NovelToon NovelToon
PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:295.8k
Nilai: 5
Nama Author: ovhiie

" Gadis kecil sebaiknya kamu tanda tangani saja surat itu "

Begitulah ucapan dari Hendra saputra pemilik perusahaan Jewelery yang terkenal di kota ini kepada seorang gadis bernama Yesa. Dia mengancam dengan sorot matanya. Dan akhirnya kerena tidak memiliki kekuasaan. Yesa menanda tangani surat itu.
Sesaat senyum puas penuh kemenangan muncul di bibir Hendra Saputra.

Cerita novel ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan

Nulis nya cuma iseng
Update na semau gue 😋

selamat membaca ^^,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ovhiie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENANGIS DI PUNDAK KU

Esok hari saat istrinya sedang sibuk berkemas mempersiapkan diri untuk kembali pulang ke rumah, Arya duduk di kursi teras depan rumah Nenek sambil menyesap secangkir kopi di tangannya.

Nada dering handphonenya berbunyi

"Anak Nakal, mengapa kau baru menjawab telepon dari ku? Apakah aku tidak boleh menghubungi mu? Kau tidak pulang selama beberapa hari. Apa kau melupakan hari ulang tahun mu?" Belum sempat di jawab Hendra sudah bawel di seberang sana.

Arya terkekeh.

"Maaf ayah, aku hanya ingin menikmati liburan ku selama beberapa hari ini, aku akan segera pulang, aku bahkan aku tidak sadar ini hari ulang tahunku. Di saat orang lain merayakan ulang tahunnya. Tapi hari ini tidak berarti bagiku."

"Walaupun hari ini tidak berarti bagimu. Ayah akan tetap mengirimnya agar hadiahnya tiba hari ini dan kamu akan mendapatkannya."

"Terimakasih ayah. Bagaimana kabar Dery?"

Ayah berikan handphone mu padaku

"Kakak, kau tidak pulang selama beberapa hari. Kau ingin meninggalkan adikmu ?Aku merindukanmu dan kakak ipar setengah mati." Kata Dery di seberang sana

"Tunggulah, aku akan pulang beberapa saat lagi"

"Cepatlah, aku menunggu mu."

"Ya" Arya menutup panggilannya, setelahnya ia kembali meraih kopinya menyesapnya sedikit.

Apa ayah sudah melupakan kejadian 20 tahun lalu. Kenapa Ayah mengingat ulang tahun ku setiap tahun dan membuatku memikirkannya

Karena harta ibu mu rela meninggalkan mu di hari ulang tahun mu. Dia sudah tidak mau mengakui mu sebagai anak kandungnya. Dia mengabaikan mu.

Sekilas Arya teringat dengan perkataan mantan ibu tirinya. Entah kenapa saat mengingat kalimatnya hatinya selalu tersayat menahan perih.

Alih-alih Arya tenggelam dalam pikirannya. Istri dan Nenek nya muncul di depan pintu. Ia meletakan cangkirnya di atas meja lalu bangkit dari duduk dan berjalan mendekat ke istrinya.

"Nenek terimakasih atas perhatianmu. Aku akan pulang sekarang. Nenek jaga dirimu baik-baik." Yesa bicara sesudah memeluk dan mencium tangan Nenek

"Nak Arya, terimakasih kamu baik sekali sudah menemani Yesa dan Nenek selama dua hari penuh."

"Tidak, aku juga merasa senang, waktu terasa begitu cepat. Nenek terimakasih atas perhatiannya, maaf sudah merepotkan mu." Arya bicara setelah mencium tangan Nenek.

"Jangan sungkan, Yesa ini ada jeruk untukmu, ambilah." Kata Nenek sambil menyodorkan kantong plastik berwarna putih berisi buah jeruk segar. Yesa tersenyum saat meraihnya

''Terimakasih, Nenek jaga dirimu baik-baik, sampai jumpa."

Yesa berbalik dan melangkahkan kaki menyusul suaminya yang sudah duduk sambil menunggunya dalam mobil. Beberapa saat kemudian Arya menghidupkan mobilnya dan siap melaju memecah jalanan.

