NovelToon NovelToon
Pura Pura Buta

Pura Pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:33.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafsienaff

Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.

Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.

Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.

Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.


Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

“Biar aku bantu kamu olesin salepnya yah..”

Laura menoleh pada marfel yang duduk di tepi ranjang. Pria tampan itu tampak sangat sendu karna laura terus menolak bantuanya.

“Nggak usah tuan.. Tuan kan nggak bisa lihat.. Nanti yang ada tuan salah oles..” Kata laura memberi alasan.

Apa yang laura katakan memang benar. Tidak mungkin marfel bisa membantunya sedang marfel sendiri buta. Saat menggendongnya saja tadi marfel beberapa kali hampir tersandung sehingga laura takut jatuh lagi dan memilih memeluk tubuh kekar marfel erat.

“Kamu kok begitu sih laura.. Aku kan suami kamu..”

Laura berdecak dan memutar kedua bola matanya merasa sangat jengah. Marfel sangat keras kepala dan ngeyel. Padahal tidak mungkin rasanya marfel bisa membantunya.

“Yang lagi nggak ngakuin tuan suami siapa sih? Heran deh..”

Laura menatap sebal pada marfel yang terus saja kukuh ingin membantunya mengoleskan salep pereda rasa nyeri di pinggang laura.

“Laura..”

Laura berhenti mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kemudian mendekat pada marfel yang duduk di tepi ranjang.

“Memangnya tuan bisa? Nanti yang ada tuan salah oles lagi..”

Senyum marfel mengembang. Sebenarnya selain ingin membantu laura marfel juga ketagihan ingin menyentuh kulit lembut laura.

“Kan kamu bisa arahin aku laura..” Jawab marfel tersenyum senang.

Laura menghela napas. Laura juga merasa tidak bisa sebenarnya mengoleskan salep tersebut ke pinggangnya sendiri karna sedikit saja tanganya bergerak kebelakang pinggangnya akan semakin terasa nyeri juga ngilu.

“Atau mungkin juga kamu perlu di pijit..”

“Memangnya tuan bisa mijit?” Tanya laura tidak percaya.

“Bisa dong.. Masalah mijit memijit aku jagonya..” Jawab marfel percaya diri.

Laura menyipitkan kedua matanya. Rasanya sangat tidak mungkin jika seorang tuan seperti marfel dapat memijit. Kecuali di area tertentu.

Laura menggelengkan kepalanya cepat saat bayangan vulgar marfel memijatnya berada di pandangan kedua matanya.

“Iiihh.. Apaan sih. Enggak enggak. Jangan mikir macem macem.” Batinya.

Marfel mengulum senyumnya melihat ekspresi lucu istri kecilnya. Marfel benar benar sangat tidak sabar ingin mengusap kulit lembut laura yang membuatnya ketagihan.

“Ya udah saya minta tolong ya tuan.. Sebentar saya ambil salepnya dulu..”

Laura membuka laci nakas samping tempat tidur marfel kemudian meraih kotak P3K. Laura membawanya mendekat pada marfel dan membuka kotak P3K tersebut kemudian mengambil salep pereda rasa nyeri.

“Ini kali yah..” Gumam laura.

Laura melirik marfel yang terus diam dengan tatapan lurus kedepan. Tiba tiba laura kembali membayangkan wajah tampan marfel yang berada tepat di depanya. Sangat dekat hingga hidung mancung mereka berdua hampir bersentuhan.

“Ya tuhan.. Tuan marfel sangat tampan. Dan dia adalah suami hamba..” Batin laura menatap marfel yang berada di sampingnya.

Laura menghela napas. Entah sejak kapan perasaan itu mulai mengganggunya. Membuat laura merasa tidak nyaman setiap kali ariana menghampiri marfel.

Laura menatap marfel sendu. Andai saja ada keajaiban untuk marfel bisa melihat lagi laura akan segera pergi jauh meninggalkan marfel. Laura tidak ingin terus berada di tengah antara marfel dan ariana.

“Laura.. Kamu dimana?” Tanya marfel yang sebenarnya tau laura berada di sampingnya dan sedang menatapnya dengan wajah sendu.

“Aku disini tuan..” Saut laura pelan.

“Udah ada salepnya?” Tanya marfel lagi.

“Udah tuan..”

Laura kemudian memberikan salep di tanganya pada marfel dan duduk di samping marfel dengan posisi membelakangi marfel. Laura kemudian mengataskan tanktop yang di kenakanya sehingga bagian pinggangnya terbuka.

“Saya ada di samping kanan tuan..” Kata laura memberitahu.

Marfel tersenyum dan segera menghadap pada laura. Di tatapnya kulit putih bersih laura. Marfel merasa sangat gemas melihatnya. Bahkan marfel juga sangat ingin memeluk tubuh ramping laura seperti saat hendak menggendong gadis itu.

Marfel membuka tutup salep pereda rasa nyeri di tanganya kemudian mengoleskanya dengan lembut di pinggang laura. Marfel juga memijit pelan pinggang laura berharap bisa meredakan rasa nyeri yang sedang di rasakan istri keduanya karna bagaimanapun juga laura jatuh juga karna marfel.

