Kalian tahu Reuni itu apa?
Kalian tentu sudah tahu.
Pertemuan kembali setelah berpisah cukup lama.
REUNI betul-betul mengubah hidupku.
Aku bertemu dengan jodohku saat REUNI.
REUNI mempertemukanku kembali, dengan siswa terpintar saat SMA dulu. Sampai benih-benih cinta tumbuh diantara kami. Dan kami pun sepakat mengikat janji suci dalam pernikahan.
Namun siapa sangka?
REUNI yang telah mempertemukan aku dengan jodoh.
Namun REUNI pula membuat rumah tanggaku nyaris berantakan.
Ketika seorang pria yang tidak pernah diperhitungkan di masa lalu. Tiba-tiba hadir dengan segudang pesonanya.
Rumah tanggaku pun dipertaruhkan.
****************
Author : INA AS
Facebook : INA AS
Instagram: INA AS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Senandung Lagu Rindu Untuk Jiwa Yang Galau
Semalam Nadia baik-baik saja. Bahkan sebelum ia pulang pun Nadia masih membalas ciumannya meskipun dengan gugup.
Mengapa tiba-tiba hanya dalam hitungan jam semua bisa berubah? Apa yang telah terjadi sepulangnya ia dari rumah Nadia?
Belum sempat melangkah, ia sudah tersandung. Belum sempat mekar, ia sudah layu. Baru saja Nadia melambungkannya tinggi ke atas, beberapa saat kemudian sudah menghempasnya.
Bimasena bahkan tidak bisa menghubungi Nadia lagi. Karena nomor beserta media sosialnya sudah diblokir Nadia. Wanita itu serius, ingin menjauh darinya.
Harapan yang hendak digapai mungkin akan menjadi angan belaka. Harapan untuk melalui hari-hari esok bersama Nadia. Serupa dengan rindunya yang membuncah, namun hanya tertahan di dalam jiwa.
Karena terhadap Nadia ia menjadi pria yang kehilangan daya. Bukannya ia tidak mampu dan tidak memiliki keberanian. Namun ia harus berhati-hati, karena dampak terbesarnya bila ia gegabah mengambil langkah akan jatuh pada Nadia.
Dengan seketika ia bisa datang ke rumah Nadia. Bila perlu mendaratkan helikopter di jalan depan rumah Nadia. Namun bila gelagatnya tercium Tristan, bukan tidak mungkin Tristan mengiris leher Nadia dengan pisau dapur. Dan mengirim kepala Nadia untuknya. Tentu saja ia tidak ingin hal itu terjadi.
Tidak ada yang salah dengan Nadia yang ingin menjaga keutuhan rumah tangganya. Komitmen dalam pernikahan melebihi komitmen dalam perjanjian apapun. Nadia sudah menunjukkan tanggung jawabnya, menjaga komitmen yang diucapkan saat pernikahan. Malah semakin menambah kekaguman dirinya pada Nadia. Namun sayang, dilain sisi justru semakin menguatkan keinginan memiliki wanita itu.
Yang salah adalah dirinya, mengapa berniat merusak rumah tangga teman sendiri dengan dalih ingin merajut asa dan membahagiakan istri temannya. Teman macam apa dirinya?
Hard to believe. He is a bastard (Sulit dipercaya. Ia seorang bajingan).
Jadi ini yang namanya galau? I'm fucked up.
Ia mencoba mencari-cari sisi lemah dari Nadia, yang bisa memadamkan hasrat menggebunya untuk memiliki wanita itu. Karena ia tidak seharusnya memiliki rasa itu. Sehingga ia mesti membunuh mati rasa yang tumbuh begitu saja.
Pendidikan terakhir Nadia hanya tamatan SMA Bimasena. Sementara kamu sudah strata dua.
I don't care (Aku tidak peduli).
Banyak bekas cacar air pada kulit Nadia, Bimasena. Sangat menjijikkan.
Aku sudah menjelajahi semua permukaan kulit Nadia, tidak ada rasa jijik sama sekali. Toh nanti juga bekas itu hilang sendirinya dan kulitnya bisa kembali mulus seperti pualam.