"Apa itu?" Arya bertanya sambil melirik buah jeruk ditangan Yesa yang sedang dikupasnya. Mengambilnya sebutir, lalu memasukannya ke dalam mulut.

"Nenek memberikan jeruk ini padaku tadi. Ssstt ini sangat masam, suamiku kamu tidak akan bisa memakannya."

"Benarkah? Aku mau mencobanya satu." Arya penasaran

"Ini ambilah"

Arya terbelalak melihat sebuah buah jeruk utuh yang di sodorkan istrinya. Belum di kupas.

"Istriku, aku sedang menyetir, tidak kah kamu tahu betapa sulitnya saat menyetir di pegunungan?"

"Apa maksudnya?" Yesa kikuk

"Suapi aku." Sahut Arya dingin

"Ahh begitu ya, maaf hehe."

Baiklah kalau begitu aku akan mencari yang paling mentah dan masam untukmu hihi ..

"Ini makanlah." Kata Yesa sambil menyuapi suaminya dengan sebutir jeruk yang diambil dari miliknya.

'"Ssttt" Masam sekali rasanya begitu mimik Arya kira-kira setelah mengunyah

"Hihi, Bagaimana rasanya?" Mode jahilnya bicara

"Sangat masam." Arya menjawab cepat. "Istriku mulai sekarang kamu jangan terlalu dekat dengan adik ku "

"Kenapa memangnya, dia selalu baik padaku." Yesa bertanya sambil memakan jeruknya kembali.

"Kamu dulu terlalu dekat dengannya. Bahkan aku dan Dani sempat mengira kamu menyukainya."

"Huh!" Yesa terkejut "Begitu kah yang di pikirkan semua orang? "

"Istriku dengar, aku tidak ingin kamu dekat dengan laki-laki lain. Termasuk adik ku." Arya bicara dengan suara tegasnya. Membuat Yesa menelan ludahnya.

Huh, betapa dinginnya aku setelah mendengar kalimat itu.

"Suamiku, apa kamu lapar?" Yesa mengalihkan topik dengan cepat, mengusir kecanggungan yang tercipta.

"Lumayan."

"Aku sangat lapar, jika berjalan sedikit lebih jauh. Ada restoran spaghetti yang aku suka. Aku ingin makan spaghettinya. Jadi, ayo kita mampir ke sana." Ajak Yesa begitu antusias

Mendengar nada handphone Arya berbunyi. Pandangan Yesa langsung teralih pada layar handphone yang menyala di sampingnya. Kenapa tidak tertulis Namanya. Begitu pikirnya Arya menjawabnya melalui headset bluetooth yang sudah melekat di telinganya.

"Siapa ini?" Arya bertanya, hening sesaat tidak ada sahutan apapun yang terdengar di hp nya. "Untuk apa menelpon ku?" Lanjutnya dengan suara dingin setelah tahu siapa yang menghubunginya.

"Arya mari kita bertemu hari ini. Ibu sudah membuat kesalahan di masa lalu sebelumnya. Ibu tidak akan melupakan hari ini, dan ibu sudah siapkan dengan baik. Mari kita berbincang sambil makan dan temui ibu disini."

Panggilan terputus

"Ciih, Selalu saja mengatur pertemuan menurut jadwalnya" Kata Arya sinis sambil melepaskan headset bluetooth nya.

"Suamiku, siapa itu?" Yasa penasaran

''Kamu akan segera bertemu dengannya. Sudah dua puluh tahun dia tidak menelpon di hari ulang tahun ku."

Yesa terkejut.

"Suamiku Ini hari ulang tahunmu?"

Hening

kenapa diam

Beberapa saat kemudian mobil berhenti di area parkir restauran ternama. Pasangan suami istri itu turun dari sana berjalan memasuki restauran menuju ruang VIP.

Saat mereka sudah masuk Sandra terlihat bangkit dari duduk karena melihatnya datang.

"Yesa terimakasih karena sudah datang. Namaku Sandra, ibu kandung dari suami mu." Sandra memperkenalkan diri dengan ramah sambil mengulurkan tangannya.