“Bagaimana laura?” Tanya marfel sambil memijat pelan pinggang laura.

“Pijatan tuan enak juga. Makasih ya tuan..” Senyum laura merasa nyaman dengan sentuhan tangan marfel di pinggangnya.

“Iya.. Sama sama..”

Malam menjelang

Seperti biasa laura sedang menyuapi marfel. Kali ini mereka tidak makan malam di dalam kamar melainkan di balkon kamar mereka. Mereka duduk di kursi panjang dengan meja kaca yang ada di depan mereka. Marfel yang memintanya dengan alasan ingin makan di tempat terbuka dengan udara sejuk.

“Laura.” Panggil marfel sambil mengunyah makanan dalam mulutnya.

“Ya tuan..” Saut laura menatap marfel.

Marfel terdiam sesaat. Marfel ingin menanyakan tentang kemana tadi siang laura dan bersama siapa. Marfel ingin tau apakah laura akan jujur padanya atau berbohong.

“Tadi siang. Kamu kemana aja?” Tanya marfel pelan.

Laura tampak berpikir sambil menyinduk nasi dan menyuapkanya kembali pada marfel. Sedih sebenarnya karna laura tidak kunjung mendapat pekerjaan yang laura inginkan.

“Saya tadi mencari pekerjaan tuan dan kebetulan juga saya bertemu dengan nana. Dia membantu saya mencari pekerjaan.” Jawab laura jujur.

Marfel tersenyum. Laura memilih jujur padanya.

“Lalu apa pekerjaanya dapat?” Tanya marfel menatap laura dalam.

Laura menggelengkan kepalanya. Laura merasa sangat sedih karna itu. Tenaganya terkuras habis untuk mencari pekerjaan hari ini tetapi tetap tidak ada hasilnya. Laura bahkan sampai tidak makan siang karna tidak punya uang untuk membeli makan. Laura juga menolak ajakan nana untuk makan siang karna tidak mau berhutang apapun lagi pada siapapun.

“Tidak tuan. Tapi saya tidak akan putus asa. Saya tetap akan mencari pekerjaan itu sampai saya mendapatkanya.” Senyum laura menyemangati dirinya sendiri.

Marfel menghela napas. Semangat laura memang bagus. Tapi cara laura yang seakan mengharamkan uang dari marfel membuat marfel merasa kecewa.

“Aku kenyang laura.” Kata marfel kemudian.

Laura mengeryit. Marfel baru makan beberapa suap dan sudah mengatakan kenyang.

“Tuan tapi..”

“Laura tolong mengerti. Aku sudah kenyang. Jangan memaksa.” Sela marfel.

Laura berdecak. Laura sangat tidak suka jika melihat seseorang membuang buang makanan. Karna laura merasakan sendiri bagaimana sulitnya mencari uang untuk makan sehari hari.

“Tuan mencari makan itu sangat sulit. Saya merasakan sendiri bagaimana susahnya mencari uang untuk membeli kebutuhan pokok. Nggak baik membuang buang makanan.”

Marfel tersenyum mendengarnya.

“Kamu tau itu laura. Dan sekarang kamu sudah punya aku. Harusnya kamu bahagia dengan apa yang aku berikan. Tapi kamu masih tetap ngotot mencari uang sendiri. Kalau begitu apa gunanya aku sebagai suami kamu? Apa gunanya uangku jika istriku saja mengharamkanya.”

Laura terdiam mendengar itu. Di tatapnya marfel yang berada di depanya. Laura tidak bermaksud seperti itu. Laura tidak mengharamkan uang yang marfel berikan padanya. Laura hanya tidak ingin bergantung pada siapapun. Laura ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya dengan usahanya sendiri.

“Tuan saya..”

“Aku masuk dulu.” Sela marfel cepat.

1
223
sukaaa
223
sukaa
evita19
udah baca sejauh ini blm ada tindakan yg pasti dari pura pura buta nya
Retno Palupi
Luar biasa
Retno Palupi
yg cari wanita lain kan kamu sendiri? kenapa jd g rela?
Zur Thoib
ceritanya bagus Thor..... semangat 💪
Zur Thoib
Kecewa
Zur Thoib
Buruk
Rhaniie
Luar biasa
Bang Ken
sangat sangat sangat menyentuh
Rosnaeni Ros
cerita nya bosankn / kurang greget
Rosnaeni Ros
ihh laura ny trllu munafik
Siti Nurlelah
kok aku jadi gereget sendiri sih?
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
Nur Lela
❤️❤️❤️❤️
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lha si david jg go*lok...udh tau noh ariana cinta mati m lakinya...elu cuma dimanfaatin doang...sadarrr
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lah si marvelnya jg gitu..udh ditantang ariana cere gc dikabulin...toh bukti" jg udh kuat...aneh
Hijrah Dwi Rahayu
kembar 3 knp ngk sc ya, resiko banget yak
Mami Ani Aryani
nana koq goblok banget sih..
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.
Mami Ani Aryani
😂😂😂😂😂😂😂
Mami Ani Aryani
laura, sosok ibu yg hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!