(REVISI)
Cerita ini mengisahkan seorang Wanita pintar,cantik dan sexy yang bernama Hara Pramaswari
Hara memiliki teman baru yaitu pria terpopuler dikampusnya,laki-laki ini menyukai Hara tapi kedekatan mereka membuat sahabat Hara membencinya,karena sahabat Hara juga menyukai laki-laki ini.
Pengusaha tampan dan kaya yang digandrungi banyak wanita,ialah Alexander Pranata pewaris pranata grup,pertemuannya dengan Hara sangat singkat,sampai akhirnya Alex memutuskan untuk menikahinya,akan ada banyak ujian yang akan dilalui mereka berdua,akankah mereka sanggup bertahan atau memilih untuk berpisah..?
Ingin tahu cerita selengkapnya silahkan dibaca😁mari kumpul dulu jangan jaga jarak di antara kita😆
JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN ===
😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulandari05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat Apa Itu..?
Dua Hari telah berlalu Hara sudah diperbolehkan pulang, setiap harinya Rangga selalu menyempatkan diri untuk kerumah sakit menjengguk Hara, Rangga juga sudah menerima hasil visum Hara kemarin sebagai bukti perlakuan KDRT yang dilakukan Alex bukti itu bisa memperlancar perceraian antara Alex dan Hara.
Selama tiga hari ini Alex juga tidak menemui Hara, dia sibuk menyiapkan pernikahannya yang akan dilangsungkan 2 hari lagi dengan Vera, sungguh laki-laki yang tidak bertanggung jawab, setelah mengambil harta Hara yang paling berharga dia malah meninggalkannya begitu saja.
"Bee gimana aku cantik kan." ucap Vera yang saat ini berada dibutik, dia dan Alex sedang fitting baju pengantin yang akan mereka gunakan lusa saat pernikahan, undangan juga sudah di sebarkan, Alex juga mengundang para kolega bisnisnya.
Alex menjawab hanya dengan tersenyum lalu kembali fokus ke ponselnya, sudah satu jam mereka berada di butik, setelahnya Alex mengantarkan Vera pulang dan kembali ke kantor.
Saat ini diruangan CEO, "Bos apa anda mengundang para kolega bisnis kita untuk datang kepernikahan anda..?" tanya Reno.
"Tentu pernikahan ini akan dilangsungkan secara meriah." jawab Alex yang sedang memeriksa berkas.
"Bagaimana dengan Nona Hara bos." tanya Reno kembali, dia menatap lekat Alex ingin tahu apa jawaban dari bosnya.
"Hubungan kita baik-baik saja." jawab Alex biasa saja.
"Benarkah, selama ini anda tidak memperlakukan Nona Hara seperti layaknya seorang istri." ucap Reno.
Tangan yang sibuk memeriksa berkas itu terhenti Alex menatap tajam Reno.
"Kenapa kamu jadi ikut campur urusanku Ren." ucap Alex geram.
"Maaf bos, kalau begitu saya kembali keruangan saya dulu." ucap Reno berlalu pergi.
Ucapan Reno menjadi beban untuk Alex, apa yang dikatakan Reno itu benar bahwa dia tidak memperlakukan Hara seperti layaknya seorang istri, Alex berfikir keadaanlah yang membuatnya seperti ini.
"Ahh sudahlah asal Hara tidak meminta cerai lagi, pasti semuanya akan baik-baik saja." monolog Alex.
"Tapi aku sangat penasaran siapa anak bau kencur itu sebenarnya, berani-beraninya dia mau melawan seorang Alex." ucap Alex lagi dia sudah tidak fokus dengan pekerjaannya saat ini.
Terdengar ketukan pintu dari luar Alex mempersilahkan untuk masuk.
"Masuk.." ucap Alex.
"Bos ada kiriman." ucap Rangga yang langsung memberikannya pada Alex.
Alex binggung surat apa itu pikirnya, Alex menerima dan membacanya, tiba-tiba wajah Alex berubah memerah karena menahan amarah terlihat dari tangannya yang meremas surat itu, dia tidak menyangka jika Hara berani menggugat cerai dirinya.
