NovelToon NovelToon
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:158k
Nilai: 4.8
Nama Author: EnderGamer 1256

Reva, datang ke Taiwan dengan niat bersungguh-sungguh untuk kuliah dan lulus dengan nilai terbaik.

Steven, pemilik apartemen yang ditinggali Reva dan tinggal di gedung sebelah. Menganggap Reva anak bawang tapi juga mengagumi kecantikan Reva yang mirip dengan Tia, penyanyi sekaligus istri bossnya.
Sosok yang menjadi standarnya saat mencari pendamping hidup.

Sandy, yang dianggap sebagai Om oleh Reva, selalu memberinya dukungan dan pertolongan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kisah cinta Sandy membuat Reva terpaksa membantunya dan membuatnya terjebak dalam kerumitan hubungan diantara mereka bertiga.

Hubungan Mereka bertiga, pacar Sandy dan pengagum Steven.

Siapa yang akan dipilih Reva?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EnderGamer 1256, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Om Bukan Untukku

Penerbangan dari kota Reva menuju Lombok memakan waktu enam jam.

Mereka harus transit di Surabaya selama hampir empat jam sebelum terbang lagi menunju Lombok.

Sepanjang perjalanan, Sandy terus menggandeng Reva.

Reva yang awalnya memprotes akhirnya mengalah juga.

Sambil menggerutu.

Karena semakin Reva berusaha melepaskan tangannya, semakin kuat cekalan tangan Sandy.

Sandy sendiri memakai topi bucket yang sisinya lebar ditambah kacamata hitam.

Dia juga menyiapkan topi bucket dan kacamata hitam yang sama untuk Reva.

Reva langsung memprotes saat disuruh memakai keduanya.

Tapi alasan yang dipakai Sandy kuat.

Dia tidak ingin ketauan pergi berduaan saja bersama Reva oleh Cindy.

Wajahnya terkenal.

Ketiga pemilik Methrob cukup sering diwawancarai.

Jadi Sandy tidak mau mengambil resiko.

Mereka duduk berdampingan di ruang tunggu di Surabaya.

Sandy tetap tidak mau melepaskan tangan Reva.

Dia malah menaruhnya di pangkuan sambil tersenyum tipis.

Satu tangannya terus membuka pesan.

Reva menatap tangannya yang berada di pangkuan Sandy.

Dia baru sekali pacaran.

Itupun pacaran abege.

Dia belum pernah didekati secara intensif seperti ini.

Hatinya bergetar juga dengan pendekatan Sandy.

Tapi Reva perempuan yang memakai logika.

Seorang yang dominan otak kiri.

Dia tidak percaya Sandy mencintainya.

Selera Sandy dan postur dirinya sungguh sangat berbeda.

Kulitnya coklat muda, walaupun tubuhnya termasuk Indah, tapi tubuhnya bukan tubuh artis yang dirawat.

Dia lebih memilih berada di kampus dan lab dibandingkan pergi ke salon.

Wajahnya manis, tapi menurutnya tidaklah secantik para artis.

Jauh berbeda dengan Cindy.

Yang putih, cantik dan terawat.

Jadi dia berusaha membuang jauh-jauh sedikit rasa yang mulai tumbuh di hatinya.

Reva merapatkan bibirnya.

"Om.. sampe kapan sih mau main pacar-pacaran ?"

Sandy menoleh.

"Sampe kamu jadi istri beneran."

"Om !!"

Sandy tersenyum lebar.

Wajah kekanakannya muncul.

Reva menatapnya terpesona.

Lalu tersadar.

Dia cepat menarik tangannya.

Dia bangun.

Sandy cepat melingkarkan lengannya di sekitar pinggang Reva.

Dia ikut berdiri.

Menarik Reva menempel pada dirinya.

"Kamu disini, Va.

Duduk sebelah aku." bisiknya di telinga Reva.

"Om..please.

Jangan macam-macam.

Om lagi penasaran aja.

Soalnya lagi euforia, lepas dari belitan satu cewek yang selama ini menyiksa Om secara mental.

Jadi Om butuh pengalihan."

"Kamu butuh bukti, Va ?" tantang Sandy

"Aku gak butuh bukti, Om.

Om bukan untuk aku.

Aku juga sama.

Itu fakta.

Realita.

Gak usah berusaha merubah.

Kita ini...ya....seperti ini ajalah."

Sandy tersenyum.

"Kamu gak tau aku, Va.

Aku orang yang gigih."

Reva tersenyum.

"Tau Om.

Buktinya cewek susah kayak Cindy bisa Om dapetin.

Tapi..jangan samain aku sama dia

Kami beda bumi dan langit.

Selera Om ya yang seperti itu.

Bukan seperti aku.

Kalau Om memaksa, nantinya kita bakal sama-sama menyesal."

"Faktanya enggak seperti itu, Va." bantah Sandy.

"Udah ah.

aku harus balas email dulu."

