follow akun ig author : @maulidamaulida84
season 1
berceritakan tentang sepuluh murid yang baru menduduki kelas 9 SMP disemester kedua. Mereka yang tidak tau apa apa tiba tiba disuruh kepala sekolah mereka untuk menyamar jadi murid SMA?
kebayang gak tuh gimana ceritanya? kenapa mereka disuruh menyamar menjadi murid SMA?
***
season 2
tiga tahun setelah kejadian itu. maulida memutuskan untuk kembali ke jogja melanjutkan kuliahnya. hal hal yang tak terduga muncul seiring berjalannya waktu. dan perlahan... masalalu akan terungkit kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penjelasan
di sinilah kami sekarang. di halaman belakang sekolah yang penuh dengan pohon rindang yang menyejukkan.
" kau tau bianka? kenapa waktu itu aku sangat marah padamu, sampai sampai tak malu untuk menendangmu? itu karna kau sudah membully sahabatku. mungkin jika tepung itu mengenaiku, aku tidak akan marah dan mungkin akan memaafkanmu. tapi kau membangkitkan emosiku, menyerang titik kelemahanku. aku benci seseorang yang mengganggu apalagi menyakiti teman temanku... " ucapku memutus keheningan.
" bagiku selain ada padaku, emosiku juga terletak pada sahabat dan keluargaku. aku menyayangi mereka lebih dari menyayangi diriku sendiri, jika aku bisa, aku bahkan rela menyerahkan nyawaku agar teman temanku tetap hidup. aku benci saat melihat teman temanku menangis, aku benci saat melihat temanku tersakiti, aku benci saat melihat temanku di ganggu. semua yang menyangkut teman temanku maupun keluargaku, aku selalu benci jika ada yang berani menyentuh mereka, apalagi menyakiti. jadi bianka, aku minta maaf karna sudah menendangmu waktu itu. hari itu emosiku benar benar tidak stabil sehingga membuat diriku di luar kendali " lanjutku menatap bianka dengan lembut.
" aku awalnya hanyalah gadis biasa saja di kelas, semua pria selalu menggodaku jika aku hadir. tapi, itu semua berubah setelah kau dan ketiga temanmu hadir. semua pria mulai menempel pada kedua sahabatmu, bahkan bagas yang nyaris selalu cuek itu juga terpikat padamu. dan si murid baru erza itu juga baru masuk sudah menginginkan duduk di sampingmu. aku iri. aku tidak terima di abaikan seperti ini. sehingga membuatku di luar kendali " ucap bianka mulai mengeluarkan suara.
" bianka. biar aku beritahu padamu. semua wanita itu memiliki daya tariknya masing masing. aku yang memiliki wajah biasa saja, sedangkan kau memiliki wajah yang cantik. saat laki laki mendekati kita, itu pasti ada daya tarik tersendiri dari mereka untuk mendekati kita. laki laki mendekatimu mungkin karna menurut mereka kau cantik dan masuk kedalam kriteria mereka. sedangkan laki laki mendekatiku karna aku selalu bersikap dingin dan cuek, itu mungkin membuat mereka penasaran dan ingin lebih tau banyak tentangku. sampai sini paham bukan? aku hanya ingin minta maaf. soal memaafkan atau tidaknya itu aku serahkan padamu. aku pamit, assalamu'alaikum " setelah menjelaskan panjang lebar aku segera pergi menuju kelas. masalahku terlalu rumit, sekarang semua orang sudah mengetahui tentang kebenaran di balik baju sma yang kami pakai ini.
benar benar hari yang melelahkan...
***
" hei!! lo belum ngasih tau... tangan lo kenapa? " tanya bagas yang kini tengah duduk di sampingku.
" jatuh dari pohon " jelasku pelan, karna saat ini bu dina tengah mengajar di depan kelas. meskipun agak kesusahan saat menulis, tapi aku tetap mencoba untuk tetap menulis.
" biar gue aja yang nulis. lo diem, tangan lo masih sakit " seru bagas lalu merebut paksa bukuku dan perlahan menuliskan rumus yang ada di papan tulis.
" kau menuliskan punyaku. sini bukumu. biarkan aku yang nulis, meskipun gak bagus bagus amat, tapi aku masih bisa nulis dari samping kok " pintaku. dia melirikku sambil tersenyum lalu menyerahkan bukunya.
" allahu akbar bagas!! bukumu gak pernah di sentuh ya? kosong melompong gini? " kagetku saat melihat buku milik bagas bersih tanpa cintah.
" tau " jawabnya cuek. aku hanya menggelengkan kepala lalu perlahan menuliskan rumus yang ada di papan tulis menggunakan tangan kananku yang retak. meskipun harus menulis dari samping, aku masih bisa melakukannya.
" maulida "
" iya? " jawabku tanpa berniat menoleh ke arah bagas. " kau beneran murid smp? " tanya bagas sukses menghentikan tanganku untuk kembali menulis.
" ya " jawabku singkat. " lo udah dua minggu sekolah di sini, yang artinya tinggal dua minggu lagi lo bakal balik kesekolah lo kan? " aku terdiam tanpa berniat menjawab dan lebih memutuskan untuk melanjutkan menulis.
" bagas. aku hanya ingin memberitahumu. di dunia ini tidak ada yang bersifat selamanya. dan setiap pertemuan pasti ada perpisahan " gumamku setelah lama mendiamkannya. dan kini gilirannya yang terdiam, kami berdua terdiam dengan tangan yang masih lincah menulis.
***
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
visual cowok ndk cocok 🤣
maksa banget sih 🤣🤣🤣
ga jadi baca 🙈
bye 👎
karyamu hebat kak 👍
favorit 👌
gak sabar nunggu Up-nya
favorit
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
karyamu hebat kak
like meluncur 👍
aku mampir nih thorr
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks
semangat up & smg ceritanya sukses yah, aku sllu tunggu feedback-nya. 😉✨
aku membawa boomlike dan boom comment. jangan lupa mampir yaah thorr