau bayangkan, ketika siapapun tak akan pernah ada yang bisa membantahnya, meski hanya dengan kedipan mata. Saat Ia bahkan tak punya keinginan untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan musuh. Tapi kini, Ia begitu bersemangat untuk melindungimu."
Amy yang kini sudah berada dikursi setirnya. Melajukan mobil dengaj kecepatan sedang, menuju sebuah showroom motor milik salah satu teman Jack. Mereka lalu masuk, dan memilih mana yang benar-benar Iel inginkan.
"Yang mana, Kak Amy?" tanya seorang sales, yang langsung turun tangan menangani Amy yang mereka tahu siapa Dia sebenarnya.
"Biarkan, teman saya memilih." jawab Amu dengan santai, dan begitu tenang menemani Iel memilih kuda barunya.
"Boleh tahu, itu harganya berapa?" Iel menunjuk sebuah motor Honda N-Max keluaran terbaru.
"Itu, Dua Puluh Lima Juta." jawab Sang sales.
Iel spontan menengak salivanya kembali masuk ketenggorokan. Ia mundur perlahan agar tak terlalu malu jika tak jadi mengambilnya, meski Ia begitu ingin.
"Nyonya mau?" bisik Amy.
"Kemahalan..." balas Iel. "Sebenarnya pengen. Itu motor impianku sejak setahun ini. Tapi, boro-boro punya itu, scopy aja ngga kerawat."
"Yasudah, ambil saja. Daripada Tuan membelikan mobil, nanti."
"Kalau Dia mengomeliku lagi, Kak Amy yang aku tunjuk paling pertama."
Amy hanya tersenyum renyah, lalu meminta sales itu mengurus pemberkasan untuk pembelian motor tersebut secara tunai. Ia pun meningggalkan Iel untuk mengurus pembayaran.
Sejenak Iel duduk sembari berfikir. Apakah benar, jika dirinya yang kacau itu, adalah sebuah alasan perubahan seorang Jack. Atau, hanya kata-kata Amy, yang digunakan agar Iel mau merubah sikapnya.
"Tapi, Aku tahu jika Kak Amy tak mungkin berbohong tentang hal itu."
Iel bingung, lalu memijati kepalanya dengan santai, sembari menunggu Amy selesai dengan urusan-nya.
"Nyonya, boleh pinjam KTP mu?" pinta seorang sales yang menghampiri. "Ini semua, untuk keperluan pembuatan BPKB dan surat lain-nya."
"Semua langsung atas namaku?" tanya Iel, yang meskipun masih banyak bingung, tapi masih memberikan data dirinya itu.
Kembali Iel merasa begitu banyak hutang budi yang harus Ia bayar untuk Jack. Yang meski tak ada rasa cinta diantara mereka, tapi Jack selalu memberinya perhatian dan kasih sayang. Biarpun Ia melakukan-nya dengan mempertahankan sikap cueknya pada Iel.
"Mungkin bukan tidak tapi belum."
"Nyonya, ayo kita pulang. Hari sudah siang dan waktunya makan siang." panggil Amy pada Iel.
"Motornya?"
"Mereka akan mengantarkan-nya kerumah. Setelah semua kepengurusan surat-suratnya selesai."
majikan dan pekerjanya" . aku pikir di Indonesia sangat split menemukan keluarga seperti ini. beda dg di eropa, majikan aja di panggil namanya tanpa embel2 🤣