Yesa meraih tangan Sandra dengan senyuman.

Liontin itu gumam Sandra dalam hati sambil menatap sebuah benda cantik yang menggantung di leher menantunya.

"Ibu nama ku Yesa, senang sekali rasanya aku bisa bertemu dengan mu."

"Ibu sudah mengetahuinya "Sandra menatap Arya yang hanya diam berdiri disamping istrinya "Silahkan duduk mari kita berbincang selagi makan." Katanya ramah sambil mempersilahkan duduk dengan tangannya.

Arya dan Yesa duduk di kursinya

"Arya kamu tidak bisa makan udang bukan? Ibu berhati hati-kali ini." Kata Sandra sambil menyendok makanan ke piringnya yang sudah disediakan dimeja makan.

Arya hanya tersenyum dengan sinis menanggapinya.

kenapa diam

"Ibu memerhatikan makanan yang paling disukai dan dibenci suamiku, kelihatannya hubungan kalian begitu dekat." Kata Yesa berusaha menghangatkan suasana

Apa ada yang salah dengan ku. Kenapa dia melihat ku seperti itu

Kata Yesa dalam hati saat menerima tatapan dingin dari mata suaminya. Mata tahu dia kalau sebenarnya Arya hanya menyuruhnya diam tanpa banyak bicara.

"Arya sudah lama ibu tidak merilis perhiasan yang ibu desain, ibu butuh bantuan mu kali ini." Sandra langsung berbicara pada intinya. Dia mengeluarkan selembar kertas dari dalam tas disampingnya lalu menyodorkannya. "Lihatlah, ini adalah desian yang sudah lama ingin ibu rilis. Ibu menantikannya sejak dua puluh tahun yang lalu"

Entah kenapa Arya enggan menerima, belum mau meraihnya. Karena kecewa setelah tahu tujuan Sandra mengundangnya makan bersama itu untuk apa. Bukan alasan yang diharapkannya.

"Maaf, kami ada urusan pribadi dan tidak bisa berlama-lama disini." Ujarnya dingin

"Arya, berani sekali kamu memperlakukan ibu seperti ini." Hardik Sandra wajahnya merah padam

"Ibu jauh-jauh kemari hanya ingin bicarakan soal itu?" Arya bicara dengan cara yang sama. "Aku rasa ibu tidak takut lagi jika orang lain tahu, kalau aku.. ''

"Benar" Sandra memotong "Ibu tidak takut lagi dan ibu tidak akan pernah bersembunyi lagi. Ibu bersedia mengakui, bahwa kamu dan Dery adalah putra ibu. Jadi orang di seluruh dunia ini akan tahu. Bahwa kamu dan adikmu adalah putra kandung ibu."

"Cih, Ibu sangat mencintai desainer itu bukan? Cinta itu yang membuat ibu mencampakkan ku." Membuat ibu melupakan hari kelahiran ku.

Sekedar memberi tahu, sebenarnya Arya berpendapat bahwa pencipta desain perhiasan yang akan di luncurkan Sandra adalah Ayah tirinya di Amerika. Padahal pencipta desain itu adalah Rena sahabat karib Sandra waktu beliau masih hidup.

Namun entah apa alasannya, 20 tahun lalu Sandra dan Rena saling menjauhkan diri masing-masing. Sampai membuat Sandra menunda merilis perhiasan itu dan entah ada kejadian apa yang membuat Sandra rela angkat kaki dari Negri ini.

Meninggalkan Suami dan kedua putranya sekaligus sahabat dan perusahaan miliknya. Maka tak salah jika selama ini Arya bersikap dingin pada ibunya.

"Jangan mengejek ibu seperti ini, dia adalah hal yang berharga bagi ibu." Sandra tidak terima sahabatnya di salahkan.

Ya salah paham menjadi tercipta karena tidak tahu apa yang di pikirkan masing-masing.

Arya berpikir Sandra merilis liontin itu demi cinta sejatinya. Sementara Sandra berpikir Arya tidak mau mengerti apa yang di inginkannya. Saling membelakangi.

