Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert
namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh
tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya
saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Pulang ke Indonesia
"Silahkan masuk tuan."
Febry melangkah masuk ke ruangan Albert dengan angkuh karena mengira Albert telah bangkrut jadi dirinyalah yang paling pantas untuk mendampingi Fitri dan menjadi suaminya .Tapi saat dia melihat kearah Faris tatapannya sedikit tidak suka karena Farislah yang membuat dia harus membeli rumah Albert dengan harga yang sangat tinggi.
Sesampainya di depan meja Albert.
"Nih tanda tangan surat penjualannya saya tidak ada waktu buat nunggu di sini,untung saya mau bantu perusahaan kamu yang sudah mau bangkrut."Sembaring melemparkan surat tersebut ke atas meja Albert.
Syifa sangat geram melihat tingkah Febry suami dari Ibunya itu.
"Maaf tuan perusahaan siapa yang akan bangkrut,saya rasa kalau perusahaan milik Ayah saya bahkan setiap harinya mempunyai pendapatan yang meningkat."
Febry merasa sangat bingung dengan semua yang terjadi.
"Tadi sekretaris Han mengatakan di acara pelelangan rumah Albert bahwa Albert akan bangkrut tapi putrinya bilang perusahaan mereka tidak akan mengalami bangkrut bahkan mempunyai pendapatan yang selalu meningkat."Batinnya tak percaya.
Albert tidak menghiraukan ucapan dari Febry baginya yang terpenting apa yang terjadi dan apa yang diucapkan Febry itu salah.
Albert mengambil surat tersebut lalu menandatanganinya.
"Ini saya sudah menandatanganinya jadi rumah itu sekarang milik kamu, terimakasih."Ucap Albert sopan kepada Febry.
"Sepertinya mereka ingin mempermainkan saya.Ini pasti sudah di rencanakan lihat saja pria itu yang menawar rumah milik Albert tadi sedang berada di sini."Batin Febry lagi.
Febry menarik surat tersebut lalu segera melangkah meninggalkan Albert dan yang lainnya dengan perasaan sangat kesal.
Albert tidak tahu apa yang terjadi dan diapun tidak menghiraukannya.
Albert, Syifa,dan Faris pergi meninggalkan kantor untuk beristirahat di sebuah hotel yang Albert miliki.
Setelah sampai mereka beristirahat karena besok akan kembali ke Indonesia.
Tidak terasa hari sudah pagi mereka bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia.Terlihat di sebuah kamar hotel yang dihuni oleh Syifa,dia yang sedang sibuk berdandan tiba tiba di panggil.
"Fa kalau kamu sudah selesai langsung turun ya,kita sarapan pagi dulu sebelum pergi."Teriak orang dari luar yang tidak lain adalah Ayahnya.
"Iya yah nanti Syifa kalau selesai akan menyusul kalian."
Faris dan Albert duluan pergi ke bawah untuk sarapan karena memang di lantai bawah hotel mempunyai restoran yang cukup luas.
Setelah selesai Syifa segera menyusul Faris dan Albert saat sampai di lantai bawah hotel Syifa mencari keberadaan Papa dan Ayahnya.Faris tidak sengaja melihat Syifa yang sedang mencari keberadaan mereka segera memanggilnya.
"Fa kami disini sayang."Papa melambaikan tangannya kearah Syifa dan tersenyum.
Syifa melihat kearah sumber suara yang memanggilnya lalu melangkah mendekat ke arah mereka.
"Maaf pa yah Syifa baru nyusul."Syifa.tersenyum karena memang dia tadi lama.
"Iya santai saja sayang,kamu itu perempuan jadi wajar saja kalau bersiap-siapnya lama biar terlihat lebih cantik.Tapi kalau kamu gak pakai makeup justru lebih cantik." Faris memang paham bahwa perempuan itu lama kalau dandan karena biasa menunggu istri dan anaknya Adinda kalau berdandan pasti sangat lama.
Syifa tersenyum karena malu dan tidak tahu harus menjawab apa.
Setelah selesai sarapan mereka bergegas pergi ke bandara dan masuk ke pesawat. tidak begitu lama pesawat meluncur ke Indonesia.
Di dalam pesawat hening sesaat sampai Syifa membuka suara.
"Ayah, kita tinggal di Indonesia saja ya.Syifa merasa ada yang berbeda di sana padahal kita baru mau menuju Indonesia."
"Ayah nurut sama kamu saja sayang, Ayah tidak mau lagi pisah sama kamu.Waktu itu sudah cukup Ayah meninggalkan kmau karena keegoisan Ayah."Menatap kearah Syifa dengan mata yang sudah berkaca kaca mengingat perbuatannya waktu itu.
Syifa yang berada di kursi belakang Albert karena memang Albert duduk di samping Faris lalu melepaskan sabuk pengaman dan berjalan menuju kursi milik Albert
"Ayah jangan seperti itu nanti Syifa jadi sedih melihat Ayah menangis."
