NovelToon NovelToon
Sang Mempelai Pengganti

Sang Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Hanya satu hari sebelum hari pernikahan, Bayu Andarsono harus kehilangan sang mempelai dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Annisa, belahan jiwanya. Keluarga besar dari kedua pihak tidak bisa menanggung malu, maka dengan keputusan tanpa perasaan mempelai wanita diganti, Andin, adik kandung Annisa. Bayu dan Andin menikah tanpa cinta, keduanya membuat kontrak hitam di atas putih. Andin setuju karena hatinya sudah dimiliki Bian Wijaya, kekasihnya yang setia. Bayu pun tak keberatan, sebab baginya, Andin hanyalah pengganti sementara. Namun, dibalik kehidupan pernikahan yang dingin, misteri mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Bayu Andarsono bukanlah pria biasa. Ia adalah Alpha dari klan werewolf tertua di Tanah Jawa. Semakin lama kehidupan pernikahan antara Bayu dan Andin, semakin kuat pula ikatan gaib yang tak terlihat. Benarkah gadis yang ia anggap hanya pengganti itu sebenarnya adalah Mate sejati yang ditakdirkan oleh Bulan untuknya? Bisakah pernikahan palsu itu berubah menjadi ikatan a

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manusia Paling Gila

Di kediaman Utama keluarga Wijaya yang megah di tengah kota, tersembunyi sebuah tempat rahasia. Tempat yang bahkan tidak tersentuh cahaya matahari.

Sebuah ruang bawah tanah, yang bagi sebagian orang mungkin hanya basemen biasa. Namun menyimpan sebuah rahasia mengerikan. Rahasia kelam milik Wijaya bersaudara.

Pintu masuknya tersembunyi di balik rak buku, yang terbuat dari kayu jati kokoh di ruang kerja Brian. Pintu yang dilengkapi sistem biometrik dan kode rahasia, yang hanya diketahui oleh Brian dan Bian.

Begitu pintu baja tebal itu terbuka, udara dingin dan lembap langsung menyergap, membawa bau amis darah, desinfektan, dan daging hangus yang menusuk hidung. 

Lampu neon putih berkedip-kedip di langit-langit beton kasar, menerangi dinding-dinding yang dilapisi ubin keramik putih kotor berlumur noda kecokelatan yang sudah mengering bertahun-tahun.

Selang-selang infus tergantung seperti urat nadi, beberapa masih meneteskan cairan bening bercampur merah. 

Ruangan itu seluas hampir seratus meter persegi. Di tengah-tengah, terdapat ranjang pasien stainless steel yang dipasangi borgol tebal dari campuran perak dan besi khusus. Bahan yang dirancang untuk melemahkan regenerasi manusia serigala yang super cepat 

Meja-meja operasi penuh alat bedah berkarat dan alat bedah modern bercampur menjadi satu. Pisau, skalpel, gergaji tulang listrik, jarum suntik raksasa dan tabung tabung kaca berisi cairan berwarna biru pucat bercahaya. Cairan ini adalah hasil ekstraksi awal yang diperoleh dari manusia serigala.

Di sudut ruangan, kandang-kandang besi berjeruji tebal menjepit beberapa sosok manusia serigala yang masih hidup, tubuh mereka kurus kering, bulu-bulu mereka rontok, dan mata mereka kosong karena sudah terlalu sering disiksa. 

Beberapa di antaranya mengeluarkan erangan lemah, suara yang lebih mirip ratapan jiwa yang sudah putus asa. Lantai di bawah kandang penuh genangan darah kering dan cairan tubuh lainnya. Bau kencing, kotoran, dan nanah bercampur dengan bau obat-obatan kimia yang menyengat.

Bian Wijaya baru datang dengan senyum jahatnya yang khas. Menyapa riang, sang adik—Bian yang masih mengenakan jas lab putih berlumuran darah. 

“Hallo, brother.” Sapa Brian kelewat riang, padahal kondisi disekitarnya mengenaskan.

Bian hanya mendengus singkat. Lebih peduli pada eksperimen yang sedang dilakukannya. 

Adik Brian itu berdiri di depan salah satu ranjang. Wajah tampannya yang biasa ramah, kini berubah dingin dan sangat fokus. kacamata pelindungnya sedikit berkabut karena uap dari mesin sentrifugal yang sedang berputar kencang. 

Di sampingnya, asistennya sedang menyuntikkan cairan hijau kelelawar ke lengan seorang subjek lain yang sudah tak sadarkan diri.

“Detak jantungnya stabil, tapi regenerasinya mulai melambat,” ujar sang asisten dengan suara datar, matanya tak lepas dari monitor. 

“Kita berhasil mengekstrak hampir 40% esensi alpha dari subjek sebelumnya.”

Bian mengangguk tanpa ekspresi. Ia berjalan mendekati ranjang tengah, di mana Radit, seorang manusia serigala muda berusia 10 tahun yang diculik berapa hari yang lalu terbarung tak berdaya. 

Kedua tangan dan kakinya diborgol kuat ke tiang ranjang, rantai perak melingkar di lehernya hingga menekan kulit hingga memerah dan melepuh. Dada Radit naik turun dengan cepat, napasnya pendek-pendek karena obat penekan regenerasi yang terus dipompa ke tubuhnya melalui infus.

Luka-luka sayatan panjang masih terlihat di perut dan paha Radit. Beberapa luka sudah mulai sembuh paksa, tapi langsung dibuka lagi untuk mengambil sampel jaringan. 