"Ciih, tapi bagiku dia hal yang paling mengerikan bagiku dan juga Dery." Berpaling wajah kesal setelah mendengar kenyataan bahwa dirinya tidak berati apa-apa di banding Ayah tirinya.

"Tapi ibu melahirkan mu!" Hardik Sandra tidak mau menyerah

Arya hanya diam tidak bergeming.

"Baiklah kamu anggap ibu mengerikan karena sudah meninggalkanmu. Tapi karena ibu melahirkan mu. Setidaknya bantu ibu meliris perhiasan itu sebagai kenangan."

"Cih! Jika ibu ingin mendapat imbalan karena telah melahirkan ku. Setidaknya ibu harus ingat kapan itu terjadi." Arya menjawab dengan suara lemah yang tidak mudah dijelaskan.

Suasana hening sesaat

"Apakah hari ini?" Sandra terkejut saat menyadari kesalahan terburuknya.

Arya hanya diam menatap Sandra dengan tatapan murka tangannya terkepal dimeja. Seburuk apapun perlakuan ibu, tetaplah seorang ibu. Begitu kira-kira yang di rasakan Arya. Dia mau berteriak tapi tersangkut di rahangnya. Kedua bola matanya memerah. Menahan perih dihatinya. Karena sudah sanggup menahan air matanya dia bangkit dari duduknya.

"Istriku, ayo pergi." Ajak Arya sambil menyambar tangan Yesa di sampingnya

"Ta- tapi." Yesa ragu dan masih belum bergerak dari posisinya karena bingung harus bagaimana. Ini baru pertama kali ia bertemu dengan mertuanya, tidak mungkin dia meninggalkannya secara tidak sopan kan. Tapi disisi lain, dia tidak mau membantah perintah dari suaminya yang dingin itu. Bingung.

"Kenapa diam?" Arya mengancam dengan sorot matanya. Meski merasa tidak enak Yesa bangun dari duduknya.

"Ibu, kalau begitu saya pergi dulu, Maaf " Sebagai rasa hormat ia buru-buru membungkukkan badannya sebelum mengikuti langkah suaminya.

Sandra hanya diam tidak tahu harus berbuat apa, karena merasa bersalah.

Sementara Arya menarik tangan Yesa setengah berlari mengikuti jarak langkahnya menuju tempat parkir. Setibanya di sana dia membuka pintu mobil memaksa istrinya masuk kedalam. Setelahnya ia masuk kedalam sambil menutup pintunya.

Hening

Yesa bingung menatap wajah suaminya dengan penuh tanda tanya, ingin sekali rasanya ia bicara. Tapi saat melihat suaminya itu hanya diam membisu jadi enggan melakukannya. Tidak berapa lama kemudian Arya bersandar menjatuhkan wajah di pundaknya.

Ya tuhan suamiku menangis di pundak ku

1
J S N Lasara
cari yg lah deri
J S N Lasara
sayang tetus
J S N Lasara
saling cinta
J S N Lasara
nikH
J S N Lasara
baru sadar
J S N Lasara
aduh sdh ad
J S N Lasara
PLN tpi psti
J S N Lasara
ad perasaan
J S N Lasara
jgn km hrs tmni arya
J S N Lasara
sabar km psti bisa
J S N Lasara
salah paham
J S N Lasara
lulus ujian itu i
J S N Lasara
wah km dpt
J S N Lasara
ktmu orang bedar
Widuri
aish si ethor emang bikin senewen pas bacanya, untung q rada pinter, ya kadang juga begok pas dompetku kosong
Nora Ish
enggak kok thor. tetep semangat. pemilihan kata² mu sehingga jd kalimat memang ditujukan untuk mereka yg ingin membaca dengan santai dan hati². aku menikmati setiap kalimat mu thor. krn aku membaca dengan pelang dan merasakan setiap kalimatnya. semangattt 🌻🌻🌷🌷
Onna Lake
Kok gak diupdate lgi thor?
Onna Lake
Terimakasih thor sudah diupdate lagi. Klo bisa, ritme updatenya jangan kelamaan thor 😊😄
Betty Richard
lanjut
Onna Lake
Update lagi dong thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!