"Brengsek pasti anak bau kencur itu yang membantunya." umpat Alex.
Reno hanya diam berdiri disamping Alex.
"Ren cari tahu dimana Hara sekarang!" suruh Alex tatapannya sudah tidak bersahabat lagi, Reno pun pamit segera meninggalkan ruangan CEO.
Tak terasa jam pulang kantor tiba, Alex sudah tahu dimana keberadaan Hara sekarang ternyata Hara berada dirumah Rara salah satu karyawannya, dia bergegas mengajak Reno untuk menemaninya menemui Hara.
Alex berjalan tergesa saat turun dari ruangannya sampai-sampai Reno menyusulnya dengan sedikit berlari, semua karyawan yang melihat Bosnya terlihat panik bertanya-tanya ada apa dengan Bosnya saat ini.
Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tapi Alex marah, dia pun menambah kecepatannya agar cepat sampai dirumah karyawannya itu, akhirnya mereka sampai Alex segera turun terlebih dulu dia sedikit berlari menuju pintu.
'Toktoktok..'
Cukup lama Alex menunggu pintu dibuka tapi tidak ada tanda-tanda orang didalam, dia langsung menghampiri Reno.
"Loe kalau cari informasi yang benar." ucap Alex yang sudah mencengkram kerah jas Reno.
"Benar Lex tadi pagi Hara masih ada disini." ucap Reno yang mulai terasa sesak.
Melihat Reno yang meringgis Alex segera melepaskan kerah jas Reno.
"Lalu kemana dia Ren." ucap Alex menjambak rambutnya raut mukanya terlihat sangat frustasi.
Reno hanya diam beginilah sifat Alex yang tidak disukai oleh Reno, Alex orang yang tidak memiliki prinsip, Alex pun berjalan masuk ke mobil disusul oleh Reno.
**
Rangga saat ini sedang bersama Hara dan Febby dia memboyong mereka berdua sore tadi sebelum jam pulang kantor tiba.
"Ini rumah siapa Ngga..?" tanya Hara.
"Ya jelas rumah Rangga lah Ra." jawab Febby yang terperangah melihat rumah mewah Rangga.
"Lalu mana orang tuamu..?" tanya Hara.
"Ini rumahku sendiri tapi belum pernah aku tempati, aku selalu pulang kerumah utama rumah orang tuaku." ucap Rangga, mereka saat ini berada diruang tamu karena baru saja tiba.
"Wahh bener-bener loe anak konglomerat." ucap Febby celinggukan melihat isi dari rumah itu yang banyak memajang guci-guci besar dan beberapa barang antik yang kemungkinan harganya seharga rumah Febby yang hanya sepetak bisa jadi lebih.
"Kalian tinggal disini dulu sampai gugatan dikabulkan." ucap Rangga.
"Terus gue gimana Ngga, gue kan kerja di perusahaan Bos Alex, bisa-bisa di bunuh gue nanti." ucap Febby dia memeluk dirinya sendiri karena takut.
"Begini saja apa loe mau bekerja ditempat gue, kalau mau siapkan surat resign loe dan serain besok kepihak HRD." saran Rangga pada Febby.
"Beneran Ngga wah makasih loh, oh ya kenapa Hara ngak ikut kerja ditempat loe juga biar kita bisa sama-sama terus, ya kan Ra." ucap Febby dia melihat Hara yang hanya menunduk.
"Gue udah banyak nyusahin kalian, maaf'in gue Feb." ucap Hara menangis, dia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mereka.
"Siapa yang bilang kamu nyusahin kita, gimana apa kamu mau bekerja ditempatku..?" tanya Rangga.
Hara mengangguk tersenyum, Hara dan Febby akan memasak untuk makan malam sebelum kerumah Rangga mereka sempat berbelanja karena Rangga bilang kalau di rumahnya tidak ada bahan untuk di masak.