Obrolan Nadia tidak berkualitas. Nadia tidak memiliki cukup wawasan dan pengetahuan untuk sejajar denganmu Bimasena.
Aku tidak mencari teman debat atau ensiklopedia bernyawa.
Nadia terlalu amatir untuk urusan bercinta.
Aku justru menyukai wajahnya yang merona sepanjang waktu.
Nadia istri sahabatmu. Forget that woman! (Lupakan wanita itu).
Oh No, Leave your husband! (Tidak, Tinggalkan suamimu)
Tidak ada yang ampuh baginya untuk membebaskan diri dari lilitan keindahan Nadia. Shit!
Or am I a crazy? (atau aku gila?)
Yes, I'm crazy, because of you, Nadia.(Ya, aku gila, karena kamu, Nadia.)
******
Nadia sudah mengirim pesan kepada Bimasena, agar berhenti menghubunginya. Agar berhenti menemuinya. Namun mengapa sekarang ia malah terbelit rindu pada pria itu?
Sepanjang hari hanya Bimasena yang bertahta di benaknya.
Sedang apa Bimasena?
Tentu Bimasena akan marah dan kecewa padanya. Sungguh ia tidak sampai hati, mengecewakan hati pria baik itu.
Ujian apa yang sedang dilalui? Saat suami berbaring di sampingnya, ia malah mengharapkan sosok lain.
Mengapa Bimasena tidak datang enam tahun yang lalu, saat ia belum terikat pernikahan. Tetapi ia kembali teringat ucapan Bimasena semalam.
Jadi bagiku tidak ada kata terlambat serta waktu yang kurang tepat. Atau dirimu yang tidak pantas. Karena memang kita sudah ditakdirkan untuk bertemu pada saat seperti ini dan dalam kondisi begini.
Tidak, ia harus bisa membebaskan diri dari jerat Bimasena. Agar ia tidak tenggelam lebih dalam lagi. Dan Bimasena segera menghilang dalam cakrawala hatinya.
Aku tidak boleh membutuhkan uluran tangan Bimasena. Aku tidak boleh terbang dengan sayap yang dimiliki Bimasena. Aku harus menyelematkan rumah tanggaku dan kembali ke kehidupanku sebelum mengenal Bimasena.
Bagaimana cara melupakan Bimasena?
Bagaimaan ia bisa melupakannya sementara dengan penuh kerendahan hati pria itu berucap kepadanya,
Berikanlah aku jalan untuk memasuki hidupmu. Agar kamu bisa mempertimbangkan aku.
Tidak masalah kalau aku hanya menjadi alternatif pilihan. Sampai hatimu betul-betul mantap menentukan siapa pilihan hidupmu.
Dan bila pada akhirnya kamu akan memilih bertahan dengan Tristan, aku akan menerima dan berhenti mengusikmu.
Malam sudah beranjak makin larut, namun ia masih tetap terjaga. Duduk bersandar pada headboard tempat tidur melamunkan seseorang di sana.
Apa Bimasena juga merasakan rindu yang sama? Seperti rindunya dirinya saat ini?
Hati kembali diliputi rasa sepi yang menggigit.
Setelah ia memutuskan untuk menjauh dari pria yang telah menghantarkan sinar kehangatan dan mengusir kebekuan hatinya.
Ia tidak akan bisa melupakan kebersamaan semalam. Sangat singkat namun seperti mentari. Walaupun terbenam hari ini, esok akan datang kembali.
Betapa berat menghapus jejak langkah Bimasena di hati. Betapa sulit melupakan mata cokelat nan tegas itu. Wajah rupawan. Genggaman tangan yang erat serta hembusan nafasnya yang hangat. Semua melenakan.
Ia tidak akan bisa melupakan.
Namun ia tetap akan mengurung rindu yang terus menghasut, agar tidak terucap. Meskipun pada akhirnya rindu itu dapat membunuh. Biarlah tidak terungkap.
Padamu Bimasena yang sudah memenjarakan hati ini, terbanglah tinggi di atas sana. Kembalilah ke singgasana kerajaanmu. Karena tempatmu adalah di langit.
Ia hanya bisa berdoa, agar Bimasena segera mendapat wanita yang sepadan untuknya. Wanita yang pantas, bukan seperti dirinya. Begitu jauh berada di bawah Bimasena.