Bulu hitam legam serigalanya, yang biasanya menutupi sebagian tubuh saat bertransformasi kini hanya tersisa serpihan-serpihan kusam. 

“Radit… kamu kuat sekali, nak.” Gumam Bian sambil memasang elektroda baru di pelipis subjek itu. Entah itu pujian atau malah cemoohan.

“Kami butuh kekuatanmu, nak.  Kekuatan kalian semua, para manusia serigala.” Seringainya.

Ekkhem…

Brian yang sedari tadi hanya mengamati, berdeham singkat. Ia berjalan pelan ke arah adiknya.

“Jangan menampakkan wajah mengerikan itu pada anak kecil, brother. Kasian dia.” Brian berbicara tenang.

“Bullshit!” Balas Bian tak mau kalah.

Eksperimen ilegal ini sudah berlangsung selama hampir empat tahun. Brian Wijaya, yang secara diam-diam dikenal sebagai salah satu orang terkaya dengan bisnis gelap di balik layar, memiliki obsesi besar untuk mengekstrak kekuatan manusia serigala, seperti ecepatan, kekuatan, regenerasi, dan ikatan dengan Moon Goddess. Untuk memindahkannya ke tubuh manusia biasa miliknya. 

Laki-laki gila itu iingin menciptakan super soldier atau bahkan anggota keluarga baru yang lebih unggul.

Brian adalah otak di balik semuanya. Sedangkan Bian, hanya ikut-ikutan saja. 

“Aku tidak sabar menunggu penelitian ini berhasil, brother. Hahaha.” Brian mengoceh lagi.

"Tutup mulutmu, Brian!" Bian menimpali ocehan kakaknya sambil mendengus.

Kemudian ia mengambil gergaji tulang listrik kecil. Suara berdengung mengerikan memenuhi ruangan saat alat itu menyala. Radit yang setengah sadar mencoba meronta, matanya yang kuning keemasan terbuka lebar penuh ketakutan.

“T-Tolong……” desisnya lemah. Suaranya parau karena sudah berhari-hari tak minum air bersih.

Bian tersenyum tipis, hampir tanpa emosi. “Sedikit lagi, nak. Bertahanlah sedikit lagi. Setelah ini selesai, aku sendiri yang akan memastikan pertemuanmu dengan Moon Goddess. Hahahaha”

Bian lalu menekan gergaji ke tulang bahu kecil Radit. Suara menggeretak tulang yang pecah memenuhi ruangan, disusul jeritan mengerikan Radit yang menggema hingga ke langit-langit.

Darah menyembur, mengguyur lantai dan jas lab Brian. Dengan cepat, laki-laki itu segera memasang tabung penampungan untuk mengalirkan darah itu. Brian hanya berdiri saja. Mengamati.

Di dinding sebelah kanan, terdapat lemari kaca besar berisi ratusan vial berlabel rapi. Beberapa labelnya tertulis,

Alpha – Generasi 1,

Regenerasi Tinggi – Subjek 47,

Ikatan – Fragmen”.

Beberapa vial bahkan sudah diuji pada manusia biasa, kebanyakan para manusia tidak berdosa yang diculik paksa. Hasilnya bervariasi. Ada yang bertambah kuat dalam beberapa detik, menit dan beberapa hari. Kemudian berakhir mati karena penolakan tubuh.

Ruangan ini adalah neraka bagi dua ras sekaligus, manusia dan manusia serigala.

Di sudut lain ruangan, mayat-mayat yang sudah tidak terbentuk ditumpuk dalam lemari pendingin besar. Bau busuknya samar-samar lolos dari segelnya.

Beberapa manusia serigala yang menjadi subjek masih terlihat hidup, tapi sudah kehilangan kewarasannya. Subjek subjek itu hanya duduk diam, tatapannya kosong di dalam jeruji besi yang lebih mirip kandang hewan. Bergumam tidak jelas, memanggil nama Moon Goddess.

“Hei, tambah dosis penekan transformasi,” perintah Bian pada asistennya sambil menjahit kembali luka Radit dengan cepat agar subjek tak mati sebelum waktunya.

“Kita butuh dia hidup setidaknya tiga hari lagi.”

Ekkhem…

Brian pura-pura batuk.

“Jadi.. bagaimana dengan gadis itu, brother? Kudengar kalian baru saja putus.”

“Tutup mulutmu, Bri!” Bian meradang.

“Ooh, sudah putus rupanya.” Brian bergumam pelan.

Brian lalu memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. Sebelum benar-benar keluar, ia masih sempat menggangu manusia serigala gila dalam kandang sempit disana.

“Berhenti mengoceh, bodoh. Di ruangan ini, bahkan Moon Goddess pun tak bisa mendengarmu.” Kemungkinan berjalan pelan, sambil bersenandung tipis.

Cahaya neon kembali berkedip. Jeritan samar dari kandang lain terdengar. Ruang bawah tanah keluarga Wijaya terus bekerja, malam itu dan setiap malam berikutnya.

Tujuannya menggali kekuatan terlarang demi ambisi yang tak pernah puas.

1
merdi Yanto
villain nya mulai nampak
merdi Yanto
Mana Update nya thor
merdi Yanto
kisah manusia serigala yang fresh banget
merdi Yanto
semangat Update thor🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. Semangat terus ya buat novelnya.

btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya. hanya tekan profile, terima kasih 🤭/Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!