"Wooow dapurnya bagus banget Ra." ucap Febby terpanah melihat dapur rumah Rangga yang begitu mewah.
"Iya, gue berharap suatu saat gue bisa punya rumah seperti ini." ucap Hara tersenyum membayangkan jika dapur ini adalah miliknya.
"Amiiiinnn.." ucap Febby, Hara pun mulai memasak dibantu oleh Febby.
Rangga tidak pulang dulu dia ingin mencoba masakan Hara yang katanya sangat lezat.
Selesai sudah pekerjaan di dapur Hara di bantu oleh Febby menyajikannya di meja makan, malam ini Hara memasak cumi asam pedas, ayam teriyaki, dan beberapa menu lainnya.
Rangga yang mencium aroma wanggi sudah tidak sabar menikmatinya.
"Heeeemmm kelihatannya sangat lezat." ucap Rangga air liurnya sudah ingin menetes menatap makanan didepannya.
"Tentu saja lezat." ucap Hara tersenyum.
Febby duduk didepan Hara dan mulai mengambil piring sedangkan Hara berdiri mengambilkan nasi dan lauknya untuk Rangga, setelahnya dia mengambil untuk dirinya sendiri.
Rangga sangat bahagia saat ini," Ra andai saja kamu melayaniku seperti ini setiap hari." batin Rangga.
Satu suapan masuk dimulut Rangga dan selanjutnya dua suapan tiga suapan, dia memakan makanannya dengan sangat lahap.
"Pelan-pelan Ngga kalau makan." ucap Hara tersenyum melihat Rangga yang seperti tidak makan seminggu.
"Ukhuk..ukhuk ." Rangga terbatuk-batuk karena terlalu banyak makanan di mulutnya, Hara segera mengambil gelas menuangkan air putih dan memberikannya pada Rangga.
"Loe sih ngak denger apa kata Hara." ucap Febby dengan mulut penuh.
"Loe sendiri juga gitu sama." ucap Hara pada Febby.
"Masakan kamu sangat lezat Ra." ucap Rangga memandang Hara, dia sudah menghabiskan makanan dipiringnya tanpa tersisa.
Hara yang ditatap seperti itu jadi salah tingkah, dia berpura-pura memainkan ponselnya sambil makan.
"Makan dulu jangan main ponsel." suruh Rangga, Hara mengangguk kemudian melanjutkan makan.
Makan malam pun selesai, Rangga pamit untuk pulang dia mengirim satu supir untuk mengantar kemana pun mereka pergi.
"Aku pulang dulu, nanti ada supir ke sini namanya Pak Ujang dia yang akan mengantar kalian kemana pun kalian pergi." ucap Rangga.
"Kenapa harus repot-repot Ngga, kita bisa naik gojek atau taksi." ucap Hara.
"Sudahlah tak ada kata penolakan, ya sudah aku pulang dulu." pamit Rangga memasuki mobil dan mobil pun melesat jauh.
"Ra sepertinya Rangga mencintai loe." ucap Febby tiba-tiba, mereka berdua masuk dan mengunci pintu.
"Mana mungkin." ucap Hara.
Dulu Hara memang sempat berharap pada Rangga tapi Rangga tak kunjung menyatakan cintanya,dia pun berfikir jika Rangga dekat saat itu dengan Hana jadi Hara memutuskan untuk mengubur perasaan itu sebelum terlalu dalam dan kehadiran Alex lah yang bisa mengubur perasaan Hara pada Rangga yang masih sebiji jagung.
"Gue bisa lihat tatapan matanya ke loe itu beda." ucap Febby.
"Sudah lah Feb kita tidur saja besok kita harus ke tempat kerja Rangga pagi-pagi." ucap Hara menarik tangan Febby menuju kamar, mereka memilih tidur berdua karena Febby takut jika tidur sendiri.
__________________________
Terimah kasih jangan lupa vote nya
dong biar semangat up 2 kali sehari😭
__________________________
lgian sii vera udh d bilang udh slesai masih ajj ngejar",,