Sandy menarik Reva kembali duduk, memalingkan mukanya, kembali berkonsentrasi pada ponselnya.

"Om.. lepasin.

Om kan butuh tangan satunya buat ngetik."

Sandy kembali menoleh.

"Kamu di sini !" katanya menatap Reva dalam-dalam.

Reva menatap Sandy.

Wajahnya kembali memerah.

Gaya Sandy betul-betul seperti orang yang tidak mau berpisah.

Membuat Reva merasa tersanjung.

Reva mengguncang dirinya.

Jangan geer Va !

Dia cuma lagi cari pelampiasan.

Dia menarik nafas panjang.

"Iya Om.

Gak gratis ya."

Sandy tersenyum.

Menyambar tangan Reva lalu meletakkannya di pangkuan.

Dia kembali mengetik.

Reva pun bermain game di ponselnya.

Saat dipanggil oleh petugas, Sandy lalu menggandeng Reva masuk ke dalam pesawat.

Duduk di sampingnya, memasang seat belt lalu merebahkan kepalanya ke pundak Reva.

Dan langsung tertidur.

Topinya di miringkan menutupi muka.

Tangannya tetap membelit tangan Reva.

Reva terpaksa melakukan apapun dengan satu tangan.

Dia malu sekali pada pramugari yang membantu membukakan meja Sandy dan dirinya.

Si Pramugari tersenyum memahami.

"Om ..makan..." bisik Reva.

"Hmmm..masih kenyang." gumam Sandy di leher Reva.

Nafas Sandy mengirimkan gelenyar ke perut Reva.

Reva menarik tangannya.

"Aku makan ya Om..." katanya dengan suara yang diusahakan sekuat tenaga agar terdengar biasa-biasa saja.

Sandy tak menjawab.

Dia bergerak menjauh.

Membiarkan Reva makan dengan leluasa.

Dia tetap tidur sampai pesawat mendarat.

Sandy kembali menggandeng Reva.

Dia mengenggam telapak tangan Reva dengan kukuh.

Membawanya keluar dari ruang kedatangan.

Robert dan Biliyan yang menjemput mereka.

Keduanya saling berpandangan melihat Sandy menggandeng Reva.

Dari balik kacamata hitamnya, Reva melihat Robert dan Biliyan saling berpandangan.

Dia menunduk malu.

Sekali lagi berusaha melepas tangannya.

Tapi genggaman Sandy menguat.

"San ..." sapa Robert sambil memeluknya.

Lalu mundur. Memperhatikan.

"Lu iteman nih."

Sandy tertawa lebar.

"Bantuin papanya Reva panen padi."

"Iya..gue liat.

Hmm..." Robert lalu menyalami Reva, menepuk kepalanya.

"Apa kabar Va ?"

"Baik Om.." jawab Reva malu.

"Tante.." sapanya pada Biliyan.

Biliyan memeluk Reva lalu mencium pipinya.

"Sehat, Sayang ?" senyum Biliyan.

Reva mengangguk.

"Apa kabar San?" tanya Biliyan.

Sandy mencium pipi Biliyan sekilas.

"Baik Ci.

Billy sehat ?"

"Sehat.

Ini juga sehat." senyum Biliyan menepuk perutnya.

"Waah..

Bet..lu gak ngasih tau ?!"

"Ya ini ngasih tau.

Baru tujuh minggu." senyum Robert.

"Yuk..udah ditunggu." sambung Robert.

"Yuk Va.." ajak Sandy kembali menggandeng Reva.

"Eh..iya Om.." jawab Reva tanpa kentara berusaha menarik tangannya.

Robert dan Biliyan kembali saling berpandangan.

Om ?

Mereka gandengan tapi Reva tetap memanggil Om ?

Permainan apa yang mereka mainkan ?

Biliyan memberi tanda pada Robert agar mengajak Sandy berjalan di depan.

Sementara Biliyan menarik Reva sedikit ke belakang.

Sandy akhirnya melepaskan pegangan nya.

Reva menghembuskan nafas lega.

"Capek Va?"

"Lumayan Tante.

Transit di Surabaya nya lama banget."

"Iya ya..padahal ke sini gak terlalu lama penerbangannya."

Biliyan diam.

"Va...kamu..." kata Biliyan menganggukkan kepalanya pada Sandy.

Reva menggeleng sambil mengibas-ngibas kan tangan nya.

"Enggak Tan..sumpah enggak !" jawabnya berbisik.

"Hmm....nanti kamu harus cerita !" senyum Biliyan.

Reva menghembuskan nafasnya.

Mereka lalu bercakap-cakap tentang Billy.

Perjalanan menuju villa memakan waktu satu jam lebih.

Sepanjang jalan, Reva lebih banyak diam. Dia menatap menerawang kelautan.

Biliyan yang duduk di sampingnya membiarkannya.

Reva terlihat sedang banyak pikiran.

Sementara Sandy dan Robert bercakap-cakap.