"Terimakasih sayang, Ayah sayang sama Syifa,Ayah janji tidak akan meninggalkan Syifa lagi."
Syifa kembali ke kursinya tadi lalu memasang sabuk pengamannya kembali.
Keadaan kembali hening karena mereka memilih untuk tidur sebelum mereka tiba di Indonesia.
Sekian lama mereka berada di pesawat mengingat jarak antara Australia dan Indonesia jauh akhirnya mereka tiba di Indonesia.
Syifa sangat senang karena dia bisa bertemu dengan Kakak-kakaknya yang tidak lain adalah anak Faris.
"Yess,kita sudah sampai di Indonesia Syifa tidak sabar bertemu dengan Kak Adinda, Kak verel dan Kak Alex."
Albert yang melihat Syifa yang sangat senang ikut bahagia, selama ini dia tidak pernah melihat kebahagiaan Syifa karena sibuk bekerja.
Mereka melangkah memasuki mobil,lalu melaju langsung ke rumah Faris.
Beberapa menit kemudian karena jarak antara bandara dan rumah Faris tidak begitu jauh mereka sampai dengan selamat.
Di rumah Faris, Adinda sudah berada di depan pintu rumah menunggu kedatangan papanya dan yang lainnya karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disana meskipun Faris berhasil membawa Syifa dan Albert.Mereka langsung keluar dari mobil.
Adinda yang melihat kehadiran mobil milik papanya segera melangkah menuju mobil itu dengan sangat semangat.
"Syifaaaaaaaaaaaa."Teriak Adinda berlari.
Syifa yang melihat dan mendengar teriakkan Adinda juga berlari ke arah Adinda.Saat mereka telah berada di depan satu sama lain, mereka berdua berpelukan sangat erat lalu melepaskannya.
"Kak Syifa kangen sama Kakak."
"Kakak juga kangen sama Syifa."
"Kenapa Kak sudah beberapa tahun ini tidak pernah menemui Syifa?"tanya Syifa karena dia memang amnesia.
Sedangkan Adinda bingung tidak tahu harus menjawab apa karena dia tidak mengetahui bahwa Syifa ternyata amnesia.
Faris melangkah mendekat kearah Adinda dan Syifa.
"Syifa itu amnesia,jadi kamu harus bisa membantu dia untuk bisa mengingat semua masa lalunya sewaktu dia berada di Indonesia."Faris mengelus puncak kepala Adinda.
Adinda terkejut mendengar ucapan Papanya.
"Jadi kamu amnesia Fa,tapi kenapa kamu bisa ingat sama kami?"
"Syifa hanya bisa mengingat setengah kejadian hidup Syifa Kak."
"Alhamdulillah kamu masih bisa mengingat kak,kakak akan bantu kamu untuk bisa mengingat masa lalu kamu."
"Terimakasih Kak."Syifa tersenyum kearah Adinda
"Kamu semakin hari semakin menggemaskan."Mencubit gemas pipi Syifa.
"Sakit Kak."Dengan nada sangat manjanya.
"Ya ampun Adiknya Kakak ini manja banget sih."
Dan tiba tiba Adinda menarik tangan Syifa menuju kamarnya karena banyak hal yang ingin dia cerita kepada Syifa.Setelah sampai di kamar Adinda.
"Fa Kakak mau curhat sama kamu boleh ya."
"Syifa mandi dulu ya kak nanti baru curhat,badan Syifa lengket semua bau lagi."
"Baiklah tidak masalah."
Syifa melangkah menuju kamar mandi milik Adinda yang berada di dalam kamarnya.
Dua puluh menit kemudian Syifa keluar dari kamar mandi.Adinda masih setia menunggu Syifa di kamar sambil memainkan henpone miliknya dan berbaring di atas tempat tidurnya.
"Lama banget si mandinya lumutan kakak nungguin kamu."Masih diposisinya.
Syife yang mendengar ucapan Adinda melangkah mendekati Adinda.
"Maaf Kak, Syifa baru selesai mandi sekarang kak mau curhat tentang apa sama Syifa.Tapi jangan tentang cowok ya Kak Syifa gak paham,Syifa tidak ada pacar."
Adinda mengubah posisinya menjadi duduk menghadap ke arah Syifa.
"Ya Fa,Kakak mau curhat tentang cowok ini boleh ya, bantuin Kakak lah sekali kali Kakak butuh saran ini."
"Ya sudah curhat saja sekarang,Syifa siap menjadi pendengarnya."
"**Jangan lupa like komen tip dan votenya ya baca terus episode episodenya."
Jangan lupa juga mampir di karya Author yang terbaru berjudul
" My husband is a CEO and Student Council President"
terbit pada tanggal 10 Maret 2021.
*Terimakasih 🙏***
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya