NovelToon NovelToon
PRIMUS ARISTOKRAT

PRIMUS ARISTOKRAT

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:358
Nilai: 5
Nama Author: elzio_yanuar

PRIMUS ARISTOKRAT
Dikhianati tunangan.
Diremehkan keluarga.
Bahkan dibunuh demi harta warisan.
Semua orang mengira hidup Primus Valerian Aristokrat telah berakhir.
Mereka salah.
saat kembali dari ambang kematian, Primus membawa kemampuan yang membuat seluruh dunia terkejut.
Bisnis? Tak ada yang bisa mengalahkannya.
Bela diri? Musuh-musuhnya tumbang dalam hitungan detik.
Strategi? Bahkan para konglomerat dan bangsawan tua dipermainkan olehnya.
Ketika identitas aslinya perlahan terungkap, para petinggi dunia mulai gemetar.
Karena pria yang dulu mereka hina ternyata adalah kunci menuju kekayaan, kekuasaan, dan rahasia terbesar keluarga Aristokrat.
Mereka pernah menginjaknya saat jatuh.
Kini giliran Primus berdiri di puncak dan menentukan nasib mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elzio_yanuar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teka teki

Pria tua itu mengangguk puas, tampak senang dengan respons tamunya. Bagus. Orang yang memiliki banyak pertanyaan biasanya memiliki peluang bertahan hidup yang lebih lama, karena mereka tidak berjalan dalam kegelapan dengan mata tertutup.

Primus tertawa kecil, meskipun tawa itu terdengar dingin. Rasanya aneh, karena semua orang yang kutemui dalam dua hari terakhir ini selalu berbicara seolah-olah mereka sedang memberikan khotbah peringatan kematian kepadaku.

Sebab situasi yang sedang kau hadapi saat ini memang menuntut hal itu, anak muda, balas pria tua itu dengan nada yang mendadak berubah menjadi serius, tanpa ada lagi sisa-sisa candaan di wajahnya. Senyuman di bibir Primus perlahan-lahan memudar, ia tahu bahwa pembicaraan yang sebenarnya baru saja dimulai.

---

Kau tahu banyak tentang seluk-beluk internal keluarga Aristokrat? tanya Primus, langsung mengarahkan poin pembicaraan ke inti masalah.

Pria tua itu hampir saja tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan tersebut. Tahu? Anak muda, aku sudah mengenal dan mengawasi pergerakan keluarga kotor itu jauh sebelum kakek buyutmu sendiri dilahirkan ke dunia ini.

Kalimat itu seketika membuat kedua alis Primus terangkat. Secara logika, pernyataan tersebut terdengar sangat mustahil dan tidak masuk akal, mengingat usia manusia memiliki batasan. Namun, cara pria tua itu mengucapkannya terdengar begitu mutlak, tanpa ada keraguan sedikit pun di matanya.

Siapa sebenarnya Anda ini? tanya Primus lagi, kali ini dengan nada suara yang lebih dalam dan menuntut penjelasan.

Pria tua itu terdiam sejenak, pandangannya beralih menatap riak air teh di dalam cangkirnya, seolah-olah ia sedang memilah-milah memori lama dan mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan identitasnya. Setelah beberapa saat, ia kembali menatap Primus.

Namaku Alaric. Hanya Alaric, tanpa ada embel-embel nama belakang di belakangnya.

Anda tidak memiliki nama keluarga besar?

Aku sudah lama membuang dan tidak lagi membutuhkan hal-hal superfisial seperti nama keluarga sejak puluhan tahun yang lalu, jawab pria tua itu dengan ekspresi datar. Namun, jika yang kau butuhkan adalah sebuah gelar resmi untuk memahami posisiku... Ia menyunggingkan senyum tipis yang sarat misteri. Seperti yang tertulis di suratmu, aku adalah salah satu dari para Penjaga Cincin Aristokrat yang masih tersisa.

Suasana di dalam toko buku tua itu mendadak menjadi sangat hening. Untuk pertama kalinya, nama misterius yang tertera di surat itu diucapkan secara langsung oleh sesosok manusia nyata di depan Primus. Ini bukan lagi sekadar tulisan misterius di atas kertas perkamen, bukan pula mitos belaka, melainkan sebuah realitas yang kini duduk tepat di hadapannya.

Primus menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kayu, mencoba mencerna informasi baru ini sembari membiarkan otaknya bekerja dengan kecepatan penuh untuk menyusun ulang semua potongan teka-teki. Kalau begitu, mari kita bicarakan hal ini secara langsung tanpa perlu ada yang disembunyikan.

Silakan, tanyalah apa pun yang ingin kau ketahui, Alaric mempersilakan dengan gestur tangan yang terbuka.

Pertama, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Cincin Aristokrat?

Alaric tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan kata-kata. Ia berdiri dari kursinya, melangkah perlahan ke arah salah satu rak buku di samping meja kasir, lalu mengambil sebuah buku kuno berukuran besar yang sampulnya terbuat dari kulit binatang yang sudah mengeras. Ia meletakkan buku tebal itu di atas meja tepat di hadapan Primus, membuat butiran debu tipis berterbangan ke udara. Buku itu tampak sangat rapuh, dengan warna kertas yang sudah berubah menjadi cokelat pekat dimakan usia.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang benda itu, kata Alaric sambil membuka halaman pertama buku tersebut dengan sangat hati-hati, kau harus memahami satu fondasi krusial terlebih dahulu.

Apa itu?

Pria tua itu memutar posisi buku yang sudah terbuka tersebut agar menghadap ke arah Primus. Di halaman pertama itu, terdapat sebuah gambar ilustrasi ber-tinta emas yang menampilkan lambang resmi keluarga Aristokrat. Namun, ada detail yang sangat mencolok dan berbeda dari logo klan yang biasa Primus lihat di mansion utama atau dokumen resmi perusahaan. Desain lambang di buku ini jauh lebih megah, rumit, dan di bagian tengah dada singa bersayap itu, terdapat sebuah ukiran berbentuk cincin emas murni dengan ukiran hieroglif kuno di sekelilingnya.

Cincin Aristokrat yang kau tanyakan itu bukanlah sekadar perhiasan emas biasa atau simbol estetika belaka, ucap Alaric dengan suara rendah yang menggema di ruangan sunyi. Benda itu adalah kunci otentik sekaligus simbol dari pemegang kekuasaan tertinggi dan mutlak atas seluruh aset, jaringan bawah tanah, serta otoritas penuh di dalam keluarga besar Aristokrat. Siapa pun yang berhasil memiliki cincin itu secara sah, ia akan memiliki kuasa yang bahkan berada di atas kepala keluarga sekalipun.

Primus menatap gambar ilustrasi kuno itu dengan pandangan tajam. Tapi, kenapa saya tidak pernah sekali pun mendengar atau membaca tentang keberadaan benda sepenting ini di dalam arsip klan?

Alaric menyunggingkan senyum sinis yang penuh arti. Tentu saja kau tidak akan pernah menemukannya di arsip mansionmu, Primus. Karena beberapa dekade yang lalu, seseorang di dalam keluargamu sengaja melakukan pembersihan massal, menghapus seluruh catatan sejarah, dan membunuh siapa saja yang mengetahui keberadaan cincin ini demi mengubur eksistensinya rapat-rapat dari dunia luar.

Kalimat dari Alaric seketika membuat fokus perhatian Primus terkunci sepenuhnya. Sengaja dihapus?

Ya, Alaric menutup kembali buku tua itu dengan suara debuman pelan, raut wajahnya kini berubah menjadi sangat dingin dan serius. Sama seperti banyak rahasia kelam dan konspirasi berdarah lainnya yang selama ini sengaja dikubur hidup-hidup oleh para petinggi keluargamu demi mempertahankan takhta mereka yang penuh dengan kebohongan.

---

Sementara itu, di luar area toko buku tua yang sunyi, sebuah mobil sedan hitam dengan kaca film yang sangat pekat tampak berhenti di seberang jalan. Mesin mobil tersebut dibiarkan tetap menyala halus, mengeluarkan suara dengungan rendah yang samar di tengah sepinya distrik tua. Di dalam kabin mobil, duduk dua orang pria berpakaian serba hitam dengan pandangan yang terus tertuju ke arah pintu masuk toko buku.

Target sudah berada di dalam, ucap salah satu pria yang duduk di kursi kemudi sambil terus mengawasi jendela toko melalui teropong kecil. Primus masuk ke dalam toko buku bekas itu sekitar dua puluh menit yang lalu dan belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar.

Pria yang duduk di kursi penumpang di sampingnya mengangguk pelan, lalu meraih ponsel pintarnya dan menekan sebuah nomor kontak cepat. Segera hubungi dan laporkan pergerakan ini langsung kepada Tuan Muda Adrian.

Hanya butuh beberapa detik bagi panggilan tersebut untuk tersambung ke seberang sana. Ya, ada perkembangan apa? Suara berat Adrian Aristokrat terdengar dari balik pelantang telepon dengan nada suara yang tidak sabar.

Tuan Muda Adrian, kami berhasil menemukan lokasi persembunyian Primus saat ini.

Di mana posisi bajingan itu sekarang?

Dia saat ini sedang berada di dalam sebuah toko buku tua yang terletak di kawasan West District, kawasan kota tua.

Keheningan sempat tercipta selama beberapa saat di seberang saluran telepon, sebelum Adrian kembali melemparkan pertanyaan dengan nada menyelidik. Apa dia berada di sana sendirian?

Tidak, Tuan Muda. Berdasarkan pantauan kami dari luar, ada seorang pria tua yang sedang bersamanya di dalam toko tersebut.

Siapa pria tua itu? Apa dia salah satu informan baru milik Primus?

Pria di dalam mobil itu kembali menatap ke arah jendela toko buku dengan ekspresi wajah yang mendadak berubah menjadi sangat aneh, dipenuhi oleh rasa tidak percaya sekaligus ketakutan yang samar. Ia menelan ludahnya dengan susah payah sebelum akhirnya berani menjawab. Saya tidak berani memastikannya secara langsung, Tuan Muda. Tapi, jika melihat dari struktur wajah dan database lama yang kami miliki... pemilik toko buku tua itu adalah Alaric, pria yang menurut catatan resmi klan kita sudah seharusnya dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan sepuluh tahun yang lalu.

---

Sementara itu, di dalam ruangan toko buku yang remang-remang, Primus sama sekali belum menyadari bahwa setiap pergerakannya di luar sedang diawasi dengan ketat oleh mata-mata suruhan Adrian. Seluruh perhatian dan konsentrasi pikirannya saat ini masih tersita sepenuhnya oleh satu kalimat mengerikan yang baru saja diucapkan oleh Alaric dari balik meja kasir.

Saat ini, ada seseorang di dalam lingkaran utamamu yang sedang menyusun rencana matang untuk menghabisimu, ucap pria tua itu dengan nada suara yang terlampau tenang, seolah-olah ia sedang membicarakan masalah cuaca.

Primus tetap terdiam di kursinya, namun tatapan matanya berubah menjadi sedingin es.

Tepat tiga minggu dari sekarang, Alaric melanjutkan kalimatnya sembari menatap lurus ke dalam manik mata Primus, sebuah skenario pembunuhan massal telah disiapkan untukmu di atas kapal pesiar mewah Ocean Crown.

Untuk pertama kalinya sejak ia melangkah masuk ke dalam toko buku tua ini, sorot mata Primus benar-benar berubah drastis. Ada kilat kemarahan sekaligus kewaspadaan tingkat tinggi yang terpancar dari sana. Pasalnya, informasi mengenai keberadaan kapal Ocean Crown dan pesta amal tersebut adalah rahasia tingkat tinggi yang hanya diketahui oleh segelintir elite klan. Namun, pria tua misterius yang duduk di hadapannya ini jelas mengetahui detail rencana tersebut jauh lebih banyak dan lebih dalam daripada yang seharusnya diketahui oleh seorang asing.

1
Toto Maki
sejauh ini alurnya bagus g muter" lanjut kembangkn lgi aku follow
yanuar saputra: terimakaaih kak atas saran nya, salam hangat☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!