Rombongan Methrob juga baru kemarin sampai.

Robert memarkir mobilnya dihalaman villa.

Dia menurunkan koper Reva.

"Yuk Va, aku antar ke kamar.

Kamu sendirian.

Soalnya Anna sama tunangannya.

Tia kan sama Michael." kata Robert.

"Iya Om..gak papa." senyum Reva.

Sandy mengikuti mereka.

Robert berbelok.

"Kamar lu di sana." kata Robert menunjuk arah berlawanan.

"Ayo Va kamar kamu disini." ajak Robert.

"Lu ngapain ikut ?" tanya Robert saat menyadari Sandy tetap mengikuti mereka.

"Gue mau liat kamar Reva." sahut Sandy.

"Reva aman. Dia disebelah Tia sama gue." jawab Robert.

Robert lalu berhenti di satu kamar. Membuka pintunya.

Kamar Reva terlihat terang benderang.

Balkonnya menghadap hutan.

Tempat tidur king size dengan kanopi kayu tampak mendominasi ruangan.

"Hmm.. kasurnya gede banget Om.

Billy sama Jason tidur sama aku aja ya.

Nemenin." cetus Reva.

"Gampang itu sih.." senyum Robert.

"Yuk San, gue anter ke kamar lu." ajak Robert.

"Aku tinggal ya Va .." kata Sandy.

"Iya Om.." senyum Reva lega.

Akhirnya..dia ditinggal sendiri.

Sandy dan Robert melangkah keluar.

"Lu sebelah Steven." kata Robert membuka satu pintu.

Kamar Sandy jauh lebih terang.

Balkonnya menghadap laut.

Tempat tidurnya king-size dengan kanopi yang persis sama seperti di kamar Reva.

Dua handuk yang dilipat seperti angsa menghias tempat tidur.

Sandy tersenyum tipis.

"Ini kayak kamar bulan madu." katanya.

"Semuanya kayak gini San.

Ya..lu trima nasib aja..

Tidur sendirian di tempat tidur gede."

"Sialan lu !"

Robert tertawa.

"Gue tinggal dulu.

Gue sama anak-anak ada di pantai."

"Oke.

Nanti gue nyusul." jawab Sandy.

1
Anonymous
Lanjut Dong
minsy
kapan uppp
Nana_Ratna
ooohhh Author, knp ga pernah update lagi?. kangen ma Sandy n Reva
Nana_Ratna
kapan Up Thor? kangen Sandy neeh
Ridhan Insya
thor.....lama banget upnya....gue jg lg nunggu yg di asdos thor.....up dhonk thor.....please.....😍😍😍😍😍😍😍
Nayla Sasa
aku tim sandy aja dechhh
kerennnnn
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
cerita yg menarik dan luar biasa.. semangat buat othornya 🤗😇
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
Steven ini pantang menyerah bngt yaa, jelas² Reva sdh milik Sandy.. move on Steve, msh bnyk gadis yg lebih dari Reva di luaran sana jadi jadi pebinor dech aah😏
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aseeek mau di isiin nastar🤣🤣
Ris Andika Pujiono
steve2 gitu aja udah ke geeran. Berasa reva masih cinta? move on woyyy
Ris Andika Pujiono: wadu.. suruh sama Cindy aja klop
total 2 replies
Nana_Ratna
sok banyakin bikin salah Vs,biar makin byk hukumannya n level hukumannya makin meningkat🤣🤣
Nana_Ratna: kan itu tujuannya🤣🤣🤣
total 2 replies
Ridhan Insya
thor.....lama banget upnya ya......dah gak sabar gue nunggunya thor.....please....
EnderGamer1256 @endergamer1256: iya Kak.. diusahakan. Author nya terbagi waktunya dengan novel Selingkuhku Selingkuhmu ..😀
total 1 replies
Ris Andika Pujiono
kirain habis nikah tuh ceritanya sdh g bikin deg2an ternyata masih dilanjut
jangannbilang terjadi huru hara saat pesta lho kak author
Yusup Priyono
mesti sabar - sabar....
baca novel ini....... !@#$^&*%!!
ida siz
happy married y mas sandyreva.. bahagia selalu Buat klian ber 2..
Ris Andika Pujiono
honeymoonnya dikencengin. Kalian usah melwwati lika liku yg bikin jantung reader mo copot. Semoga langgeng ya
cheers 🥰🥰🥰
Bunga Terakhir 🌹
nikah udah .. tinggal punya baby .. yeyy
Nana_Ratna
ikut happy buat kalian b2. smoga kamu ga kegoda lg yaa Va. n jadi tegas ma mantan
Gedang Raja
Sandy di butakan akan cintanya pada Cindy
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aduuh kenapa makin bnyk aja sich thor pengganggunya.. pertama Steven lalu Cindy dan bisa jadi kemungkinan maminya Sandy menjadi duri dlm rumah tangga anaknya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!