********
Seharian Nadia sudah membuatnya kacau. Sekarang Bimasena melalui malam dengan gelisah. Pesan yang dikirim Nadia nyaris meremukkan keyakinannya.
Mungkin berlari di atas treadmill sambil mendengarkan musik yang menghentak bisa sejenak mengalihkan pikirannya dari Nadia. Tidak peduli meskipun malam sudah terlalu larut.
Ia pun beranjak dari kamar, menuju ruang tempat ia meletakkan alat fitness-nya.
Tanpa pemanasan Bimasena sudah berlari di atas treadmill dengan kecepatan rata-rata sambil mendengar musik melalui earphone. Untuk menjernihkan kepalanya yang syarat dengan masalah hati.
Ia berlari selama mungkin, bukan untuk membangun daya tahan tubuh. Namun untuk membuat tubuhnya lelah. Selelah-lelahnya. Agar ia bisa segera tertidur tanpa memikirkan Nadia lagi. Karena besok ia harus bangun sepagi mungkin. Ada pekerjaan mendesak yang harus ia kerjakan.
Besok ia akan berburu hantu.
Memburu hantu wanita.
Yang terus bergentayangan mengganggunya.
Tidak ada yang bisa mematahkan langkahnya, di tengah jalan.
********
Begitu Tristan berangkat ke kantor, Nadia segera mengambil kotak yang ia sembunyikan di dalam lemari pakaian. Kotak yang berisi jam tangan pemberian Bimasena. Benda yang tidak boleh dilihat oleh Tristan. Karena Tristan bukan pria bodoh yang bisa dibohongi soal harga.
Ia hendak memakai jam tangan itu, namun ia mengurungkan niatnya. Karena melihat jam tangan tersebut membuat ia tidak akan pernah bisa melupakan wajah penuh pesona itu. Sama saja membiakkan rindu di dalam dada. Yang sudah menyiksa hari-harinya dengan tikaman-tikaman rindu.
Tidak ada semangat yang menyertai perjalanannya menuju salon pagi ini. Ia merasa jantungnya melemah, tidak mampu memompa darah. Keputusannya untuk menghentikan hubungan dengan Bimasena, ternyata lebih melukai dirinya.
Ada yang perih di dalam sana. Ada rasa kehilangan yang mendera. Harusnya rasa ini ia tidak biarkan tumbuh. Karena dari awal ia sudah tahu, bila tidak akan berakhir indah.
Ternyata hatinya tidak sekuat saat ia mengirim pesan kepada Bimasena. Sejak pesan itu terkirim, sejak itu pun hatinya gundah gulana. Ia sudah mematahkan hatinya sendiri. Ia sudah melukai jiwanya sendiri.
Namun ia harus tetap pada tekadnya, untuk menjaga ikrar suci pernikahan. Memilih bertahan bersama Tristan. Meskipun ia memiliki berbagai alasan untuk pergi.
Karena Bimasena hanyalah ujian pernikahannya dengan Tristan.
Namun tekad itu bukannya tanpa rintangan.
Karena baru saja ia tiba di salon dan masuk ke ruang kerjanya, ia sudah menemukan sebuah bucket bunga mawar putih tergeletak di atas mejanya.
Membuat dadanya bergetar dan aliran darahnya berdesir.
Siapa lagi yang mengirimnya bila bukan ... Bimasena.
Ia lalu mengambil bucket bunga itu dan membaca greeting card-nya.
I just wanna say something. I Love U. That's all (Aku hanya ingin mengatakan sesuatu. Aku sayang kamu. Itu saja)
Mr. B.
Ah Bima, ternyata kamu belum berhenti.
*******
Nadia: Apakah kamu sering tidur dg banyak wanita sblm denganku, Bim.karena sbg seorang jejaka kamu sangat pro dlm sex?
itu diotakku, ternyata beda yg diotak kak Ina..🤣🤣
tentulah kalo jadi iatri Tristan, akan pilih selingkuh dg Bima.Kalau istri Adit akan pilih setia,krn suami sdh baik, sayang, kaya lagi..hehe
.hehehe