AILEEN LOVATA
seorang gadis yang cerdik dan memiliki prinsip hidup yang tinggi yaitu:
"jika bisa yang mudah kenapa harus pilih yang sulit."
itulah prinsip hidup yang dijunjung tinggi oleh seorang Aileen.
aileen juga memiliki sejuta misteri di balik sikap tenangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
"sakittt……… sangat sakit."air mata Aileen semakin deras keluar.
"kau selalu tak menganggap aku ada sedangkan anak jalang itu kau berikan kasih sayang bak seorang putri raja.salahkah aku merasa cemburu?"
"maaf kan ayah ,Aileen."air mata Divan tak dapat lagi dibendung.
"kau tidak salah apapun ,yang salah disini adalah aku ."aileen menggelengkan kepalanya.
"harusnya aku yang dibunuh oleh orang itu dulu bukan istrimu ,harusnya aku yang ditembak dulu bukan istrimu.bukamkah seperti itu."Aileen menunjuk dirinya sendiri.
"Aileen …jangan bicara seperti itu."kata aris yang berada tak jauh dari sana.
"DIAM!!!"bentak Aileen begitu keras.
Aris terkesiap saat mendengar bentakan sang adik , seumur hidupnya inilah sang adik membentak dirinya.
"bukan kah kau bisanya diam saja ,maka sekarang mulutmu juga harus diam."kata Aileen begitu menusuk.
Aris tertunduk ,ia merasa tertampar akan kata yang diucapkan sang adik ,Aileen mang benar ia tak pernah membela adiknya saat seluruh orang dirumah itu menghina bahkan memukul adiknya.
"jangan pernah berkata begitu pada kakakmu aileen."kata divan dengan lembut.
"hahahaha."tawa menggelegar itu kembali terdengar dari mulut Aileen.
Aileen menghapus air mata yang masih tertinggal di pipinya dengan kasar.
"apakah kamu lupa akan ucapan yang kamu keluar kan tuan Divandra."
"aku ini seorang jalang dan tak ada sekolah tata krama untuk jalang ini tuan davindra."Aileen benar benar mengeluarkannya seluruh rasa sakit yang pernah ia rasakan.
Divan kembali menunduk karena perkataan Aileen .
.
.
.
zafir memandang ruangan sang mommy dengan perasaan yang tak karuan.
"apa yang sebenarnya terjadi mommy??"kata Zafir dari balik kaca putih yang membatasi antara ia dan ruangan sang mommy.
zafir sudah menanyai tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Zidan ,tapi Zidan masih berkata kalau ia masih belum siap mengatakan itu semua.
zafir mengelus keningnya yang sedari tadi terus merasa kan pusing dan perutnya yang benar benar tidak bisa diajak kompromi ,sedari tadi perutnya terasa di aduk aduk dan entah berapa kali ia ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
"zafir bingung mommy ,Zafir tidak tau harus berbuat apa?"kata Zafir dengan nada suara yang begitu lirih.
.
.
.
aileen tersenyum melihat kedua lelaki itu menunduk.
"apakah perkataan ku tepat sasaran?"tanya Aileen dengan bangganya.
hening tak ada yang menjawab .
"hahahaha."Aileen kembali tertawa menggelegar ,orang yang melihat Aileen saat ini ,mungkin akan ketakutan dengan Aileen.
"apa kalian sudah mulai mengingat akan hal itu ? waktu waktu yang menyakitkan itu."kata Aileen sambil tersenyum miris.
"tujuh tahun, ya!! tujuh tahun aku merasakan neraka dunia yang di buat oleh ayahku sendiri.aku selalu ingat akan hal itu."kata Aileen sambil menerawang akan kejadian menyakitkan itu kembali.
air mata sialan itu kembali berjatuhan dari mata Aileen.
"hikss hikss hikss."tangisan mengiris hati terdengar jelas dalam kamar yang bernuansa merah itu.
"Aileen jangan menangis ingat kamu sekarang tidak sendirian."kata Aris buka suara.
Aileen tak mengindahkan kata kata Aris ,ia masih terus menangis dan memeluk lututnya membenamkan wajahnya dalam
lututnya.
"Aileen jangan seperti ini ,ingat sekarang dirahim kamu ada bayi kecil."kata divan.
"bayi kecil."beo Aileen tangisannya langsung hilang.
"aku hamil??"
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